
Tidak lama kemudian Elvano sudah tiba di apartemen bersama sopir. Di sana juga sudah terdapat ratusan pengawal yang berkumpul di depan halaman apartemen. Dan mobil Niko juga sudah berada di sana. Namun ia tidak ada di depan apartemen.
Pada saat Elvano turun dari mobil, salah satu pengawal yang bertugas berjaga di sana menghampirinya. Tanpa menunggu lama pengawal itu pun menjadi imbas dari kemarahan Elvano.
"DASAR TIDAK BECUS! BAGAIMANA BISA KALIAN SAMPAI KEHILANGAN CHERIL?"
"JIKA TERJADI SESUATU PADA CHERIL, KALIAN AKAN MENDAPATKAN MASALAH!"
Elvano berteriak sangat keras. Ia marah besar karena merasa para pengawal yang dikerahkan untuk menjaga Cheril sudah sangat lalai dalam bertugas. Sedangkan pengawal tersebut hanya bisa menundukkan wajahnya.
"Maaf Tuan Muda!" Ucap pengawal itu.
"AKU TIDAK BUTUH KATA MAAF DARIMU!"
Teriak Elvano lagi.
Pengawal yang satunya lagi mencoba mendekati Elvano, sebenarnya mereka ingin menjelaskan sesuatu pada Elvano, namun Elvano sama sekali tidak ingin mendengarnya.
"Mau apalagi kamu? Kamu mau ikut dimarahi juga? IYA?" Pekik Elvano pada salah satu pengawal lainnya yang mencoba mendekati dirinya.
Pengawal itu pun mengurungkan niatnya untuk menjelaskan sesuatu pada Elvano dan memundurkan kembali langkahnya.
"Mana Niko?" Tanyanya kemudian.
"Ada di dalam gedung apartemen Tuan Muda!" Jawab pengawal yang tadi.
Setelah mendengar jawaban pengawal, Elvano sudah hendak segera berlalu menuju ke dalam apartemen untuk menemui Niko. Namun sebelum itu ia masih meneriaki para pengawal yang masih berkumpul pada satu titik di depan gedung apartemen tersebut.
"HEH! KENAPA KALIAN MASIH DI SINI? SEGERA BERPENCAR DAN TEMUKAN CHERIL!"
Para pengawal yang sangat banyak itu saling melempar pandangan satu sama lain setelah mendengar perintah tersebut. Mereka merasa bingung harus melakukan apa, sementara Elvano sama sekali tidak ingin mendengarkan penjelasan mereka.
"HEH! KENAPA MASIH DIAM SAJA? TIDAK DENGAR YANG SAYA UCAPKAN? HAH?" Teriak Elvano sekali lagi.
Dan pada yang bersamaan, Niko melangkah keluar dari gedung apartemen lalu memanggil Elvano.
"Heh, Vano.... kamu sudah tiba?" Ucap Niko membuka pembicaraan.
Seketika, Elvano segera membalikkan badannya melihat ke arah Niko, alangkah kagetnya dia, ternyata pada saat itu, Niko sedang berdiri di sana bersama dengan Cheril.
Alhasil, Elvano sudah tidak lagi menghiraukan panggilan Niko. Tatapan matanya hanya tertuju pada Cheril.
Ia lalu berjalan menghampiri Cheril, meraih tubuh itu, dan memeluknya erat untuk beberapa saat di depan semua pengawal juga Niko yang sedang berada di halaman apartemen. Air mata Elvano sudah hampir menetes pada saat itu.
"Kamu kemana saja Cheril? Kenapa kamu meninggalkan apartemen ini?" Ujar Elvano di balik punggung Cheril dengan suara lirih.
"Eh....
Cheril pun hanya bisa terdiam tak dapat menjawab apapun.
~ Penjelasan
Jadi pada waktu Elvano menelepon Cheril, sebenarnya Cheril tidak benar-benar pergi dari apartemen itu, ia hanya pergi ke bawah untuk mencari makanan, dan ponselnya lupa ia bawa. Karena alasan inilah, Cheril tidak menjawab panggilan Elvano yang sudah puluhan kali memanggil.
Dan pada saat yang bersamaan, para pengawal yang mendapat telepon dari Elvano juga segera menuju ke dalam apartemen yang ditempati Cheril untuk mencarinya, kebetulan unit tersebut lupa dikunci oleh Cheril. Saat itu para pengawal pun panik, dan segera masuk ke dalam unit tersebut, di sana mereka tidak dapat menemukan Cheril. Jadilah laporan dari para pengawal bahwa Cheril menghilang dari apartemen. Yang membuat Elvano ikut merasa panik luar biasa.
