Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Elvano di angkat menjadi Presdir Astra Investama Group menggantikan ayah nya


Satu lagi permintaan dari keluarga setiono yang tidak bisa di tolak oleh Ibu Anita, yaitu mereka mengutus sopir keluarga mereka untuk mengantarkan Ibu Anita menuju ke kediamannya.


Sekali lagi Elvano pun merasa jauh lebih tenang dengan keputusan yang diambil oleh kedua orangtuanya itu.


Setelahnya, Elvano dan ayahnya pun berangkat ke kantor.


----------------------------


Gedung Astra Investama Group


Pukul 8 Pagi gedung milik ayahnya Elvano ini memang sudah beroperasi. Suasana di gedung Astra Investama Group saat ini memang sudah sangat padat dengan para karyawan yang memulai aktivitas mereka.


Sedangkan Elvano dan ayahnya masih di dalam perjalanan menuju ke sana.


Tuan William juga belum memberitahukan tentang pengumuman penting yaitu pergantian Presdir Astra Investama Group pada para karyawannya, termasuk juga Manager Li juga belum tau tentang ini. Ia memang ingin memberikan kejutan bagi mereka semua.


Beberapa saat kemudian mobil yang mereka tumpangi pun memasuki perkarangan perkantoran gedung Astra Investama Group. Setelah memarkirkan kendaraan mereka, sang sopir segera berlarian untuk membukakan pintu kepada Tuan Muda dan juga Tuan Besarnya.


Kemudian ayah dan anak ini segera menuju kedalam area gedung saling berdampingan.


Semua orang yang melihat kedatangan mereka langsung menundukkan tubuh mereka pertanda hormat pada kedua orang ini. Mereka berjalan dengan sangat gagah menuju ke dalam lift khusus membuat semua yang menyaksikan nya bertanya-tanya siapa laki-laki tampan yang bersama dengan bos mereka itu sebab jika sedang bersama tamu, Tuan William tidak pernah menggunakan lift khusus.


Lift khusus yang mereka tumpangi ini memang langsung berhubungan dengan ruang Presdir, karena itulah lift ini hanya di gunakan khusus untuk dirinya atau keluarga Setiono saja. Manager Li saja jika tidak sedang bersama Tuan William ia pun menggunakan lift karyawan.


Setelah lift yang ditumpangi mereka tiba di lantai paling atas mereka berdua segera keluar dari lift tsb dan menuju ke arah ruangan Presdir yang merupakan ruangan ayahnya dan akan menjadi ruangan Elvano mulai hari ini.


Jegrek


Tuan William membuka pintu ruangannya.


"Vano, ini adalah ruangan Ayah, dan mulai hari ini ruangan ini akan menjadi milikmu," jelas Tuan William sembari melirik ke arah Elvano ketika berada di depan pintu ruangan Presdir.


Elvano tidak menjawab apapun, ia hanya melemparkan pandangannya menyusuri seluruh ruangan yang ada di hadapannya. sebuah ruangan yang sangat luas, yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang juga tak kalah mewah. Seperti ruangannya di Indos Perkasa waktu itu, ruangan ini juga memiliki pintu yang menghubungkan ruangan kerja dengan ruangan istirahat khusus untuk pemilik ruangan ini.


Sesaat kemudian mereka pun melangkah masuk ke dalam ruangan itu.


Tuan William menjatuhkan dirinya di atas kursi kebesarannya lalu meraih telepon yang terletak di atas meja dan menekan beberapa angka pada telepon tersebut untuk menghubungi Manager Li.


"Hallo ...," terdengar suara dari balik telepon."


"Manager Li, ini saya ...,"


"Eh, selamat pagi Tuan, ada yang bisa saya lakukan untuk Tuan?" sapa Manager Li sambil melemparkan pertanyaan. Biasanya jika Tuan William menggubungi beliau, pasti ada yang ia perlukan.


"Iya, ada ... Saya ingin kamu mengumpulkan seluruh karyawan di ruangan aula sekarang juga, karena sebentar lagi saya akan mengumumkan hal penting," jawab Tuan William yang membuat Manager Lin sedikit tidak mengerti.


Ada hal penting apa sampai harus mengumpulkan seluruh karyawan ....


Sebelumnya hal ini bahkan belum pernah terjadi, karyawan hanya pernah dikumpulkan di aula untuk merayakan sebuah pesta, merayakan ulang tahun perusahaan misalnya, jika untuk menyampaikan hal penting itu sama sekali belum pernah terjadi.


"Manager Li? Anda bisa mendengar saya?" Tuan William menyapa manager Li yang terdiam.


"Eh, i- iiya Tuan ... Saya mengerti. Saya akan mengumpulkan semua karyawan sekarang juga," jawab manager Li kemudian.


"Masih ada yang bisa saya lakukan lagi Tuan?" Manager Li kembali bertanya


"Tidak, hanya itu saja ... Terimakasih Manager Li." icap Tuan William sekaligus menutup pembicaraannya.


Tut Tut Tut


( Bunyi nada telepon terputus )


Manager Li segera melaksanakan tugas yang diberikan padanya untuk mengumpulkan semua karyawan di ruangan aula. Para karyawan juga tidak kalah heran ketika mereka dikumpulkan di ruangan itu di saat sedang tidak menggelar pesta apapun dan tepatnya pada jam kerja seperti ini.


Mereka mulai menerka-nerka, mungkinkah ada PHK besar-besaran? dan berbagai persepsi lainnya.


Sesaat setelah semuanya telah berkumpul Manager Li kembali menghubungi ke ruangan Presdir untuk melaporkan tugasnya yang sudah terlaksana.


