
Sepulang nya dari rumah sakit,Rebo dan Aruni langsung kembali kekediaman mereka.
Reno menjadi sangat protektiv pada istrinya itu.Dia tak ingin terjadi sesuatu pada istri nya.
"Mas,kamu gak kerja?"ucap Aruni sesaat setelah merebahkan tubuh nya diatas ranjang.
"Saya akan berangkat kerja nanti,yang penting itu sekarang kamu." ucap Reno sambil membenarkan selimut untuk istri nya.
"Tapi mas,aku udah gak apa-apa.Kan ada bu Sri sama Inah dirumah mas." ucap Aruni pelan.
"Iya,saya akan kekantor tapi setelah kamu makan dan minum obat nya."
"Tapi mas,aku belum lapar."
"Tapi dari tadi pagi kamu belum makan apa-apa.Sekarang kamu makan dulu saya yang suapin ya."
Terpaksa Aruni menuruti semua keinginan suami nya.Karena dia sedang tidak ingin berdebat dengan suami nya itu.
Reno menyuapi Aruni dengan sangat telaten,dan baru saja beberapa suap Aruni memakan makanan yang disuapi oleh Reno tiba-tiba dia langsung berlari meniju kamar mandi.
"Hoek..hoek..." terdengar suara Aruni yang sedang muntah.
"Sayang.." ucap Reno sambil memijit-mijit tengkuk leher Aruni.
Aruni yang memuntahkan semua isi didalam perut nya,langsung terkulai lemas di lantai.Beruntung Reno yang sigap menangkap nya dan langsung menggendong nya ketempat tidur.
Reno merebahkan Aruni di tempat tidur dengan sangat hati-hati.
Reno memberika air hangat untuk istri nya.Dia sangat telaten mengurus Aruni yang sedang tidak enak badan.
"Mas Reno.Hiks..hiks..hiks.." Aruni menangis tersedu-sedu.
"Iya,saya disini,kamu tenang ya." ucap Reno sambil memeluk Aruni.
Aruni masih menangis dalam pelukan suami nya sampai tertidur pulas.
Reno yang melihat istri nya tertidur,kemudian membenarkan posisi tidur sang istri dan menyelimuti nya.
Reno turun dari atas ranjang nya,dan segera meraih ponsel nya.Dia berniat menghubungi Ali karena hari ini dia tidak kekantor.
"Al,tolong handle semua pekerjaan dikantor.Saya hari ini ga kekantor dulu." ucap Reno sesaat setelah Ali menjawab sambungan telepon nya.
"Baik tuan." jawab Ali dari sebrang telepon.
"Oke,terimakasih Al." ucap Reno sambil memutup telepon nya.
Reno kemudian keluar dari kamar nya,dia ingin menemui bu Sri untuk minta di buatkan makanan untuk istri nya.
...
Sementara di tempat lain Alan dan Ari tengah berdiskusi.
"Gue udah siapin semua nya." ucap Alan sambil menatap tajam Ari.
"Oke,gue jug udah ngejalanin tugas gue." Jawab Ari tegas.
"Bagus,kita tinggal tunggu laporan nya."
"Iya."
Alan dan Ari kemudian kembali membicarakan hal rahasia.Mereka memiliki misi rahasia untuk balas dendam pada Reno.
...
Sementara itu dirumah Reno,seorang penjaga keamanan di rumah Reno masuk kedalam rumah dengan membawa sebuah kotak besar yang di peruntukan untuk Aruni.
"Maaf tuan,ada kiriman paket untuk non Aruni." ucap sang penjaga keamanan saat bertemu Reno di ruang kerja nya.
"Dari siapa?" tanya Reno dingin.
"Maaf tuan,saya kurang tahu.Kurir nya ga bilang apa-apa." jawab sang security.
"Ya udah taro disitu aja." ucap Reno sambil menunjuk meja nya.
"Baik tuan,saya permisi tuan."
"Emm."
