Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Ruang pemeriksaan


"Selamat pagi Tuan Muda, selamat pagi Nona!" sapa Dokter Johnson ramah.


Dokter Johnson tersenyum kecil melihat Elvano datang dengan menggendong Cheril memasuki ruangan pemeriksaan. Dirinya yang sebelumnya duduk di kursi kebesaran sudah beranjak sejak ia mengucap salam tadi.


Elvano tergelak melihat dokter dengan jenis kelamin laki-laki berada di hadapan mereka saat ini.


"Si*l ... Manager Jill sungguh ingin mengerjai ku ternyata. Bagaimana bisa dia mempersiapkan seorang Dokter laki-laki untuk memeriksa Cherilku?" umpat Elvano kesal.


Elvano meletakkan tubuh istrinya di atas tempat tidur yang ada di dalam ruangan pemeriksaan. Dia sudah hendak mencari Manager Jill dan memarahinya, namun ia urungkan karena di dalam ruangan ternyata juga ada 2 orang perawat dengan jenis kelamin perempuan.


Sang Dokter melangkah mendekati Cheril, lalu mengangkat tangannya hendak menyingkap atasan Cheril. Dengan segera Elvano mencegah itu.


"Heh! mau apa?" tanya Elvano ketus.


"Maaf Tuan Muda! Saya akan memeriksa keadaan Nona. Jadi saya harus ...,"


"Harus apa? Harus membuka pakaian istriku? Tidak boleh! Lancang sekali anda?"


Elvano memperlihatkan tampang sangarnya.


"Maaf Tuan Muda! Saya hanya ingin menyingkapnya sedikit saja untuk ...,"


Lagi-lagi belum selesai dokter itu mengucap Elvano sudah memotong pembicaraan.


"APA? Apa anda mau memperkosa istriku?"


"Tidak Tuan Muda! Saya hanya ingin memeriksanya saja,"


Dokter Johnson mengucap sambil melirik sekilas wajah Elvano. Terlihat laki-laki itu sungguh memasang tampangnya yang sangat marah.


"Lalu kenapa harus menyingkap pakaiannya?"


"Hei, kamu! Panggilkan Manager Jill ke sini. Dokter ini akan aku PECAT!" ucap Elvano asal.


Dokter Johnson tak berkomentar apapun. Ia hanya menundukkan wajahnya.


Padahal di dalam hati dokter itu sudah mengumpat kesal,


Huh ... Sudah ku duga akan seribet ini. Dasar laki-laki aneh. Bagaimana bisa memeriksa nya jika tidak menyingkap sedikit dari pakaian Nona.


Cheril yang sedari tadi hendak bersuara terus dicegah oleh Elvano dengan mengangkat tangannya memberi kode supaya istrinya itu diam.


Tingkahmu ini sungguh sangat memalukan Tuan Muda.


Pada akhirnya Cheril pun hanya bisa ikut mengumpat kesal di dalam hati.


Beberapa detik kemudian perawat yang tadi sudah datang bersama Manager Jill memasuki ruangan itu.


Dan langsung disambar caci maki dari Elvano.


"Heh Manager gila! kenapa kamu menyiapkan Dokter pria untuk Cherilku? Kamu sungguh ingin dipecat?


Seisi ruangan kecuali Cheril tergelak mendengar ucapan Elvano yang menyebutkan Manager Jill dengan sebutan Manager gila. Mereka hendak tertawa namun segan.


"Eh ....


Manager Jill yang menyadari semua orang di sana sepertinya menertawakan panggilan itu membuat wajahnya yang putih bersih bersemu merah muda. Paras Manager Jill juga lumayan tampan. Usianya tidak jauh beda dengan Elvano. Dirinya juga masih lajang. Diam-diam kedua perawat wanita yang ada di dalam ruangan itu menatap Manager tersebut penuh kekaguman. "Tampan sekali" puji mereka berdua di dalam hati.


"Tapi dia sangat lancang. Apa rumah sakit ini tidak pernah mendapatkan keluhan dari pasien tentang Dokter ini?"


Dokter Johnson yang sebelumnya menunduk mulai menggelengkan kepalanya pelan. Ia sudah sangat ingin memarahi laki-laki yang seenaknya berucap itu. Bagaimanapun rasanya Elvano sedang menjatuhkan reputasi Dokter Johnson. Namun apalah daya, dia juga tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan semua itu. Tidak hanya kehilangan pekerjaan, takutnya kehidupannya juga tidak akan tenang jika mengusik Tuan Muda ini. Hal inilah yang menjadi pertimbangan mendalam bagi Dokter Johnson. Padahal Elvano tidak seseram itu, hanya Dokter Johnson saja yang terlalu berlebihan.


