Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Blood Team yang terpecah


Gendang peperangan telah ditabuhkan oleh Dirly. Raja singa telah bangkit dan bersiap untuk memasuki arena pertarungan. Elvano bahkan telah mengeluarkan mobil tercanggih miliknya, yang selama ini tersimpan di dalam garasi khusus yang terletak di dalam bangunan ini.


Sebuah mobil tercanggih di dunia yang didesain dengan teknologi masa depan.


Ia dapat mengembangkan sayapnya di tengah-tengah kepadatan, ia juga dapat melintasi lautan mengambang layaknya kapal laut, pastinya juga dilengkapi dengan mode sopir otomatis di kala tak ada yang mengemudikan. Dan satu lagi kelebihan yang paling menonjol, yaitu mobil tersebut juga memiliki mode siluman. Yang jika


mode ini diaktifkan, maka mobil tersebut tidak akan terlihat oleh siapapun alias menghilang seperti siluman selama 5 menit.


Dan tentu saja masih banyak kelebihan-kelebihan lainnya.


Rein, Jack dan Zum berdiri tercengang menatap indahnya mobil canggih yang ada di hadapan mereka. Dengan warna merah menyala dan desain yang sangat elegan membuat penampilan mobil ini begitu memukau. Tentu saja siapapun yang menatapnya, akan merasa terpanah. Selain kecanggihan yang dimiliki oleh mobil ini, penampilannya yang indah tentu juga menjadi kelebihan mobil tersebut.


"Aku sungguh belum pernah melihat mobil sekeren ini." Begitulah kira-kira batin mereka bertiga saat itu.


Jack si pecinta mobil berjalan mendekati mobil tersebut. Tak hanya itu, ia juga mengulurkan tangannya untuk memberi sentuhan lembut baginya.


Tin! Tin! Maaf, aku bukan wanita yang bisa kau elus-elus!"


Alangkah terkejutnya Jack saat mendengar suara itu. Tidak hanya Jack, kedua temannya juga ikut merasa terkejut. Jack dan kedua temannya itu saling melempar tatap untuk sejenak. Karena merasa penasaran, Jack pun mengulangi perbuatannya.


Dan sekali lagi mobil tersebut mengeluarkan suara.


"Maaf Tuan, jika anda terus melakukan itu, aku akan marah. Dan takutnya aku akan melukai anda."


Kali ini Jack sedikit memajukan wajahnya ke depan menampilkan ekspresi yang tidak bisa diartikan. Semua rasa bercampur menjadi satu. Ada rasa penasaran, geli, terpesona, semua bercampur menjadi satu.


"Apa mobil ini sungguh bisa berbicara? Atau seseorang sedang mengerjaiku?"


Kedua pertanyaan inilah yang sedang mengisi pikiran Jack saat itu. Demikian juga dengan kedua temannya yang ada di belakang. Sementara Ken yang sudah mengetahui tentang mobil tersebut hanya tersenyum kecil melihat ekspresi terkejut yang ditampilkan oleh ketiga orang itu.


Elvano yang sedari tadi berdiri dari kejauhan sambil memperhatikan apa yang dilakukan oleh Jack kini melangkah menghampiri Jack.


Setelah berada di dekat pria itu, Elvano lalu bersuara.


"Itu belum seberapa Bung. Masih banyak kelebihan Squash yang belum ia tampilkan."


Elvano mengucap sambil menepuk-nepuk punggung Jack beberapa kali.


Sedangkan Jack melirik ke arah Elvano sejenak, lalu mengedarkan pandangannya ke arah Rein dan Zum yang berdiri di belakang mereka.


"Ayo kita berangkat!" ajak Elvano kemudian.


"Squash, open the door!" titah Elvano.


Dan seketika seluruh pintu yang ada terbuka lebar. Mobil canggih ini berjenis sedan. Memiliki tempat duduk 2 baris, 4 pintu dan dapat memuat sebanyak 5 penumpang seperti mobil sedan pada umumnya.


Lagi-lagi ketiga pengawal khusus itu terpanah dibuatnya. Mereka tak menyangka, mobil itu ternyata dapat diajak berkomunikasi. Apalagi saat menyadari mobil ini keluar sendiri dari dalam garasi. Awalnya mereka berpikir ada sopir yang mengedalikan mobil itu keluar, setelah pintu terbuka, mereka baru tahu ternyata tak ada penghuni di sana.


Tentu hal ini membuat mereka semakin mengagumi kecanggihan mobil tersebut. Ketiga orang ini tidak merespon ajakan Elvano sama sekali.


Yang ada mereka hanya terdiam di tempat tanpa menggerakkan kaki mereka sama sekali. Tentu saja hal ini membuat Elvano sedikit merasa gemas dan merasa harus menegur mereka.


"Hei! Mau sampai kapan kalian menatap Squash seperti itu?"


Ucapan Elvano jelas berhasil membuyarkan lamunan mereka bertiga.


Dengan sigap, mereka pun segera melangkah memasuki mobil. Mengikuti jejak Elvano yang sudah lebih dulu berada di dalamnya.


Elvano sedang duduk di kursi kemudi saat itu.


