Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Episode 131


#Monolog


Setelah kejadian itu sekitar 2 jam kemudian Dokter dan perawat baru kembali lagi ke ruangan Cheril dan mereka tetap mendapatkan Cheril sedang tidur, dan seterusnya dan seterusnya. Hari itu Cheril benar-benar sangat mengantuk sehingga hari itu Cheril tetap dibiarkan oleh Dokter dirawat di ruangan ICU khusus. Mereka sudah tidak berani lagi meminta Elvano untuk membangunkan istrinya sejak kejadian sebelumnya.


Sementara ibu dan ayah Elvano juga hanya tinggal sekitar 2 jam saja di sana. Awalnya Ibu Winda menawarkan pada Elvano untuk bergantian dengan nya untuk menjaga Cheril, tapi Elvano malah sama sekali tak ingin bergantian.


"Aku akan tetap di sini sampai Cheril sembuh Bu !"


Begitulah yang diucapkan Elvano.


Jika dirinya sudah berucap maka tidak akan ada satu orang pun yang bisa mengusik pendiriannya itu. Termasuk juga kedua orangtuanya. Akhirnya kedua orangtua itu pun tidak dapat melakukan banyak hal selain membiarkan Elvano tetap pada pendiriannya.


Sementara Niko, hari ini dirinyalah yang menggantikan Elvano melaksanakan semua tugas kantor. Pagi harinya ia sama sekali tidak memiliki waktu untuk ke rumah sakit menjenguk Cheril karna sangat sibuk.


Selain pekerjaan kantor, ia juga sudah mengirim puluhan pengawal mendatangi tempat hiburan Bos Baron untuk memberikan pelajaran pada bos itu karna sudah berani berbuat sangat nekat terhadap Cheril.


Melihat pengawal yang sangat banyak itu membuat pengelola tempat hiburan merasa sangat ketakutan termasuk juga Bos Baron.


"Ada apa ini? Siapa kalian?" Tanya Bos Baron pada para pengawal.


"Kami adalah orang suruhan Tuan Muda Elvano Setiono. Anda sudah melakukan kesalahan besar Tuan karna sudah berani menggangu istri Tuan Muda kami !" Ucap pemimpin pengawal mewakili.


"Apa maksud kalian? Siapa yang kalian maksudkan dengan istri Tuan Muda kalian itu?"


Bos Baron kembali melempar pertanyaan, ia memang tidak begitu mengerti apa yang dimaksudkan oleh para pengawal itu. Sekilas dia memang sempat berpikiran pada istri Jimmy, karna ia sudah mendapatkan laporan dari anak buah nya yang sudah membuat Nona itu kehilangan nyawanya. Tentu saja Bos Baron agak murka saat itu. Tapi ia sama sekali tidak menyangka wanita itu adalah istri Elvano, karna yang ia tau itu istrinya Jimmy.


HEH! Kau masih berpura-pura tidak tau ya Tuan? Semalam bukannya anak buahmu sudah membuat istri Tuan Muda kami hampir kehilangan nyawanya?!"


'Apa? Jadi wanita itu sungguh istri Tuan Muda Elvano Setiono? Tapi bagaimana bisa? Aku jelas-jelas mengambil nya dari Jimmy..'


Bos Baron berkata-kata dalam hatinya heran.


"Ingat ya Tuan, jika anda masih berani menggangu istri Tuan Muda kami, nyawamu akan menjadi taruhannya!" tambah pemimpin pengawal itu memberikan peringatan sebelum mereka benar-benar beranjak dari tempat itu.


Dan sejak saat itu Bos Baron sudah tidak berani lagi mengirim anak buahnya untuk mencari Cheril. Itu saja sudah merupakan keberuntungan baginya, ternyata Cheril tidak sungguh-sungguh meninggal. Jika ia meninggal maka sudah bisa dipastikan tidak hanya tempat itu yang acak-acakan, semua perusahaan milik laki-laki itu pasti akan dihancurkan oleh Elvano, mungkin juga termasuk nyawanya. Seperti yang sempat diucapkan oleh Elvano semalam.


Dan sore harinya setelah selesai dengan urusan kantor Niko baru sempat mampir ke rumah sakit. Selain menjenguk, ia juga menyampaikan pada Elvano prihal memberi pelajaran pada Bos Baron. Elvano merasa sangat puas mendengar itu. Ia tidak menyangka ternyata dia memang sangat bisa mengandalkan Niko untuk saat-saat seperti ini.


