Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Pelukan mesra


Monolog


Ketika Elvano mengungkit kembali perihal Cheril yang koma waktu itu. Cheril sendiri jadi teringat kembali kejadian waktu itu. Samar-samar Cheril masih bisa mengingat, terutama pada kejadian saat jiwanya yang terlepas dari raganya.


Saat itu ia merasa dirinya sedang berada di suatu tempat yang sangat asing. Tempat itu sangat luas, penuh dengan cahaya. Namun hanya ada dirinya seorang yang sedang berada di sana.


"Aku ada dimana?" Ucap Cheril sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Yang ia dapatkan hanyalah sebidang tanah luas tanpa ada siapapun kecuali dirinya sendiri.


Cheril merasa sangat ketakutan. Namun ia juga tidak bisa menghentikan langkah kakinya yang terus berjalan tanpa tujuan.


Hingga ia mendengar suara yang sangat tidak asing yang sedang memanggil namanya.


Iya, Cheril bisa mengenal suara itu dengan jelas, itu adalah suara Elvano yang berteriak keras.


Kembalilah Cheril .... Kembalilah ... Aku tidak bisa hidup tanpamu ....


"Vano .... Aku takut ... Tolong aku Vano!" Teriak Cheril sambil mengulurkan tangannya berharap Elvano menjabat tangan itu.


Cheril .... Jangan tinggalkan aku .... Kembalilah ....


Suara itu terus terdengar berulang-ulang. Dan Cheril pun mengikuti asal suara tersebut hingga tiba-tiba ia sudah tidak tau lagi apa yang sedang terjadi. Dan pada saat itulah Cheril pun sudah bernafas kembali.


Membuat Cheril mengerti saat ini. Ternyata semua yang ia alami saat itu adalah hal yang nyata. Padahal selama ini, ia berpikir itu semua hanya sebuah mimpi belaka.


--------------


~Back to real story**


Setelah c**man mesra kedua insan ini usai, Cheril kemudian menceritakan pada Elvano tentang semua yang ia alami waktu itu. Mendengar itu Elvano merasa sangat terharu. Ia pun memeluk Cheril dengan sangat erat.


"Terimakasih Cheril, kamu sudah mau mendengar ucapanku dan kamu sudah mau kembali untukku." Ucap Elvano dibalik punggung Cheril.


"Akulah yang harus berterimakasih padamu Vano. Kamu sudah menyelamatkan hidupku. Aku berhutang padamu." Balas Cheril.


"Cheril, aku berjanji padamu, setelah ini, aku tidak akan pernah lagi membiarkan siapapun menyentuh mu. Walau hanya seujung kukunya." Tambah Elvano sambil melepaskan pelukannya dari tubuh Cheril dan menatap Cheril lekat.


Saat mendengar itu, Cheril merasa sangat bahagia. Matanya bahkan sudah kembali berkaca-kaca.


Tanpa berpikir panjang Cheril pun kembali berhambur memeluk Elvano yang sudah melepaskan pelukannya sebelumnya.


"Terimakasih sayang .... Terimakasih ... " Ucap Cheril dengan suara bergetar.


Usai dengan c**man mesra, kedua insan tersebut kembali terlibat dalam pelukan mesra yang berlangsung cukup lama.


Sesaat setelah itu, Elvano dan Cheril pun menyudahi acara mandi bersama mereka. Lalu keluar dari kamar mandi menuju ke kamar tidur. Kedua ruangan ini memang saling berhubungan, karena kamar mandi itu sendiri berada di dalam kamar tidur.


Dan setelah kejadian hari ini, hubungan kedua orang ini sudah semakin mesra. Bahkan panggilan sayang juga sudah tidak perlu diminta oleh Elvano lagi. Setelahnya, Cheril dengan sendirinya juga lebih sering memanggil Elvano dengan sebutan sayang mulai saat itu.


Awalnya Cheril berpikir Elvano akan menghabiskan waktunya seharian di dalam kamar apartemen bersama dengan nya. Ternyata pikiran Cheril salah. Sesudah berpakaian, Elvano justru memilih pamit pada Cheril.


"Cheril, setelah ini kamu istirahatlah! Tadi kamu bilang sangat lelah kan? Maafkan aku sudah membuat mu bekerja keras." Ucap Elvano sambil tersenyum.


Jelas kata-kata Elvano membuat Cheril merasa sangat malu. Elvano memang selalu sangat polos ketika berucap. Ia tidak sadar, kata-katanya itu justru terdengar sangat memalukan bagi yang mendengarnya.


"Eh ....


Wajah Cheril sudah memerah seketika.


