Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Pertengkaran hebat


Sesaat kemudian, Geral pun berlalu meninggalkan kastil itu. Dan Elvano memilih kembali ke kamarnya menemui Cheril dengan hati gundah gelisah.


Selain ia masih mencurigai gerak-gerik Geral yang mencurigakan, Elvano sebenarnya juga takut Geral sungguh akan merebut Cheril dari sisinya.


Jegrek!


Elvano membuka pintu pelan.


"Eh sayang, kamu sudah kembali? Geral mana? Apa sudah pulang?" tanya Cheril antusias sontak membuat suaminya itu murka seketika.


"Hei ... Kenapa kamu begitu bersemangat menanyakan pria itu? Apa kamu merindukan dia?" Elvano mengucap dengan wajah serius.


"Ehm? Aku kan hanya bertanya, apa tidak boleh?" protes Cheril.


"Tentu saja Tidak! Kamu hanya boleh menanyakan tentang aku saja!"


"Kamu belum menjawab pertanyaanku, apa kamu begitu merindukan laki-laki itu? Jawab aku!" cecar Elvano setelah memberi jeda pada dialog pertamanya tadi.


"Ya nggakkah sayang ... Kamu ini kenapa sih?" sepertinya Cheril mulai kesal.


"Terus kenapa kamu menanyakan tentang dia?"


"Aduh Vano ... Mau berapa kali coba aku jelasin padamu? Aku itu hanya bertanya saja, tidak ada maksud apa-apa kok. Apalagi rindu, tidak sama sekali," jelas Cheril lebih detail.


Sayangnya Elvano yang sudah dibakar oleh api cemburu malah terus menyerang Cheril dengan ungkapan-ungkapannya yang tidak masuk logika.


"Loh kenapa kamu marah? Aku yakin, kamu pasti merindukan dia?! Iya kan?"


"Terserah kamu deh. Aku capek!"


Dan akhirnya Cheril pun ikut terbawa emosi. Mungkin karena pengaruh menstruasi. Biasanya seorang wanita kalau sedang menghadapi tamu bulanan itu memang sering kali emosinya tidak stabil kan?


Jelas, Elvano juga tidak bisa menerima diperlakukan istrinya seperti itu. Jadilah pagi ini untuk pertama kalinya pasangan itu bertengkar hebat gegara Geral. Lelaki yang pernah mengisi waktu Cheril di masa lalu.


"KAMU ... BERANI SEKALI KAMU MENANTANG KU SEKARANG!" Elvano mulai terpancing emosi.


"Terus aku harus bagaimana lagi? Kamu meminta penjelasan kan? Sudah aku jelasin. Kamu malah tidak percaya. Apa kamu mau aku menjawab aku merindukan lelaki itu?"


"KAMU ..., "


"Apa? Iya kan? Jika kamu memang ingin aku mengatakan itu, baiklah! Iya, aku merindukan Geraldo. Lalu kamu mau apa Elvano Setiono?" tantang Cheril.


Bisa dibayangkan seberapa marah Elvano saat itu? Yup, hampir saja Elvano mendaratkan telapak tangannya di wajah Cheril. Elvano sudah mengangkat tangannya, sedangkan Cheril juga sudah memejamkan matanya saat itu.


Aargh!


"Si*l!!" pekik Elvano kesal sambil mengusap kepalanya kasar dari arah belakang ke arah depan. Lalu pergi dari kamar meninggalkan Cheril yang masih menutup matanya rapat.


BRAK!!


Setelah Elvano membanting pintu keras, Cheril yang sedikit tersentak pun tersadar, laki-laki yang sangat ia cintai itu sudah pergi dari sana. Perlahan Cheril membuka kembali matanya.


Penyesalan pasti ada. Sungguh tidak terbiasa harus bertengkar dengan pasangan seperti itu. Namun keegoisan terkadang lebih berkuasa di saat-saat seperti ini. Ya, begitulah sebuah rumah tangga. Terkadang akan ada pertengkaran hebat yang hanya dipicu oleh masalah yang sangat sepele.


Bruk!


Seperti itulah biasanya yang akan diperbuat oleh seorang perempuan apabila merasa tersakiti.


