Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Tingkah konyol Elvano di depan Manager Li dan Pak sopir


Sesaat kemudian Elvano sudah rapi, ia sudah siap untuk menuju ke mall Z. Namun penampilannya kali ini membuat Manager Li Kembali menatap nya bingung. Dan kali ini Elvano mengetahui alasannya.


Bagaimana tidak bingung, Elvano mengenakan kaos biasa yang dikombinasikan dengan celana jeans fashion miliknya dengan harga kaki lima yang ia miliki sebelum kembali ke keluarga Setiono.


Ia memang sengaja mengenakan pakaian seperti ini dengan segudang tujuan tertentu.


"Kenapa menatap ku seperti itu lagi?" tanya Elvano berpura-pura tidak tau sambil memasang ekspresi konyolnya.


"Eh, i-itu Tuan Muda ...,"


Manager Li terdiam sesaat sebelum melanjutkan jawabannya.


Bagaimana aku tidak menatap mu seperti itu Tuan Muda ... Pakaianmu ini bahkan lebih keren setelan yang saya kenakan.


"Ah ... Sudahlah, bukan apa-apa kok Tuan Muda. Maafkan saya!" lanjut Manager Li. Ia tidak ingin urusan semakin panjang nantinya. Ia sendiri belum begitu mengenal kepribadian Tuan Mudanya pikirnya.


Elvano pun tertawa kecil melihat ekspresi Manager Li yang menurutnya tak kalah konyol. Dalam hati ia merasa sangat puas melihat ekspresi Manager Li yang tidak biasa itu.


Kemudian mereka pun menuju ke arah mobil saling beriringan. Mananger Li lalu membukakan pintu mobil untuk Tuan Muda Elvano dan ia sendiri masuk kedalam mobil setelahnya. Manager Li yang menyetir kali ini dengan menggunakan mobil kantor yang ia bawa dari salah satu kantor cabang milik Astra Investama Group yang ada di kota XX


Sekali lagi ia kebingungan dengan sikap Elvano yang lebih memilih mobil kantor itu daripada mobil mewah yang terparkir tepat di depan mobil kantor itu.


Jangankan Manager Li, pak sopir juga merasa heran.


Kalau Ibu Anita ia hanya tersenyum geli melihat tingkah laku putra angkatnya itu. Ia sudah tau kelakuan Elvano memang terkadang sangatlah konyol seperti saat ini. Ibu Anita lebih merasa geli melihat kedua orang bawahan Elvano yang kini sangat kebingungan dengan tingkah Elvano, membuat Ibu Anita tertawa puas di dalam hatinya.


Ibu Anita kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya pelan ke arah Pak supir sambil tersenyum, Ibu Anita menatap Pak sopir yang melemparkan pandangannya kepadanya mencoba menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi terhadap majikannya melalui Ibu Anita.


Sesaat kemudian mobil pun berlalu dari rumah Ibu Anita menuju ke arah mall Z dengan kecepatan sedang.


Selama dalam perjalanan tidak ada perbincangan apapun yang terjadi. Mereka berdua hanya berdiam diri. Elvano lebih memilih asyik dengan ponselnya sedangkan Manager Li lebih fokus dengan kegiatan menyetirnya.


Tidak lama kemudian mereka pun sudah tiba di depan mall Z, Manager Li kemudian menyetir masuk ke dalam parkiran bagian yang dikhususkan untuk para staf Mall Z. Tentu saja sudah seijin bagian petugas parkir karna tempat parkir itu hanya diperuntukkan kepada orang-orang tertentu saja.


Ketika di pintu masuk tadi Manager Li sudah menurunkan kaca mobilnya, petugas yang sedang berjaga pun segera menundukkan kepalanya hormat karna sudah sangat mengenal manager Li, ia juga segera memberi kode ke arah yang bertugas di bagian area parkir untuk menuntun mobil tersebut. Petugas parkir itu sendiri segera menundukkan kepalanya ketika melihat orang yang berada di dalam mobil itu dan segera menuntun mobil itu ke bagian area parkir khusus itu.


Setelah mobil terparkir, Manager Li segera berlarian menuju ke arah pintu bagian belakang bermaksud untuk membukakan pintu bagi Tuan Mudanya. Namun sekali lagi Manager Li dibuat kaget karena tiba-tiba pintu sudah terbuka dengan sendirinya ketika ia sedang berdiri tepat di balik pintu mobil bersiap untuk membuka pintu mobil itu. Alhasil kelakuan Elvano kali ini membuat Manager Li reflek memundurkan langkahnya.


Ia semakin kebingungan melihat tingkah laku Elvano yang tiba-tiba berubah seperti ini.


