Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Ciuman di depan pintu restoran


Cheril masih terus berlarian kecil, ia sudah tidak menghiraukan lagi dengan orang-orang yang melemparkan pandangan ke arahnya, fokusnya saat ini hanya tertuju pada Elvano.


Sementara Elvano masih mematung di tengah-tengah pintu restoran yang membuat pintu itu tetap terbuka lebar karena pintu kaca restoran itu telah dirancang dengan sensor.


"Ada apa lagi Nona?" tanya Elvano ketika Cheril sudah berdiri di hadapannya.


"Vano, ini ... Amplopnya ... Maafkan aku, aku tidak bisa mene ...,"


Cup!


Belum selesai Cheril berucap bib*r Elvano sudah mendarat cantik pada bib*r sexy milik Cheril.


Deg


Seketika jantung Cheril berdegup dengan sangat kencang. Sangat tidak beraturan.


Semua rasa sudah bercampur menjadi satu.


Sedangkan seisi restoran yang masih melirik ke arah mereka pun kaget bukan main melihat kedua orang itu berci*m*n di muka umum seperti ini. Sudah seperti dunia hanya milik mereka berdua saja.


Elvano terlihat sangat menikmati rasa mint lipsbalm yang masih tersisa pada bib*r Cheril yang disertai wewangian stroberi yang memberikan kenikmatan tersendiri baginya.


Cheril yang juga sudah sangat merindukan ci*m*n dari Elvano juga membalas memainkan bib*r nya membalas ci*m*n itu. Kini mereka berdua terlihat sangat menikmati ci*m*n itu tanpa menghiraukan semua mata yang tertuju pada mereka sama sekali.


Sesaat kemudian Elvano pun menghentikan aktivitas heroiknya itu, lalu mengusap lembut sudut bibir Cheril tepat pada bekas luka lebam yang terlihat sangat jelas dari jarak sedekat itu, dan memandangnya lekat.


Ternyata memang bekas luka ... Pasti ini sangat sakit kan.


Ada sedikit rasa yang bahkan tidak dapat ia artikan yang timbul di dalam hatinya ketika sudah sangat yakin dengan apa yang ia lihat.


Cheril pun tak kalah kagetnya ketika Elvano menatap sudut bibirnya itu. Ia segera mengangkat tangannya untuk menutup bekas luka itu.


Apakah dia melihatnya ....


Namun Elvano tidak berkomentar apapun tentang itu. Membuat Cheril merasa sedikit lega.


Fiiiiiiuh


Mungkin dia memang tidak melihatnya.


Sebelum benar-benar beranjak dari tempat itu, Elvano menyempatkan diri mengambil amplop yang masih berada di tangan Cheril dan sedikit mengangkatnya, lalu berkata,


"Nona, kamu tidak mau menerima ini kan? Itu artinya perjanjian itu juga akan tetap berlaku!" ucap Elvano sedikit menggerakkan sudut bibirnya sambil berlalu meninggalkan Cheril yang terbengong seorang diri di depan pintu restoran.


Sekarang apa lagi maksudnya ....


Sebenarnya Cheril memahami perjanjian yang dimaksudkan Elvano, yang dimana waktu itu ia pernah berkata, jika Elvano menerima bantuan darinya, berarti ia harus menikah dengannya. Namun ia sungguh tidak bisa memaknai apa arti dari ucapan yang baru saja Elvano ucapkan itu.


Setelah kepergian Elvano, Cheril baru tersadar dengan semua mata yang masih tertuju padanya, wajahnya pun kini merah padam. Ia segera melangkahkan kaki mengambil tas yang ada di atas meja tempat mereka duduk tadi dan sesegera mungkin ia juga keluar dari restoran itu.


Ia pun cukup kaget melihat Elvano kemudian memasuki mobil mewah itu yang telah dibukakan pintunya oleh pak sopir.


Eh, itu beneran Elvano kan ....


