Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Kecupan bertubi-tubi yang Cheril dapatkan dari Elvano


Monolog


Pada saat pemutaran film sedang berlangsung, Erik tidak pernah melepaskan pandangannya dari arah Cheril dan Elvano, ia trs memperhatikan mereka berdua dan mempelajari perasaan mereka masing-masing, sesekali membuat nya sangat cemburu dan iri pada Elvano, apalagi ketika mereka sedang berbagi popcorn.


Beberapa kali Erik melihat Elvano menyentuh tangan Cheril dan tersenyum manis ke arah Cheril setelahnya, walaupun dia memang tidak melihat ekspresi dari Cheril tapi ia merasa Cheril juga sangat menikmati suasana tsb karna Cheril sama sekali tidak terlihat menolak Elvano.


Pada saat itu Erik juga melampiaskan semua perasaannya pada Tania, wanita yang ada disampingnya itu. Erik juga melakukan hal yang hampir sama dengan yang Elvano lakukan, ia mengambil cup popcorn kepunyaan Tania dan meletakkannya disamping perbatasan antara tempat duduknya dengan Tania dan sesekali ia juga mengambil beberapa butir popcorn dan memasukan kedalam mulut nya. Demikian tangan Erik dan Tania juga beberapa kali bertemu didalam cup popcorn seperti Elvano dan Cheril.


Tania tau yang dilakukan Erik adalah hasil tiruan nya, Tania juga tau Erik terus melirik ke arah Cheril dan Elvano yang membuat ekspresi diwajah laki-laki itu berubah berulang kali. Namun tidak tau kenapa Tania malah merasa sangat bahagia didalam hati nya ketika Erik beberapa kali menyentuh tangannya secara tidak sengaja didalam cup popcorn, padahal jelas-jelas ekspresi Erik biasa-biasa saja, hanya dia sendiri yang merasa kesenangan.


Erik bukannya tidak menyadari Ekspresi aneh Tania yang ia tunjukkan pada saat itu, hanya saja ia sama sekali tidak menghiraukannya. Sepertinya Erik tau gadis itu diam-diam menyimpan perasaan terhadap


nya, tapi ia sama sekali tidak merasakan apapun terhadap gadis tsb.


Jadi Erik memilih tidak menghiraukan Tania.


Sedangkan si ratu heboh, biar pun ia fokus menatap layar didepannya, keributan kecil yang dibuat Elvano dan Cheril juga sedikit menarik perhatian nya. Ia melihat semua yang di lakukan Elvano terhadap Cheril dan didalam hati nya ia merasa sangat iri sekaligus senang sahabatnya diperlakukan dengan sangat romantis menurutnya.


Perihal Erik dan Tania Nikita memang tidak terlalu memperhatikan, karna Erik melakukan semua aksinya secara diam-diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


******************


Tepat 1jam 15menit, film yang diputar di


dalam bioskop pun telah usai.


Semua penonton di dalam ruangan keluar dari ruangan bioskop dengan tertib, sedangkan mereka berlima memilih menunggu hinggah bioskop itu kosong barulah mereka keluar.


Setelah diluar bioskop mereka pun kembali merencanakan acara berikut nya. Sedangkan Erik memilih pulang karena ia sudah tak tahan lagi terlalu berlamaan melihat Elvano dan Cheril yang terlihat sangat mesra bagi nya.


"Eh, aku duluan ya ! Ada urusan mendadak. kata Erik tiba-tiba ketika mereka baru saja akan merencanakan acara berikutnya.


"Ta-tapi Rik...." Ujar Elvano menggantung karna belum selesai ia berucap Erik sudah memotong pembicaraan.


"Sudah, kamu tetap sama mereka saja, aku bisa pulang sendiri kok." Ucap Erik kemudian sambil menepuk-nepuk pundak Elvano pelan.


Ia tau Elvano masih ingin bersama Cheril makanya ia berkata demikian.


"Bye semua !" Tambah Erik lagi sambil melambaikan tangannya ke arah teman-temannya dan melangkah meninggalkan mereka semua.


Tania tentu saja sudah kehilangan separoh semangatnya melihat Erik pergi begitu saja, namun ia juga tidak mungkin menahan nya.


