Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Pertemuan tak terduga


Setelah makan pagi usai Cheril kembali masuk ke dalam kamarnya untuk menghabiskan sisa waktu hari Sabtu yang tersisa. Tentu saja hati itu masih cukup panjang untuk dilalui, waktu itu baru menunjukkan pukul 11.05.


Cheril memilih merebahkan kembali tubuhnya diatas tempat tidur untuk memanjakan dirinya.


Bruuuuk


Baru saja Cheril akan melanjutkan kembali masuk ke dalam ruang pikiran yang ia buat sendiri, tiba-tiba ia dikejutkan dengan bunyi ponselnya yang berada diatas meja rias miliknya.


Bib bib bib


Cheril pun beranjak dari tempat tidurnya menuju ke arah meja rias untuk mengambil telpon genggamnya yang berbunyi.


Tania memanggil...


Sebuah nama tertera dilayar ponselnya.


Ternyata sahabat Cheril yang menelpon.


"Hallo..." Cheril menjawab telpon yang sudah ia ketahui siapa yang ada dibalik telpon yang ia angkat.


"Hallo.. Ril, lagi apa?"


"Eh, ga lagi apa-apa, biasalah tiduran aja." Jawab Cheril sebagaimana adanya.


"Kalo gitu ikut kita yuk !!" Tania berbicara dengan penuh sangat seperti mendapat angin segar dari jawaban Cheril yang menyatakan dirinya tidak sedang ada kegiatan apapun.


"Memangnya mau kemana?" Tanya Cheril penasaran.


"Aku dan Niki mau nonton. Kamu ikut juga ya ! Harus ikut pokoknya ! Aku jemput !! Kata Tania ngotot


"Eh,," Cheril masih berpikir


"Pokok nya kamu harus ikut !!" Tania masih ngotot dengan keputusannya yang memutuskan secara sepihak.


"Baiklah kalo begitu. Aku ikut ! Jemput aku ya ! Jawab Cheril kemudian.


Lagian pikirnya ia juga sangat bete di rumah apalagi setelah kejadian di ruang santai pagi ini.


"Ahshiaap ! Kamu siap-siap ya ! Aku jalan sekarang juga." Ucap Tania senang.


Sedangkan Cheril hanya tertawa kecil mendengar ucapan sahabatnya itu dari balik telpon sambil berkata;


"Kamu hati-hati di jalan ya Nia !"


kata-kata Cheril kali ini sekaligus mengakhiri pembicaraannya.


"Ok Ril ! Bye.." Jawab Tania sambil menutup telpon.


Tut Tut Tut


Setelah usai menutup telpon genggamnya, Cheril meletakkannya kembali diatas meja rias dan ia segera bersiap-siap.


Cheril memilih merias wajahnya dengan make yang santai, sedikit polesan bedak yang tipis dikombinasikan dengan brush on yang sangat kalem disertai dengan riasan bagian mata yang simple dan dikombinasikan dengan pakaiannya yang juga ia pilih dengan nuansa santai sangatlah cocok untuk dirinya.


Cheril memilih mengenakan sebuah dress santai berlengan pendek di tubuhnya yang molek. Tentu saja Cheril terlihat sangat cantik dan elegan dengan penampilannya yang sangat pas untuk acara yang akan ia hadiri bersama dengan teman-temannya yang hanya sekedar nonton di bioskop dan plus-plusnya paling mereka hanya akan berkeliling mall sambil mencari cemilan setelahnya.


Begitulah biasanya kegiatan yang akan mereka lakukan setelah nonton.


Tidak lama kemudian Tania dan nikita pun tiba di rumah Cheril.


Ting tong ( bunyi suara bel )


Mendengar suara bell rumah yang berbunyi Bibi Jum yang berada di dapur segera berlarian kecil untuk membukakan pintu, dan dengan segera pula Cheril yang sedari tadi sudah berada di ruang santai mencegah Bibi Jum untuk menuju ke arah pintu.


"Biar Cheril saja Bi, itu pasti Tania. " Ucap Cheril segera beranjak dari tempat duduknya.


"Baik Non !" Jawab Bibi Jum.


Ia juga sudah mengerti melihat majikannya sudah begitu rapi pasti ia sedang menunggu sahabatnya itu untuk pergi bareng.


Jegrek


Cheril membuka pintu pelan


Dugaannya memang benar, dibalik pintu sudah ada Tania bersama Nikita.


"Hai Cheril...." Nikita yang lebih dulu membuka suara, si ratu heboh itu langsung memeluk cheril dan mencium pipi kiri dan kanan nya.


"Ayo kita jalan sekarang !"


Pelukan kedua orang yang ada dihadapannya pun terlepas dan mereka menuju ke arah mobil Tania bersama-sama.


Dan mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arah sebuah mall besar tempat bioskop langganan mereka berada.


