
Sementara keadaan di Villa saat ini.
"Sayang, aku tidak perlu berdandan saja ya," ucap Cheril.
"Tidak boleh. Kamu lebih cantik jika tidak berdandan," pendapat Elvano.
"Ehm? Tapi ketika aku berdandan kamu juga mengatakan aku cantik. Sudah berapa kali coba kamu memintaku untuk menghapus make up ku tadi?" protes Cheril.
"Kamu juga yang salah, dandannya jangan cantik-cantik. Yang biasa-biasa saja!" perintah Elvano.
Huuuh!
Cheril yang tidak bisa menolak Elvano akhirnya kembali menggerakkan jemarinya merias kembali wajahnya. Kali ini Cheril sungguh sudah sangat kesal, ia pun memilih sebuah ide untuk mengerjai Elvano.
Tak membutuhkan waktu yang terlalu lama bagi Cheril untuk melaksanakan rencananya itu. Setelah selesai merias diri, ia pun segera memperlihatkan pada Elvano.
"Bagaimana sekarang?" tanya Cheril.
Elvano yang sebelumnya sedang sibuk dengan ponselnya karena sedang membalas pesan dari Erik yang mengatakan bahwa Nikita hendak membatalkan diri untuk ikut mereka, sontak kaget bukan main ketika melihat wajah Cheril yang sekarang.
"Aaaah!" teriak Elvano kaget.
"Sayang, kamu yang benar saja. Wajahmu itu sudah seperti kuntilanak, apa kamu tau itu?" protes Elvano.
"Ehm? Benarkah?" Cheril pura-pura tidak tau.
Padahal dia memang berdandan menyerupai kuntilanak. Karena sudah sangat kesal.
"Jadi bagaimana sekarang? Aku tidak perlu berdandan saja ya," bujuk Cheril.
"Ehem ... Sayang, Erik bilang Nikita tidak mau ikut dengan kita, karena ada masalah dengan Niko," ucap Elvano tanpa menghiraukan topik yang sedang dibahas oleh Cheril.
"APA? Memangnya ada masalah apa Niko dan Niki?" tanya Cheril tersentak.
"Entahlah. Erik bilang tadi Niko memasuki toko pakaian milik Nikita. Mungkin untuk mencari pakaian yang aku minta," tebak Elvano.
"Jadi Niki memiliki toko pakaian? Apa mungkin dia salah paham terhadap Niko?" pendapat Cheril.
"Bisa jadi, nanti kita tanyakan ke Niko ketika dia kembali. Sekalian minta dia bertanggungjawab untuk membujuk Nikita," ucap Elvano yang juga di setujui Cheril.
Beberapa detik kemudian, Niko memang sudah berada di depan pintu kamar Villa tempat Elvano dan Cheril menginap.
Tok tok tok tok
Dan Cheril yang kebetulan berdiri di dekat pintu segera membukakan pintu.
"AAAAAHHH!!"
Pada saat pintu terbuka, Niko berteriak seperti orang kesetanan. Dan memundurkan langkahnya. Tidak hanya Niko, Cheril juga ikut berteriak bersama nya.
Hanya Elvano yang tertawa kecil menyaksikan mereka.
"Ini Nona Cheril?" tanya Niko kemudian.
"Iya, memangnya kamu kira siapa? Hantu?" protes Cheril. Niko memang tidak bisa menjawab Cheril, melainkan hanya memperlihatkan ekspresinya yang menyetujui ucapan Cheril. Elvano pun murka seketika.
"Enak saja ... Kamu sungguh lancang ya, istri saya yang secantik ini malah kamu kira hantu," protes Elvano yang sudah beranjak menghampiri istrinya. Sebelumnya Elvano sedang duduk di tepi tempat tidur.
"Maaf!" ucap Niko.
Bagaimana aku tidak mengira dia itu hantu ... Lihat saja dandanannya itu. Cantik darimana coba ...
Protes Niko dalam hati. Sayangnya dia tidak memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapatnya itu secara langsung.
"Oh iya, mana pakaian yang aku minta tadi?" tanya Elvano kemudian.
Dan Niko segera mengulurkan tangannya memberikan bungkusan yang sedang ia pegang ke arah Elvano.
Elvano kemudian membuka kantong tersebut, dan alangkah kagetnya dia, ketika melihat pakaian yang dibawakan oleh Niko.
"Pakaian jelek. Kan kamu yang minta," protes Niko.
"Tapi tidak seperti ini juga, Niko. Ini itu bukan pakaian jelek lagi, tapi malah bau begini. Ini pakaian bekas yang mungkin baru saja dilepas oleh pemiliknya," tebak Elvano. Dan tebakan itu memang benar.