"Heh! Kenapa kamu memperlihatkan padaku wajah merahmu lagi? Jangan salahkan aku ya jika kamu harus bekerja lebih keras dari ini lagi!" Ejek Elvano yang berhasil membuat wajah merah Cheril bertambah merah.


Akhirnya Cheril hanya bisa menutup wajah itu dengan bantal.


Hahahahahaha


Membuat Elvano tertawa keras melihat itu.


Lalu Elvano berjalan mendekati Cheril yang sudah berada di atas tempat tidur.


"Sudahlah! Kamu tidurlah! Aku mau keluar sebentar." Ucap Elvano kemudian sambil membelai lembut kepala Cheril.


Cup


Satu kecupan lembut juga mendarat di kening Cheril. Dan Elvano segera melangkah menuju pintu setelah itu.


Eh, mau kemana dia ....


Kali ini Cheril sudah tidak berani menanyakan secara langsung, ia hanya berani berucap di dalam hati. Karena ia tidak ingin kejadian tadi pagi terulang kembali. Cheril hanya bisa membiarkan Elvano pergi begitu saja.


Kemudian Elvano segera berlalu dari kamar, namun sebelum dirinya benar-benar meninggalkan kamar itu, ia juga berpesan pada Cheril untuk tidak lupa makan. Mengingat waktu itu sudah hampir jam makan siang. Sementara tadi, kedua orang ini hanya sempat mengisi perut mereka dengan sarapan 1 potong roti keju saja. Karena terlalu sibuk dengan acara mengisi kelaparan batin yang selama ini belum pernah mereka isi sebelumnya.


Sesaat setelahnya Elvano sudah benar-benar berlalu dari kamar itu bahkan juga dari apartemen Cheril.


Sementara di parkiran apartemen sudah ada sopir yang sedang menunggu Elvano. Elvano memang sudah lebih dulu menghubungi sopir yang ada di bawah supaya menyiapkan mobil karena ia ingin pergi membeli beberapa keperluan untuk acara pesta kejutan yang ingin ia persembahkan pada Cheril minggu ini.


Malam itu Elvano sudah tidak lagi kembali ke apartemen Cheril. Ia juga tidak memberitahukan Cheril kapan akan menemuinya lagi. Membuat Cheril bertanya-tanya di dalam hati. Karena tidak hanya malam itu saja, namun setelah hari itu, Elvano sudah tidak lagi kembali ke apartemen menemui Cheril pada malam-malam berikutnya hingga hari Minggu yang direncanakan oleh Elvano tiba.


Tentu saja Cheril yang sebelumnya sudah merasa sangat bahagia berubah bersedih. Pikiran yang dulu pernah menghampirinya kembali datang menghantui. Mungkinkah Elvano memang memiliki wanita lain selain dirinya? Itulah yang dipikirkan oleh Cheril.


Sebuah penantian yang terasa begitu panjang bagi Cheril, yang ia sendiri tidak tau kebenarannya, sungguh membuat hatinya tersayat. Tak jarang juga ia meneteskan air mata di kala penantian itu. Tanpa ia tau bahwa sesungguhnya Elvano sedang menyiapkan sebuah kejutan yang akan membawa dirinya masuk ke dalam kehidupan Elvano yang sebenarnya.


*******


~Sepenggal puisi


INDAH PADA WAKTUNYA


Karya : Joewono Sri


Merenungi kelamnya kehidupan terbesit masam kejenuhan, manakala yang dinanti tak kunjung menepi.


Jengah rasa tak betah menunggu kepastian terabaikan, harapan tersemat keniscayaan, angan-angan perlu kesabaran.


Hakekat penantian adalah perjuangan menata diri 'tuk meraih mimpi berbalut pengendalian nurani.


Cinta dalam penantian bagai tanah gersang merindu hujan.


Kemarau panjang rerumputan dan Ilalang gelisah gamang, hilang kepercayaan meniti hidup berkelanjutan.


Dedaunan rindu terbelai rinai, bunga-bunga ingin tersenyum mekar berseri menebar wangi.


Sang Pecinta dan yang Mencinta merindu datangnya asmara bersemi di alam lestari.


Penantian panjang menunggu kepastian itu hal yang biasa, namun tidaklah harus berputus asa. Karena cinta itu misteri


Illahi, kapan datangnya tak jua diketahui.


Pengharapan perlu kepasrahan dalam doa permohonan kepada


Tuhan Yang Maha Pencinta.


Allah senantiasa mendengar doa keluh seberapa kau butuh, untuk mewujudkan angan di tengah gelombang disertai kearifan.


Percayalah kawan ....


Bukannya Allah tidak memberi apa engkau ingini, tetapi


Allah tengah mempersiapkan yang terbaik 'tuk menggenapi.


Penantian tidaklah sia-sia karena segala sesuatu akan indah pada waktunya.