Reno penasaran dengan isi paket itu.Dia kemudian membuka paket nya.Dan betapa terkejut nya dia saat melihat isi paket tersebut.Dimana ada foto Aruni yang sedang dicium bagian pipi nya oleh Ari. Didalam kotak itu juga ada coklat kesukaan Aruni,dan juga sebuah boneka beruang kecil yang sedang memegang hati berwana pink dengan tulisan I Love You.Serta sebuah surat dengan tulisan "Semoga kamu dalam keadaan baik-baik saja.Aku merindukan mu"
Reno yang melihat itu semua merasa sangat marah,wajah nya memerah,rahang nya mengeras dan urat2 wajah nya timbul keluar.
Reno langsung memeriksa rekaman cctv rumah nya.Dia mengecek siapa yang sudah mengantar paket itu.Reno tak memukan jawaban nya,karena si pengantar paket seperti nya sudah memperhitungkan semua nya.Sipengantar paket menutup wajah nya dengan masker dan topi.Serta jaket hitam yang membalut tubuh nya.
Reno segera meraih ponsel nya dia menghubungi Ali.
"Hallo Al,saya mengirim sebuah rekaman cctv ke email kamu.Saya minta kamu cek siapa orang yang ada dalam rekaman itu."
"Baik tuan."
"Oke saya tunggu info dari kamu."
"Baik tuan."
Reno kemudian membereskan kembali semua isi kotak yang tadi ia keluarkan.Reno kemudian nyimpan nya dilemari diruang kerja nya.
Dia kemudian kembali kekamar nya untuk melihat keadaan istri nya.
Reno memasuki kamar nya,dan mendapati istri nya sedang duduk diatas ranjang nya.
"Sayang,kamu udah bangun?" tanya Reno pelan sambil mendekati istri nya.
"Iya mas,kamu dari mana mas?" ucap Aruni pelan.
"Saya dari ruang kerja saya.Ada beberapa email yang harus saya cek."
"Kamu ga kekantor mas?"
"Engga,saya udah minta Ali untuk menggantikan saya dikantor."
"Oh."
"Kamu minum susu ya?saya sudah minta Inah tadi untuk beli susu hamil."
"Engga ah mas,aku takut nanti muntah lagi."
"Tadi saya udah baca kemasan susu nya.Disana tertulis dapat mengurangi rasa mual.Jadi ini ga akan buat kamu muntah."
"Tapi kamu yang bikinin ya susu nya."
"Iya,setiap hari saya yang akan buat susu nya untuk kamu,tapi janji ya harus diminum."
"Iya mas."
"Ya udah sebentar ya saya buat dulu susu nya."
"Iya mas."
Reno pun kemudian keluar dari kamar nya menuju dapur untuk membuat susu bagi istri nya.
Sesampai nya di dapur Reno langsung mengambil susu hamil yang tadi di beli oleh Inah karena perintah nya.
"Tuan biar Inah aja yang buat." ucap Inah yang saat itu berada didapur pula.
"Ga usah Nah,istri saya mau nya saya yang membuat susu nya." jawab Reno sambil terus membaca cara penyajian di kemasan susu tersebut.
"Baik tuan.Kalau butuh apa-apa bisa panggil Inah ya tuan."ucap Inah sopan.
"Iya nah."jawab Reno datar.
Inah pun pergi meninggalkan dapur.Sementara Reno mulai membuat susu nya dengan mengikuti petunjuk di balik kemasan.
Setelah susu nya selesai dibuat,Reno langsung membawa susu itu ke dalam kamar nya.Didalam kamar Aruni yang sedang merebahkahkan tubuh nya,langsung duduk diatas ranjang nya.
"Maaf ya lama." ucap Reno sambil tersenyum dan memberikan gelas nya pada Aruni.
"Ga apa-apa mas."jawab Aruni sambil tersenyum dan menerima gelas nya.
Aruni pun mulai meneguk susu nya sedikit demi sedikit.Karena dia takut kalau dia akan muntah lagi.
next bab ya..