Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Kelompok Naga Putih


Beberapa saat kemudian kendaraan yang dikendarakan oleh Niko telah tiba di Villa. Beberapa pengawal juga sudah berada di depan Villa untuk menyambut kedatangan mereka.


"Sekarang ceritakan apa yang sudah terjadi!" perintah Niko yang ditujukan pada para pengawal setelah dirinya, Elvano dan Cheril sudah turun dari mobil.


Dan salah satu dari pengawal itu mendekati Niko lalu menjelaskan semuanya.


"Maafkan kami Tuan, orang-orang itu berhasil melarikan diri. Mereka sangat hebat Tuan. Beberapa di antara kami dibuat tak berdaya oleh mereka," jelas pengawal itu.


"Lalu apa mereka meninggalkan jejak?" tanya Niko.


"Iya Tuan, kami menemukan ini," jawab pengawal sambil menyerahkan sebuah benda kecil menyerupai pin dengan simbol naga berwarna putih.


Lalu Niko pun memperlihatkan itu pada Elvano.


"Benda apa ini?" tanya Elvano bingung.


"Sepertinya itu sebuah simbol Tuan Muda. Simbol dari kelompok Naga Putih yang sangat terkenal di dunia mafia," jelas pengawal yang tadi.


"APA?" Elvano sontak kaget.


Walaupun Elvano tidak begitu mengenal dunia mafia, sebagai seorang pria sejati dia jelas pernah mendengar kelompok itu. Termasuk juga Niko. Yang mereka tau, kelompok Naga Putih sangat terkenal dengan kekejaman dan kelicikannya.


"Pantas saja mereka bisa memasuki tempat ini denagn leluasa," pendapat Niko.


"Apa menurutmu Geral juga merupakan bagian dari kelompok mereka?" lanjut Niko melemparkan pertanyaan.


"Entahlah ...," tanggap Elvano bingung.


Jujur saja, Elvano sangat berharap sahabatnya itu tidak terlibat di dalam semua ini.


"Lebih baik kita berbicara di dalam saja," ajak Elvano kemudian karena ia merasa jika berbicara di luar tidak begitu aman. Mungkin saja kelompok itu masih ada di sekitar Villa dan sedang memperhatikan mereka saat itu.


Lalu mereka bertiga melangkah dengan sedikit terburu-buru menuju ke dalam Villa.


"Nik, dengarkan aku, aku ingin kau mencari tau tentang benda yang menyerupai peta ini. Dan cari tau, apa yang ada di sana. Kamu bisa temui guruku di gunung Elang Muda, mungkin dia bisa menjelaskan semua ini padamu," jelas Elvano.


Gunung Elang Muda ... Tempat apa itu ....


Cheril yang sejak tadi hanya bisa berdiam diri kini merasa semakin penasaran dengan semua yang ia dengar dari Elvano.


Apalagi ketika Elvano menyebut dirinya memiliki seorang guru, apa maksusdnya, guru apa? Tidak mungkin guru matematika kan, pikir Cheril.


Ok, Author kasih bocorannya ya.


Elvano waktu kecil memang pernah berguru dengan seorang pendekar yang sangat hebat. Guru Elvano ini adalah salah satu pendekar hebat di dunia persilatan. Dan namanya cukup terkenal di dunia persilatan. Dia juga merupakan salah satu pemimpin kelompok mafia, hanya saja guru Elvano ini adalah orang yang baik. Dan tentu Elvano juga tidak tau mengenai gurunya yang juga terjun ke dalam dunia yang sangat berbahaya itu.


Elvano mengenal gurunya yang bernama Raymon dari Pak Rangga. Sementara Pak Rangga mengenal Raymon sudah cukup lama. Mereka berdua berteman baik.


Pak Rangga mengenal Raymon dengan sangat baik. Ia juga tau semua seluk beluk dari kehidupan Raymon yang merupakan seorang pemimpin mafia dari kelompok tertentu. Lalu kenapa Pak Rangga mau mengenalkan Elvano pada Raymon? Dan bahkan membiarkan Elvano berguru pada nya? Jawabannya adalah karena Pak Rangga ingin Elvano bertumbuh menjadi pria yang tangguh.


Pak Rangga sudah memikirkan semuanya dengan sangat matang saat itu. Apalagi waktu itu ia juga masih ragu Elvano akan kembali ke kehidupannya yang sekarang. Setidaknya jika Elvano dibekali dengan ilmu beladiri yang hebat, ia juga tak akan mudah direndahkan oleh orang lain. Jadi dengan alasan inilah Pak Rangga mengenalkan Elvano pada Raymon dan meminta sahabatnya itu mengajari Elvano beberapa jurus yang ia miliki.


Tak hanya Cheril yang kaget, Niko juga kaget ketika mendengar Elvano berkata dia memiliki seorang guru di gunung Elang Muda.


