
Monolog
Selain mempersiapkan dirinya, Cheril juga mengambil andil membantu mempersiapkan perjamuan malam ini didapur.
Ia yang merasa hari ini begitu panjang memutuskan untuk turun ke bawah menuju dapur untuk membantu bibi Jum dan 2 rekan ART lainnya. Awalnya tentu para asisten rumah tangga itu menolak namun apalah daya, Cheril terus memaksa jadi mereka pun tidak memiliki pilihan lain selain membiarkan majikan mereka itu mengerjakan apa yang ingin ia kerjakan.
Sebenarnya sih, tidak banyak yang harus mereka kerjakan, karna ayah Cheril memilih memesan makanan untuk malam ini di Restoran langganan mereka.
Paling yang perlu mereka persiapkan hanya sekedar makanan penutup seperti es buah dan juga merapikan serta menghias meja makan supaya terlihat lebih rapi dan indah.
Akhirnya malah Cheril lebih memiliki banyak waktu untuk bercerita banyak hal pada bibi Jum. Jadilah ia mencurahkan semua isi hatinya siang itu tanpa satu pun yang ia lewatkan.
Karna itulah Bibi Jum mengetahui nama kekasih Cheril.
Bibi Jum juga mengetahui tentang kesalahpahaman Nyonyanya soal Dokter Sandi l, makanya saat Elvano tiba tadi ia sama sekali tidak kaget mendengar Nyonyanya menyebut Elvano dengan nama Sandi.
*********
Bak bidadari yang turun dari langit, demikianlah setiap mata yang menatap Cheril akan berkata.
Cantik
Elvano melihat Cheril tanpa berkedip sama sekali, ia benar-benar pangling dengan penampilan nya yang sangat sempurna itu.
Bibi Jum dan kedua orang tua Cheril juga demikian, mereka semua terkagum-kagum dengan kecantikan Cheril.
Ya, bisa dikatakan wajar sih. Karna Cheril memang jarang berdandan berlebihan selama ini, biasanya ia hanya sekedar merias wajahnya dengan bedak tipis dan sedikit hiasan warna pada bibirnya saja. Nah kali ini Cheril berdandan seutuhnya walaupun hanya sentuhan sangat tipis namun setiap bagian dari wajahnya mendapat polesannya masing-masing. Bahkan rambutnya pun ia roll dengan sangat sempurna.
'Ah, kenapa mereka melihatku seperti itu? apa penampilan ku sangat aneh?'
Gum Cheril dalam hati.
Cheril memang agak kurang pede sebenarnya dengan berdandan seperti ini.
"Kenapa kalian semua menatapku seperti itu?" Ucapnya kemudian.
Cheril sudah benar-benar merasa risih ketika ia menginjakkan kaki pada anak tangga terakhir semua mata masih tertuju padanya.
"Maaf Non, itu karna Non Cheril sangat cantik hari ini !" Jawab Bibi Jum mewakili yang lainnya.
"Benar Ril ! Ibu tidak menyangka kamu secantik ini setelah bersentuhan dengan make up yang sangat tipis sekalipun." Tambah Ibu Cheril
"Ah, bisa aja Ibu dan Bibi." Ucap Cheril menganggapi.
Cheril berusaha bersikap senormal mungkin.
'Heh, kamu ! Kenapa kamu juga masih menatap ku seperti itu?'
Cheril masih bergumam dalam hati dan mengarahkan pandangannya ke arah Elvano.
Cheril melangkah ke arah meja makan dan memilih duduk disamping Elvano.
Makan malam pun berlangsung dengan suasana hening. Tak ada satu pun dari mereka yang berbicara.
Setelah acara makan malam usai, Ayah Cheril mengajak Elvano dan yang lainnya menuju ke ruang bersantai, mereka pun saling bercengkrama di sana.
Semua hal pun dibicarakan termasuk Ibu Cheril yang ingin mencari informasi tentang gelar dokter pada Elvano, dan dia pun tergelak ketika tau ternyata Elvano hanya seorang karyawan di Perusahaan milik suaminya.
Sampailah pada satu topik yang dibahas oleh Ayah Cheril yang membuat semuanya tersentak kaget.
"Vano, Ayah ingin bertanya, kapan kamu akan melamar anak Ayah?"
Deg
"Se secepat nya Om,Pak,eh,,," Elvano sedikit gugup dan dari awal dia memang bingung harus memanggil ayah Cheril dengan sebutan apa.
"Bagaimana kalau Minggu depan kalian segera bertunangan?"
Apa? Ayah yang benar saja..
"Apa tidak terlalu cepat yah?" Ibu Cheril berkomentar
"Setelah bertunangan 1bulan kemudian Cheril dan Elvano sudah bisa melangsungkan pernikahan." Ayah Cheril menambahkan seperti tidak begitu menghiraukan pertanyaan istrinya.
