Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Suasana mencekam


~Kastil red Rose


Cheril menunggu dalam kecemasan. Ponsel milik Elvano tidak dapat dihubungi. Berulang kali Cheril mencoba menghubungi suaminya itu. Namun usahanya hanya sia-sia belaka.


Sementara hari sudah mulai gelap saat itu.


Suasana kastil juga sedikit mencekam. Entah kenapa Cheril merasakan ada suatu hawa yang begitu menyeramkan saat itu.


Perasaan Cheril memang tidak salah, apa yang dicemaskan Elvano memang sedang terjadi saat ini. Beberapa team mafia sedang mencoba menerobos memasuki kastil Red Rose saat itu. Bahkan tujuan mereka bukan saja peta itu lagi. Lebih daripada itu. Mereka ingin membuat perhitungan dengan raja singa yang sudah mengerjai mereka. Entah apa yang akan mereka lakukan saat mengetahui sang raja ternyata tak ada di tempat. Dan entah apa yang terjadi jika mereka malah mendapatkan ratu milik singa ini. Entahlah apa yang akan terjadi. Yang jelas mereka sangat marah saat itu.


Karena terus merasakan perasaannya yang tidak nyaman, Cheril melangkah keluar dari dalam kamar, tujuannya adalah untuk mencari keberadaan Bibi Nois. Dia tidak ingin sendirian malam ini. Bumil muda ini ingin meminta Bibi Nois menemaninya malam ini.


Walaupun suasana begitu mencekam, seharusnya keadaan Cheril akan tetap aman jika berada di dalam kastil. Sebab di luar, sangat banyak mengawal khusus yang ditugaskan oleh Elvano untuk melindungi Cheril. Mereka sangat lihat. Pengawal khusus itu bukanlah orang sembarangan.


Ya, saat ini di luar kastil sedang terjadi pergulatan. Cheril yang saat ini sudah berada di ruang tamu dapat mendengar suara keributan samar-samar yang terjadi di luar sana. Namun juga tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Sedangkan Bibi Nois yang ia cari sedang mengintip melalui sela-sela jendela.


"Bibi, apa yang sedang Bibi lakukan di sana?" tanya Cheril mendekat.


"Eh, kenapa Nona keluar dari kamar? Seharusnya Nona tetap di kamar. Keadaan di luar sedang tidak aman Nona," tanggap Bibi Nois memberi penjelasan.


"Apa maksudmu Bibi?"


Tentu saja Cheril merasa sangat penasaran kenapa Bibi Nois bisa mengatakan itu.


"Nona, Tuan Muda telah berpesan supaya Nona harus selalu berada di dalam kamar jika malam tiba. Dan Nona juga harus mengaktifkan semua formasi. Baik yang ada di depan pintu maupun di jendela kamar. tempat itu adalah yang terbaik Nona," jelas Bibi Nois panjang lebar.


Kalimat panjang itu tak hanya ia ucapkan saat itu. Lebih tepatnya itu adalah kalimat yang ia ulang. Bibi Nois memang sudah mengatakan itu sebelumnya. Dan tentu saja Bibi Nois harus kembali menekankan hal ini, nyatanya Cheril memang cukup membangkang. Tepat seperti yang dikatakan oleh Elvano padanya.


"Mungkin aku harus merepotkan Bibi Nois untuk menjaga Nona yang susah diatur itu. Namun bagaimanapun, aku berharap Bibi Nois bisa menemukan cara terbaik untuk membujuknya supaya mau menuruti perkataan Bibi,"


Elvano memang sudah tau bagaimana sifat Cheril, karena itulah ia harus menyampaikan ini pada Bibi Nois.


"Maafkan aku Bi, aku hanya sedang kesepian berada di dalam kamar sendiri. Dan jujur, aku sedang mencemaskan keadaan Elvano saat ini," ungkap Cheril jujur.


"Nona, Nona tidak perlu mengkhawatirkan soal itu. Percayalah padaku, Tuan Muda tidak akan kenapa-kenapa. Dia adalah pria tangguh. Justru dirimulah yang sedang aku cemaskan saat ini,"


"Tapi Bi, Elvano bahkan tak dapat dihubungi. Bagaimana aku bisa tenang? Dia sedang berada di luar, dan dia juga sedang berada di area yang sangat berbahaya. Aku tidak mungkin tidak mencemaskannya Bi,"


Bibi Nois tersenyum tipis mendengar itu.


Dasar gadis bodoh. Lihatlah di luar sana. Kamu bahkan tak lebih aman dari Tuan Muda.