--------
"Cheril, berjanjilah untuk tidak lagi mengulangi hal ini!" Ucap Elvano lagi sembari melepaskan pelukannya.
"Eh.... Maaf! Sebenarnya aku tidak pergi. Aku hanya mencari makan di bawah." Jawab Cheril jujur sambil menundukkan wajahnya.
"APA? Tapi kenapa kamu tidak menjawab telepon ku?"
"Soal itu, aku lupa membawa ponselku. Maaf!"
Cheril masih menundukkan wajahnya. Ia tidak berani menatap Elvano sama sekali. Karena ia tau Elvano pasti akan marah.
"KA-MU....
Wajah Elvano memang sudah memerah seketika. Ia bukan marah lagi, tapi juga merasa malu.
"Berani sekali kamu membuatku panik begini? Kamu harus membayar mahal untuk ini!" Elvano mulai murka.
Deg
Jantung Cheril mulai berdetak tak karuan ketika mendengar ucapan itu.
Perasaan Cheril sungguh tak nyaman. Sedangkan Elvano sendiri sudah memegang kedua pipi Cheril lalu mengangkat wajah tersebut.
Cup
Yang dipikirkan oleh Cheril memang benar. Elvano menc**m Cheril di hadapan para pengawal, juga di depan Niko. Membuat Cheril merasa sangat malu.
"HEH! Masih berani untuk tidak membalas ku?" Ucap Elvano setengah berteriak sambil melepaskan c**man itu. Karena Cheril sama sekali tidak membalas permainan Elvano yang menc**mnya di depan banyak orang.
Ah .... Dasar laki-laki gila .... Kamu tidak lihat ini di mana .... Dan di sini juga sangat banyak orang.
Cheril berkata-kata di dalam hatinya.
Sedangkan para pengawal yang sejak tadi sudah melototkan mata mereka bertambah kaget ketika mendengar Elvano mengucapkan kalimat tersebut. Kalau Niko sih, sudah terbiasa dengan kekonyolan Elvano. Jadi ia hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Baiklah! Sekarang semuanya bubar! Kembali pada tugas kalian masing-masing!"
Niko memberikan perintah pada para pengawal untuk segera membubarkan diri.
Sementara dirinya juga ikut pergi dari apartemen tersebut. Meninggalkan kedua insan yang sudah kembali melanjutkan ciuman mesra di depan gedung apartemen. Untung saja sudah tidak ada siapapun lagi di sana. Para penghuni apartemen tersebut juga sudah berada di dalam unit mereka masing-masing saat mendapatkan perintah dari para pengawal tadi. Ketika mereka sedang mencari Cheril, mereka meminta para penghuni apartemen untuk segera masuk ke dalam unit mereka, dan tak boleh ada satu pun yang keluar dari kamar lagi, karena Kode orange sedang menyala, Nona Muda mereka sedang menghilang. Jadi para penghuni apartemen pun menuruti para pengawal tersebut untuk segera mengurung diri di dalam unit mereka masing-masing tanpa ada satu pun dari mereka yang berani keluar.
Yang bisa mereka lakukan saat itu, hanya mengintip dari balik jendela mereka. Untuk mencari tau apa yang sesungguhnya sedang terjadi.
Tidak cukup dengan c***an mesra di halaman apartemen, Elvano kemudian segera menggendong Cheril masuk ke dalam gedung menuju lift dan kembali menc**m b*b*r Cheril tanpa melepasnya hingga menuju unit milik Cheril.
Cheril memang berusaha memberontak saat itu, namun ia sama sekali bukan tandingan Elvano. Kekuatan Elvano jauh lebih kuat darinya. Hingga Cheril pun tak kuasa, selain hanya bisa membiarkan Elvano melakukan apa yang ia ingin ia lakukan.
Setelah tiba di unit Cheril, Elvano mendorong pintu yang tidak dikunci itu dengan menggunakan kaki, lalu masuk ke dalam menuju kamar. Dan ketika tiba di kamar, t**** Cheril pun dilempar oleh Elvano ke arah tempat tidur. Satu per satu k****ng p*k**an Cheril dibuka oleh Elvano dengan sangat ga**s. Ternyata ia tidak main-main dengan kata-katanya tadi. Cheril memang akan membayar mahal untuk perbuatannya tadi.