Ternyata aku tidak salah memilih Niko sebagai Asisten Manager ku.


Gumam Elvano puas ketika mendapat laporan dari Niko saat itu.


Setelah hari itu, keesokan harinya Cheril sudah tidak dirawat di ruang ICU lagi, melainkan sudah berpindah ke kamar rawat biasa, tapi tetap pada ruangan khusus yang diperuntukkan pada keluarga Setiono.


Cheril yang perlahan mulai pulih baru menyadari, ternyata ruangan yang ia tempati jauh lebih mewah melebihi kamar VVIP sekali pun. Ini sudah seperti hotel bintang lima saja pikir Cheril, sama sekali tidak mirip ruang rawat rumah sakit. Cheril pun sangat heran dan terus bertanya-tanya. Siapa Elvano sebenarnya. Saat itu Elvano memang belum menceritakan pada Cheril tentang semuanya. Melihat Cheril sudah mulai pulih malah membuat nya ingin mengingkari janjinya untuk menceritakan semuanya.


Buktinya Cheril sempat menanyakan hal ini, tapi Elvano malah murka.


"Kau tak perlu tau tentang itu! Jika kau sangat ingin tau maka kau harus membayar mahal!" Begitulah yang Elvano ucapkan.


Mendengar kata membayar mahal sudah membuat Cheril ciut saja. Ia tau apa yang dimaksudkan oleh Elvano saat itu. Bukan prihal uang sama sekali. Pastinya lebih dari itu. Akhirnya Cheril hanya bisa memanyunkan bibirnya dan membiarkan Elvano mengingkari janjinya. Itupun pada saat Cheril yang hanya memanyunkan bibirnya saja, ia sudah mendapatkan perlakuan furgal dari dari Elvano. Ya, apalagi, Elvano tentu saja menempel bibirnya pada tempat favoritnya.


Selama 1 minggu Cheril dirawat di rumah sakit itu dan selama 1 minggu juga Elvano tak pernah beranjak dari tempat itu. Walaupun Elvano lebih banyak bersikap dingin atau seenaknya saja, Cheril tetap merasa senang, setidaknya Elvano mau menemaninya di sana. Ia juga sangat memperhatikan Cheril. Membuat Cheril merasa sangat nyaman.


----------------------


Setelah Cheril diperbolehkan untuk pulang, Elvano memutuskan untuk membawa Cheril di sebuah apartemen mewah miliknya. Dan memilih tinggal di sana bersama Cheril untuk sementara waktu.


Saat itu Elvano masih merahasiakan indentitasnya dari Cheril, karna itulah ia tidak ingin mengajak Cheril pulang ke rumah orangtuanya. Alhasil Elvano pun harus bolak-balik dari rumah ke apartemen bergantian.


Dan tetap pada pendiriannya, ia sama sekali tidak mengusik Cheril melebihi sebuah ciuman sebelum ia benar-benar mengikat Cheril dengan benang suci yang sesungguhnya. Sementara Cheril malah memiliki pikiran yang berbeda. Ia malah berpikir Elvano memang hanya ingin bermain-main saja dengan nya. Dan Elvano pasti merasa tidak sudi untuk memperlakukan dirinya sebagai istri sah nya sekalipun mereka sudah menggelar pernikahan sederhana itu. Bagaimana tidak? Elvano bahkan meminta Cheril untuk tidur di sofa walaupun mereka tidur sekamar di apartemen itu. Lagian Elvano juga tidak setiap hari menginap di apartemen itu. Ia hanya tidur di apartemen apabila sedang merasa sangat kangen dengan Cheril, jika tidak, ia lebih memilih tidur di rumah saja.


Cheril malah sudah memiliki pikiran, jangan-jangan Elvano juga sudah memiliki istri lain selain dirinya. Saat itu Cheril diam-diam sudah ingin membuang semua rasa yang sudah mulai hadir kembali dalam hatinya. Ia tidak ingin merasakan kecewa yang terlalu dalam jika pikirannya memang benar.


Hingga suatu hari, sekitar 1 bulan kemudian, Elvano memiliki jadwal untuk mengunjungi kota XX, ia pun sekalian mengunjungi keluarga Cheril untuk meminta doa restu pada keluarga itu karna ingin menikahi Cheril secara secara resmi.