
Suasana mencekam dan begitu menyeramkan. Sebuah pedang legendaris yang selama ini diasingkan keberadaannya kini malah berada di tangan yang salah. Tentu akan menjadi masalah besar bagi dunia. Namun pemilik dari pedang ini juga telah ditemukan keberadaannya. Bahkan dia berdiri tepat berhadapan dengan miliknya itu. Sebuah kabar baik juga sekaligus datang bersamaan. Hal ini tentu sangat patut untuk disyukuri.
Sekarang yang mereka cemaskan, di dekat area pertarungan justru terdapat 2 orang wanita. Karena pada saat pedang itu dicabut oleh tangan yang salah itu, bisa saja nyawa mereka berdua melayang seketika.
Elvano menatap Antonio lekat. Begitupun dengan Antonio yang menatap Elvano lekat. Mereka berdiri saling berhadapan dengan tatapan tajam.
Beberapa detik kemudian Antonio memulai aksinya. Dengan gerakan cepat ia mencabut pedang itu hingga menimbulkan bebunyian khas di telinga. Cahaya menyilaukan juga menghiasi setiap mata yang memandang.
Dan sesuai dengan yang mereka pikirkan, pedang tersebut seketika menguasai jiwa seorang Antonio. Matanya berubah merah. Tubuhnya berapi-api. Jiwanya yang haus akan darah meronta-ronta meminta tangannya segera bergerak. Dua jiwa polos yang berada di radius terdekat sudah pasti terancam keselamatannya.
Suasana semakin mencekam. Jiwa Antonio mulai tak terkendalikan. Kini mata itu sungguh tertuju pada salah satu dari wanita yang ada di sana. Pertama-tama tentu yang mendapatkan perhatiannya adalah tubuh Cheril yang tergeletak tak berdaya di bawah sana. Sebab yang dapat ia rasakan, di sana juga terdapat darah suci yang belum ternoda sama sekali. Aroma itu begitu menggiurkan bagi Antonio saat ini.
Elvano memperhatikan Antonio dengan seksama. Gerakan reflek dari tangan antonio kini menjadi pusat perhatian dari manik yang yang sedang menyala-nyala itu. Manik itu membulat tajam, yang biasanya sangat indah sekarang malah begitu menyeramkan namun juga sangat gagah. Saat Antonio mengayunkan pedang itu ke arah Cheril, mereka yang berada di kejauhan berteriak hiteris dengan kalimat berbeda-beda. Termasuk juga Flo yang berada di radius terdekat.
Jika orang-orang itu terlihat begitu panik, lain halnya dengan Elvano. Sikapnya begitu tenang dan mempesona.
Dengan gerakan indah nan cepat Elvano juga dengan sigap menahan pedang itu yang terhenti tepat di hadapan rambut Cheril.
Tegang. Ya, inilah yang dirasakan oleh mereka yang sedang menyaksikan pertarungan tak biasa ini.
Sedangkan Elvano, saat bersentuhan dengan pedang itu, jiwanya malah terasa menyatu dengan benda tersebut. Pedang Elang Emas tersebut juga menampilkan cahayanya berbeda. Sebelumnya putih menyilaukan berubah menjadi warna emas berkilauan sangat indah.
Dan pada saat yang bersamaan jiwa Antonio juga mulai kembali normal. Pria itu sedikit kebingungan seperti orang yang sedang mengalami ambigu karena tak dapat mengingat apa yang baru saja terjadi pada dirinya. Namun pada saat kesadaran itu penuh dan merasakan tangan itu sedang memegang sesuatu yang tertahan, tentu pandangannya langsung tertuju pada pedang legendaris itu. Kemudian Antonio pun berusaha mempertahankan apa yang ada di tangannya itu. Laki-laki tersebut berusaha mencabut pedang itu dari genggaman Elvano dengan kekuatan penuh. Namun apa yang terjadi sungguh membuatnya terkejut. Pedang tersebut sama sekali tak bergerak. Juga tak melukai telapak tangan itu. Dan sesaat kemudian, justru genggaman Antonio lah yang terlepas ketika Elvano sedikit menggerakkan tangannya.
Tubuh yang sedikit terpental itu kini berada tepat di samping Flo. Kini perhatian Antonio kembali kepada Flo.