Elvano hanya terdiam tak bisa memberikan jawaban apapun. Dia baru menyadari dengan biaya yang tidak kecil jika harus melangsungkan sebuah pernikahan.
"Yah, benar kata ibu, apa semua itu tidak terlalu tepat?" Timpal Cheril setelah melirik ke arah Elvano yang masih terdiam.
Ibu Cheril ikut mengangguk karna merasa di bela.
"Bukan nya semakin cepat semakin baik? kalian berdua juga sudah saling mencintai,lalu harus menunggu apalagi?"
"Tapi yah..."
"Sudah tidak ada tapi tapi.. Soal biaya kalian tidak perlu memikirkan nya, ayah yang akan mengeluarkan semua nya."
Ayah Cheril sepertinya mengerti dengan apa yang Elvano pikirkan.
"Ta tapi om...."
"Kamu masih memanggil om? Panggil ayah..!"
"Ba baik o...Ayah.." Wajah Elvano sedikit memerah.
"Vano, kamu tidak perlu memikirkan apapun, ayah akan mengatur semuanya untuk kalian. Yang paling penting kamu dan Cheril harus mempersiapkan diri kalian. Itu saja."
Kata-kata tuan besar Senjaya seperti nya sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi. Ia ingin semua nya segera terlaksana bukan tanpa alasan, ia khawatir jika tidak dipercepat mungkin ia akan berubah pikiran dengan keputusan nya saat ini.
Akhir nya ketiga orang yang ada di ruangan santai bersama dengan ayah Cheril sudah tidak bisa berkomentar apapun lagi.
Yang paling terlihat tidak begitu menerima adalah Ibu. Ibu Cheril masih belum bisa menerima Elvano dengan hati terbuka setelah mengetahui ia bukan Sandi apalagi Elvano hanya karyawannya sendiri, yang sama sekali tidak sepadan bagi keluarga nya. Jelas membuat nya sedikit kecewa.
Setelah pembicaraan tersebut suasana hening pun tercipta hingga Elvano pamit.
Dan setelah hari ini Cheril dan Elvano juga sudah tidak pernah lagi bertemu. Mereka lebih memilih menyibukkan diri mereka dengan pekerjaan masing-masing, semua yang berurusan dengan hari pertunangan memang sudah di tangani oleh orang kepercayaan Dedy Senjaya, yaitu manager Billy.
Di kantor para karyawan Indos Perkasa juga membicarakan hal ini, terutama pada kalangan fans Elvano, banyak dari yang mereka merasa iri dan kecewa karena pangeran yang mereka puja puja akan segera mengakhiri masa lajangnya. Begitu pun juga dengan para fans nya nona Cheril.
Mereka semua memang sudah tau tentang hubungan kedua orang ini ketika kejadian di kantor beberapa waktu yang lalu, namun mereka sama sekali tidak menyangka kedua nya akan secepat ini melangsungkan acara pertunangan bahkan 1bulan kemudian mereka juga akan segera menikah.
Sedangkan Ibu Cheril masih sesekali berusaha mencoba mencegah pertunangan serta pernikahan yang akan segera digelar itu, sesekali ia mencoba mengusik pendirian suaminya supaya ia membatalkan semua itu, namun semua usahanya hanya sia-sia.
Sementara itu Elvano juga masih memilih waktu yang tepat untuk menyampaikan kabar gembira ini pada ibu nya, ia masih belum mengatakan apapun pada ibu nya hingga 2hari sebelum acara pertunangan itu akan di gelar. Ntah apa yang menjadi alasan Elvano menunda begitu lama untuk memberitahukan pada ibu Anita tentang kabar gembira ini.
Kalau Cheril, ia masih menjalani hari-hari nya seperti biasa. Setelah kuliah ia tetap ke butik memantau perkembangan butik nya,semua karyawan di sana juga belum di beritahukan oleh Cheril tentang kabar pertunangan nya apalagi pernikahan, ia berencana akan memberitahukan pada karyawan nya 1hari sebelum acara itu di gelar sekaligus mengundang mereka untuk hadir di acara tsb.
Yang kebakaran jenggot adalah Bram. Bram sudah mendapatkan kabar tentang pertunangan itu, ia sangat murka mendengar kabar itu.
"Berani sekali dia menantang ku, lihat saja apa yang akan aku lakukan."
Bram sangat marah, begitu pun dengan Jimmy. Sejak mendapat kabar tsb mereka sudah menarik semua saham dari perusahaan Indos Perkasa yang membuat perusahaan ini kini terancam bangkrut.
soal ini, yang mengetahui nya hanya Dedy Senjaya yang memang sudah tidak kaget lagi beserta manager Billy, karna ia yang memegang kendali semua yang berurusan dengan Indos Perkasa baik di cabang baru mau pun cabang inti. Selain mereka tidak ada orang lain yang mengetahui hal ini.