Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Penjelasan Elvano 2


Baru saja Elvano hendak bersuara, tiba-tiba ponselnya malah berdering.


Bib bib bib bib bib


Akhirnya Elvano memilih menjawab telepon terlebih dahulu. Dan itu panggilan dari Niko.


"Hallo Nik .... Ada apa?"


"Hei No .... Kamu ada dimana sekarang? Apa kamu sudah membuka sosmed? Apa yang sudah terjadi sebenarnya?" Niko sudah langsung melemparkan pertanyaan bertubi-tubi ketika Elvano baru saja menjawab telepon.


"Iya, aku sudah tau. Aku ada di rumah orangtua Cheril saat ini. Nanti aku akan menjelaskan semuanya padamu." Tanggap Elvano.


"Oh iya, barusan Nyonya juga menelponku untuk menanyakan soal ini. Kata Nyonya, nomor teleponmu tidak bisa dihubungi." Lanjut Niko.


"Aku memang sengaja tidak menjawab panggilan Ibu. Sudahlah, jika kamu sudah tak mengantuk lagi, datanglah kemari. Ada hal yang aku ingin kamu lakukan." Tanggap Elvano sekaligus meminta Niko menghampirinya.


"Jadi begitu ya. Baiklah. Aku akan segera menuju ke sana."


Jawaban Niko yang satu ini sekaligus mengakhiri perbincangan mereka.


Niko memang baru saja terbangun dari tidurnya, ia terjaga gegara ponselnya yang berdering tanpa jeda untuk beberapa saat karena mendapat telepon dari berbagai kalangan. Termasuk juga dari media massa. Mereka ingin meminta penjelasan tentang semua video yang sedang beredar di dunia maya. Dengan hashtag, Tuan Muda Elvano, Presdir Astra Investama Group sudah menghamili seorang wanita diluar nikah.


Setelah panggilan diantara keduanya berakhir, Niko bergegas menuju kediaman orangtua Cheril. Sementara Elvano juga kembali pada topik yang sedang dibahas oleh Cheril. Namun sebelum dia menjelaskan pertanyaan pertama Cheril tadi, Cheril malah melempar pertanyaan lain.


"Niko sudah tau apa yang terjadi?" Tanya Cheril.


"Iya." Jawab Elvano singkat.


"Kok dia bisa mengetahui itu?" Tanya Cheril lagi.


"Tentu saja, beritanya sudah tersebar luas di media sosial. Bahkan Ibu Winda pun sudah mengetahuinya." Tanggap Elvano sambil menundukkan wajahnya sesaat.


Mendengar ucapan Elvano, Kak Adriela juga segera mengambil ponselnya yang ia letakkan di atas meja, lalu membuka akun media sosial miliknya.


"Eh, ternyata memang sudah menjadi trending topik loh. Wah .... Apa yang harus dilakukan sekarang? Peredaran videonya lumayan luas sepertinya." Ujar Kak Adriel setelah melihat semua yang tertera di akun media sosial miliknya.


"Tidak apa-apa Kak, setelah ini aku akan mengurus semuanya." Jawab Elvano yakin.


Sedangkan Cheril yang merasa sangat penasaran sudah langsung merebut ponsel kakaknya untuk melihat apa yang sesungguhnya sudah terjadi.


Eh, jadi Elvano adalah Presdir Astra Investama Group yang sangat besar itu ....


Cheril malah sangat kaget melihat kenyataan yang memang belum dia ketahui itu. Ia tidak menyangka ternyata suaminya merupakan pimpinan bertinggi dari perusahaan raksasa itu.


Sebenarnya Cheril sudah sangat ingin meminta Elvano menjelaskan semuanya. Namun masih ada hal yang lebih penting saat ini. Karena itu, Cheril memilih menyimpan dalam-dalam rasa penasarannya tentang kenyataan itu. Lalu memilih kembali membahas topik yang sedang panas itu.


"Sayang, memangnya siapa laki-laki yang ada di video tadi?" Cheril mengulangi pertanyaannya yang tadi.


Elvano menarik napas dalam lalu membuangnya perlahan, dan mulai menjawab pertanyaan Cheril.


"Dia adalah Manager Mall Z yang dulu pernah aku pecat." Jawab Elvano dengan wajah serius.


Jadi, Mall Z juga milik keluarga Elvano?


Bukannya fokus pada penjahat itu, Cheril malah merasa kaget dengan hal lainnya. Termasuk juga Kak Adriel dan Ibunya. Mereka juga belum tau Mall itu juga merupakan bagian dari Astra Investama Group. Ya, memang bukan bagian dari perusahaan itu, melainkan milik pribadi dari keluarga Setiono.


Mereka yang mendengarkannya juga mengangguk setuju. Sepertinya memang begitu. Namun laki-laki itu sungguh memiliki nyali yang sangat besar. Berani sekali dia bermain-main dengan Elvano. Padahal dirinya dengan Elvano bagaikan langit dan bumi.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah ini Vano?" Giliran ibu mertuanya yang melempar pertanyaan.


