Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Tingkah laku Elvano yang sangat memalukan


Setelah pertengkaran kedua insan itu usai, itu artinya waktunya untuk makan.


Niko sudah selesai dengan pesanannya. Masih tinggal Elvano dan Cheril yang belum memesan karna terlalu sibuk dengan konflik panjang yang mereka ciptakan sendiri itu.


"Baiklah ! Kamu mau makan apa?" Tanya Elvano akhirnya.


Dan ia sendiri juga mulai memilih menu yang ia inginkan.


Setelah mendengar ucapan Elvano, Cheril pun juga segera memilih menunya. Karna ia tidak ingin Elvano murka lagi jika ia terlalu lama menjawab pertanyaannya itu.


Namun ternyata restoran itu memiliki menu yang sangat banyak, dan Cheril sepertinya juga tidak begitu familiar dengan nama-nama menu itu, rasanya sangat asing. Itu dikarenakan restoran ini menyediakan berbagai masakan khas Jepang. Cheril sendiri belum pernah makan makanan Jepang karna ia tidak begitu menyukainya yang menurut pemikirannya, makanan Jepang selalu identik dengan makanan mentah. Jadi Cheril tidak pernah memiliki ketertarikan untuk mencoba masakan asing itu.


Dari raut wajahnya jelas terlihat wanita itu sangat bingung hingga ia sedikit mengerutkan dahinya.


Dan tentu saja Elvano juga dapat melihat ekspresi kebingungan yang ditampilkan oleh Cheril setelah ia selesai dengan pesanannya.


"Nona, aku pesan semua menu yang kalian punya. Sajikan semuanya !" Ucap Elvano kemudian yang membuat Cheril tersentak seketika.


Ah, Pasti karna aku terlalu lama memilih menunya kan. Dia memang selalu melakukan apapun sesuka hatinya.


Tidak hanya Cheril yang tersentak, Niko dan pegawai restoran pun ikut melototkan mata mereka.


Apalagi ini.. Aaah.. Tuan Muda, apa kamu tidak bisa makan dengan tenang ya..


Huuuuuuh


Niko berkata-kata dalam hatinya sembari mengusap wajahnya kasar.


"Tunggu apalagi Nona? Bilang pada koki kalian, sajikan semua yang kalian punya !" Tambah Elvano lagi dengan nada yang sudah sedikit ia naikkan.


"Ba-baik Tuan Muda !" Jawab pegawai itu kemudian dan segera berlalu dari meja khusus tersebut.


Sesekali pegawai itu juga masih melirik ke arah meja itu ketika ia sudah mulai menjauh, ia sedang berpikir, apa meja itu muat untuk mengisi semua jenis menu yang tersedia di restoran ini. Menunya memang sangat banyak. Mungkin cukup untuk makan 20 orang.


Oalaaaa..Tuan Muda... Anda sungguh berlebihan !


Bayangkan gaes, mereka hanya bertiga, tapi malah memesan makanan untuk 20 orang. Apa Tuan Muda ini masih waras?


"Tuan Va....


"Eh..


Cheril baru akan memulai pembicaraannya namun terhenti ketika Elvano tiba-tiba melototkan matanya menatap Cheril dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Maksud aku sayang ! iya, sayang.." Heheh..


Cheril segera mengulangi ucapannya dengan menyebut Elvano sayang sambil cengengesan. Ia memang hampir keceploskan hendak memanggil lak-laki itu dengan sebutan Tuan Elvano, wah, bisa tambah murka Tuan Muda itu. Pikir Cheril.


Elvano pun sudah kembali tersenyum ketika Cheril sudah memperbaiki panggilannya itu.


Fiiiiiiiiuh


Niko juga bernafas lega.


Perang dunia ke-3 tidak benar-benar terjadi lagi. Yah walaupun panggilan itu terdengar sangat menggelikan baginya.


"Sayang, apa kamu tidak terlalu berlebihan memesan menu sebanyak itu? Kita kan hanya bertiga saja !" Ucap Cheril kemudian.


"Ya, habisnya kamu terlihat kebingungan begitu. Aku pesan saja semua biar kamu bisa mencicipinya satu per satu. Dan kamu bisa memakan yang kamu suka saja." Ujar Elvano


Niko yang memilih memainkan ponselnya kembali mendongakkan wajahnya melirik kearah pasangan ini ketika mendengar Elvano mengucapkan kalimat itu.


Ternyata maksudnya itu. Kamu benar-benar sudah tidak waras Tuan Muda.. Hahaha..


Niko kembali berkata-kata didalam hatinya. Rasanya Niko sudah sangat ingin tertawa sekeras mungkin.


