
#Monolog
Pada waktu Elvano menolak untuk dijodohkan dengan Tika, Tuan Gunawan sedikit tidak menerima karena Elvano menolak dirinya dengan begitu kasar. Selain itu, Tika sendiri juga terlihat sangat menyukai Elvano. Jadi ia pun merencanakan sesuatu bersama putrinya itu.
"Tika, apa kamu sangat menyukai laki-laki itu?" Tanya Tuan Gunawan.
"Eh.. Iya Yah, Aku memang menyukai nya!" Jawab Tika kemudian, lalu menundukkan wajahnya.
"Hmmm..
"Ayah memiliki sebuah rencana Tika. Kamu ingat? 2 hari lagi akan ada perayaaan yang diadakan untuk peresmian pembukaan sebuah hotel. Ayah yakin Elvano pasti hadir di sana!" Ujar Tuan Gunawan panjang lebar.
Sementara Tika hanya mendengarkan dengan seksama. Ia masih diam dan mencoba bersabar menunggu kalimat berikut dari ayahnya tanpa memiliki niat untuk memotong pembicaraan itu sama sekali.
Karena itu, Tuan Gunawan pun kembali melanjutkan pembicaraannya.
"Tika, Ayah ingin kamu yang hadir di acara itu menggantikan Ayah. Dan kamu harus menaklukkan Elvano di sana!" Tambah Tuan Gunawan kemudiannya.
"Apa maksud Ayah?" Tanya Tika sambil mengangkat alisnya. Ia terlihat sedikit bingung.
"Letakkan obat perangsang ini pada minuman milik Elvano, dan ajaklah dia beristirahat di salah satu kamar hotel di sana ketika ia sudah merasa pusing. Ketika obat itu sudah bekerja, mungkin dia akan sangat bergairah ketika melihat mu. Dan pada saat itulah kamu bisa menuduh nya memperkosa dirimu." Jawab Tuan Gunawan penuh keyakinan.
Setelahnya, Laki-laki itu akan segera masuk ke dalam jebakan kita.. Dan kita akan menuduh nya sengaja memperkosa dirimu, lalu meminta pertanggungjawaban darinya." Lanjutnya lagi yang sekaligus mengakhiri penjelasannya yang panjang itu.
Sementara Tika tersenyum sinis setelah mendengar semua penjelasan rencana yang sedang disusun oleh ayahnya. Ia terlihat sangat menyukai rencana itu.
"Tapi, kamu harus berhati-hati Tika. Jangan sampai dia mengetahui semuanya. Bisa jadi Perusahaan ini akan menjadi taruhannya!" Ujar Tuan Gunawan memperingati Tika.
"Baik Yah.. Tika sudah tau apa yang harus Tika lakukan!" Jawab Tika santai masih dengan senyuman sinis yang ia miliki.
"Bagus! Sekarang simpanlah obat ini dengan hati-hati!"
Tuan Gunawan lalu menyerahkan obat perangsang yang masih ada ditangannya kepada Tika.
Setelahnya mereka pun memutuskan supaya Tika sendiri yang akan menghadiri acara itu, supaya Elvano tidak merasa curiga. Dan Tika pun bisa lebih leluasa dalam melancarkan aksinya.
Dan ketika malam itu tiba, ia sengaja datang lebih awal dari yang lainnya. Tika mendatangi salah satu pekerja bar, lalu memberikan uang untuk laki-laki itu supaya mau menuruti perintahnya. Selain itu ia juga membooking sebuah kamar untuk menjebak Elvano. Setelahnya ia pun hanya tinggal menunggu kehadiran Elvano di tempat itu.
---------------------------------
Back to story
Pada saat Elvano mulai merasa ada sesuatu yang janggal pada dirinya, ia pun mencoba memancing Tika. Ia ingin melihat, apakah wanita ini memang sedang mengerjainya atau tidak.
"Nik.. Kamu pergi booking sebuah kamar untuk ku. Aku ingin beristirahat di sana!" Ucap Elvano kemudian.
Eh, kalau Vano membooking kamar sendiri bisa gagal semua rencanaku..
"Tidak perlu Vano.. Kebetulan aku sudah memesan sebuah kamar kok. Kamu bisa tidur di kamar itu saja!" Ujar Tika tiba-tiba.
Elvano tersenyum tipis, sepertinya ia menemukan titik terang dari permasalahan yang sedang terjadi pada dirinya. Elvano masih bisa mengontrol dirinya saat itu.
