
Keesokan Harinya,,
Lona mengerjabkan matanya karena mendengar suara rintik rintik dari balkon kamarnya, dia pun membuka matanya dan menatap keluar jendela yang terlihat sangat mendung bahkan ternyata di luar sedang hujan lebat.
Lona kembali menarik selimutnya karena memang hari ini libur,,
" Untung libur jadi gue bisa kembali tidur " gumam Lona
******
Tidak berbeda jauh dengan Lona yang masih malas malasan untuk bangun, di kamar lain tepatnya di kamar Tian dan Biyanka pun masih betah berada di balik selimut bahkan sampai menutupi seluruh tubuhnya dan pelukan hangat dari Tian membuat Biyanka malas untuk bangun.
-
Jam sudah menunjukan pukul 8 pagi dan di rumah masih terlihat sepi hanya ada para pelayan rumah mereka yang sedang mengerjakan semua pekerjaan mereka.
Lona yang berjalan turun pun merasa heran, karena tidak biasanya kedua orang tuanya belum bangun, sebenarnya pun Lona masih mengantuk tapi karena merasa haus dan Lona pun bangun untuk mengambil minumnya..
" Pagi Non,, " Sapa Art di rumahnya
" Pagi Mba, Papa Mama belum bangun ya Mba"
" Belum Non, mungkin karena hujan jadi mereka masih tidur "
Lona mengangguk dan mengambil air minum, dia kembali naik ke lantai atas menuju kamarnya.
Rasanya ingin sekali kembali tidur namun matanya sudah melek, akhirnya dia pun berjalan menuju kamar mandi.
Setelah beberapa menit Lona keluar, dia berjalan menuju meja rias untuk menyisir rambutnya namun terdengar suara ponselnya yang berdering.
Lona tersenyum saat menatap jika Zicko lah yang menelponnya,,
Lona kembali naik ke atas ranjang dan berbaring sambil menggeser tombol hijau dan terlihat jelas wajah tampan kekasihnya di layar ponselnya.
" Pagi sayang" Ucap Zicko tersenyum
" Pagi Kak" Ucap Lona
" Kamu baru selesai mandi Yang"
" Hem,, Rasanya males banget kak mau bangun tadi "
Zicko terus menatapnya, wajah Lona selalu saja imut jika sedang seperti ini,,
" Ya Udah tidur lagi, lagian di luar lagi hujan gede kan "
" Penginnya, tapi gak bisa..
Kaka Zicko lagi ngapain "
" Sama Yang, aku juga baru bangun ini masih di kamar malahan "
Lona mengangguk,,
Zicko menatap Lona, dia teringat dengan ucapan Galang saat itu,,
" Sebenarnya apa Kak "
" Gak Papa,, aku cuma kangen banget sama kamu Yang "
Lona tersenyum, aneh saja dengan kekasihnya ini hampir setiap hari mereka bertemu namun selalu saja bilang jika dia kangen.
" Kita tiap hari ketemu Kak, dan kita kan selalu bersama di kampus"
" Tetap kangen sayang "
Lona menggeleng dan mereka terus mengobrol di sana dengan cuaca di luar yang hujan membuat mereka betah berada di rumah.
*******
Hari sudah semakin siang dan hujan pun masih belum berhenti,,
Lona yang merasa bosan pun berjalan keluar kamarnya dan perutnya sudah mulai lapar.
" Honey,, kamu baru bangun juga " Ucap Tian yang keluar kamar dengan pakaian santainya celana selutut dan kaos putih polos
" Pa,, Ade udah bangun dari tadi cuma Ade lihat Papa dan Mama belum bangun jadi Ade di kamar "
" Sorry Sayang, Papa dan Mama baru bangun udara di luar hujan jadi mau bangun malas "
Lona tersenyum dan memeluk lengan Tian berjalan turun.
" Pa, Ade laper " Ucap Lona
" Gimana kalau kita masak nasi goreng "
" Oke siapa takut "
Tian mengacak rambut Lona dan mereka berjalan menuju dapur,
Mereka terlihat kerja sama dalam membuat nasi goreng untuk sarapan dan sebenarnya bukan sarapan sih karena sudah jam 10 siang..
" Sudah Jadi " Ucap Tian
" Pasti enak Pa "
" Ya Dong, siapa dulu yang bikin " Ucap Tian sombong
" Yuk kita ke meja makan " Lanjutnya dan Lona mengangguk,
Tian dan Lona menyiapkan di meja makan dan terlihat Biyanka yang baru turun dari kamarnya..
" Bau apa ini, harum sekali " Ucap Biyanka
" Ini Mam,, Tadi Papa masak nasi goreng " Ucap Lona
" Waw,, kelihatanya sangat enak.. "
" Pasti dong Yang, ya udah kita makan yuk"
Lona dan Biyanka mengangguk, dan mereka menikmati Masi goreng buatan Tian dengan di temani suara hujan di luar.