Tempat apa itu ... Aku bahkan belum pernah mendengar nama itu.


Begitulah yang sedang ia pikirkan.


"Memangnya di mana letak gunung itu?" tanya Niko bingung.


"Ada di sebuah desa yang cukup jauh dari sini. Aku akan mengirimkan petunjuk arah ke ponselmu. Bawa serta beberapa pengawal yang terlatih, dan juga ...,"


Lalu beberapa detik kemudian Elvano mengeluarkan tangannya dari saku jas dengan memegang sesuatu di tangannya.


"Bawa serta ini! Tunjukkan pada murid yang berjaga di depan istana, maka kamu tidak akan mendapatkan masalah," lanjut Elvano sambil memberikan satu benda kecil berupa pin dengan simbol Elang berwarna emas miliknya.


Pin tersebut adalah pertanda bahwa Elvano adalah bagian dari murid Raymon. Dan Emas itu artinya murid yang cukup penting. Hanya ada 3 murid Raymon yang berhasil mendapatkan pin tersebut.


NIko semakin kebingungan setelah mendengar penjelasan Elvano. Dan sepertinya perjalanan kali ini merupakan perjalanan yang cukup bahaya mengingat dirinya akan memasuki dunia mafia.


"Jadi, apa aku harus pergi sekarang?" tanya Niko polos.


"Tidak, tahun depan!" tanggap Elvano ketus.


"Lalu kenapa bilang sekarang?" protes Niko.


"Hei, apa kau sungguh berpikir aku menyuruhmu pergi tahun depan?" murka Elvano.


"Eh, Maaf!" ucap Niko masih dengan wajah polosnya.


"Aku perhatikan sejak kau mengenal gadis itu, otakmu ini jadi semakin tol*l. Apa kamu sudah mulai jatuh cinta pada gadis itu?" tanya Elvano tiba-tiba yang membuat Niko sedikit salah tingkah.


Cheril yang sejak tadi hanya berdiam diri juga terlihat memperlihatkan semangatnya ketika mendengar Elvano membahas topik yang satu ini.


"Ehm? Apaan? Nggak! Ya sudah, aku pergi sekarang!" tanggap Niko dan segera berlalu dari hadapan Elvano serta Cheril.


Setelah kepergian Niko, Elvano dan Cheril memilih kembali ke kamar Villa.


Mata mereka sempat membulat ketika melihat kamar itu sangat berantakan. Apalagi Cheril.


Bagaimana tidak? CD dan penutup si kembar Cheril sudah berserakan di lantai. Dan parahnya Elvano malah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggoda istrinya itu.


Membuat wajah Cheril memerah seketika.


"Kamu sungguh ingin menggodaku ya?" ucap Elvano tiba-tiba sambil melangkahkan kakinya mendekati Cheril dan memeluknya Cheril erat dari belakang.


"Maksud kamu apa?" tanya Cheril bingung.


"Kamu sengaja memperlihatkan wajah merah itu padaku kan?"


Cup!


Satu kecupan keras Elvano lemparkan dibagian sensitif Cheril, membuat Cheril menjerit.


"Aaau ... Hei, aku itu tidak menggodamu. Kamu tuh yang menggoda aku. Aku kan malu, jadinya wajahku memerah. Paham?" jelas Cheril.


"Jadi kamu menyalahkan aku? Baiklah, kau harus membayar untuk ini!" tegas Elvano yang sudah melancarkan aksinya dalam hal memangsa Cheril. Namun kali ini Elvano gagal melakukan hal itu, sebab Cheril sedang kedatangan tamu bulanan siang itu.


Elvano sempat kaget saat melihat Cheril yang sedang berdarah, sebab ia memang belum mengerti dengan hal yang satu ini. Namun setelah dijelaskan oleh Cheril, Elvano bisa mengerti. Masih untung ya, dia mau mendengar penjelasan Cheril, jika tidak pasti bakal ribet. Bayangkan saja, mungkin Dokter Sandi yang seorang dokter spesialis penyakit jantung pun akan di datangkan oleh Elvano ke tempat itu.


Loh, apa hubungannya Thor?


Tau sendirilah Tuan Muda Elvano kan memang suka bertindak aneh. Hehehe.


Tapi hal itu tidak mungkin terjadi kok, Elvano yang begitu posesif tidak akan membiarkan Dokter Sandi yang merupakan salah satu orang yang pernah dicemburui olehnya mengobati Cheril.


Jadi begitulah. Siang menjelang sore itu Elvano gagal melancarkan aksinya. Tapi ya tetap saja Cheril tidak lolos begitu saja. Saat itu Elvano tetap mendekap Cheril erat sambil ....


Bayangin sendiri ya!😂