
Setelah perbincangan tadi, Elvano dan Niko segera beranjak dari rumah Ibu Anita dan melaksanakan tugas yang sudah menanti mereka.
Hari ini ada 3 perusahaan yang akan mereka kunjungi. Yang mendapat giliran pertama adalah Hotel Belle.
Tidak banyak yang dapat mereka bahas di sana. Semuanya sudah berjalan dengan sangat lancar.
Termasuk juga kunjungan kedua mereka yaitu Mall Z. Elvano sama sekali tidak salah sudah mengganti Manager Mall itu, buktinya setelah dipegang oleh Manager yang baru, Mall itu jauh lebih membaik omsetnya.
Elvano merasa sangat puas dengan pekerjaan Manager itu.
Dalam meninjau kedua perusahaan inti milik pribadi keluarga Setiono ini, tidak membutuhkan waktu yang terlalu banyak untuk dihabiskan. Hanya membutuhkan sekitar 3-4 jam saja. Tepat pukul 12.00, Elvano dan Niko sudah selesai dengan kedua perusahaan itu.
Sesaat sebelum mereka kembali melanjutkan perjalanan bisnis mereka menuju perusahaan ketiga, Elvano dan Niko memilih makan siang lebih dulu. Tepat pukul 13.00 mereka kembali melanjutkan perjalanan bisnis yang menurut mereka mungkin juga tidak akan membutuhkan waktu yang banyak. Niko bahkan menargetkan harusnya pertemuan ini akan jauh lebih singkat. Yaitu 1-2 jam saja. Padahal prediksi mereka salah besar kali ini.
Justru di perusahaan inilah waktu mereka tersita sangat banyak. Membuat Elvano hampir murka.
Dapatkah kamu menebak perusahaan ini milik siapa?
Ya, ini adalah perusahaan milik keluarga Tika. Masih ingat kan dengan Tika? Benar sekali, wanita ini adalah salah satu fans terberat Elvano di kampusnya dulu.
Sebelumnya Elvano memang sudah pernah mengunjungi perusahaan ini bersama Manager Li, tapi pada waktu itu ia tidak bertemu dengan Tika di sana. Dan waktu itu juga Elvano dan Manager Li hanya menghabiskan 2 jam saja untuk mengunjungi perusahaan tersebut. Jadi wajarlah jika dirinya berpikir kunjungan kali ini juga hanya membutuh waktu yang sama dengan waktu itu.
Saat Elvano dan Niko baru saja memasuki perusahaan itu, Tika sudah melihat kedua laki-laki ini dari kejauhan. Hanya saja ia sedikit ragu dengan apa yang ia lihat. Bagaimana tidak, penampilan Elvano memang sangat berbeda. Demikian juga dengan Niko. Yang ia tau waktu itu Niko hanya sekedar sopir angkot, sekarang ia malah terlihat sangat elegan dengan balutan pakaian formal yang ia kenakan.
Eh, apa itu Elvano.. Dan itu sopir angkot yang waktu itukan.. Tapi kenapa penampilan mereka berdua sangat berbeda ya dengan yang dulu..
Gumam Tika dari kejauhan.
Karna penasaran ia pun segera mendekati kedua laki-laki itu. Saat dirinya sudah semakin dekat, ia dapat melihat dengan lebih jelas, dan kali ini dia sangat yakin, itu memang Elvano. Dan laki-laki di sampingnya juga adalah sopir angkot itu.
Walaupun penuh tanya, Tika tetap segera mengeluarkan suaranya memanggil Elvano yang sudah lama menghilang itu.
"Vano...." Ucap Tika memanggil Elvano.
Sebelumnya Elvano memang tidak menyadari kehadiran Tika, karna ia sedang fokus dengan ponsel di tangannya. Saat itu ia sedang WhatsApp dengan Cheril. (Heh! Jangan lupa makan siang!), begitulah yang sedang ia ketik saat itu. Elvano memang selalu mengingat untuk menyapa Cheril ketika ia sedang tidak berada di sampingnya.
Mendengar suara memanggil namanya, Elvano segera mendongakkan wajahnya.
Niko juga ikut melemparkan pandangannya ke asal suara panggilan tersebut.
"Eh....
Kenapa wanita ini ada di sini..
Elvano sedikit kaget melihat Tika ada di perusahaan itu. Elvano memang tidak tau, perusaan ini adalah milik keluarga Tika.
Niko juga jelas masih bisa mengenali wanita ini. Wanita yang pernah dikerjai oleh Elvano. Ia sedikit tersenyum kecil mengingat kejadian itu.