"Ya, habisnya kamu juga yang memintaku mencari pakaian jelek. Aku sudah mencari di beberapa toko pakaian, tapi tidak menemukan pakaian jelek sama sekali," protes Niko lagi.
"Hei, apa maksudmu, kamu mencuri pakaian ini? Atau jangan-jangan kamu membelinya langsung dari tante-tante yang sedang mengenakan pakaian ini, terus kamu suruh ganti dan jual untukmu? Hah?" Elvano meminta penjelasan.
"Ya, mungkin kurang lebih bisa dikatakan begitu," ungkap Niko yang membuat Elvano semakin naik pitam.
Melihat suaminya yang sudah bertindak semakin melebihi batas, Cheril segera bertindak.
"Sayang, sudahlah. Lagian kamu juga yang salah. Mana ada sih orang yang menjual pakaian jelek. Kamu juga yang aneh," bujuk Cheril.
"Eh, jadi kamu membela dia?" Elvano malah tidak terima atas apa yang dilakukan Cheril.
"Bukan begitu sayang, aku ..., "
"Apa kamu sungguh ingin aku minta kamu mengenakan ini?" ancam Elvano yang membuat Cheril terdiam seketika.
Jangankan mengenakan, mencium baunya saja sudah hampir membuat Cheril muntah. Bau dari pakaian tersebut memang sangat menyengat. Wajar sih, pakaian tersebut sudah dikenakan oleh istri dari pedagang pakaian tadi sejak pagi hingga siang. Dan dia juga melakukan banyak aktivitas. Jadi bisa dibayangkan, pasti bau dari pakaian tersebut sangat menyengat. Jelas saja Cheril terdiam ketika diancam oleh Elvano.
"Nik, sekarang, tugas kamu ada satu lagi. Kamu harus membujuk Nikita. Dia ngambek tuh. Kamu apakan gadis itu?" tanya Elvano.
"Ehm? Tidak aku apa-apakan kok," tanggap Niko santai.
Niko memang hebat. Ia seperti sangat santai menghadapi Elvano setelah semua yang sudah terjadi.
"Kamu ini sungguh keterlaluan. Jika tidak kamu apa-apakan, tidak mungkin dia ingin membatalkan acara nonton ini. Jawab aku, kamu apakan dia?" cecar Elvano.
Hahaha
"Sejak kapan kamu jadi begitu membela wanita itu?" bukannya menjawab, Niko malah balik bertanya.
"Wah, ternyata kau ingin menguji kesabaranku ya? Selesaikan masalah ini. Atau aku potong gajimu!" ancam Elvano.
"Baik, baik!" jawab Niko akhirnya.
Niko pun mendapat tugas baru untuk membujuk Nikita. Ia kemudian melangkah keluar dari kamar Villa, dan menghubungi Nikita.
Sementara Cheril dan Elvano juga kembali melanjutkan perdebatan mereka di dalam kamar.
Cheril sudah menghapus riasan wajahnya yang tadi. Dan membiarkan wajahnya tanpa polesan sama sekali.
"Jadi bagaimana sekarang? Aku tidak mau mengenakan pakaian yang dibawa oleh Niko tadi," tolak Cheril.
"Siapa juga yang memintamu mengenakan itu?"
"Jadi bagaimana sekarang? Kenakan pakaian yang ada di dalam koper saja ya," tawar Cheril.
"Tapi pakaian itu kan bagus-bagus sayang,"
"Jadi harus bagaimana lagi? Atau aku tidak perlu mengenakan apapun?" ejek Cheril
"Hei, kamu mau cari mati? Kamu jauh lebih cantik jika tidak mengenakan apapun,"
"Terus aku harus bagaimana?" tanya Cheril yang mulai kebingungan.
Dan pada akhirnya, Elvano tetap mengijinkan Cheril mengenakan salah satu pakaian yang ada di dalam koper. Salah satu pakaian yang menurut Cheril paling sederhana. Namun tetap saja sangat cantik bagi Elvano.
Berkali-kali Elvano meminta Cheril membuka kembali pakaian tersebut, dan memintanya mengenakkan itu lagi. Membuat Cheril hampir kehilangan kesabaran.
"Jika begini terus, lebih baik aku tidak usah mengenakan pakaian saja," ancam Cheril. Dan karena ucapannya itu, Cheril pun harus mendapat hukuman keganasan dari Elvano yang langsung menerkam dirinya.
Walau hanya 10 menit, Elvano masih sempat menggauli istrinya itu. Bukan salah Elvano juga sih, Cheril sendiri yang terbawa emosi yang langsung menanggalkan semua pakaiannya tanpa sadar.
Sesaat setelahnya, Cheril dan Elvano pun sudah siap dengan penampilan mereka masing-masing. Dan melangkah keluar dari kamar menuju ke arah Niko yang sudah menunggu mereka di luar.