Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Episode 245


~ 4 hari sebelumnya


Niko mengerjapkan matanya, tapi semua terasa gelap. Ia mencoba menggerakkan tubuhnya, tapi juga tidak bergeming. Dan pada saat itu ia pun tahu, pasti ada hal yang tidak beres yang sedang terjadi.


Niko mengingat kembali apa yang sudah terjadi sebelumnya. Seperti yang dilakukan oleh Valen tadi, Niko juga membawa pikirannya menyusuri ruang waktu. Sesaat kemudian dia pun mengingat semuanya. Dan matanya membulat seketika. Niko berusaha melakukan pemberontakan saat itu. Dia terus menggerak-gerakkan tubuhnya hingga ia mendengar suara Valen sedang berbicara baru ia hentikan gerakannya itu.


Valen berteriak keras saat itu,


"Apa mau mu Frans?" Pertanyaan tersebut dilemparkan Valen dengan suara keras.


Dirly kembali mendekatkan wajahnya ke arah wajah Valen. Sedangkan Valen berusaha menghindari wajah Dirly dengan menggerakkan kepalanya ke sebelah kiri karena posisi Dirly ada di sebelah kanan Valen. Namun tentu saja semua itu sia-sia belaka. Karena pada akhirnya Dirly tetap saja mendapatkan wanita itu.


"Aku menginginkan tubuhmu ini, Sayang."


Dirly berbisik dengan suara pelan sarat akan kengerian. Matanya juga berkabut saat itu. Sementara Valen merasa begitu ketakutan. Kini gadis itu semakin yakin bahwa Dirly menyekapnya di sana hanya untuk memperkosa dirinya.


Melihat perbuatan Dirly membuat Niko membulatkan mata. Tak hanya melihat saja, tentu Niko juga dapat mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki itu sekalipun ucapan Dirly tadi hanya berupa bisikan dengan suara pelan. Sebab ruangan tersebut begitu hening, posisi Niko dengan kedua orang ini juga tidak terlalu jauh.


Dan akhirnya Niko pun berusaha membuat keributan dengan bersuara. Gumaman tak jelas yang diciptakan oleh Niko dengan posisi mulutnya yang dilakban memang berhasil mengalihkan perhatian Dirly. Tak hanya Dirly, Valen yang membelakanginya pun dapat mendengar ini. Valen baru menyadari saat itu masih ada orang lain yang Dirly sekap di ruangan itu selain dirinya.


Dirly melangkah mendekati Niko. Lalu setelah dia tiba di hadapan Niko, dia juga membuka lakban yang tertempel pada mulut Niko.


Cuih!


Demikianlah hal pertama yang dilakukan oleh Niko saat lakban pada mulutnya dibuka oleh Dirly.


BUG!


1 bogem panas mendarat sempurna pada pipi kiri Niko saat itu.


"Kamu sungguh tak tahu caranya menghargai kebaikan seseorang. Aku dengan senang hati membantumu melepaskan lakban pada mulutmu, kau malah meludahiku. Dasar bed*bah!"


BUG!


Pukulan kedua kembali dilayangkan pada pipi sebelah kanan Niko. Dan kali ini pukulan tersebut berhasil membuat darah segar mengalir dari sudut bibir Niko.


Hahahaha


"Ayo lawan aku! Dasar Manager tak berguna!" hina Dirly yang disertai tawa mengejek.


Valen yang sedari tadi menyimak dalam diam pun tersentak saat mendengar Dirly menyebutkan kata itu. Dia memang tidak bisa melihat Niko, jadi dia tidak tau siapa yang sedang dihajar oleh Dirly itu. Pada saat Dirly menyebutkan kata Manager, Valen pun mencoba menebak siapa yang ada di sana. Dan tentu saja tebakannya memang benar.


Itu pasti Manager Niko.


Hanya saja Valen masih belum mengerti kenapa Manager Niko bisa berada di sana.


Usai melakukan pukulan brutal serta penghinaan terhadap Niko yang tak berdaya, Dirly yang tak ingin terlalu berlama-lama bermain-main dengan Niko memilih menjauhi laki-laki itu dan kembali melangkah ke arah Valen. Sebab saat itu hasratnya memang masih memuncak. Entah kenapa dia sangat haus akan tubuh Valen saat itu.