"Ini sungguh kamu ya Vano? Aku sangat merindukanmu.. Kamu kemana saja selama ini? Dan kenapa kamu bisa berada di sini? Dan kenapa penampilanmu juga sangat berbeda saat ini?" Tika sudah melemparkan pertanyaan yang segunung selain itu ia juga sudah berusaha meraih tangan Elvano untuk ia peluk. Membuat Niko yang melihatnya melebarkan senyuman kecilnya tadi. Sementara Elvano,ia tidak terlihat ingin menjawabnya sama sekali dan juga berusaha menghindari pelukan Tika.
"Heh! Kamu juga, bukannya kamu sopir angkot itu? Jelaskan padaku apa yang sebenarnya sudah terjadi!"
Kali ini Ia mencoba mengurik informasi dari Niko.
"Hmmm...
"Nona, kami di sini sedang ingin melakukan kunjungan bisnis!" Jawab Niko akhirnya.
"Maksud kamu?" Tika semakin penasaran.
"Ya, seperti yang kamu dengar tadi. Kami sedang melakukan perjalanan bisnis Nona! Apakah kami bisa bertemu dengan Direktur Gunawan?" Niko kembali mengulangi jawabannya yang tadi dan menambahkan sedikit pertanyaan di belakangnya.
Tika sudah semakin penasaran saja dengan apa yang dikatakan oleh Niko. Terlihat jelas dari raut wajahnya.
"Pak Gunawan adalah Ayahku. Memangnya kalian sudah membuat janji dengannya?" Tika memilih melempar pertanyaan. Siapa tau rasa penasarannya bisa segera terbayar, pikirnya.
"Tentu saja Nona! Kami dari Astra Investama Group Nona!" Jawab Niko penuh wibawa.
'Apa? Jadi mereka dari Astra Investama Group? Perusahaan yang sangat besar itu? Yang sahamnya paling besar di perusahaan ini? Atau jangan-jangan yang dimaksudkan Ayah, Presdir baru Astra Investama Group yang masih sangat muda dan tampan itu adalah Elvano?'
Mendengar jawaban Niko membuat Tika terbengong sesaat sambil berkata-kata di dalam hatinya. Dari segi penampilan ia memang bisa menilai, harusnya Elvano adalah majikan dari Niko. Jadi ia pun berpikir, pasti Elvano yang dimaksud oleh ayahnya, bukan Niko. Karna alasan ini jugalah Tika ada di sini saat ini. Ayahnya yang sudah mengetahui kedatangan Elvano sebelumnya meminta Tika untuk datang ke perusahaan, karna ia ingin mempertemukan Tika dengan Elvano. Ayah Tika bermaksud ingin menjodohkan putrinya itu dengan Elvano.
"Jadi, Vano adalah Presdir baru itu?" Tika kembali melempar pertanyaan.
"Iya Nona! Apa kami bisa bertemu dengan Tuan Gunawan?" Jawab Niko, dan ia juga masih melemparkan pertanyaan yang sama dengan yang tadi.
"Tentu saja! Mari aku antar ke ruangan Ayahku!" Ucap Tika akhirnya. Dan ia sudah Kembali berusaha meraih tangan Elvano yang dengan sigap ditepis oleh Elvano.
"Jaga sikap anda Nona!" Ujar Elvano ketika Tika mencoba mengulangi perbuatannya yang sangat memalukan itu.
Huuuuuuh
Dia masih seperti yang dulu.. Tetap saja dingin.. Yang berbeda hanya penampilannya. Aku jadi semakin jatuh cinta pada dia...
Kalau tau ayah ingin menjodohkan ku dengan Elvano, aku tidak mungkin menolaknya dari kemarin-kemarin.
Sekali lagi Tika berkata-kata dalam hatinya sambil tersenyum tipis.
Sesaat kemudian mereka pun tiba di depan
pintu ruangan Presdir perusahaan itu. Dan setelah mengetuk pintu itu 2 kali yang dilakukan oleh Tika, mereka bertiga segera masuk ke dalam ruangan.
Tuan Gunawan yang sedang duduk segera beranjak ketika melihat tamu pentingnya sedang berada di sana. Dan ia sedikit kaget, melihat putrinya juga masuk bersama kedua orang ini.
"Eh, Tika, kenapa kamu bisa bersama dengan mereka?"
Akhirnya bukannya menyapa kedua tamunya, Tuan Gunawan malah melempar pertanyaan yang ditujukan untuk Tika.