Jack memilih duduk di barisan depan bersama Elvano. Sedangkan Rein dan Zum duduk di barisan belakang. Sementara semua senjata yang mereka pilih tadi, dimasukkan ke bagasi oleh pengawal yang bertugas di markas itu.


Setelahnya, mobil pun melaju perlahan menuju pintu keluar.


Squash, begitulah Elvano menamai mobil itu. Sebuah kendaraan yang memiliki fasilitas tercanggih di dunia. Elvano adalah satu-satunya orang yang memiliki mobil tersebut saat ini. Dan tentu yang mendesain mobil tersebut, tak lain adalah dirinya dan Ken.


Mereka hanya membeli bahan mentahnya dari berbagai negara. Sisanya adalah hasil kerja keras mereka berdua.


Sebenarnya Ken memang lebih berjasa dalam hal ini. Ken adalah seorang lulusan Teknik. Dia mengerti banyak hal tentang teknik. Dan dialah yang lebih banyak menuangkan ide dan tenaganya. Sedangkan Elvano hanya membantu Ken sebisa yang ia tahu.


Squash bisa dikatakan bejenis kelamin laki-laki. Karena ia diisi dengan otak dan suara laki-laki. Karena itulah dia memarahi Jack yang mengusapnya tadi.


"Kita akan pergi kemana Tuan?" tanya Squash.


"Sebelum aku menjawab pertanyaanmu itu, aku ingin kau melacak titik ini lebih dulu."


Elvano mengucap sambil meletakkan sebuah chip kecil di dekat colokan yang menyerupai colokan USB yang terdapat di dekat area dasboard.


Chip itu adalah alat pelacak yang saling berhubungan dengan chip milik Valen.


Sejak mengetahui Valen menjalin hubungan dengan Dirly, Elvano memang sudah sangat mengantisipasi hal ini. Dia memasang chip pada jam tangan milik Valen secara diam-diam. Elvano tahu jelas, Valen selalu mengenakan jam kesayangannya itu kemanapun ia pergi. Dan benda tersebut pun menjadi pilihan Elvano.


Kini kaca bagian depan menampilkan isi Chip dalam bentuk hologram. Dan mode sopir otomatis juga telah diaktifkan oleh Elvano. Tentu saja ketiga pengawalnya kembali terbengong-bengong menyaksikan itu semua. Jujur saja, Elvano merasa sangat muak dan geli melihat ekspresi mereka yang seperti itu.


Setelah itu ia mulai bersuara,


"Kenapa sikap kalian itu begitu menjijikan? Sepertinya aku harus menceritakan semuanya pada kalian tentang apa saja kelebihan mobil ini,"


"Dan setelah itu, aku harap kalian tidak lagi memperlihatkan ekspresi kalian yang sangat menggelikan itu."


Elvano mengatakan kalimat-kalimatnya itu sambil melirik ke arah ketiga pengawalnya secara bergantian. Lalu ia memang menceritakan semua kelebihan dari kendaraan itu pada mereka setelahnya. Sambil berharap mereka tidak lagi menampilkan ekspresi mereka yang begitu menggelikan bagi dirinya setelah ini. Padahal tentu saja mereka masih akan sangat terpanah saat Squast beraksi. Hanya saja karena sudah mendapat peringatan dari Elvano, mereka lebih memperhatikan sikap mereka. Sekalipun mengagumi, mereka lebih memilih melakukannya di dalam hati.


Usai memberi penjelasan, Elvano kembali fokus pada apa yang ditampilkan oleh hologram di depannya.


Hologram tersebut terpancar di tengah-tengah kaca bagian depan. Sehingga mereka semua dapat melihatnya.


Jack terlihat mengerutkan dahi dan alisnya saat melihat itu.


"Kenapa Jack? Apa kamu mengetahui tempat itu?" tanya Elvano saat melihat ekspresi Jack yang sepertinya mengetahui sesuatu.


"Iya Tuan, sepertinya jalan itu menuju ke arah markas Bloods team. Apa mereka yang melakukan semua ini?" tanya Jack sambil menatap Elvano.


Jujur, saat itu Elvano sedikit kaget mendengar penjelasan Jack.


Bagaimana dia bisa tau letak markas Blood team yang sangat tersembunyi itu?


Namun Elvano juga tidak menanyakan hal ini saat itu. Elvano lebih memilih menjawab pertanyaan yang dilemparkan oleh Jack.


"Tepatnya orang yang melakukan penculikan ini, bekerja sama dengan mereka," jelas Elvano tanpa menoleh ke arah Jack.


Kemudian ia beralih kepada Squash.


"Squash, sejauh apa jarak kita dengan mereka?" tanya Elvano.


Tring!


Terdengar suara yang menyerupai notifikasi sebelum Squash memberi jawaban pada Elvano.


"Cukup jauh Tuanku. Sepertinya di dekat bukit Delima,"


Elvano sedikit membulatkan matanya mendengar itu.


"APA? Coba perbesar gambarnya Squash!" titah Elvano kemudian.


Setelah Squash memperbesar gambarnya, Elvano pun ikut merasa yakin, yang dikatakan oleh Squash memang benar.