Setelah mendapatkan tempat parkir, mereka pun segera menuju ke dalam gedung Mall bersamaan. Dan langsung menuju ke lantai paling atas Mall Z. Letak bioskop yang menjadi tempat tujuan mereka.


Namun sebelum membeli karcis, Cheril dan teman-temannya lebih dulu menuju ke galery poster film untuk memilih film yang akan mereka tonton.


Ketika sedang asyik memilih film, Tiba-tiba Tania menabrak seorang laki-laki karna ia sedang fokus dengan garely yang ada didinding jadinya ia tidak melihat ada orang didepannya.


Bruukk!


"Aduuuuh..!!" Tania menjerit kesakitan sambil memegang jidatnya.


Menyadari menabrak sesuatu Tania pun mengangkat wajahnya untuk mencari objek yang ia tabrak. Alangkah kaget nya dia ketika tau yang ia tabrak adalah seorang laki-laki tampan yang selama ini ia puji-puji di kampus, yup, dia adalah Erik.


"Ma-ma-maaf Kak !" Ucap Tania sedikit gugup sekaligus merasa senang.


Cheril dan Nikita yang masih sibuk melihat garely film diseberang dinding seketika juga membalikkan tubuh mereka dan melemparkan pandangan ke arah Tania Karna menyadari ada sesuatu hal yang sudah terjadi terhadap sahabat mereka.


Sedangkan Erik hanya diam tidak menjawab jawaban Tania, ia malah sibuk melirik sekeliling mencari keberadaan Cheril, ia yakin jika ada Tania pasti di sana juga ada Cheril. Dan benar saja setelah membalikkan tubuhnya ia pun melihat Cheril yang melihat kearahnya dan Tania.


"Hai Cheril cantik...." Erik menyapa Cheril


Cheril hanya memandangnya dengan tatapan malas.


Mendengar nama Cheril disebut, orang yang ada disamping Erik ikut membalikkan tubuhnya, ia adalah Elvano.


Betapa kaget nya Cheril saat itu, ternyata Erik sedang bersama Elvano.


Jadi Erik mengenal Elvano?


Elvano menatap Cheril lekat, ia sangat terpesona melihat dandanan Cheril yang sangat cantik itu.


Tania pun baru menyadari ternyata laki-laki yang ada disamping Erik adalah teman nya. Laki-laki yang tidak kalah tampan dari Erik,bahkan Dia lebih ganteng ucap Tania dalam hatinya.


Sedangkan si ratu heboh menatap kedua laki-laki tampan yang ada dihadapannya itu dengan ekspresi mulut yang mengaga secara bergantian.


"Cheril, hari ini kamu cantik sekali !" kata Erik sambil mengangkat tangan nya untuk menyentuh pipi Cheril.


Dengan sigap laki-laki yang ada disampingnya segera menepis tangan Erik.


"Eh, apaan si bro !" Erik menatap Elvano kesal


"Oh iya, maaf maaf, maafkan aku sampai lupa ngenalin kamu sama wanita-wanita cantik ini !"


"Sini aku kenalin !" kata Erik sambil menarik tangan Elvano lebih mendekatinya.


Ia mengira Elvano ngambek karna belum sempat berkenalan dengan ketiga gadis yang ada dihadapan mereka itu.


Tania yang sebelumnya berada disamping Erik sekarang sudah menuju ke arah Cheril dan Nikita, sekarang ketiga gadis cantik itu berdiri tepat dihadapan Elvano dan Erik.


Erik mengenalkan mereka satu per satu kepada Elvano, ketika tiba giliran Cheril, Erik tiba-tiba berkata,


"Nah, kalau wanita yg paling cantik ini adalah milik ku, kamu tidak boleh berkenalan dengan nya !" Ucap Erik ketus


Ciiiiiiiiih


"Aku sudah kenal sama dia.." Jawab Elvano dengan nada datar.


"Apa? Jadi kamu kenal Cheril?" Erik menatap Elvano dan Cheril lekat bergantian.


Jadi mereka saling kenal.


Erik berkata didalam hati, ia sudah meyakini kata-kata Elvano memang benar setelah melihat Cheril yang sangat kikuk dengan kehadiran Elvano yang tidak terduga itu.


"Aku ga nyangka bro, tenyata kamu bisa berkenalan dengan wanita juga !"


Tambah Erik dengan reaksi wajah nya yang tidak bisa dijelaskan.


Apalagi wanita yang dikenal Elvano adalah Cheril.


Yang Erik tau selama ini Elvano belum pernah dekat dengan wanita manapun, bahkan setau Erik, Elvano seperti tidak tertarik sama sekali pada seorang wanita. Sangat berbeda jauh dengan diri nya yang tidak tahan melihat wanita cantik, tapi wanita yang paling ia sukai adalah Cheril, ia merasa sangat penasaran dengan wanita yang ada dihadapannya ini, selain cantik wanita itu juga sangat susah untuk didapatkan cinta nya.