Niko berusaha mencegah kepergian Dirly dari dirinya. Namun ternyata itu tidak berhasil. Dirly hanya menyunggingkan senyuman sinis dari sudut bibirnya saja. Saat itu dia merasa ancaman Niko sama sekali tak penting untuk ia ladeni. Dirl tetap melangkah mendekati Valen. Pikiran Dirly hanya terfokus pada Valen saja sat ini.


Kini Dirly telah berdiri tepat di belakang Valen. Perlahan Dirly mendekatkan wajahnya di samping telinga sebelah kanan Valen, dan menyadarkan kepalanya di bahu Valen. Deru nafas Dirly sontak membuat Valen kaget seketika.


"Kita akan bersenang-senang Sayang!" ucapnya pelan yang terdengar sebagai sebuah ancaman bagi Valen.


Kemudian Dirly mulai melepaskan tali yang mengikat tubuh Valen. Perlahan tapi pasti tali yang melilit tubuh Valen mulai terbuka selapis demi selapis. Dan kini telah mencapai lapisan terakhir. Tentu saja Valen sudah bisa menggerakkan tubuhnya dengan bebas sekarang.


Hal pertama yang terlintas di dalam alam bawah sadar Valen sudah pasti melarikan diri. Valen berlari cepat ke arah pintu. Dan Dirly membiarkan itu. Sebab ia tahu, perempuan tersebut tidak akan dapat terlalu jauh dari dirinya sekalipun pintu itu tak dikunci.


Dan benar saja, baru 2 langkah perempuan itu keluar dari pintu, dia terpaksa harus kembali mundur memasuki pintu karena dihadang oleh pengawal yang ada di luar.


Dengan senyuman seringai Dirly kembali mendekati Valen. Lalu dalam 1 kali gerak dia langsung merangkul tubuh itu erat dari belakang.


"Mau kemana Sayang? Lebih baik kita bersenang-senang. AKu akan membuatmu bahagia Sayang!"


Niko yang semakin geram melihat perbuatan Dirly yang demikian. Dia sudah tidak tahan lagi untuk tetap diam.


"Dirly! Mau kau apakan Valen? Jika terjadi sesuatu padanya, akan aku pastikan hidupmu hancur!" teriak Dirly.


Deg


"Dirly?"


Valen merasa bingung sekarang saat mendengar Niko berteriak dengan menyebut nama yang sangat asing itu. Padahal di dalam sana hanya ada mereka bertiga saja.


"Valen, laki-laki itu bernama Dirly. Dia membohongimu selama ini. Dia menggunakan nama palsu untuk mengelabuimu," jelas Niko di kala ia melihat kebingungan pada wajah Valen.


"Apa? Ja-jadi? Tapi untuk apa kau melakukan ini Frans? Emh, Dirly?" tanya Valen dengan ekspresi yang tak bisa diartikan.


"Itu karena ...,"


"Sudah cukup basa-basinya. Ayo kita pergi dari sini!" potong Dirly segera.


Dirly masih ingin menutupi kebenaran yang ada. Dia melarang keras Niko menjelaskan semuanya. Karena itu dia segera memotong pembicaraan yang baru saja akan dimulai oleh Niko. Entah apa maksudnya dia tak ingin Valen mengetahui tujuan dia yang sebenarnya. Yang pasti hanya dia seoranglah yang tau alasan itu. Dan sejak saat itulah Valen mengetahui nama asli Frans walaupun ia masih belum tau hingga saat ini apa alasan Dirly memalsukan identitasnya.


"Kita mau pergi kemana? Lepaskan aku! Tolong biarkan aku di sini. Jangan Fans, jangan Dirly. Aku mohon jangan bawa aku pergi!"


Dan semua hanya sia-sia belaka. Dirly tetap melakukan apa yang ia inginkan saat itu. Dirly menyeret tubuh lemah Valen dengan menarik tangan Velan mencengkram tangan itu kuat. Yang dengan terpaksa Valen pun harus mengikuti langkah Dirly jika tak ingin tangannya itu semakin sakit.


Sedangkan Niko dia tidak dapat berbuat banyak selain hanya berteriak, meneriakkan kata-kata umpatan terhadap Dirly. Dia tak berdaya dengan kondisinya saat itu. Niko tidak dapat berbuat apapun lagi selain hanya bisa berteriak saja.


Begitulah pada akhirnya Dirly berhasil membawa pergi Valen untuk ia nikmati.


Dua jam kemudian Valen pun kembali dalam kondisi acak-acakan. Usai menikmati tubuh Valen, barulah Dirly mencoba menghubugi Elvano.