Sementara Elvano hanya diam saja menatap Manager Li datar.


Keduanya kemudian melangkahkan kaki mereka menuju ke area mall Z melalui pintu khusus saling berdampingan.


Ketika melihat mereka berdua, terutama lebih ke melihat Manager Li, semua staf mall Z yang berpapasan dengan mereka segera menundukkan badan mereka. Mereka memang sudah sangat mengenal Manager Li. Namun mereka sama sekali tidak dapat mengenali Presdir terbaru pemilik mall tersebut.


Beberapa dari mereka bahkan berpikir Elvano mungkin saja adalah karyawan magang yang akan bertugas di mall itu.


Mereka sama sekali tidak terlihat menghormati Elvano sama sekali.


"Eh ... Manager Li, selamat pagi!" ucap Manager Mall Z menyapa Manager Li.


"Eh, iya ... Selamat pagi!" Balas Manager Li dengan raut wajah yang sedikit menggelikan.


Biasanya Manager mall Z tidak pernah menyapa nya jika ia datang bersama dengan Tuan William. Manager Mall Z memang memiliki karakter yang agak angkuh.


Baru saja Manager Li mau bersuara, Elvano sudah memberikan kode pada nya untuk tetap diam.


Dalam hatinya Manager Li sudah sangat ingin memarahi manager yang tidak tau diri itu.


Ciiiiiiiih ... Berani sekali dia menatap Tuan Muda dengan tatapan seperti itu ....


Sementara Elvano hanya menatap Manager Mall Z itu dengan tatapan datar.


"Heh! Kenapa kamu melihat ku seperti itu? Kamu tidak tau ya aku ini siapa?" bentak manager itu ke arah Elvano sambil memasang wajahnya yang sangat sombong.


"Eh ...,"


Kali ini Manager Li sudah hendak memarahi laki-laki itu, tapi Elvano kembali menahan nya dengan memegang pundak Manager Li.


"Maaf, memangnya anda siapa Tuan?" Elvano melemparkan pertanyaan yang sangat konyol pada manager itu.


Hahahaha


"Sudah ku duga, kamu pasti belum tau aku ini siapa. Hei, apa kamu tidak mendengar lelaki di sampingmu ini memanggil ku dengan sebutan apa?" manager itu sudah semakin kurang ajar.


Kali ini Manager Li sudah lebih bisa mengontrol dirinya mengikuti permainan Tuan Mudanya, ia tau Tuan Mudanya pasti sedang bermain-main dengan manager angkuh itu.


"Aku ini Manager di mall ini ... Paham kamu pemuda?" lanjut manager Mall Z dengan suara yang cukup keras.


"Oh ... Manager mall ini ya?" tanggap Elvano memasang wajah mengejeknya.


Lalu kembali melanjutkan kalimatnya dengan wajah serius.


"Sayang sekali, karena kesombongan anda, mungkin anda akan segera kehilangan jabatan itu hari ini juga!" ujar Elvano tegas sambil berlalu dari hadapan manager itu.


Namun belum sempat Elvano menjauh, manager itu kembali meraih pundak Elvano membalikkan badannya.


"HEH! Kamu pikir kamu siapa berani berbicara seperti itu padaku? HAH?" tantang manager Mall Z setengah berteriak.


Kali ini Manager Li sudah tidak bisa membiarkan laki-laki ini terus bertindak seenaknya. Ini sudah di luar batas menurutnya karena ia bahkan sudah berani menyentuh Tuan Mudanya seperti itu.


"HEH! Manager Mall Z, kamu tidak tau ini siapa? Dia adalah Tuan Muda Elvano Setiono. Dan sekarang dia yang menggantikan Tuan Besar untuk menjadi Presdir di Astra Investama Group. Kamu paham?"


Wajah manager Mall Z seketika berubah menjadi pucat.


Ah, kurang ajar ... Kenapa Manager Li tidak bilang dari tadi ... Si*l*n ... Sepertinya dia sengaja mau mengerjaiku.


Padahal ia sendiri menyaksikan sendiri Tuan Muda Elvano memang tidak mengijinkan Manager Li bersuara, tapi dia masih menuduh Manager Li ingin mengerjainya. Manager mall Z ini memang memiliki sifat yang sangat buruk.


Elvano kemudian berlalu begitu saja setelah tangan manager itu telah terlepas dari pundaknya.


Sementara Manager Li segera menyusul nya yang sudah mulai menjauh.


Karena Elvano tidak berkomentar apapun, manager mall Z itu masih bisa merasa sedikit lega saat itu. Setidaknya Elvano tidak langsung memecat nya saat itu juga.


Fiiiiiiuhh.