
Elvano memeluk Cheril cukup lama dalam hening. Sementara Cheril hanya bisa terdiam karena masih merasa ketakutan dengan murka Elvano tadi.
Cheril, taukah kamu seberapa sakit hati ini ketika mengetahui wanita yang sangat aku cintai ternyata masih menyimpan rasa terhadap kekasihnya di masa lalu ....
Rasanya begitu sakit. Bagaikan ada ribuan jarum yang menusuk hati ini.
Elvano berkata-kata di dalam hati. Ia tak pernah menyangka semua ini akan terjadi. Jika tau begini, mungkin Elvano tak akan mengajak Cheril datang ke tempat ini.
Sejak kejadian tadi, suasana jadi sangat canggung saat ini.
"Ayo kita pergi mandi!" ajak Elvano mengulangi ajakan pertamanya tadi, dengan wajah datar. Yang diikuti tindakan dari Cheril. Ia segera beranjak mengikuti langkah Elvano yang sudah berjalan lebih dulu menuju kamar mandi.
Elvano kemudian membantu Cheril menanggalkan pakaian luarnya, dan masih menyisakan pakaian dalam berupa baju dengan model 1 tali dan legging pendek yang masih tersisa. Sebelumnya ia sudah lebih dulu menyiapkan air panas di dalam bathtub. Setelah semuanya siap, Elvano menuntun Cheril menuju bathtub, lalu dirinya juga ikut masuk ke dalam bathtub. Setelahnya Elvano juga membantu menggosok punggung Cheril dalam diam. Tak ada satu patah kata pun yang ia ucapkan.
Begitupun dengan Cheril, ia juga tak bersuara sama sekali. Bisa dibayangkan, keadaan saat itu sungguh sangat canggung dan hening.
Sungguh tak terbiasa melihat mu mendiami ku seperti ini.
Batin Cheril. Dada Cheril juga terasa sesak. Sepertinya ia sudah tak mampu menghadapi sikap Elvano yang sedingin ini. Cheril pun berpikir untuk mengajak Elvano berkomunikasi.
"Vano, sekarang giliran aku yang menggosok punggung mu ya," tawar Cheril mencoba mencairkan suasana.
Dan ternyata hanya dibalas anggukan dari Elvano.
Mendapatkan respon demikian jelas membuat Cheril semakin berlarut dalam kesedihan.
Namun Cheril juga tak ingin menyerahkan begitu saja. Ia mencoba mengajak Elvano berbicara lebih banyak lagi.
"Vano, apa kamu tidak ingin menagih janjiku padamu lagi?" ucap Cheril tiba-tiba.
"Ehm? Janji yang mana?" tanya Elvano bingung.
Yes, berhasil ...
Cheril merasa senang berhasil memancing respon Elvano.
"Ah, yang benar kamu melupakan janji itu? Bukannya kamu selalu mengingatnya?" pancing Cheril lagi. Umpannya harus tepat, jadi Cheril memilih topik ini.
Yup, Cheril sedang berbicara perihal bikin anak. Hahaha. Wanita ini sungguh sudah gila. Pada saat seperti ini malah membicarakan hal itu. Ya, namanya juga usaha menghibur suami. Hehehe
"Hei, ternyata kamu sudah mulai nakal ya?" tanggap Elvano dengan wajah khasnya yang terlihat sedikit konyol. Tentu saja dia dapat mengingat dengan baik apa yang dimaksudkan oleh Cheril kali ini.
Akhirnya ekspresi itu muncul juga.
Sepertinya usaha Cheril yang ingin mencairkan hati Elvano yang sedang membeku sudah mulai terlibat hasilnya.
Bodoh amatlah mau diapakan oleh suamiku ini, yang penting bisa melihat dia tersenyum kembali. Pikir Cheril saat itu.
Cheril kemudian mendekatkan wajahnya ke arah wajah Elvano membuat Elvano tersentak.
Apa dia sungguh-sungguh dengan ucapannya itu ...
"Ternyata kamu sangat ketagihan tidur denganku ya?" ucap Elvano tiba-tiba yang membuat Cheril menjauhi wajahnya yang sudah sangat dekat dengan wajah Elvano.
Wajah Cheril sendiri sudah sangat merah saat itu.
Ah, apa aku salah memilih langkah ini ya .... Kenapa bisa melakukan hal ini sih ...,
Batin Cheril yang sedikit menyesali rencana gilanya itu.
"Hei, kenapa kamu malah mengurungkan niatmu? Mau cari mati? Ayo lakukanlah!" sergah Elvano dengan nada manja.
"Tidak jadi. Lupakan!" tanggap Cheril santai.
"Mana bisa begitu? Cium aku sekarang!" Perintah Elvano.
"Aku tidak mau ... Dasar laki-laki mesum!" teriak Cheril.
"Hei, siapa yang mesum? Bukannya kamu sendiri yang menggodaku tadi," Elvano membela diri.
"Tapi kan aku sudah bilang tidak jadi. Wek!" balas Cheril sambil menjulurkan lidahnya.
