Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Elvano membatalkan kerjasama dengan Perusahaan Jimmy


Hallo kakak, ada yang sudah kangen? 😅 Saya juga sangat merindukan kalian🤗 Saya memang belum selesai merevisi semua bab, tapi saya juga sudah sangat rindu untuk menyambung cerita ini. Karna itu, hari ini saya akan melanjutkan satu episode dulu ya. 🥰


Jangan lupa untuk tetap mendukung saya, tunjukkin jempol serta komentar kalian juga ya🤗 Dan juga Vote nya🙏🙏


Mari kita lanjutkan ....


--------------------


Kali ini memang Jimmy yang akan mendapatkan giliran.


"Tuan Jimmy, Kenapa anda bengong di sana? Duduklah!" perintah Manager Li.


'Ah, si*l*n ... Sepertinya Manager si*l*n ini sedang mempermalukanku.'


Gumam Jimmy didalam hati.


Jimmy masih belum bisa mempercayai apa yang dilihatnya saat ini. Semua masih seperti mimpi baginya.


Sekarang ia pun harus memberanikan diri untuk bertanya.


"Hei, laki-laki miskin, kau sedang bersandiwara macam apa ini?" tanya Jimmy sedikit gemetaran. Ia masih gengsi harus mengakui Elvano sebagai Presdir Astra Investama Group.


'Ternyata laki-laki ini masih sangat sombong !'


Manager Li sudah sangat kehilangan kesabarannya. Namun Elvano masih berhasil membuatnya tenang.


"Baiklah Bapak Jimmy yang terhormat, saya memang sedang bersandiwara menjadi Presdir Astra Investama Group saat ini, dan saya juga akan mengambil kesempatan ini untuk mencabut semua saham kami dari perusahaan ini." ucap Elvano dengan ekspresi yang sangat serius.


"Manager Li, tolong bereskan ini segera!" perintah Elvano lagi.


"Baik Tuan Muda!" jawab Manager Li sambil menggerakkan sudut bibirnya.


Rasain, makanya jangan sombong.


Sementara Jimmy, wajahnya sudah sangat pucat saat ini.


'Jadi ini sungguhan? Laki-laki miskin ini adalah Presdir Astra Investama Group? Tapi bagaimana bisa?'


Sesaat kemudian Manager Li sudah menyiapkan semua berkas yang ada, ia sudah membuat pernyataan disana bahwa mulai saat itu juga pihak mereka akan membatalkan kerjasama yang selama ini sudah terjalin.


Bisa dipastikan Perusahaan ini akan segera bangkrut.


"Ini semua berkas nya Tuan Muda!" ucap Manager Li pada Elvano sambil menyodorkan setumpuk berkas untuk ia lihat.


Elvano terlihat membacanya sejenak, lalu ia pun menandatangani yang harus ia tandatangani, setelah itu ia kembali memberikan berkas itu pada Manager Li.


Lalu Manager Li pun menyerahkan berkas itu pada Jimmy.


Jimmy yang masih berdiri di hadapan kedua orang itu hanya terdiam tanpa dapat berkata apapun. Dengan berat ia lalu mengangkat tangannya mengambil berkas yang disodorkan oleh Manager Li pada dirinya.


Jimmy kemudian membacanya sekilas. Dan ia pun sudah pasrah dengan semua yg terjadi. Ia masih sangat gengsi jika harus memohon pada Elvano untuk membatalkan keputusannya.


"Manager Li, Ayo kita pergi dari sini!" ajak Elvano kemudian sembari beranjak dari tempat duduknya setelah merasa semuanya sudah selesai.


Manager Li pun ikut beranjak. Mereka berdua kemudian melangkah menuju ke arah pintu keluar meninggalkan Jimmy yang masih berdiri ditempat.


Rasanya ia ingin segera berteriak meminta kedua orang itu untuk kembali. Dan membatalkan semua berkas yang sudah ditandatangani oleh Elvano itu. Sekali lagi Jimmy masih berkeras hati.


Jimy akhirnya memilih merebahkan tubuhnya disofa bekas tempat duduk Manager Li tadi dan meletakkan berkas-berkas itu di atas meja. Ia duduk dengan posisi kedua siku tangannya diatas kedua lututnya dan kedua telapak tangannya ada diatas dahinya. Jimmy terlihat sangat risau saat itu.


Tiba-tiba ia berteriak sangat keras sambil mengobrak-abrik semua berkas yang ada diatas meja tamu di depannya, membuat semua berkas itu terjatuh berantakan.


Bapak satpam dan wanita di bagian resepsionis pun sangat kaget melihat Jimmy bersikap seperti itu.


"Apa yang kalian lihat? PERGI!" bentak Jimmy pada mereka berdua yang memang sedang menatapnya.


