
Sementara di gedung Astra Investama Group, Elvano dan Niko sedang berpikir keras bagaimana caranya menolong Cheril.
Elvano memang belum begitu mengetahui kota X, namun ia sudah sangat mengenal tempat hiburan yang dimaksud oleh Erik. Karna sebagai seorang Presdir, tentu saja banyak rekan bisnisnya yang mengajaknya untuk pergi bersosialisasi ke tempat semacam itu. Namun tentu saja ia menolak. Elvano memang bukan laki-laki pemuja wanita. Elvano jelas adalah seorang laki-laki yang baik, dengan pribadi yang juga sangat baik.
Nama Bos Baron juga sudah sangat terkenal, tidak hanya di kota X namun juga di kota XX, Elvano bahkan sudah sangat mengenal nama itu jauh sebelum ia kembali ke keluarganya saat ini. Memang sudah sangat banyak humor yang beredar tentang laki-laki yang satu ini. Yang dikenal sebagai seorang rentenir yang sangat kejam.
"Nik, Aku mau kamu urus semua ini. Aku sungguh tidak bisa berpikir dengan jernih saat ini !" Ucap Elvano sesaat kemudian.
Niko sedikit mengangkat alisnya. Ia sendiri juga bingung harus berbuat apa.
"Baiklah ! Serahkan saja padaku. Aku akan mengurusnya !" Jawab Niko dengan penuh percaya diri. Padahal ia masih belum terpikir harus melakukan apa. Yang penting jawab dulu saja pikir Niko.
"Baguslah kalau begitu. Bawalah para pengawal ke tempat itu sekarang juga !" Ucap Elvano memberi perintah.
'Apa? Sekarang?'
Niko sedikit tersentak mendengar perintah Elvano.
Katakan pada mereka kalian dari orang Astra Investama Group, dan Presdir Astra Investama Group menginginkan wanita itu." Tambahnya lagi.
"Baiklah ! Aku akan berangkat sekarang juga !" Ucap Niko kemudian sembari membalikkan badannya menuju ke arah pintu.
"Tunggu dulu ! Ujar Elvano lagi membuat Niko kembali membalikkan badannya.
"Ingat, jangan sampai Cheril tau tentang identitasku yang sebenarnya, jangan sampai juga ia tau yang membebaskan dirinya adalah Presdir Astra Investama Group !" Tambahnya kemudian.
"Eh.... Baiklah !" Akhirnya Niko kembali menjawab sambil mengangguk pelan.
Kali ini Niko sungguh bertambah bingung. Bukannya Cheril pasti akan mengenali dirinya.
Terus apa Cheril tidak akan menyadari Elvano juga ada di balik semua itu setelah melihat dirinya.
Walaupun ia bingung, tapi tugas itu tetap harus dijalankan. Akhirnya Niko pun harus berpikir lebih keras lagi bagaimana caranya supaya bisa membebaskan Cheril dari tempat itu tanpa ia tau bahwa yang membebaskan dirinya adalah Presdir dari Astra Investama Group yang adalah Elvano.
Niko pun segera berlalu dari ruangan Elvano.
-----------------------------
Tidak lama kemudian, Niko pun sudah tiba ditempat hiburan itu bersama beberapa pengawal yang dibawa beserta dengan nya. Dan mereka segera melangkah masuk kedalam tempat itu.
Melihat penampilan Niko yang sangat gagah, Madam Jelita pun segera menyambut Niko sambil tersenyum lebar.
"Eh, Tuan.. Sepertinya anda orang baru, ada yang bisa saya bantu?" Ucap Madam Jelita pada Niko dengan nada genitnya.
"Eh,
Sepertinya wanita ini adalah Madam Jelita, pengelola tempat ini.
Niko memang sudah mencari tau tentang tempat ini sebelum ia datang kemari.
Melihat Niko yang hanya diam saja membuat jiwa nakal Madam Jelita meronta-ronta. Ia pun sudah mendekati Niko saat ini, sambil sesekali ia menjentikkan jari telunjuknya ke wajah Niko menggoda nya.
Boleh juga pria ini. Tampan.
Ucap Madam Jelita dalam hatinya. Sembari mengelilingi Niko.
Niko Memang sangat gagah dengan penampilan barunya. Sangat berbeda dengan dirinya yang hanya sebagai sopir angkot dulu. Semua wanita yang melihat nya saat ini pasti akan berkata ia sangat gagah. Mungkin sebagian dari mereka juga bakal sangat ingin memiliki dirinya.
Menyadari Madam Jelita memperlakukannya seolah-olah dia adalah tamu layaknya para lelaki hidung belang yang masuk ke tempat itu membuat Niko sangat jijik, namun ia berusaha tetap bersikap tenang, ia harus bersandiwara dengan baik supaya bisa membebaskan Cheril dari tempat itu.