"Ternyata markas mereka selama ini ada di sana?" gumam Elvano pelan.


Letak bukit Delima sangat dekat dengan letak gunung Elang Muda. Karena inilah Elvano sedikit kaget. Bloods team terkenal dengan kekejamannya, selain itu juga cukup pandai dalam menyembunyikan keberadaan mereka. Tidak sembarangan orang bisa mengetahui keberadaan markas mereka. Elvano yang selama ini pernah menjadi bagian dari gunung Elang muda yang begitu dekat dengan bukit Delima saja tidak mengetahui markas mereka ternyata berada di bukit itu. Elvano semakin penasaran bagaimana Jack bisa mengetahuinya. Dan ketika rasa penasaran Elvano sudah tak terbendung, ia pun memilih menanyakan hal ini pada Jack.


"Jack, aku ingin tau, bagaimana kamu bisa mengetahui keberadaan markas Blood team?" tanyanya penasaran.


"Ehm?'


Jack terlihat sedikit tersentak mendengar pertanyaan tersebut. Lalu juga kembali memberi penjelasan.


"Dulu sekali aku pernah menjadi bagian dari mereka. Namun karena satu insiden, Bloods team terpecah menjadi 2 team. Mungkin bisa dikatakan satunya team hitam dan satunya team putih. Dan aku memilih ikut team putih."


Jack terdiam sejenak dan melirik ke arah Elvano. Elvano tampak mengerutkan dahinya. Ia memang cukup kaget mendengar penjelasan Jack ini. Selama ini Elvano memang tidak tau tentang Jack yang pernah menjadi bagian dari mereka. Elvano juga tidak tahu tentang Bloods team yang pernah terpecah.


Tentu saja Jack bisa melihat kebingungan di wajah Elvano. Ia pun kembali bersuara.


"Bloods team terpecah karena perbedaan pendapat saat itu. Pemimpin kami di team putih saat ini, pada masa itu berusaha melakukan protes demi membela salah satu teman kami yang waktu itu akan dieksekusi mati karena ketahuan mencuri makanan pada saat menjalani hukuman. Dan pimpinan tertinggi saat itu yang merupakan pimpinan kelompok hitam hingga saat ini, tidak menerima pembelaan yang dilakukan oleh pimpinan kami. Dia berusaha melenyapkan pimpinan kami dengan berbagai cara setelahnya.


Lalu diam-diam, pimpinan kami pun menyusun sebuah rencana untuk memisahkan diri dari mereka dan merekrut teamnya sendiri. Sejak saat itulah Bloods team terbagi 2, dan seharusnya tidak ada satupun orang yang mengetahui tentang semua ini."


Setelah menjelaskan semua itu, Jack terlihat melamun sejenak saat kepikiran tentang bagaimana dia bisa berada di dalam mobil itu bersama dengan kedua temannya untuk mendampingi Elvano.


Jadi begitu? Pantas saja aku tidak mengetahui tentang ini.


Batin Elvano saat itu. Sedangkan batin Jack,


Aku merasa bingung, kenapa Rein, Zum dan aku dikirim oleh pemimpin kami untuk melindungi Tuan.


Rein dan Zum juga merupakan bagian dari Bloods team. Namun mereka baru masuk setelah Boods team terpecah. Jadi, Rein dan Zum tentu juga tidak mengetahui cerita yang dijelaskan oleh Jack tadi. Yang mereka tahu hanya Bloods team terbagi menjadi 2 kelompok, tapi tidak dengan alasannya. Mereka pun ikut manggut-manggut mendengar penjelasan Jack tadi.


Sejak pimpinan Blood team putih mengetahui Elvano masuk ke dalam dunia mafia, ia mengirimkan ketiga anak buahnya itu untuk mendatangi Elvano dengan tujuan melamar menjadi pengawalnya. Supaya ketiga anak buahnya yang sangat dapat diandalkan itu dapat melindungi Elvano. Jelas Elvano tidak mengetahui tentang ini. Mereka bertiga juga tidak pernah mengatakan hal ini pada Elvano selama ini. Sebab pemimpin mereka melarang keras soal ini. Yang Elvano tahu hanyalah ketiga pengawalnya itu datang padanya untuk melamar pekerjaan, dan alasannya mereka sangat membutuhkan uang untuk membantu guru mereka yang sedang sakit keras supaya bisa mendapatkan pengobatan terbaik. Lalu Elvano pun menguji kemampuan mereka. Setelah lulus dengan penilaian terbaik darinya, ketiga pengawal itu pun ditempatkan di bagian team pengawal khusus miliknya.


Lalu siapakah pimpinan Blood team putih ini sebenarnya? Kenapa dia begitu peduli terhadap keselamatan Elvano?


Inilah yang menjadi sebuah rahasia yang Elvano sendiri belum mengetahui semua cerita tentang ini. Dan membuat Rein, Jack dan Zum merasa sangat penasaran. Namun juga tidak berani menceritakan semua itu pada Elvano.


Usai mendapat penjelasan dari Jack yang sangat panjang itu, mereka kembali fokus pada tujuan utama mereka saat ini.