
Ketika Perusahaan Jimmy terancam runtuh, Perusahaan Ayah Cheril memang juga akan sangat berpengaruh. Namun, karna Perusahaan itu sudah mulai agak stabil sekaran, Ayah Cheril pun sudah tidak terlalu mengkhawatirkan Perusahaan inti lagi. Sekalipun Perusahaan baru itu runtuh, setidaknya Perusahaan inti tidak akan terlalu berpengaruh lagi.
3 hari kemudian, para penagih hutang itu sungguh-sungguh datang mencari Jimmy dikantornya.
Kali ini penagih hutang dari pihak bank lah yang lebih dulu menghampiri Jimmy.
Karna Jimmy masih tidak memiliki uang untuk membayar, pihak bank pun dengan sangat terpaksa harus menyita semua aset yang dimiliki Jimmy, tidak hanya Perusahaan ini, namun juga rumah yang ia tempati bersama Cheril pun ikut menjadi sasaran penyitaan oleh pihak bank.
Dan tidak lama kemudian anak buah Baron juga menghampiri Jimmy di kantornya. Namun mereka sangat kaget karna ketika tiba di Perusahaan itu, ternyata Perusahaan tersebut sudah disegel oleh pihak bank. Mereka pun mencoba mencari Jimmy di kediamannya.
Jimmy saat itu memang sedang berada di rumah. Ia sedang membereskan barang-barangnya karna rumah itu akan segera disita oleh pihak bank juga.
Cheril cukup kaget ketika tiba-tiba Jimmy pulang ke rumah pada jam yang masih bisa dikatakan pagi itu. Padahal Jimmy baru saja berangkat kerja, pukul 10 lewat ia sudah kembali lagi ke rumah. Lebih kagetnya lagi ketika Cheril mendapatkan kabar bahwa seluruh aset yang ia miliki juga sudah disita oleh bank, termasuk juga rumah ini. Saat itu Cheril juga sedikit mengkhatirkan Perusahaan milik Ayahnya.
Tak lama kemudian kedua anak buah Baron pun sudah tiba di rumah Jimmy. Mereka berdua segera mengetuk pintu yang ada dihadapan mereka.
TOK TOK TOK !
Bunyi suara ketukan pintu yang sangat kasar.
Cheril juga Jimmy pun kaget mendengar suara pintu yang diketuk dengan kasar itu. Apalagi ketika mendengar suara laki-laki yang berkata-kata diluar sana juga dengan suara yang sangat keras.
"Jimmy, keluar kau ! Kami tau kau ada didalam ! Kalau tidak kami akan mendobrak pintu ini !" Ucap salah satu dari mereka.
Jimmy tentu masih bisa mengenali suara laki-laki itu, suara yang sama dengan yang mendatanginya di kantor 3hari yang lalu. Hanya Cheril lah yang merasa sangat penasaran karna ia memang tidak tau apa-apa tentang ini.
Jimmy ingin sekali bersembunyi saat itu, namun ia juga tidak bisa melakukan itu, karna ia tau anak buah Baron juga pasti akan semakin murka, jika mereka dapat menemukan dirinya justru ia mungkin akan dihajar habis-habisan oleh kedua orang itu. Akhirnya Jimmy pun memberanikan diri untuk menghadapi mereka.
Jimmy kemudian mengintruksikan Cheril untuk membuka pintu. Cheril pun segera menuju ke arah pintu dan membukanya. Ia bertambah kaget ketika melihat 2 orang dengan sosok yang sangat menyeramkan berdiri didepan pintu.
"Siapa kalian?" Cheril memberanikan diri untuk bertanya.
Hahahahahahahah
Mendengar pertanyaan Cheril kedua orang itu malah tertawa sangat kencang. Membuat Cheril sedikit memundurkan langkahnya karna ketakutan.
"Mana laki-laki si*l*n itu?" Salah satu dari mereka malah melempar pertanyaan setelah selesai dengan tawa mereka.
Jimmy yang mendengar ucapan nya segera menampakkan diri dari dalam rumah.
"HEH ! Laki-laki si*l*n ! Bayar hutang-hutang mu sekarang. Atau kami akan menyita rumah ini !" Ucap laki-laki yang sama dengan laki-laki yang melemparkan pertanyaan pada Cheril tadi.
Hahahahahhahahahahaha
Jimmy bukannya memberi jawaban pada kedua laki-laki itu, ia malah tertawa lebih kencang daripada tawa kedua laki-laki itu tadi.