"Ibu tenang saja, Niko pasti tau apa yang harus ia lakukan." Jawab Elvano penuh keyakinan.


"Sayang, kamu bersiap-siaplah, setelah ini akan melakukan konferensi pers. Aku ingin mengajakmu. Sekalian mengenalkanmu pada dunia bahwa kamu adalah istriku." Tambah Elvano lagi dengan ekspresinya yang sangat serius.


Sementara Ibu dan Kak Adriel merasa sangat senang mendengar itu. Mereka ikut berbahagia karena Cheril bisa menikahi Elvano yang sangat baik.


Termasuk juga Cheril. Perasaan yang ia rasakan saat ini sungguh tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata.


"Kamu serius sayang?" Hanya pertanyaan inilah yang bisa Cheril lontarkan pada Elvano.


"Tentu saja. Kamu mau kan?" Tanggap Elvano penuh keyakinan, sekaligus meminta persetujuan pada Cheril.


"Hem um ... Aku mau." Jawab Cheril sambil mengangguk kasar. Lalu kembali memeluk tubuh kekar itu.


_


_


Sesaat kemudian, Niko juga sudah tiba di kediaman orangtua Cheril. Dan saat ini dia sudah duduk dihadapan Elvano dan yang lainnya. Lalu mulai melemparkan pertanyaan bertubi-tubi, sebab rasa penasarannya sudah tak terbendung lagi.


"Jadi apa yang sudah terjadi sebenarnya? Apa isi video itu benar? Apa kamu sungguh menghamili wanita itu?" Ucap Niko seketika. Dan ia juga melirik Cheril beserta kedua anggota keluarga Cheril. Niko merasa tidak nyaman sudah melemparkan pertanyaan itu. Tepatnya dia keceplosan. Tidak seharusnya kan dia berbicara demikian di depan Kak Adriel dan Ibu.


"Heh! Kamu sungguh keterlaluan. Manager macam apa kau ini? Bahkan kamu malah menaruh curiga pada pimpinanmu sendiri." Murka Elvano.


"Eh, Maaf!" Tanggap Niko, lalu menundukkan wajahnya.


Ya, Niko memang tidak sepenuhnya mempercayai video itu, hanya saja memang wanita di dalam video tersebut memang sangat pandai berakting. Jangankan Niko, Cheril saja bertanya-tanya.


"Nih .... Lihatlah video itu!" Ucap Elvano sambil menyodorkan ponsel miliknya pada Niko.


Setelah melihat video yang berisikan jawaban dari pertanyaannya tadi, Niko pun mengerti apa yang sudah terjadi sebenarnya. Namun sama halnya dengan yang lain. Niko juga bertanya-tanya, siapa laki-laki yang ada di dalam Video itu, dan apa motif serta tujuan orang itu melakukan semua ini. Niko memang tidak tau dengan Manager Mall Z itu, karena waktu itu masih Manager Li yang menangani kasus pemecatan Manager sombong itu.


Niko lalu memutuskan untuk menanyakan semua itu pada Elvano. Dan Elvano pun menjelaskan semuanya secara detail. Dan setelahnya ia juga meminta Niko mengatur konferensi pers malam itu juga.


"Baiklah, aku akan menghubungi pihak media massa sekarang juga." Jawab Niko. Dan langsung mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi pihak media massa.


Pada saat itu juga, bagian media massa sibuk mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan. Termasuk juga ruang VVIP yang diminta oleh Niko. Niko tau, Elvano tidak suka dikerumuni terlalu banyak orang. Apalagi Ia juga tidak suka Cheril disentuh oleh orang banyak, jadi Niko meminta mereka menyiapkan ruang VVIP supaya tak banyak orang yang bisa berinteraksi langsung dengan kedua majikannya ini.


Selain pihak media massa yang menyiapkan diri, Elvano dan Cheril juga segera beranjak mempersiapkan diri mereka. Cheril memang tidak sempat membeli beberapa pakaian untuk dirinya tadi, karena semua barang yang sudah mereka pilih di Mall Z tadi, mereka tinggal begitu saja. Namun Cheril baru mengingat, dia masih memiliki banyak pakaian di lemari pakaian miliknya di rumah orangtuanya itu. Jadi Cheril memilih mengenakan pakaian lamanya yang masih tersimpan rapi di dalam lemari pakaiannya.


Sedangkan yang jadi masalah sekarang adalah Elvano, tidak mungkin juga kan Elvano harus mengenakan pakaian yang sedang ia kenakan saat itu? Pakaian sederhana yang jauh dari kata elegan. Walaupun memang tetap terlihat tampan. Akhirnya Niko harus mendapat tugas lain dari Elvano.


"Nik, tolong kamu carikan aku setelan jas untuk acara itu. Belikan beberapa saja. Jangan hanya satu. Biar bisa untuk persiapan jika ada keperluan mendadak seperti ini." Titah Elvano pada Niko.


"Baiklah."


Yang ditanggapi singkat oleh Niko dan segera bergegas dari kediaman keluarga Senjaya menuju butik untuk mencarikan setelan jas untuk Elvano.