Mereka berdua pun bingung harus berbuat apa. Mau pergi kemana coba? Bukannya tempat mereka memang di sana.


"Kenapa masih di sana? Aku bilang kalian berdua PERGI!!" bentak Jimmy sekali lagi.


Akhirnya kedua orang itu pun ngacir menuju ke arah dalam, mereka juga tidak tau hendak kemana. Yang penting masuk dulu saja, daripada Jimmy bertambah murka. Pikir kedua orang itu. Mereka tau, pasti hal yang sangat serius telah terjadi. Sehingga membuat Jimmy bersikap semurka itu.


Sesaat kemudian, Jimmy melangkahkan kaki nya keluar dari gedung Perusahaannya. Dan menuju ke arah mobilnya. Ia bermaksud untuk pergi ke apartemen Sari untuk menenangkan diri.


Namun ditengah perjalanan, ia berubah pikiran. Lalu ia lebih memilih memutar mobilnya ke arah rumahnya. Kali ini ia ingin menanyakan semuanya pada Cheril. Ia yakin Cheril pasti mengetahui semuanya, tentang identitas Elvano yang tiba-tiba berubah seperti saat ini.


Tidak lama kemudian mobil Jimmy telah tiba di depan rumah miliknya. Setelah turun dari mobil dan menuju pintu, ia segera merogoh saku jasnya untuk mencari kunci rumah. Cheril memang ada di dalam rumah, karna Jimmy telah menguncinya sejak malam itu, di mana ia keluar tanpa ijin darinya. Kunci Cheril juga dibawa oleh dirinya saat itu. Jadi bisa dipastikan Cheril tidak akan dapat pergi kemanapun.


JEGREK!


Pintu terbuka sedikit kasar. Membuat Cheril yang sedang duduk santai di ruangan keluarga kaget. Ia tau itu pasti Jimmy, Cheril pun segera beranjak dari tempat duduknya, ia hendak menuju ke kamar.


Namun sebelum ia berhasil mencapai kamar, Jimmy sudah lebih dulu menarik tangan Cheril.


"Hei, Wanita J"L*NG, aku mau bertanya padamu," ucap Jimmy sambil menatap Cheril lekat.


"Bagaimana bisa laki-laki miskin itu bisa menjadi Presdir Astra Investama Group? HAH?" lanjut Jimmy dengan suara keras.


Cheril terlihat sedikit kebingungan dengan apa yang diucapkan oleh Jimmy. Ia sangat tidak mengerti.


"JAWAB AKU!!" teriak Jimmy sekali lagi membuat Cheril terpelanggat.


"Maksud kamu apa Jimmy? Aku tidak mengerti. Laki-laki miskin, siapa yang kamu maksud?" tanya Cheril bingung


Ia memang tidak mengerti dengan ucapan Jimmy itu, memang sih sekilas nama Elvano sempat terngiang, tapi mana mungkin Elvano bisa menjadi Presdir di Perusahaan besar itu. Pikir Cheril.


"Hei, kamu masih pura-pura tidak tau? Kamu pasti tau kan kenapa laki-laki miskin yang pernah memacari dirimu itu sekarang sudah menjadi Presdir Astra Investama Group? Jelaskan padaku Apa yang sudah terjadi?"


Jimmy memang sangat yakin Cheril pasti tau semuanya.


'Jadi benar, yang ia maksud itu Elvano? Elvano menjadi Presdir Astra Investama Group? Bagaimana bisa?'


Cheril pun kembali mengingat waktu bertemu Elvano malam itu. Elvano memang berpenampilan seperti seorang Tuan Muda. Dan ia juga menggunakan mobil mewah.


Jimmy yang melihat ekspresi Cheril pun bisa menilai dengan baik. Melihat Cheril yang juga sangat kaget dengan apa yang ia katakan, kali ini Jimmy tau Cheril juga sepertinya tidak mengetahui tentang semua itu.


Ternyata dia juga tidak tau ya.


"Tunggu Jimmy! Apa yang kamu maksud tadi adalah Elvano?" Cheril memberanikan diri untuk bertanya, ia bahkan menahan langkah Jimmy yang sudah hendak pergi untuk meninggalkan nya.


"Iya, memangnya seberapa banyak laki-laki yang pernah memacari mu?" tanggap Jimmy kasar membuat Cheril Kembali tersentak.


Untungnya Jimmy tidak melanjutkan perkataannya atau pun melampiaskan kekesalannya seperti malam itu. Jimmy langsung pergi meninggalkan Cheril begitu saja.


Kali ini Jimmy sungguh-sungguh akan menuju ke apartemen Sari untuk memenangkan diri.