Jiwa kelicikannya kembali datang menghampiri.
Flo yang menyadari ini sedikit memundurkan langkahnya. Namun juga tak dapat mengeluarkan suara. Apalagi saat melihat Antonio mengeluarkan sebuah senjata tajam dari di dalam pakaian formalnya.
Saat mendapatkan itu, tangan Antonio juga dengan sigap menancapkan benda tajam tersebut tepat di perut Flo yang tak lagi bergerak karena sangat syok melihat apa yang dipegang oleh Antonio saat itu.
Elvano yang sebelumnya tidak memperhatikan Antonio sontak membulatkan matanya saat mendengar teriakan dari mulut Flo. Ketika menyadari sebuah senjata tajam telah mendarat sempurna pada tubuh Flo, jiwa Elvano yang sebelumnya sudah kembali tenang berubah seketika.
Elvano berjalan maju menghampiri Antonio lalu mengayunkan pedang miliknya itu ke arah laki-laki tersebut. Dan dalam sekejap mata Elvano berhasil membelah tubuh di hadapannya itu menjadi dua bagian.
Cairan merah seakan menyembur bagaikan air mancur turut menyembur mengenai wajah serta tubuh Elvano.
Sementara Flo sendiri sudah tidak lagi terkejut dengan apa yang terjadi di hadapannya itu. Sebab dia jauh lebih syok dengan apa yang ia alami saat itu.
Kemudian setelah itu Elvano meraih sarung pedang yang ada di sana dan memasukkan pedang itu kembali ke sarungnya dan menyelipkan itu pada punggungnya. Setelahnya ia segera menghampiri Flo.
Namun baru saja ia melangkahkan kakinya, tubuh gagah itu malah terjatuh seketika sehingga menimbulkan bebunyian yang cukup kuat.
"Jeong Shu! Vano!"
Demikianlah mereka meneriakan nama dari pemilik nama itu.
Apa yang ditakutkan oleh Guru Raymon dan Paman Gurunya sungguh terjadi. Elvano tak sadarkan diri usai mengeluarkan ilmu tersebut. Mereka semua segera berlarian menghampiri Elvano dan kedua wanita yang berada di sana.
Ada sedikit rasa sesal menghampiri hati mereka. Sebab mereka semua telah melakukan kesalahan besar karena sejak tadi mereka hanya melihat tanpa berbuat apapun. Bukankah seharusnya mereka menghampiri area pertarungan? Setidaknya mereka masih bisa membantu Elvano membawa pergi Flo ketika Elvano sedang berhadapan dengan Antonio tadinya.
Jika saja saat itu mereka dapat berpikir dengan baik, mungkin saja Flo tidak akan ikut terluka saat ini. Itulah yang disesalkan oleh mereka semua.
Jangankan berpikir untuk menolong Flo, mereka bahkan begitu terkejut saat melihat senjata tajam itu menancap di tubuh Flo karena mereka sama sekali tdak melihat Antonio menancapkan benda itu tadinya. Pada saat melihat Elvano begitu marah, pandangan mereka barulah tertuju pada Flo dan Antonio. Dan pastinya juga sudah mendapatkan sebuah senjata tajam yang menempel sempurna pada tubuh mungil Flo.
Satu urusan kini telah selesai. Yaitu perkumpulan hitam ini telah dibasmi habis generasinya. Kabar yang tersiar keluar tentu akan sangat mengejutkan dunia mafia. Bisa dipastikan tak akan ada lagi bagian manapun yang berani mengusik kehidupan Elvano.
Ya, julukan The Lion King yang melekat pada diri pria gagah ini akan menjadikan dirinya ditakuti dan disegani oleh orang banyak termasuk para pemilik dunia hitam.
Namun masalah lain yang sedang dihadapi mereka saat ini adalah mengenai tubuh Elvano yang kini tergeletak lemah tak berdaya. Entah sampai kapan Elvano akan tidur. Ataukah Elvano bahkan tak akan membuka matanya kembali?
Tidak ada satupun dari mereka yang dapat memastikan hal ini.
Satu hal yang pasti, mereka masih bersyukur karena jantung dari tubuh itu masih mau bekerja dengan sangat sempurna.