
Waktu memang sangat cepat berlalu jika kita sedang menikmatinya bersama dengan orang-orang yang kita cintai. Tak terasa siang pun sudah hampir berganti sore. Waktu itu sudah menunjukkan pukul 14.40.
Niko dan yang lainnya juga sudah membubarkan diri dari pesta kecil yang sedang digelar.
Satu kemajuan kecil terjadi di dalam hubungan Niko dan Nikita.
Akibat Niko yang sedang mabuk karena meminum wine yang terlalu berlebihan, dia jadi lebih membuka diri untuk Nikita. Bahkan dia mengajak Nikita untuk bertukar nomor ponsel. Tentu saja Nikita yang masih sangat sadar itu merasa sangat malu. Hingga wajahnya memerah seketika. Sementara Erik dan Tania yang menyaksikan semua itu merasa bahagia. Ya, semoga saja ini akan menjadi sebuah perawalan yang baik, supaya keenam sahabat ini bisa melakukan bulan madu bersama suatu hari nanti. Hehehe.
Karena sedang mabuk, Erik tidak mengijinkan Niko yang ngotot ingin pergi ke rumah Ibu Anita. Jadi Erik pun meminta Niko untuk tetap tinggal di hotel dan beristirahat di kamar hotel khusus dirinya. Di hotel Belle ini memang terdapat beberapa ruangan khusus. Ruangan khusus untuk Manager Astra Investama Group, juga ruangan khusus untuk keluarga Setiono dan jelas dong, dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang jauh lebih mewah dari kamar lainnya.
Jika Niko tetap tinggal di hotel, lain halnya dengan ketiga sahabat Elvano dan Cheril yang lainnya. Erik beserta kedua gadis cantik lainnya memilih pulang ke rumah mereka masing-masing. Setelah Erik mengantar Nikita dan Tania pulang ke rumah mereka, dirinya segera menuju ke kediaman Ibu Anita. Selain memberikan kabar tentang Niko, Erik juga ingin menjemput Ibunya untuk pulang.
Saat ini Erik sudah berada di depan rumah Ibu Anita. Erik lalu turun dari mobilnya menuju ke arah rumah.
Tok tok tok
Erik mengetuk pintu.
"Siapa?" Teriak Ibu Anita dari dalam.
"Ini saya Bu, Erik."
"Masuk saja Nak, pintunya tidak dikunci." Jawab Ibu Anita masih sambil berteriak.
Sebelumnya Cheril sudah hendak beranjak untuk membukakan pintu, tapi Ibu Anita mencegah hal itu. Karena mengingat pintu itu tidak dikunci tadi. Lagian dia juga sudah bisa menebak, siapa yang datang. Dan tentu saja tebakan itu sangat tepat.
Jegrek
Pintu berbuka perlahan.
Erik masuk ke dalam rumah dan menuju ke arah titik perkumpulan.
"Eh Rik, kok Niko tidak ikut denganmu, dimana dia?" Tanya Elvano heran karena Erik hanya datang seorang diri.
"Oh, itu, Niko mabuk No, jadi aku minta dia tetap tinggal di hotel. Sepertinya dia sudah tertidur." Jelas Erik.
"Wah, ternyata dia mau juga ya menikmati perjamuan itu." Tanggap Elvano sambil tersenyum. Elvano terlihat puas.
Demikian juga Erik, dia juga tersenyum. Lalu Erik juga menceritakan apa yang terjadi di antara Niko dan Nikita pada Elvano.
Mendengar itu tentu membuat senyuman Elvano semakin mengembang, termasuk juga Cheril yang ikut mengembangkan senyuman di wajahnya. Ibu Anita serta ibu Erik juga turut merasakan kebahagiaan itu.
Para sahabat ini bukan hanya sekedar sahabat, mereka juga sudah seperti keluarga. Saling menyayangi, saling mengasihi, saling mendukung, membantu, dan juga berbahagia bersama. Sungguh sangat indah.
Bukannya sebuah persahabatan itu memang seharusnya begitu?
Semoga kita semua juga memiliki sahabat yang seperti ini ya Readers.
Setelah perbincangan itu, Erik sudah langsung mengajak ibunya pulang. Sementara Cheril dan Elvano juga segera bersiap-siap, mereka akan mengunjungi keluarga Cheril, seperti yang sudah direncanakan dari awal.
_
_
_
Sesaat kemudian, mereka berdua sudah selesai membersihkan diri. Dan keduanya sudah siap menuju kediaman keluarga Senjaya yang merupakan keluarga Cheril.
Cheril terpaksa tidak mengganti pakaian mereka, karena mereka memang tidak membawa baju ganti. Sementara Elvano memilih mengenakan pakaian lamanya yang masih tersimpan di dalam lemari kamar. Rencananya Elvano ingin mengajak Cheril ke Mall setelah acara pesta itu, namun semua rencana itu berantakan karena perihal Ibu Anita yang sedang sakit.
"Bu, kami pamit ya." Ucap Cheril pada Ibu Anita.
"Iya, kalian hati-hati!" Pesan Ibu Anita.
"Iya Bu." Jawab Cheril singkat.
"Oh iya, mungkin malam ini kami akan menginap di rumah Cheril, Bu." Elvano ikut bersuara. Dan di tanggapi Ibu Anita dengan anggukan.