Melihat Jimmy tertawa dengan sangat kencang, kedua laki-laki itu pun cukup murka, mereka berdua saling pandang dengan wajah yang sangat marah. Dalam hati mereka berkata;
'Berani sekali lelaki ini. Ia malah menertawakan kita berdua.'
"HEH ! Apa yang kau tertawakan? Memangnya ada yang lucu? HAH?" salah satu dari mereka mulai murka, ia berkata sambil menarik kerah baju Jimmy keatas.
Cheril yang menyaksikan semua itu sudah sangat gemetaran. Ia bahkan berteriak pelan.
"Sabar Bro, Sabar ! Aku bukannya tidak mau membayar kalian. Sekarang aku sungguh tidak memiliki apapun untuk membayar kalian. Rumah ini sudah disita oleh bank !" Ucap Jimmy kemudian.
Buuuuuukkkkk !
Satu pukulan keras pun terlepas dipipi Jimmy yang dilakukan oleh orang yang sama dengan yang menarik kerah bajunya.
Cheril semakin ketakutan. Ia berteriak sangat keras kali ini.
Kedua anak buah Baron kini melemparkan pandangan mereka ke arah Cheril. Membuat Cheril memundurkan langkahnya beberapa langkah ke belakang.
"Sepertinya wanita ini boleh juga. Kita bawa saja dia. Bos Baron mungkin akan senang !" Ucap salah satu dari mereka.
"Iya benar kata mu. Tidak ada akar, rotan pun jadi." Salah satu yang lainnya menanggapi.
Hahahaha
Keduanya tertawa bersamaan.
"Eh, mau apa kalian? Jangan sentuh aku !" Ucap Cheril setengah berteriak ketika salah satu dari mereka hendak meraih tangannya. Sekujur tubuhnya kini sudah sangat bergetar.
Hahahahaha
Masih tertawa bersamaan.
"Ayo Nona, ikutlah dengan kami ! Setidaknya kamu tidak akan hidup menjadi gembel bersama laki-laki itu !" Ucap laki-laki itu sambil menunjuk Jimmy yang sedang mengerang kesakitan. Ia sama sekali tidak perduli dengan perlakuan kedua laki-laki itu terhadap Cheril.
"Jangan Sentuh aku ! Lepaskan tangan mu ! Jimmy tolong aku ! Tolong !" Ucap Cheril pada kedua laki-laki itu yang sudah memegang kedua pergelangan tangan Cheril. Cheril juga mencoba meminta tolong pada Jimmy, namun Jimmy sama sekali tidak memperdulikannya.
Bawa saja wanita itu. Bawa saja. Asal aku bisa terbebas dari laki-laki si*l*n itu.
Jimmy justru berkata demikian dalam hatinya.
Akhirnya kedua laki-laki itu pun berhasil membawa Cheril yang tak berdaya kedalam mobil mereka. Dan mobil itu pun melaju dengan kecepatan tinggi menuju kediaman Bos Baron.
Dan benar saja, Bos mereka memang sangat senang ketika melihat kedua anak buahnya membawa Cheril kehadapannya.
Seorang wanita cantik dengan lekukan tubuh yang sangat sempurna, tidak ada laki-laki yang mampu menolaknya, apalagi bos Baron, laki-laki yang selalu bergonta-ganti wanita itu.
"Darimana kalian mendapatkan wanita ini?" Tanya Bos Baron pada kedua anak buahnya sambil berjalan mengelilingi Cheril. Sambil sesekali ia menyentuh pipi Cheril dengan jari lentiknya. Membuat Cheril berusaha menghindari jarinya yang sudah sangat terlihat kebengisan pria hidung belang itu.
"Dari Jimmy Bos. Ia tidak mau membayar hutang-hutangnya, jadi kami pun membawa istrinya !" Ucap salah satu dari mereka.
"Istri? Tapi wanita ini masih seperti seorang gadis. Ia masih terlihat seperti seorang gadis perawan !" Hahahahahaha.
Ucap Bos Baron sambil tertawa keras.
Ia memang sangat hebat menilai seorang perempuan, ia masih bisa mencium dara perawan dari Cheril hanya dengan memandang nya saja. Padahal jelas-jelas Cheril memang sudah menikah dengan Jimmy selama sekitar 5bulanan.
"Baiklah ! Bawa dia ke dalam kamar dan kunci dia ! Aku akan menikmati nya nanti malam !" Hahahahahaha
Ucap bos Baron lagi masih sambil tertawa keras.
Sementara Cheril ia sudah sangat ketakutan mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki hidung belang itu.