"Gaes, seperti nya aku juga harus pulang, barusan dapat WA dari nyokap, katanya mau minta ditemenin ke rumah paman aku." Ucap Tania tiba tiba. Tania memang hanya mencari alasan saja, ia sengaja ingin membiarkan Cheril berduaan dengan Elvano.


"Oh, kalau begitu kita pulang bersama saja !" Jawab Cheril.


"Eh, jangan biar aku pulang sama Niki aja. Kamu sama dia saja." Tambah Tania sambil menarik tangan Nikita mendekati nya.


"Eh,, gapapa kok. Aku juga pulang saja bareng kalian." Tambah Cheril lagi.


"Ah, jangan Ril. Kamu sama Elvano saja ya ! Bye.." Ujar Tania menarik tangan Nikita pergi.


"Eh.."


Kok malah jadi begini sih?


Deg


Ntah kenapa Cheril merasa ada sesuatu yang sangat aneh ketika hanya berduaan dengan Elvano disana.


Sedangkan Elvano sedari tadi hanya diam saja dengan wajahnya yang datar.


"Sekarang kita mau kemana?" akhirnya Elvano membuka suara


"Pulang !" Jawab Cheril singkat.


"Lepaskan tangan mu ! Jangan macam-macam ya, liat tu ! Disini ramai." Ucap Cheril berusaha melepaskan tangan Elvano dari pengelangan tangan nya sambil menunjuk sekeliling dengan memancungkan mulutnya ke arah sekeliling.


"Memangnya kenapa dengan orang ramai itu?" Jawab Elvano santai masih tetap memegang tangan Cheril.


Mendengar jawaban Cheril membuat nya melototkan matanya seketika.


Laki-laki ini memang sudah gila. Apa dia berniat mencium ku lagi didepan orang banyak ini.


Wajah Elvano mulai mendekat ke arah wajah Cheril, membuat cheril yang tidak bisa lagi melawan memilih menutup mata nya. saat ini wajah kedua orang itu sudah sangat dekat, mereka bahkan sudah bisa merasakan deru nafas satu sama lain.


Hahahahaha


Eh, kenapa dia tertawa?


Mendengar Elvano tertawa sambil melepaskan genggaman tangannya Cheril pun membuka matanya.


"Heh.. Nona.. Apa kamu begitu berharap aku mencium mu?" Ujar Elvano dengan nada yang menggelikan padahal didalam hati ia merasa sangat bahagia.


"Eh..."


Dasar laki-laki bunglon, berani-beraninya dia mengerjai ku seperti itu. aaaaaaaaahhh..


Seketika wajah Cheril pun memerah karna marah bercampur malu.


Cup !


satu kecupan mendarat pada pipi Cheril.


Kali ini Elvano sudah tidak bisa menahan dirinya karna wajah Cheril yang sangat merah itu begitu menggemaskan baginya.


Cheril menatap sekeliling ternyata banyak sekali yang melemparkan pandangannya ke arah mereka gara-gara ciuman pipi itu, seketika Cheril pun menutup wajahnya karna malu.


"Ayo pergi dari sini !" Ucap Elvano sambil menarik tangan Cheril meninggalkan orang-orang buang masih menatap mereka bengong.


"Eh... Mau kemana?"


"Sudah ikut saja !"


Memangnya aku bisa menolakmu.


Akhirnya Cheril hanya bisa pasrah di tarik oleh Elvano.


Mereka sudah berjalan keluar dari mall itu saat ini.


"Kita mau kemana sih?" Cheril kembali bertanya.


Sedangkan Elvano hanya diam saja sambil melirik ke sana kemari seperti mencari sesuatu, sambil sesekali melirik ke arah layar ponsel yang dipegangnya.


Melihat tingkah Elvano tentu saja membuat Cheril penasaran.


"kamu cari apa sih Vano?" Cheril akhirnya bertanya lagi.


Cup !


Satu kecupan kembali mendarat dib*b*r sexy milik Cheril.


Wajah Cheril yang sudah kembali normal seketika memerah kembali.


Apalagi ketika Cheril melihat sekeliling ternyata tempat itu jauh lebih ramai daripada suasana di dalam mall tadi.


'Ah.. Laki-laki ini sungguh menyebalkan' Cheril mengumpat dalam hatinya.