Elvano yang belum pernah melihat Cheril bersikap seperti itu merasa lumayan terhibur. Hatinya yang sakit perlahan menghilang.
"Wah, ternyata istriku ini sudah sangat berani terhadapku sekarang ya," ucap Elvano sambil tersenyum kecil.
"Hei, mau apa kamu? Kenapa menatapku seperti itu?" ujar Cheril heran melihat tatapan Elvano yang sangat aneh.
"Aku akan memangsamu. Apalagi?" jawab Elvano, dan sudah mulai mendekatkan wajahnya ke arah Cheril.
Cheril sedang berusaha mengelak, tapi dirinya juga sudah mentok di tembok. Posisi mereka saat itu juga masih berada di dalam bathtub.
Saat wajah Elvano dan Cheril sudah tak berjarak lagi, Elvano pun berhasil mengecup bibir Cheril dan melum** nya lembut. Dan pada waktu Cheril sudah mulai menikmati ******* itu dan membalas permainan suaminya itu, tiba-tiba Elvano memeluk Cheril erat dan menggelitik tubuh Cheril hingga ia berteriak sangat kencang.
"Aaaah ... Ampun Vano ... Ampun ... Hahaha!"
teriak Cheril kegelian sambil tertawa keras. Dan sama sekali tidak ditanggapi oleh Elvano. Ia masih terus menggelitik tubuh Cheril. Dan menyebabkan Cheril terus berteriak kegelian sambil tertawa keras. Sedangkan Elvano juga ikut tertawa menyaksikan tawa Cheril yang begitu lepas. Rasanya juga sangat bahagia menyiksa istrinya seperti itu. Wah, pasangan ini menemukan permainan baru ternyata.
"Apa masih berani menggodaku seperti tadi?" tanya Elvano sambil menghentikan aktivitasnya sesaat.
"Iya, aku akan terus menggoda mu ..., " tanggap Cheril salah ucap. Tentu Elvano sudah bersiap melanjutkan kembali aktivitasnya yang tadi.
"Eh, ma-maaf ... Aku salah tadi. Maksudnya tidak akan menggoda mu lagi," Cheril berusaha memperbaiki jawabannya ketika menyadari dirinya salah ucap.
"Terlambat, aku tidak akan melepaskan mu lagi!" ancam Elvano dan sudah kembali menyerang Cheril.
Hahahaha
"Ampun Vano, ampun!" teriak Cheril berulang kali.
Elvano baru menghentikan aktivitasnya ketika ia sudah merasa sangat puas melihat istrinya itu tertawa hingga lemas.
Yup, akhirnya suasana beku yang sebelumnya tercipta pun telah berlalu. Cheril berhasil membuat Elvano kembali kepada dirinya semula.
Akhirnya kamu tersenyum juga. Walaupun aku harus menjadi korban keganasan mu dalam menggelitik, aku merasa sangat rela.
Gumam Cheril senang.
Sesaat kemudian, Elvano mencoba membahas kembali masalah yang tadi.
"Cheril, berjanjilah padaku, jangan pernah mencintai orang lain selain diriku!" Pinta Elvano.
Cheril yang masih sangat lemas mencoba mengatur nafasnya dengan menarik nafas dalam dan membuang pelan selama beberapa kali sebelum menjawab pernyataan Elvano.
"Mana bisa seperti itu?" protes Cheril.
"Maksud kamu apa? Jadi kamu mau mencintai berapa banyak laki-laki?" Murka Elvano.
"Tentu saja sangat banyak!" jawab Cheril penuh keyakinan.
"KAMU .... "
Elvano sudah mulai memasang wajah dingin itu lagi.
"Bukannya kamu juga meminta sangat banyak anak? Jika aku hanya mencintaimu seorang, bagaimana dengan anak-anak kita nantinya?" ucap Cheril kemudian.
"Eh, kamu ini ... Ternyata sudah begitu nakal ya,"
Elvano yang awalnya sudah mulai berprasangka buruk akhirnya tersenyum lebar.
Kamu juga sudah pintar melawak ternyata.
Jangan salahkan aku jika aku akan menagih ucapanmu hari ini ya. Aku akan memintamu melahirkan 10 anak untukku.
Hahahahahahaha
Kenapa dia tertawa seperti itu ....
Elvano merasa geli mendengar batinnya sendiri, membuat dirinya tertawa keras. Dan tentu membuat Cheril merasa sangat heran.
"Baiklah, ayo kita mulai sekarang!" ajak Elvano kemudian.
"Ehm? Mulai apa?" tanya Cheril bingung.
"Bikin anak!" jawab Elvano sambil memperlihatkan senyuman seringainya dan membuat Cheril tertegun.
"Kenapa? kamu kan mau memberikan aku sangat banyak anak, jika tidak dimulai dari sekarang, takutnya tidak akan sempat," goda Elvano masih sambil memperlihatkan senyuman seringainya.
Dan begitulah, Cheril jadi salah tingkah. Akhirnya Cheril malah terjebak di dalam permainannya sendiri. Lagi-lagi, Elvano mendapatkan kemenangan yang seutuhnya.