
Beberapa saat kemudian, mereka telah tiba di tempat tujuan.
Setelah memarkirkan kendaraannya sembarangan, Elvano keluar begitu saja. Sementara ketiga pengawal tadi juga ikut melangkah masuk mengikuti gerak Elvano.
Ken yang melihat Elvano melangkah dengan terburu-buru segera menghampirinya. Saat ia melihat adanya ketiga pengawal khusus di belakang Elvano, tanpa dijelaskan pun Ken sudah tau, ada sesuatu yang telah terjadi.
"Ada masalah apa Bos?" tanya Ken kemudian.
"Seseorang telah mengusik singa yang sedang tidur!" jawab Elvano dengan nada dingin.
Ken menelan dalam salivanya saat mendengar kalimat menyeramkan itu.
"Apa ini ada hubunganya dengan bisnis kita?" tanyanya lagi.
Lututnya sedikit bergetar. Sejauh ini Ken tidak merasa melakukan kesalahan apapun. Jelas ia begitu yakin, bisnis itu berjalan dengan baik dan lancar. Tentu Ken akan merasa sangat terkejut jika tiba-tiba saja terjadi sesuatu tanpa sepengetahuannya.
"Tidak Ken. Ini menyangkut hal yang lebih berharga. Seseorang telah menculik adikku," jelas Elvano.
Ken membulatkan matanya seketika. Ia mengenal Elvano dengan jelas. Ken mengenal Elvano bukan baru 1 2 tahun ini saja. Namun sudah sejak hampir 10 tahun yang lalu. Saat masih berada di kota XX dulu mereka sudah saling mengenal. Ken tahu jelas sosok Elvano yang sangat menyayangi keluarganya. Jika ada yang mengusik dirinya, Elvano masih bisa mengedalikan diri, tapi jika mengenai keluarganya, Elvano tidak mungkin tinggal diam. Dulu sekali saat mereka sama-sama masih remaja, saat dimana Elvano masih tinggal bersama Ibu Anita, ia pernah hampir menghabisi nyawa seseorang yang menghina Ibu Anita di depan Ken. Sejak saat itulah Ken tau tentang hal ini.
Ken mengenal sosok singa pada Elvano yang tidak banyak orang yang mengetahuinya. Demikan juga Elvano mengenal Ken dengan kesetiakawanan Ken dalam hal menjalin persahabatan. Dengan alasan inilah Elvano merekrut Ken yang sudah lama tidak ia temui itu pada saat akan menjalani bisnis terlarangnya itu. Ken adalah orang yang paling tepat dalam hal ini, pikir Elvano.
Setelah mengucapkan kalimat penjelasan tadi, Elvano yang sedari tadi tidak menghentikan langkahnya telah tiba di depan sebuah ruangan. Sebuah ruangan yang menjadi pokok dari bisnisnya ini. Dimana terdapat ribuan bahkan ratusan jenis produk yang mereka jual di dalam sana.
Selama ini, terhitung jari Elvano memasuki tempat tersebut. Atau bahkan tidak pernah sama sekali. Pernah pun paling hanya 1 kali saja, Pada saat mereka baru memulai merintis usaha terlarang itu. Kali ini Elvano malah berdiri tepat di hadapan ruangan tersebut, jelas Ken dapat melihat keganasan pria itu yang terbangun kembali sisi iblisnya.
Tanpa disuruh pun Ken sudah tau apa maksudnya. Dengan sigap Ken memutar anak kunci yang sudah melekat pada tempatnya.
Jegrek!
Ken juga membukakan pintu untuk Elvano.
Mata Elvano tertuju ke dalam ruangan yang cukup gelap itu dengan tatapan tajam. Lalu melangkah masuk yang diikuti oleh ketiga orang di belakangnya. Ken yang lebih dulu melangkah masuk sebelumnya, dan mematikan kode formasi yang ada di sana serta menyalakan mampu.
Saat memasuki ruangan tersebut, mereka masih harus melewati beberapa tahap untuk mencapai ruangan penyimpanan yang sesungguhnya. Tentu saja keamanan tempat penyimpanan memang harus sangat ketat dan penuh dengan jebakan. Jika tidak, para penyusup akan dengan mudahnya memasuki tempat tersebut.
Ken kembali menempelkan kartu identitas miliknya pada simbol pengaman di lapisan penghubung yang merupakan pintu kedua yang mereka temui setelah berjalan beberapa saat di dalam ruangan pertama.
Lalu lapisan tersebut terbuka perlahan. Formasi juga kembali dimatikan oleh Ken di lorong ini. Setelah melewati lorong yang cukup sempit itu, mereka kembali menemukan lapisan terakhir yang menjadi penutup dari ruangan inti.
Ken kembali menempelkan kartu miliknya yang juga diikuti kode rahasia yang ia masukkan. Kemudian penghalang lapisan ketiga pun kembali terbuka.
Tentu saja di dalam ruangan inti juga terdapat formasi jebakan. Usai Ken mematikan semua formasi, kini mereka pun memasuki ruangan tersebut.
KLIK! KLIK!