Mendengar itu Elvano dan Tuan William pun segera menuju ke ruangan aula.


Ketika mereka tiba di aula, mereka menuju ke arah pintu khusus yang langsung tertuju pada panggung aula. Di depan pintu sendiri Manager Li dan sekretaris Helen telah menunggu di depan pintu.


"Selamat pagi Tuan!" sapa Manager Li


"selamat pagi pak!" sapa Sekretaris Helen


Sapa keduanya beriringan sambil membungkukkan badan.


Mata mereka kini tertuju pada Elvano, lelaki tampan yang berada di samping Tuan William dengan setelah jas berwarna hitam yang dipadukan dengan kemeja putih dengan dasi berwarna biru langit yang membuat lelaki itu tampil begitu elegan.


"Selamat pagi!" jawab Tuan William membalas sapaan kedua orang itu sekaligus.


Kemudian Elvano pun menjabat tangan mereka bergantian sambil menyebut namanya.


"Elvano Setiono," ucap Elvano.


Elvano Setiono ...


Batin kedua orang itu bersamaan.


Manager Li dan sekretaris Helen juga saling berpandangan.


Mereka mulai mengerti kenapa semua karyawan dikumpulkan di aula, tanpa harus dijelaskan lagi, mereka sudah tau bahwa lelaki tampan ini adalah putra dari pemilik Astra Investama Group yang selama ini dicari-cari oleh Tuan William.


Setelah perkenalan dengan kedua orang itu Elvano dan Tuan William kembali melangkahkan kaki kedalam ruangan aula setelah dibukakan pintu nya oleh Manager Li.


Manager Li dan sekretaris Helen juga ikut masuk dan berdiri di samping pintu bagian dalam aura. Sementara Elvano dan Tuan William langsung naik ke atas panggung.


Semua karyawan yang sudah berkumpul di ruangan aula kini menatap ke arah panggung lekat. Mata mereka lebih tertarik melirik ke arah Elvano, selain merasa pria itu orang asing, sebagian dari mereka juga terpesona dengan ketampanan lelaki itu. Terutama para karyawan yang berjenis kelamin wanita dan masih lajang.


Siapa laki-laki itu? ... Tampan sekali.


Demikianlah kira-kira isi hati mereka.


Tuan William sudah meraih microphone yang tersedia di atas panggung dan bersiap untuk berbicara.


"Selamat pagi semuanya, para karyawan Astra Investama Group yang saya hormati ...,"


"Selamat pagi!" jawab seluruh karyawan yang ada di dalam ruangan membalas salam dari pimpinan mereka.


"Hari ini saya mengumpulkan kalian semua di sini, untuk mengumumkan hal yang sangat penting,"


"Kalian pasti sudah melihat lelaki gagah yang berdiri di samping saya ini, perkenalkan beliau ini adalah putra saya, Elvano Setiono,"


Seketika ruangan itu menjadi gaduh.


"Oh, rupanya dia anak Presdir. Yang selama ini dicari oleh nya?!"


"Sudah ganteng, anak Presdir lagi ... Ah aku mau banget jadi pendampingnya ...,"


"Aku juga mau ...,"


"Aku juga ...,"


Para karyawan saling berbisik sesama mereka.


Manager Li segera mengambil alih dengan meraih microphone lainnya untuk menenangkan kembali ruangan yang gaduh.


"Mohon perhatiannya sebentar, harap tenang dulu semuanya!" ucap Manager Li, sesaat kemudian ruangan aula kembali tenang. Dan Tuan William pun melanjutkan pembicaraan yang masih menggantung itu.


"Terimakasih atas kerjasamanya," Ucap tuan William setelah Manager Li berhasil membuat suasana gaduh kembali tenang.


"Baiklah, saya akan melanjutkan kembali,


mulai hari ini, putra saya akan menggantikan saya di perusahaan ini sebagai Presdir untuk memimpin Astra Investama Group,"


Kericuhan kecil kembali terjadi, tapi mereka masih bisa mengontrol emosi mereka sehingga sesaat kemudian ruangan kembali tenang tanpa harus ditenangkan.


"Saya berharap kalian semua bisa membantu nya untuk melakukan tugas nya, sekali lagi mohon kerja sama nya!" pinta Tuan William sekaligus mengakhiri pembicaraan.


"Sekarang giliranmu Vano, sampaikanlah 1, 2 patah kata!" pinta Tuan William pelan pada Elvano.


Elvano lalu meraih microphone yang diberikan oleh ayahnya dan menyapa semua yang ada di sana.


"Selamat pagi semuanya!" sapa Elvano yang membuat beberapa wanita merasa meleleh ketika mendengar suara Elvano.


"Ah, sexy sekali suaranya ...," ujar para wanita yang mulai mengidolakan Elvano.


di antara mereka bahkan ada yang memegang kedua pipinya sambil menatap Elvano lekat.


"Pertama-tama saya ingin mengucapkan terimakasih pada Ayah saya yang sudah mempercayakan saya untuk memimpin perusahaan ini,"


"Saya berjanji akan berusaha semaksimal mungkin agar perusahaan ini bisa terus berkembang."


"Dan tentunya saya tidak bisa melakukan semua itu sendiri, jadi saya sangat mengharapkan kerjasama dari kalian semua,"


Kalimat terakhir sekaligus menjadi penutup pembicaraan Elvano yang juga mengundang tepuk tangan dari seluruh karyawan yang ada di sana termasuk Sekretaris Helen dan Manager Li.


Dengan demikian, Elvano telah resmi diangkat sebagai Presdir untuk menggantikan ayahnya.