
Setelah taksi itu berhenti Elvano pun turun dari mobil, dan ia segera berlari ke arah pintu yang berlawanan dan membukakan pintu mobil untuk Cheril, ini merupakan kali pertama Elvano membukakan pintu mobil untuk seorang wanita, selama ini Elvano kan memang belum pernah dekat dengan wanita manapun.
"Ayo turun !" Kata Elvano perlahan sambil mengulurkan tangannya untuk memegang tangan Cheril.
"Kita mau apa disini?" Cheril bukannya turun malah melemparkan pertanyaan.
"Kamu ga lihat yang ada di depan itu tempat apa? Nggak mungkinkan aku mengajak mu berenang di Restoran !" Wajah Elvano sudah sedikit berubah.
"Kamu masih belum mau turun? Apa mau aku gendong?"
"Eh, i-iya, aku turun !" Jawab Cheril secepat kilat, ia sudah menurunkan satu kakinya.
"Heh, kamu ga lihat ya tangan aku sudah terangkat seperti ini?"
"Ah, ma-maaf !" Cheril segera mengangkat tangannya dan meletakkannya diatas tangan Elvano layaknya seorang pangeran yang menyambut sang putri didalam cerita dongeng.
Supir taksi yang melihat kedua insan itu saja sampai takjub.
"Ah, mereka sudah seperti sedang syuting drama Korea saja !" Ucap Pak supir berkata pelan sambil tersenyum.
Setelah membantu Cheril turun dari taksi, Elvano pun membayar ongkos taksi masih sambil menggenggam erat tangan Cheril.
Ia seperti tidak rela sama sekali melepaskan tangan Cheril yang sudah dia raih. Alhasil mereka pun bergandengan layaknya sepasang kekasih masuk kedalam restoran mewah yang terletak dihadapan mereka.
Cheril juga merasakan sesuatu hal yang sangat aneh, ia merasa senang Elvano memegang tangannya seperti itu, rasanya sangat nyaman. Begitulah yang ia pikirkan.
"Kita makan dulu baru aku antar kamu pulang." Ucap Elvano setelah mereka sudah duduk di salah satu kursi yang ada didalam restoran itu.
Cheril Hanya diam saja tidak menanggapi Elvano, lagian dia memang sudah merasa lapar sih, jadi ia lebih memilih sibuk dengan menu yang tersedia diatas meja.
Setelah menemukan menu yang cocok Cheril dan Elvano pun memanggil salah satu pelayan yang ada disana dan memberikan secarik kertas yang sudah mereka isi dengan menu pesanan mereka.
Sembari menunggu makanan disediakan, Cheril dan Elvano hanya diam saja, mereka memilih sibuk dengan telpon genggam mereka masing-masing.
Restoran yang mereka datangi ini termasuk salah satu restoran terbesar di kota XX, orang-orang yang makan di sana rata-rata adalah orang berkelas, Cheril memang sudah beberapa kali makan di tempat ini, sebaliknya ini adalah kali pertama bagi Elvano menapaki kakinya di restoran itu.
Yah, barangkali Elvano sengaja memilih tempat ini hitung-hitung sebagai kencan pertama mereka yang tidak langsung. Jadi Elvano memilih Restoran Elit sebagai tempat special itu.
Bayangkan coba, dari yang paling awal, ia bahkan mengajak Cheril kerumahnya dengan menggunakan angkot, nah sekarang untuk penutupan Elvano malah mengajaknya makan di Restoran yang super mewah. Benar ya kata Cheril, Elvano memang laki-laki yang agak aneh, sangat tidak terduga.
Eh, ini juga persis seperti cerita kehidupan Elvano ya gaes, dari yang paling awal baru lahir sudah harus hidup dalam kekurangan padahal ia dilahirkan dikeluarga yang sangat berada, namun tentu saja suatu hari nanti ia juga akan kembali kepada keluarganya yang asli dan mendapatkan kembali gelar tuayn Muda nya. Sudah seperti cerita hari ini kan gaes? Hehehe.