Cheril berusaha meyakinkan hatinya


Cheril masih berdiri mematung di halaman restoran, matanya mengikuti mobil mewah yang ditumpangi oleh Elvano yang dimana mobil mewah itu juga melewati dirinya ketika menuju pintu keluar, membuat Cheril melihat dengan jelas sosok lelaki yang berada di dalam mobil itu.


Sepertinya aku tidak salah lihat, itu memang Elvano.


Kali ini Cheril sudah terlihat sangat kebingungan dengan apa yang ia lihat.


Sedangkan Elvano yang menyadari wanita itu terus menatap nya dari kejauhan justru menujukan pandangan nya lurus ke depan seolah-olah tidak melihat wanita itu. Entah kenapa ia justru merasa jijik dengan pandang Cheril yang seperti itu.


Ciiih!


Dasar mata duitan ....


Pikiran inilah yang mendominasi otak Elvano saat itu.


"Permainan, baru akan dimulai, Nona!" Elvano berkata dengan suara pelan sambil tersenyum sinis.


Pak sopir di depan memang tidak bisa mendengar nya , tapi ia bisa melihat senyuman sinis milik Elvano dari kaca spion bagian depan. Yang membuat sopir itu mengerti sepertinya ada sesuatu yang sedang Tuan Mudanya rencanakan. Mungkin terhadap wanita yang ia cium tadi pikir pak sopir di dalam hatinya.


Pak sopir memang melihat ciuman tadi, karena mereka melakukan itu di depan pintu kaca restoran yang transparan, apalagi saat itu pintu restoran juga sudah terbuka lebar seperti itu. Namun tentu saja pak sopir juga tidak memiliki keberanian untuk berkomentar apapun.


Elvano memang sedang merencanakan sesuatu di dalam otaknya. Tadi sore ia sudah mendapatkan kiriman berkas dari Manager Li tentang beberapa perusahaan yang bekerjasama dengan Astra Investama Group melalui email, yang dimana akan mereka kunjungi senin ini. Dan salah satu dari perusahaan itu adalah milik Jimmy. Ternyata saham mereka juga lumayan berpengaruh bagi perusahaan ini.


Awalnya Elvano hanya berencana akan memberi sedikit pelajaran pada lelaki yang sudah menghinanya di depan semua tamu undangan pada waktu acara pertunangan waktu itu. Namun setelah pertemuan nya dengan Cheril malam ini, semua rencana itu berubah total. Sepertinya Elvano akan melakukan hal yang lebih dari rencana awalnya itu.


Kita lihat saja ya Readers, apa yang ingin Elvano lakukan ya kira-kira? Ada yang bisa menebaknya? Mari sampaikan pendapat anda melalui kolom komentar!😊😊


--------------------


Sementara Cheril juga sudah berlalu menuju ke arah mobilnya setelah mobil Elvano sudah tidak terlihat lagi. Cheril pun masuk ke dalam mobil dan memutar setir menuju pintu keluar.


Hati Cheril saat ini jangan ditanyakan lagi, semua sudah bercampur menjadi satu. Ada kebahagiaan di sana, juga ada rasa sedih, juga ada rasa ketakutan. Ketakutan itu lebih kepada Bagaimana jika setelah ia tiba di rumah ternyata Jimmy sudah berada di sana menunggu nya.


Namun selama di dalam perjalanan pikiran itu masih bisa tersingkirkan, karena kebahagiaan yang masih bisa ia rasakan lebih mendominasi. Cheril juga sedang memikirkan kata-kata yang diucapkan oleh Elvano tadi..


"Nona, kamu tidak mau menerima ini kan, Itu artinya perjanjian itu juga akan tetap berlaku ....


"Apa maksud dari kalimat yang sudah ia ucapkan itu?" Cheril berkata-kata sendiri di dalam mobil.


Tidak lama kemudian Cheril pun sudah tiba di kediaman Jimmy. Ia segera turun dari mobil dan melirik ke arah jam tangannya, Waktu baru menunjukkan pukul 20.45, Cheril pun bisa lebih tenang. Jimmy pasti belum pulang. Pikir Cheril di dalam hati.