"Nona, percayalah padaku. Tidak akan ada hal apapun yang akan terjadi terhadap Tuan Muda. Dia adalah seorang pendekar hebat, Nona. Tuan Muda tidak akan mudah dikalahkan," jelas Bibi Nois.


Cheril menatap wanita paruh baya itu kilas seakan merasa heran kenapa sepertinya dia sangat mengenal Elvano.


"Kenapa Bibi begitu yakin?"


"Tentu saja Nona, seharusnya Nona juga sudah mengetahui kan bagaimana ia yang sangat terlatih sejak kecil? Tuan Muda kecil bahkan pernah menghilang beberapa saat dalam waktu beberapa hari di tengah-tengah hutan berantara. Semua orang mengira Tuan Muda sudah diterkam oleh hewan buas, tapi kenyataannya, dia yang sudah menaklukkan binatang buas itu. Seekor singa dan seekor macan ia giring hingga di depan Guru Raymon saat itu,"


Ternyata dugaanku benar, Bibi Nois sudah mengenal Elvano sejak ia masih kecil dulu.


Bibi Nois tidak bisa menolak Elvano. Selain laki-laki tampan itu sangat pandai menggoda, Bibi Nois juga sangat menyayangi laki-laki tangguh itu.


Selain ekspresi yang agak aneh, Bibi Nois juga dapat melihat adanya rasa kekaguman yang ditampilkan oleh Cheril setelah mendengar penjelasan dirinya mengenai Elvano dulunya.


"Nona, sekarang Nona sudah mengertikan? Nona tidak perlu mencemaskan Tuan Muda. Dia pasti akan baik-baik saja," tambah Bibi Nois sambil menatap wanita itu lekat.


BRAK!!


Peng! Peng! Peng!


Belum sempat Cheril menanggapi apapun, suara dari luar tiba-tiba menghentikan percakapan mereka berdua.


Salah satu team mafia yang baru berdatangan ternyata membawa senjata. Sementara team mafia lainnya yang tadi sudah dilumpuhkan oleh para pengawal. Dan jelas ini menjadi ancaman tersendiri bagi keamanan Cheril saat ini.


Bunyi suara tembakan memang tidak terlau jelas, samar-samar di telinga mereka. Sebab kastil ini kedap suara. Dan malah suara seperti ada seseorang yang menabrak pintu depan tadi terdengar jauh lebih kencang.


Tentu saja bunyi-bunyian di luar cukup mengejutkan mereka berdua.


"Suara apa itu Bi?" tanya Cheril dengan ekspresi kaget bercampur panik.


Cheril memang belum tau apa yang terjadi di luar sana.


"Nona, keadaan diluar sedang tidak aman. Lebih baik kita masuk ke dalam kamar saja yuk!" ajak Bibi Nois.


"Tapi Bi, apa yang sebenarnya sedang terjadi?"


Bukannya mengiyakan perkataan Bibi Nois, Cheril malah lebih kepada melemparkan pertanyaan.


Cheril bahkan mendekati area jendela untuk mengintip. dan matanya sontak membulat seketika saat tahu apa yang sedang terjadi di sana.


"Jadi sejak tadi Bibi sedang melihat itu?"


Bibi Nois sudah tidak lagi menanggapi Cheril.


"Ayo Nona, kita ke kamar sekarang ya!"


Bibi Nois lebih memilih mengamankan Cheril lebih dulu. Tanpa menunggu jawaban Cheril, Bibi Nois segera meraih tubuh Cheril. Ia rangkul dengan lembut seperti merangkul anaknya sendiri. Dan mereka berjalan berdampingan menuju kamar utama. Walaupun Cheril tidak menjawab Bibi Nois tapi, Cheril juga tidak melakukan perlawanan saat Bibi Nois menuntunnya. Hal ini membuat Bibi Nois jauh lebih tenang.


Kini mereka telah tiba di depan kamar. Bibi Nois melepaskan tangannya dari lengan Cheril untuk membukakan pintu kamar bagi nya.


Jegrek!"


Dan mata Bibi Nois membulat seketika. Ternyata salah satu dari mereka telah berhasil menyusup ke dalam melalui jendela kamar yang formasinya belum diaktifkan.


Mereka semua memang sudah mencoba mencari cela untuk memasuki kastil ini, tapi mereka tak dapat memasuki kastil tersebut karena di setiap sudut formasi keamanan telah diaktifkan oleh Bibi Nois. Satu-satunya formasi yang tidak diaktifkan oleh Bibi Nois adalah jendela kamar ini. Karena formasi itu hanya bisa diaktifkan dari dalam kamar saja.


Seorang anggota mafia itu sedang mengacungkan senjatanya di tengah-tengah kening Bibi Nois. Dan tentu saja Cheril kaget bukan main saat itu.