
Tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk ketiga orang ini menghabiskan makan malam mereka. Setelah itu mereka bersiap-siap menuju kediaman orangtua Cheril dengan tujuan ingin melamar anak gadis mereka secara resmi.
Walaupun saat ini status Elvano sudah sangat berbeda dari waktu pertunangan dulu, tetap saja masih ada kekhawatiran di dalam hati Elvano. Ia takut dirinya Kembali ditolak oleh kedua orangtua Cheril seperti kejadian pada saat pertunangan yang telah berlalu.
Sesaat kemudian ketiga orang ini sudah siap dengan penampilan mereka yang rapi. Dan segera keluar dari rumah menuju mobil mewah yang terparkir di depan halaman rumah Ibu Anita. Sejak dari Hotel Belle, Niko memang sudah mengambil alih akan mobil itu, seperti biasa ia menjadi Manager Khusus sekaligus merangkap sebagai sopir bagi Elvano.
Setelah semuanya masuk ke dalam mobil, mobil pun segera melaju dengan kecepatan sedang menuju kediaman orangtua Cheril. Namun sebelum itu tak lupa mereka mampir lebih dulu untuk membelikan sedikit buah tangan untuk calon mertua Elvano.
Saat ini mereka sudah tiba di depan rumah orangtua Cheril. Ketika melihat wajah mereka bertiga, satpam di rumah itu sudah bisa mengenali nya. Dan mereka pun segera dipersilahkan masuk oleh Bapak Satpam tersebut.
Setelah masuk ke dalam halaman rumah Cheril, Elvano dan yang lainnya segera turun dari mobil dan di sambut salam dari Bapak Satpam.
"Selamat sore Den!" Sapa Bapak Satpam sopan. Dan tidak lupa satpam itu juga menganggukkan kepalanya ke arah Ibu Anita dan Niko.
"Selamat sore Pak! Balas Elvano.
"Tuan dan Nyonya ada Pak?" Tambah Elvano melempar pertanyaan.
"Eh, iya ada Tuan, tapi...."
Bapak Satpam berhenti sesaat membuat Elvano sangat penasaran. Ibu Anita dan Niko juga terlihat agak penasaran dengan ucapan Bapak Satpam yang menggantung.
"Tapi apa Pak?" Tanya Elvano kemudian.
"Non Cheril tidak ada di sini Den! Non Cheril menghilang entah kemana." Jawab Pak Satpam lalu menundukan wajahnya.
"Oh.. Soal itu saya sudah tau Pak! Karna hal ini jugalah saya datang kemari!" Ucap Elvano dengan wajah datarnya.
Mendengar ucapan Elvano, Bapak Satpam mengangkat kembali wajahnya yang tertunduk.
"Apa Den Vano tau di mana Non Cheril sekarang?" Tanya Bapak Satpam penuh semangat. Bapak Satpam ini memang sangat menyayangi Cheril. Semua orang yang bekerja untuk keluarga Cheril memang sangat menyayangi nya, semua karna kebaikan yang ia miliki.
"Iya, Cheril ada bersama saya saat ini!" Ungkap Elvano jujur.
"APA? Jadi Non Cheril ada bersama Den Vano?"
Bapak Satpam terlihat sangat kaget dan itu terlihat dari ekspresinya yang sedang melototkan matanya saat itu.
Jadi semua yang dikatakan oleh Den Jimmy benarnya...
Rasanya Bapak Satpam sangat tidak ingin mempercayai semua itu.
Ya, sekitar satu minggu yang lalu, Orangtua Cheril memang sudah mengetahui Cheril tak lagi tinggal dengan Jimmy. Dan Jimmy sudah membuat sebuah keterangan palsu yang mengatakan Cheril telah diculik oleh Elvano.
"Iya Pak! Apa saya bisa bertemu dengan Tuan dan Nyonya? Ada hal penting yang ingin saya bicarakan!" Timpal Elvano.
"Eh, baiklah! Mari saya antar ke dalam!"Jawab Bapak Satpam akhirnya.
dan lalu segera melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu utama dengan Elvano serta Ibu Anita juga Niko mengikuti nya dari belakang.
Tok tok tok tok
Bapak Satpam yang mengetuk pintu.