Kemudian pasangan ini pun segera berlalu dari kediaman ibu angkat Elvano itu, tak lupa Elvano juga meninggalkan pesan seabrek untuk ibunya itu.
Istirahat yang banyak ya Bu, jangan lupa minum obat, jika ada apa-apa hubungi kami, hingga kalimat yang sangat tidak masuk akal pun terucap. Yaitu, Ibu jika merasa lapar, jangan tidak makan. Makan yang banyak biar kenyang.
Ya ampun Tuan Muda Elvano ini. Semua orang juga pasti tau untuk yang satu ini.
Mengingat waktu yang baru menunjukkan pukul 15.35, Elvano memilih mengajak Cheril mampir ke Mall Z lebih dulu. Selain membelikan Cheril beberapa pakaian ganti, mereka juga membelikan buah tangan untuk dibawakan ke rumah Cheril.
_
_
Tiba di Mall Z. Kedua orang ini segera masuk ke dalam saling bergandengan mesra. Membuat iri semua yang melihat. Pasangan ini adalah pasangan yang sangat sempurna. Satunya cantik, satunya tampan. Jelas, ketika mereka melangkah masuk, semua mata sudah menujukan pandangan mereka pada pasangan ini. Ada yang mengagumi, adapula yang merasa iri. Jika Cheril hanya cuek saja, berbeda dengan Elvano yang malah sudah sangat risih dengan tatapan orang-orang itu.
Sesekali dia malah melototi orang-orang yang menatap mereka.
Kenapa sih orang-orang ini terus melihat istriku. Mau cari masalah ya sama aku.
Kalimat inilah ada di benak Elvano saat itu. Dia menganggap semua mata yang tertuju pada mereka hanya karena ingin melihat istrinya yang cantik itu.
Setelah selesai menemukan semua barang yang ingin mereka beli, pasangan ini menuju kasir untuk membayar. Tak disangka, malah terjadi hal yang tak terduga.
Ada seorang perempuan yang tiba-tiba datang memeluk Elvano erat.
"Eh .... Siapa kamu?" Ucap Elvano sambil melepaskan pelukan perempuan itu.
Tak hanya Elvano yang kaget, Cheril pun kaget.
"Sayang, kamu kok pura-pura tidak mengenalku? Aku ini kan kekasihmu." Ucap perempuan yang tak dikenal itu masih berusaha menyentuh Elvano kembali.
"Heh! Jangan sembarangan berbicara ya. Saya tidak mengenal anda." Tanggap Elvano tegas.
Tiba-tiba wanita ini malah menangis.
Hik hik hik hik
Membuat Elvano dan Cheril semakin kebingungan. Saat itu Elvano sudah langsung memeluk istrinya erat.
"Kamu sungguh tega ya Vano, aku kan sedang mengandung anakmu. Kamu malah bermesraan dengan wanita lain." Ujar wanita itu kemudian yang membuat bola mata Cheril hampir keluar dari tempatnya.
Sama halnya dengan Elvano. Dia juga sangat kaget mendengar itu.
"Apa yang dikatakan oleh wanita ini benar Vano?" Cheril melemparkan pertanyaan pada Elvano dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
"Tentu saja tidak sayang, aku sama sekali tidak mengenal perempuan ini."
"Heh! Kamu siapa? Jangankan menghamili mu. Aku bahkan tidak mengenalmu. Kamu mau cari mati ya? Berani sekali mengaku sebagai kekasihku?" Murka Elvano.
Bukannya merasa takut, wanita itu malah semakin ngegas.
"Kamu sungguh tega Vano. TEGA." Teriak wanita itu kuat, membuat seisi Mall menujukan pandangan ke arah mereka.
Sebagian orang yang mengenal Elvano, termasuk para karyawan Mall yang mengenal laki-laki itu dengan baik mulai membicarakan Elvano. Sepertinya akan segera menjadi trending topik, dengan hashtag Presdir Astra Investama Group telah menghamili seorang wanita di luar nikah.
Saat itu perasaan Cheril sudah bercampur aduk. Terlihat dari paras ayunya, raut kebingungan ada disana.
"Vano, jujur padaku, apa benar yang dikatakan oleh wanita ini?" Sekali lagi Cheril melemparkan pertanyaan yang sama pada Elvano.
"Aku kan sudah mengatakan padamu sayang, aku tidak mengenal orang ini. Kamu harus percaya padaku!" Jelas Elvano sambil memohon.
Sementara wanita itu masih terus berusaha meyakinkan Cheril bahwa dia adalah kekasih Elvano, membuat Cheril merasa sangat tertekan. Akhirnya Cheril memilih pergi dari Mall itu meninggalkan Elvano beserta semua barang belanjaan mereka.
Ia berlari sambil menangis menuju pintu keluar dan langsung menyetop sebuah taksi yang kebetulan lewat, lalu pergi begitu saja tanpa menghiraukan Elvano yang terus berusaha menjelaskan padanya tentang dirinya yang memang tidak mengenal perempuan itu.
Aaaaaaaaaaaaaah
Elvano berteriak kesal. Lalu masuk kembali ke dalam Mall menemui perempuan tadi untuk meminta penjelasan padanya.