Tak berapa lama kemudian, Pramusaji pun datang dengan membawakan pesanan kedua orang yang duduk dimeja nomor 2.
Ia kemudian meletakkan semua pesanan itu dengan perlahan.
"Silahkan dinikmati Tuan dan Nona." Ucap pramusaji itu sopan sambil tersenyum setelah selesai meletakkan semua makanan diatas meja.
Cheril dan Elvano pun mengangguk pelan juga dengan senyuman diwajah mereka.
"Cheril, buka mulut mu !" Ucap Elvano sambil menyuapkan sesendok makanan miliknya ke arah Cheril.
"Eh, Cheril sedikit kaget, namun segera membuka mulutnya karna wajah Elvano sudah mulai berubah.
Hup !
Cheril menikmati makanan yang Elvano suapkan kedalam mulutnya.
Enak. Makanan disini memang terkenal enaknya sih..
Cheril bergumam didalam hatinya memuji makanan yang ada di Restoran itu.
Cheril pun kembali meraih sendok dipiringnya, mengambilkan satu sendok makanan miliknya, dengan reflek ia pun melakukan hal yang sama dengan yang sudah Elvano lakukan terhadap nya, ia menujukan sendok itu ke arah mulut Elvano, membuat Elvano luar biasa kaget. Tentu saja Elvano sangat senang, didalam hati ia sudah loncat kegirangan, ia tidak menyangka Cheril akan melakukan itu tanpa dia suruh.
Dengan segera Elvano pun membuka mulut nya lebar.
Hup !
Satu sendok makanan mendarat dengan sangat cantik didalam mulut Elvano.
Elvano sudah tidak bisa merasakan cita rasa dari makanan itu, rasa senang dalam hatinya lebih mendominasi daripada rasa nikmat pada makanan tersebut baginya saat ini.
Sedangkan Cheril jangan ditanya lagi, wajahnya sudah memerah saat ini, ia juga sedikit kaget dengan tingkah lakunya yang dengan reflek menyuapkan makanan kepada Elvano.
Ia merasa kelakuannya yang membuat hati Elvano berbunga-bunga itu adalah suatu hal yang sangat memalukan baginya.
Ah, kenapa aku bisa melakukan itu.
Wajah Cheril sudah semerah tomat saat itu. Jika bukan sedang makan, mungkin Elvano sudah tidak tahan untuk tidak mencium nya karna wajahnya yang sangat menggemaskan itu. Elvano pun menatap Cheril dengan sangat lekat.
Cheril yang menyadari tatapan Elvano yang tidak bisa dia artikan itu segera menundukkan kepalanya hanya menghadap pada makanan dipiringnya sambil menyuapkannya kedalam mulutnya.
Seketika mereka berdua pun sibuk dengan piring masing-masing tanpa mengeluarkan sepatah kata pun lagi.
"Cheril ?!" Tiba-tiba seseorang memanggil Cheril.
Cheril pun mengangkat wajahnya, dan ia sangat kaget, ternyata orang itu adalah Jimmy. Orang yang akan Ayahnya jodohkan padanya.
"Eh..." Cheril tidak dapat melanjutkan perkataannya.
"Itu siapa Cher?" Jimmy lanjut bertanya
"Eh, tunggu dulu, sepertinya aku pernah melihat dia deh, tapi dimana ya? Jimmy mulai memutar memorynya. Ia memang pernah bertemu dengan Elvano 1x di gedung Indos perkasa, waktu itu Jimmy sedang ada Pertemuan di gedung lama milik Indos Perkasa.
Elvano hanya diam saja, ia masih mengingat laki-laki itu dengan jelas, menurut Elvano laki-laki itu sangat sombong saat pertemuan pertama mereka di PT Indos Perkasa waktu itu. Jadi Elvano sedikit tidak suka pada nya. Tidak disangka ia harus bertemu lagi dengan dengan orang itu di tempat ini pada waktu yang sangat tidak tepat seperti ini juga. Membuat selera makan Elvano jadi menurun saja.
Namun Elvano masih belum tau bahwa Jimmy adalah orang yang ingin Ayah Cheril jodohkan pada Cheril.