Cheril juga menyadari Niko pasti sedang menganggap Elvano sudah tidak waras. Ya iyalah, orang normal tidak mungkin melakukan hal segila ini. Ia juga melihat Niko sedang senyum-senyum sendiri sembari menatap Elvano.


Sudahilah kekonyolanmu ini Tuan Muda, Tuh lihat, sahabatmu itu bahkan sudah menertawakan mu..


"Sayang, tidak perlu seperti itu juga, baiklah, aku sudah tau kok mau makan yang mana. Sekarang batalkan pesananmu itu ya. Please !" Ucap Cheril semanis mungkin.


"Kamu benar-benar ingin aku membatalkan menu itu?" Tanya Elvano dengan tampang jahilnya.


Eh, jangan bilang ia akan meminta sesuatu yang aneh lagi.


"I-iya sayang. Batalkan ya ?! Please !" Ucap Cheril lagi, kali ini ia melekatkan kedua telapak tangannya memohon. Walaupun sedikit ragu Cheril tetap melanjutkan permintaannya itu.


"Baiklah ! Aku akan membatalkan itu ! Tapi dengan 1 syarat !" Jawab Elvano sambil mengangkat jari telunjuknya membentuk angka satu.


Tuh, iya kan.. Aku sudah tau.. Dia pasti akan melemparkan permintaan lagi..


Huuuuuuuh


"Apa syaratnya?" Tanya Cheril kemudian.


"Cium aku lagi.. Disini dan disini dan disini !" Ucap Elvano sambil menunjuk 3titik bagian wajahnya.


Sudah bisa ditebak kan gaes? Pipi kanan, pipi kiri, dan kening.


Sekali lagi Cheril kembali melototkan matanya dan Niko juga.


"Tapi....


"Tidak mau? Yasudah.. Biarkan koki itu tetap menyediakan semua pesanan tadi !" Ujar Elvano lagi memotong pembicaraan Cheril yang belum selesai diucap.


Dia sudah bisa menebak apa yang akan Cheril ucapkan, pasti Cheril ingin mencoba menolak permintaannya itu.


"Eh, Baiklah ! Baiklah !" Ucap Cheril akhirnya.


Lebih baik aku menciummu.. Dari pada nantinya kamu akan menyusakanku lebih dari ini.


Gumam Cheril dalam hati. Ia takut Elvano mungkin akan melakukan lebih dari itu lagi nanti. Bisa saja kan Elvano memaksanya menghabiskan makanan yang ia pesan itu nantinya.


Elvano pun tersenyum puas mendengar ucapan Cheril yang terakhir.


Sementara Niko, ia kembali berkata-kata dalam hatinya. Sahabat Elvano yang sekaligus adalah Asisten Manager nya ini tidak menyangka Elvano ternyata laki-laki selebay ini.


Puas kamu ya, sudah berhasil lagi mengerjai istri barumu. Padahal kamu sendiri menghinanya barang bekas, tapi malah ketagihan dicium olehnya.


Lagi-lagi Niko pun harus menyaksikan kemesraan dari pasangan ini.


Kemudian Cheril mulai mengambil ancang-ancang untuk melakukan aksinya yang sangat memalukan itu.


Cup ! Cup ! Cup !


Cheril melakukan itu dengan sangat cepat. Wajahnya juga sudah memerah kembali.


Namun karna Cheril melakukan ciuman itu dengan sangat cepat, Elvano malah merasa belum puas. Ia sudah kembali murka.


"Heh ! Kamu tidak berniat cium aku? Lakukan dengan benar !" Ucap Elvano setengah berteriak. Meminta Cheril mengulangi ciuman itu.


Kali ini seisi restoran kembali melemparkan pandangan mereka pada pasangan ini. Mereka semua bisa mendengar dengan jelas apa yang diucapkan oleh Elvano.


Cheril dan Niko kembali mengedarkan pandangan mereka ke seluruh ruangan restoran. Kali ini Cheril sedikit memberikan kode pada Elvano dengan memancungkan mulutnya supaya ia juga ikut melihat ke arah orang-orang yang sedang memandang mereka.


Dalam hati Cheril sudah sangat ingin berteriak.


Tuh.. Lihat ! Semua orang sedang melihatmu sekarang..


Memangnya Elvano mempermasalahkan itu? Yup, yang ada juga ia malah melototi semua orang yang sedang memandang mereka. Seolah-olah ia sedang berkata ;


"Apa lihat-lihat? Mau cari mati?"


Saat melihat Elvano yang melototkan matanya, orang-orang yang sedang menatap mereka pun segera memalingkan wajah mereka.


Melihat tingkah Elvano yang sangat konyol itu membuat Niko dan Cheril merasa sangat malu. Mereka pun menutup wajah mereka dengan kedua tepalak tangannya.


Huuuuuuuuh


Kedua orang ini menghela nafas kasar.