_


_


Sedangkan Elvano, ia tak hanya keluar dari kamar, tapi juga keluar dari kastil. Yang jelas siang-siang begini ia tidak mungkin mendatangi Bar. Lagian dia juga tidak menyukai tempat seperti itu kok. Setidaknya untuk hal yang satu ini, Elvano termasuk laki-laki yang patut diacungi jempol.


Elvano mengemudikan kendaraannya dengan


kecepatan tinggi. Membuatnya beberapa kali hampir menabrak kendaraan yang ada di depannya. Bunyi klakson juga terdengar sangat ramai akibat dari cara menyetir Elvano yang sangat brutal. Jika di luar negeri, sudah dipastikan, Elvano akan mendapatkan surat tilang.


Beberapa pengendara yang berpaspasan dengan Tuan Muda itu juga sudah memaki kesal. Woi, mau cari mati jangan ngajak-ngajak dong ... Anak bini gue masih membutuhkan gue, buet bikin anak sama bikin adek buat anak gue maksudnye! Hehe. Kidding dikit ya Kak, daritadi sudah tegang aja. Haha. Ya, kira-kira seperti itulah caci maki yang didapatkan oleh Elvano. Pastinya lebih dari itu.


Sekitar 2 jam mengemudi, Elvano kemudian menghentikan kendaraannya di depan sebuah bangunan yang cukup besar. Salah satu pengawal yang sedang berdiri di depan bangunan itu segera membukakan gerbang untuk Elvano. Setelah itu Elvano juga segera menginjak kembali gas mobilnya mentok. Membuat mobil mewah tersebut melejit cepat. Tentu beberapa pengawal yang ada di sana sontak kaget bukan main.


"Dasar Bos gila." Mungkin kalimat singkat inilah yang mereka batinkan saat itu.


Salah satu pengawal yang berada di sana juga dengan sigap menghampiri Elvano dan membukakan pintu mobil untuk Elvano.


"Selamat pagi, Bos!" sapa laki-laki tinggi tegap itu sopan. Sayangnya Elvano malah tidak membalas sapaan tersebut.


Semua pengawal terlihat segera membungkukkan badan mereka memberi hormat pada saat Elvano turun dari mobil dan melangkah menuju ke arah bangunan mewah itu.


Jika di Astra Investama Group Elvano memiliki Niko, maka di sini ia memiliki Ken.


Entahlah bisnis apa yang sedang dijalani oleh Elvano itu. Yang jelas bisnis tersebut sepertinya tidak begitu baik.


Terlihat dari aura yang ditampilkan dari bangunan besar itu. Juga dari aura yang ditampilkan oleh Ken dan para pengawal yang ada di sana. Tampang mereka sedikit sangar dan menakutkan.


"Ken ... Tentang rencana kemarin, apa berjalan lancar?" tanya Elvano ketika Asistennya itu menghampiri nya.


"Iya Tuan Muda, semua berjalan sesuai dengan keinginan," lapor Ken.


"Bagus! Lalu apa ada masalah yang terjadi sejauh ini?" Elvano lanjut bertanya.


"Tidak Tuan Muda. Sejauh ini masih aman," jawab Ken penuh keyakinan.


"OK! Soal proyek baru kita kamu juga harus lebih berhati-hati, karena saat ini saya sedang mendapatkan sedikit masalah. Takutnya akan ada penyusup yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menghancurkan proyek itu," ungkap Elvano dengan wajah serius.


"Baik Tuan Muda. Saya akan lakukan dengan sangat hati-hati,"


"Baguslah! Jika kamu berhasil melaksanakan tugasmu dengan baik, kamu akan mendapatkan bonus 3x lipat dari proyek ini," janji Elvano yang membuat Ken tersenyum senang.


"Terimakasih Tuan Muda!" ucap Ken.


Lalu mereka berdua memasuki bangunan besar itu saling beriringan. Dan melanjutkan kembali pembicaraan mereka di dalam bangunan itu. Mereka membahas banyak hal, tentang rencana proyek baru, strategi yang akan mereka lakukan dan lain sebagainya. Hingga waktu pun berlalu begitu cepat.


Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 15.00. Dan pastinya Elvano telah melewatkan jam makan siangnya.


Karena emosi elvano juga sudah mulai mereda, ia punmemutuskan untuk mengirim pesan singkat kepada Cheril. Isinya adalah,


Jangan lupa makan siang Hon! I love you.