Hanya dengan 2 kali Elvano menjentikkan jarinya, seluruh ruangan yang sebelumnya telihat kosong melompong itu dipenuhi oleh berbagai jenis senjata. Ribuan bahkan ratusan atau mungkin jutaan ribu banyaknya.
Inilah bisnis gelap yang dijalani oleh Elvano selama ini. Yaitu penjualan senjata ilegal.
Ketiga pengawal khusus yang sebelumnya belum pernah memasuki ruangan ini tampak takjub dengan semua ini.
Dan saking hebatnya tingkat keamanan yang terdapat di dalam ruangan ini yang Elvano beli dengan kode DE (Demon Eye) dari salah satu hacker terkenal di dunia, dengan harga mencapai milyaran itu sungguh sangat canggih. Bagaimana tidak? Sistem ini bahkan mampu mengenali bunyi suara jentikan. Hanya suara jentikan dari Elvano dan Ken lah yang mampu membuka lemari-lemari raksasa tersebut. Lemari-lemari yang hanya berupa tembok biasa jika dilihat dari luar. Benar-benar tak kasat mata bagi orang yang tidak mengetahuinya. Sebuah teknologi yang sangat hebat. Membuat semua orang merasa penasaran siapa pemilik kode tersebut.
Elvano pun tampak sangat mengagumi sistem ini. Dan sedikit rasa penasaran mengenai siapa penciptanya timbul di dalam hati Elvano.
(Autor Pov, jika ada kesempatan, saya akan mempertemukan Elvano dengan orang ini di season 3 nanti. :-))
Elvano lalu melangkah maju ke arah rak penyimpanan, dan juga memberikan kode pada ketiga pengawalnya itu untuk mengikuti geraknya. Kemudian mereka pun memilih berbagai macam senjata yang akan mereka perlukan untuk menyelesaikan masalah Valen ini. Tak lupa Elvano juga mengambil rompi untuk ia kenakan. Sebab kalung yang diberikan oleh gurunya, sudah ia lingkarkan pada leher Cheril. Dengan pesan,
Flashback on
"Jika aku tidak berhasil kembali, berjanjiah padaku untuk hidup dengan baik. Dan wariskan kalung ini pada anak kita suatu hari nanti."
Yang diikuti tangisan dari Cheril, tapi juga kalimat ancaman penyemangat dari Cheril.
"Kau harus kembali padaku jika tak ingin aku mengamuk pada raja neraka! Dan kau adalah raja singa, aku percaya, kau pasti akan kembali padaku!"
Dan diakhiri dengan senyuman serta kecupan lembut yang Elvano berikan di atas kening Cheril, serta balasan pelukan hangat dari Cheril untuk Elvano.
Barulah Elvano melangkah pergi dari kastil setelahnya.
Flashback off
Saat selesai mengenakan jubah perang, dan mengambil beberapa senjata di tangannya, Elvano beserta ketiga pengawalnya siap melangkah keluar dari ruangan tersebut.
Rein si mata elang adalah sosok walaupun mengerikan, tetapi juga memiliki sifat penasaran. Sebelum mereka benar-benar meninggalkan ruangan penyimpanan itu, anak ini sempat membuat sebuah lelucon kecil. Dengan menirukan gerakan Elvano tadi.
Jika dengan menjentikkan jarinya, Elvano dapat membuka lemari-lemari raksasa itu, bukannya dengan menjentikkan jari juga lemari-lemari itu akan tertutup? Dan tentu saja jawabannya benar.
KLIK! KLIK!
Rein melakukan gerakan itu. Namun lemari-lemari raksasa itu tetap pada posisinya. Mata Rein mulai mengedar saat menyadari semua orang sedang meliriknya saat itu. Masih dengan wajah penasarannya, ia kembali mengulangi jentikannya. Hingga kesekian kali banyaknya. Dan Elvano hanya berdiam diri. Ia sengaja membiarkan anak itu melakukan hal tersebut tanpa tau sistem yang ia gunakan. Setelah merasa puas bermain-main, Elvano pun kembali menjentikkan jarinya dengan wajah datar dan tatapannya lekat pada Rein yang juga sedang memandangnya.
KLIK! KLIK!
Benar saja, lemari-lemari itu kembali tertutup.
Sedikit kekehan dari mereka semua kecuali Elvano cukup memecahkan suasana keheninangan yang tercipta.
Rein pun merasa sangat salah tingkah. Anak yang diperkirakan baru berusia 19 tahun itu menggaruk lehernya yang tidak merasa gatal.
"Sungguh memalukan!" Batin Rein saat itu.
Namun juga merasa takjup dengan sistem keamanan itu. Tak hanya Rein saja, selain kekehan, kedua rekannya yang lain juga merasakan perasaan yang sama. Mereka sungguh terpanah dengan kecanggihan teknologi tersebut. Termasuk juga Ken yang sudah lama mengagumi hal itu sebelum mereka.
Dan setelah itu mereka semua meninggalkan tempat tersebut termasuk Ken. Tak lupa Ken juga menghidupkan kembali semua formasi yang ada di setiap sisi yang sudah mereka lalui.