Dan Manager Jill juga melihat ekspresi Dokter Johnson saat itu. Ia bisa menangkap pasti ada kesalahpahaman yang telah terjadi.


"Coba jelaskan padaku, apa yang sudah terjadi Dokter Johnson?" tanya Manager Jill.


"Maaf Manager Jill! Saya hanya ingin melakukan USG terhadap Nona Cheril," jelas Dokter Johnson apa adanya.


"Apaan? Jelas-jelas anda akan menyingkap pakaian istri saya," sambung Elvano.


Akhirnya Manager Jill bisa mengerti sekarang. Ternyata titik dari permasalahan itu ada di sana. Dan ia segera mengambil alih dalam hal ini.


"Tuan Muda, Dokter Johnson memang perlu melakukan hal ini supaya bisa memberikan ultrasound gell (gel yang biasanya digunakan untuk USG) di dekat perut Nona sebelum melakukan USG," jelas Manager Jill panjang dikali lebar.


Oh ... Jadi tidak di buka seluruhnya.


Elvano yang belum mengetahui tentang hal ini memang mengira dokter itu akan menyingkap atasan Cheril hingga ke atas.


"Tapi tetap tidak boleh! Apa tidak bisa diganti dengan perempuan saja? Aku tidak rela Cherilku disentuh oleh laki-laki lain,"


Ucap Elvano dengan nada dan ekspresi manja khasnya. Hal ini sudah membuat Cheril semakin malu saja. "Tolong sudahi sikapmu ini Tuan Muda! Sungguh sangat memalukan."


Lagi-lagi Cheril membatin hal yang sama untuk yang kesekian kalinya.


"Bagaimana Dokter? Mungkin kedua perawat ini bisa melakukan tugas ini?"


"Iya, mereka memang bisa melakukannya,"


"Baik, kalau begitu biarkan perawat saja yang melakukan USG terhadap Nona Muda. Dokter cukup memantaunya saja,"


Kesepakatan itupun diambil oleh Manager Jill dan Dokter Johnson. Apakah masalah selesai begitu saja? Tentu saja tidak.


"Heh! Dasar Anda memang Dokter mesum ya? Jika bisa dilakukan oleh perawat kenapa tidak dari tadi?" murka Elvano tiba-tiba.


"Mau mencari kesempatan menyentuh milikku? HAH?" bentak Elvano kasar.


Dan Manager Jill pun harus kembali turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Ia menjelaskan tujuan Dokter Johnson yang sebenarnya. Ya, tentu Manager Jill bisa mengerti maksud dari dokter itu. Ia hanya ingin berusaha melakukan yang terbaik untuk pemilik rumah sakit ini, itulah sebabnya kenapa ia sendiri yang turun tangan secara langsung menangani Nona Cheril. Padahal jika pasien lain, urusan USG memang selalu ia limpahkan pada perawatnya. Tak disangka malah terjadi kesalahpahaman yang sedemikian rupa.


Walaupun Manager Jill telah menjelaskan dengan sangat detail, tetap saja masih ada ketidakpuasan di dalam hati Elvano. Laki-laki posesif ini tidak akan menerima begitu saja kalaupun mendapati dirinya memang salah. Namanya juga seorang pemimpin, memang selalu menganggap dirinya yang paling benar toh?


Setelah perdebatan panjang, akhirnya diputuskan seperti tadi. Kedua perawat lah yang turun tangan melakukan USG terhadap Cheril. Itupun masih ada kendala. Karena Elvano masih tidak begitu menerima Istrinya itu disentuh oleh orang lain walaupun itu adalah seorang perempuan.


"Kalau hanya seperti ini, aku juga bisa. Sini! Biar aku saja!"


Tau ya apa yang dilakukan oleh Elvano? Yup, dia merebut alat yang sedang dipegang oleh salah satu perawat dan dirinyalah yang menggerak-gerakkan alat tersebut di permukaan kulit di balik letak rahim istrinya menirukan apa yang diperbuat oleh perawat tadi.


Kini seisi ruangan hanya bisa menatap Elvano dengan tatapan yang tidak dapat diartikan. Termasuk Cheril.


Pemeriksaan yang seharusnya berjalan singkat, berlangsung cukup lama gegara insiden panjang yang terjadi. Waktu pun sudah dihabiskan 1jam waktu itu. Namun pemeriksaan masih terus berlangsung. Kini memasuki fase yang lebih serius dan kritis. Yaitu sesi tanya jawab serta penjelasan. Tentu Dokter Johnson harus berbicara dengan sangat hati-hati jika tak ingin mendapatkan masalah.


Dag dig dug


Jantung Dokter Johnson berdetak tak beraturan. Sudah seperti seorang siswa yang sedang menghadapi ujian nasional saja.