Jegrek
Ketika pintu terbuka, Bibi Jum yang ada dibalik pintu sedikit kaget melihat Elvano ada disana.
"Eh, Den Vano! Apa kabar?" Sapa Bibi Jum sopan.
"Ada Den, tapi...." Bibi Jum juga ikut berhenti dengan kalimatnya yang menggantung sama dengan Bapak Satpam tadi. Dan Elvano pun sudah bisa menebak apa kelanjutan kalimat itu.
"Cheril menghilang. Iya kan Bi?" Timpal Elvano.
Bibi Jum tidak terlalu kaget dengan ucapan Elvano itu, dia berpikir mungkin Pak Satpam sudah memberitahukan pada nya tadi.
"Iya Den! Dan Den Jimmy menyalahkan Den Vano dalam hal ini. Dia berkata pada Tuan dan Nyonya bahwa Den Vano yang menculik Non Cheril, Den!" Ucap Bibi Jum menjelaskan.
"APA?"
Jelas Elvano sangat kaget mendengar itu. Niko dan Ibu Anita juga ikut kaget. Mereka bertiga saling melemparkan pandangan mereka satu sama lain.
"Iya Den.. Tapi Tuan sama sekali tidak mempercayai soal itu.. Hanya Nyonya yang sedikit mempercayai nya!" Tambah Bibi Jum.
"Bi, saya harus menjelaskan semuanya pada Tuan dan Nyonya. Saat ini Cheril memang bersama saya. Tapi bukan saya yang menculik nya, justru Jimmy lah yang telah menjual Cheril kepada Bos Baron!" Jawab Elvano dengan nada yang sedikit emosi.
Dan tentu saja Bibi Jum juga Bapak Satpam sangat kaget mendengar itu. Mereka sama sekali tak menyangka ternyata Jimmy sebr*ngs*k itu.
"Baik Den! Mari masuk, saya akan panggilkan Nyonya dan Tuan!" Bibi Jum kemudian mempersilahkan Elvano dan yang lainya untuk masuk ke dalam.
Dan ia sendiri segera menuju kamar majikannya untuk memanggil mereka.
Tok tok tok tok
"Siapa?" Ujar Ibu Berliana
"Saya Nyonya!" Jawab Bibi Jum.
"Ada apa Bi?" Ibu Cheril memang sudah langsung dapat menebak suara siapa itu.
"Di luar ada Den Vano Nyonya!" Ucap Bibi Jum.
Jelas ibu Cheril sangat kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Bibi Jum. Tidak hanya dia yang kaget, ayah Cheril juga ikut kaget mendengar itu. Mereka berdua yang sedang duduk di pinggir tempat tidur segera beranjak bersamaan untuk keluar dari kamar. Saat itu mereka berdua memang sedang berpikir keras harus melakukan cara apalagi untuk menemukan Cheril.
Jegrek
"Di mana laki-laki itu?" Tanya ibu Cheril dengan nada tinggi. Dia mang sangat marah pada Elvano.
"Sudahlah Bu, jangan marah-marah dulu, kita dengarkan dulu penjelasan dari Elvano! Ayah sama sekali tidak yakin dengan apa yang diucapkan oleh Jimmy." Timpal ayah cheril.
"Bagaimana aku tidak marah dengan semua yang sudah ia lakukan terhadap putri kita saat ini. Bahkan sudah 1minggu kita mencari keberadaan Cheril dan kita sama sekali tidak menemukan dia.."
"Tapi Nyonya, Den Vano memang tidak melakukan itu!" Bibi Jum ikut bicara.
"Kamu juga ikut membela laki-laki itu?" Nyonya mulai murka membuat Bibi Jum menundukkan wajahnya.
"Sudahlah! Ayo kita temui dulu Elvano!" Ajak ayah Cheril kemudian.
Berdebat dengan ibu Cheril memang tidak akan ada habisnya. Sampai pagi lagi juga ia tidak akan pernah mengalah.
Akhirnya Tuan dan Nyonya Senjaya segera melangkahkan kaki mereka menuju ruang tamu untuk menemui Elvano. Awalnya mereka berpikir Elvano hanya datang sendiri. Dan mereka kembali kaget ternyata ia datang bersama dengan Ibu Anita dan juga Niko.
Mau apa lagi dia membawa ibunya kemari....
Gumam ibu Cheril dalam hati.