"Nona.. Kenapa kamu bisa membooking kamar? Apa kamar itu sengaja diperuntukan untukku?" Elvano melemparkan sebuah pertanyaan pada Tika yang membuat dirinya sedikit tersentak. Ia pun sangat bingung harus menjawab apa saat itu.
"Eh....
"Aku....
Saat melihat gadis itu sangat gugup, Elvano sudah semakin yakin dengan apa yang sedang ia pikirkan saat itu.
"Nona.. Ternyata kamu ingin bermain-main denganku ya? Apa yang sudah kamu masukkan ke dalam minuman itu?" Tanya Elvano masih dengan suara pelan.
"Eh....
Si*l*n... Bagaimana dia bisa mengetahui semua ini...
Tika sudah semakin gugup saat itu. Ia hanya terdiam tak dapat menjawab apapun.
"Nona.. Kamu memasukkan obat perangsang ke dalam minuman itu. Iya kan?" Lanjut Elvano.
"JAWAB AKU!" bentak Elvano tiba-tiba.
Elvano sudah mulai murka karna Tika masih terdiam seribu bahasa.
Untung saja meja mereka terletak di pojok dan sangat dekat dengan bar, jadi suara Elvano masih tertutup dengan suara musik yang cukup keras. Jika tidak, mungkin seisi ruangan akan melemparkan pandangan ke arah mereka.
Tika benar-benar sangat ketakutan saat itu. Ia sudah tak tau lagi harus menjawab apa. Apalagi melihat Elvano semarah itu, tubuhnya sudah semakin bergetar hebat.
"Jika kamu tidak ingin mengakuinya, aku akan mencari tau semuanya sendiri. Dan jika aku menemukan dirimu memang sudah mengerjai ku, akan aku hancurkan Perusahaan milik Ayahmu itu!" Ucap Elvano masih dengan nada yang sangat tinggi.
"Eh....
Saat itu juga Elvano sudah akan beranjak dari kursinya. Dan Tika yang sudah sangat ketakutan pun segera mengakui perbuatannya. Karena ia takut Elvano sungguh akan menghancurkan perusahaan milik ayahnya itu.
"Baiklah! Memang aku yang sudah merencanakan semua itu!" Jawab Tika akhirnya.
Niko terlihat cukup kaget, ia melototkan matanya menatap Tika lekat. Sementara Elvano hanya tersenyum sinis dari sudut bibirnya.
"Heh! Sekalipun kamu memberi aku obat perangsang, aku sama sekali tidak tertarik padamu.. Kamu tau itu? HAH?" Ujar Elvano lagi.
Kata-kata Elvano kali ini jelas membuat hati Tika terdengar sedikit tersayat.
Apa aku seburuk itu bagimu Vano...
Tika sudah hampir meneteskan air matanya mendengar itu.
"Kita pergi dari sini Nik!" Ucap Elvano sesaat kemudian, ketika ia sudah merasa obat itu semakin menguasai dirinya.
Kedua orang itu kemudian beranjak dari sana dan keluar menuju mobil. Meninggalkan pesta yang baru saja akan dimulai.
Sebelum meninggalkan Tika di sana, Niko masih sempat melemparkan tatapan lekatnya pada Tika. Tatapan yang sungguh tidak dapat diartikan. Niko tak menyangka gadis itu bisa melakukan hal yang sangat memalukan seperti itu. Sementara Tika hanya bisa tertunduk ketika menyadari Niko menatap nya lekat.
"Nik.. Kita kembali ke kota X sekarang juga!" Ucap Elvano ketika mereka sudah berada di mobil.
Tentu saja Niko sedikit kaget mendengar itu.
"Aku tidak salah dengar No?" Niko memilih melempar pertanyaan untuk meyakinkan dirinya.
"Aku sudah tidak bisa menahan diriku ini.. Aku harus menemui Cheril Nik!" Ucap Elvano kemudian.
"Eh.... Ba-baiklah!" Jawab Niko sedikit gugup. Wajahnya sedikit memerah ketika mendengar ucapan Elvano yang terdengar sangat memalukan baginya.
Kemudian Niko pun memutar setirnya menuju ke arah bandara. Dan sebelum itu ia lebih dulu menelepon Pilot supaya segera menyiapkan pesawat jet karena mereka akan berangkat sekarang juga.
Pada saat mereka tiba di bandara pesawat jet pun sudah siap untuk mengantar mereka menuju ke kota X.