Hmmm
"Iya sayang, aku Madam Jelita pengelola tempat ini. " Jawab Wanita itu kembali mengangkat tangannya kali ini ia melingkarkan tangannya ke leher Niko.
"Baiklah, aku menginginkan wanita itu !" Ucap Niko to the point. Membuat Madam Jelita segera menurunkan tangannya dari leher Niko.
"Maksud kamu apa Tuan?" Tanya Madam Jelita.
Padahal sebenarnya ia tau, yang dimaksud Niko pasti adalah Cheril. Wanita yang baru saja dibawa oleh Bos Baron tadi.
Sementara Niko,ia hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Madam Jelita. Ia juga tau wanita itu pasti sedang berpura-pura tidak tau siapa yang ia maksudkan.
"Madam, aku menginginkan wanita yang baru saja dibawa oleh Bos Baron tadi." Niko pun mengulangi pernyataannya dengan menyebutkan secara rinci.
"Maaf Tuan, pilihlah wanita lain, masih banyak kok yang lebih cantik dari dia.."
Madam Jelita mencoba menawarkan wanita lain pada Niko.
"Tidak Madam, Presdir Astra Investama Group yang menginginkan wanita itu." Ucap Niko kemudian.
Apa, Presdir baru yang tampan itu. Aku bahkan belum pernah melihatnya menghampiri tempat ini.
"Tapi, wanita itu adalah milik Bos kami malam ini, kalau besok bagaimana? Besok Bos kami pasti akan menyerahkan nya pada Tuan Muda pemilik Astra Investama Group itu." Ujar Madam Jelita kembali bernegosiasi.
"Tidak bisa, harus malam ini juga ! Presdir kami menginginkannya sekarang juga !" Jawab Niko tegas.
"Pengawal, bawakan koper itu !"
Niko memberi perintah pada seorang pengawal dibelakangnya yang membawa koper berisikan uang sebesar 100juta didalamnya.
Pengawal itupun segera melangkah ke depan dan meletakkan koper itu diatas meja dihadapan Madam Jelita lalu membuka koper itu.
"Woooow..." Gumam Madam Jelita pelan.
Tentu saja ia sangat tergiur dengan uang yang sangat banyak itu. Tapi ia juga takut Bos Baron akan marah jika wanita itu diberikan pada Niko.
"Pengawal, tutup kembali koper itu !" Niko kembali memberi perintah.
"Bagaimana Madam? Tidak hanya koper itu saja, masih ada satu koper lagi yang akan saya berikan jika Madam menyerahkan wanita itu padaku." Tambah Niko dengan gayanya yang sangat cool.
Dalam hati Madam Jelita tentu saja ia tidak rela jika uang yang banyak itu hilang begitu saja. Tapi ia juga masih sangat takut Bos Baron akan marah. Ia pun belum bisa memberikan jawabannya.
Niko pun bisa membaca bahasa tubuh yang ditampilkan oleh wanita itu. Jelas wanita itu sangat tergiur dengan tawarannya. Ia pun sedikit menjual mahal kali ini.
"Baiklah ! Jika Madam tidak mau yasudah. Ayo kita pergi dari sini !" Ucap Niko pada para pengawal sambil membalikkan badannya.
"Eh, tunggu Tuan !" Ucap Madam Jelita Tiba-tiba.
Baru saja ia membalikkan tubuhnya, Madam Jelita memang langsung menahannya, tepat seperti yang di pikirkan oleh Niko sebelumnya. Niko pun tersenyum tipis dari sudut bibirnya sebelum membalikkan tubuhnya kembali menghadap Madam Jelita.
"Baiklah ! Aku akan menyerahkan wanita itu padamu !"
Akhirnya Madam Jelita pun menyetujui permintaan Niko. Bodo amatlah, soal Bos Baron urusan nanti, yang penting uang yang banyak itu menjadi miliknya dulu. Paling juga ia hanya akan di tampar oleh Bos Baron pikirnya. Bos Baron saat itu memang tidak ada ditempat. Ia sudah pergi setelah membawa Cheril ke tempat itu.
Mendengar ucapan Madam Jelita, Niko pun sudah sangat senang. Namun ia tidak memperlihatkan kesenangannya itu pada wanita itu, ia malah memilih tetap bersikap dingin supaya tetap terlihat berwibawa. Padahal dalam hati ia sudah ingin melompat kegirangan.
"Baguslah. Mana Wanita itu? Bawa dulu dia kesini, uang ini akan menjadi milik anda !" Ujar Niko tegas.
"Baik Tuan, tunggu sebentar, aku akan membawakan wanita itu untukmu !
Kemudian Madam Jelita pun memberi perintah pada anak buahnya untuk membawakan wanita itu pada nya sekarang juga.