Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
ANNIVERSARY


"Mas,kamu hati-hati ya kerja nya." ucap Aruni sambil mencium punggung telapak tangan suami nya didepan pintu utama.


"Iya,kamu juga ya baik-baik dirumah ya." ucap Reno sambil mengecup pucuk kepala istri nya.


"Iya mas ku."


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Mobil Reno pun keluar dari gerbang,dan Aruni lun kembali kedalam rumah nya. Dia langsung bergegas menuju dapur.Dia berenca akan membuat masakan kesukaan suami nya,dan mengantarkan nya kekantor.Untuk memberi kejutan kepada suami nya,karena hari ini adalah perayaan tiga bulan mereka menikah.


Aruni tampak sangat serius memasak makanan untuk dibawa kekantor Reno,dia dibantu oleh bu Sri kali ini.Aruni tampak sangat senang melakukan nya.


Saat sedang memasak,tiba-tiba ponsel nya yang berada di meja makan berdering.


Aruni melihat layar ponsel nya,tertera nomer baru disana.


"Ini nomer siapa ya?Kok nomer nya aneh banget,kaya nomer luar pulau?" gumam Aruni sendirian.


Namun tiba-tiba sambungan telepon itu pun terputus.Aruni yang memang tidak mengetahui no itu,langsung saja meletakan kembali ponsel nya diatas meja makan.


Namun ketika dia akan kembali kedapur tiba-tiba ponsel nya kembali berdering lagi.Dan ketika dilihat nomer telepon tadi yang menghubungi nya.


Aruni yang penasaran langsung menggeser tombol hijau dilayar ponsel nya.


"Assalamualaikum." ucap Aruni sesaat setelah menggeser tombol hijau di layar ponsel nya.


"Hallo assalamualaikum."ucap Aruni lagi.


Namun seketika itu pula sambungan telepon pun terputus.


"Ish,siapa sih.Ganggu orang lagi masak aja." ucap Aruni kesal yang kemudian meletakan ponsel nya diatas meja makan lagi.Dan kembali melanjutkan kegiatan memasak nya didapur.


...


Sementara di tempat lain disebuah rumah di tengah pulau terpencil.


"Lu udah gila ya!" teriak Alan sambil merebut gagang pesawat telepon yang di pegang Ari dan kemudian membanting nya.


"Gu..gue..gue cuma mau denger suara nya dia doang." jawab Ari pelan.


"Tapi lu sadar ga hal yang baru aja lu lakuin bisa bikin kita ketangkep lagi.Lu jadi orang jangan bodoh."ucap Alan sambil mencengkram kerah baju Ari.


"Iya,gue tau gue salah.Gue minta maaf." jawab Ari pelan.


"Gue ga mau ada lain kali.Kalau sampai hal ini terulang lagi,gue ga akan segan-segan ngurung lu diruang bawah tanah." ucap Alan sambil melepas cengkraman nya dengan kasar.


"Iya,gak akan ada lain kali."ucap Ari patuh.


Alan kemudian pergi meninggal kan Ari yang tengah terdiam menatap nya.


"Runi,Ari kangen banget sama kamu." ucap Ari lirih sambil mengusap wajah nya.


...


Sementara di rumah,Aruni yang masih berkutat didapur,dia sedang membuat makanan yang nanti nya akan di bawa ke kantor Reno.


Aruni terlihat sangat sibuk dia benar-benar menyiapkan segala nya yang terbaik untuk suami nya.


Hampir tiga jam Aruni berkutat didapur,dan semua nya telah tersaji.Mulai dari main course,snack,dessert.


Aruni menata semua nya dengan sangat cantik dalam kotak makan yang akan ia bawa kekantor Reno.


Semua makanan sudah rapi ia persiapkan untuk dibawa.Kini Aruni bergegas menuju kamar nya untuk mandi dan merias diri nya.


Aruni pun telah siap untuk menuju kantor suami nya itu.Aruni pun diantar oleh supir untuk menuju kantor Reno.


Di tengah perjalanan Aruni sempat menghubungi Ali untuk menanyakan keberadaan suami nya. Kebetulan hari ini Reno tak ada jadwal keluar kantor atau pun meeting.Pekerjaan nya cukup santai hari ini.Begitulah kira-kira info yang diberikan oleh Ali.


Aruni merasa sangat grogi dan juga senang.Dia tidak sabar untuk memberikan kejutan kepada suami nya itu.


Setengah jam kemudian Aruni sudah sampai di lobby kantor suami nya.Dia pun di sambut oleh beberapa orang petugas keamanan yang memang berjaga di sana.


Aruni turun dari mobil nya setelah salah satu petugas itu membukakan pintu mobil nya.


Para petugas keamanan itu sudah menyadari siapa yang datang.Karena melihat mobil yang di gunakan oleh Aruni.Mobil yang memang hanya dimiliki oleh bos nya.


"Maaf Non saya terlambat menyambut." ucap Ali yang baru tiba di lobby.


"Baik Non.Mari saya antar keruangan tuan" jawab Ali sambil menerima tas besar yang berisi kotak makan yang Aruni bawa.


"Mas Reno nya ada kan ?" tanya Aruni pada Ali.


"Ada non.Tuan Reno sedang memeriksa beberapa dokumen di ruangan nya." ucap Ali sambil berjalan di samping Aruni.


"Kamu ga ngasih tau mas Reno kan kalau saya mau kesini?" tanya Aruni sambil tersenyum.


"Tidak non." jawab Ali singkat sambil menekan tombol lift.


"Bagus." jawab Aruni pelan.


Mereka berdua pun memasuki lift khusus untuk CEO.


"Mba Ina,itu yang jalan sama pak Ali siapa ya?" tanya salah seorang Receptionist dikantor Reno.


"Ooh,itu istrinya pak Reno." jawab Ina salah seorang Reseptionist yang lain.


"Cantik banget ya mba,pantes banget jadi istri nya pak Reno."


"Iya,cocok ya mereka berdua."


"Iya."


Aruni dan Ali pun keluar dari lift khusus itu. Mereka berdua berjalan menuju ruangan Reno,


Ali mengetuk pintu ruangan Reno.


"Masuk!" seru Reno dari dalam Ruangan."


Ali pun membuka pintu untuk Aruni dan masuk kedalam ruangan bersamaa dengan Aruni.Reno masih asik dengan pekerjaan nya.Dia tidak menyadari bahwa istri nya ada disana.


"Al,tolong nanti kamu bilang sama bagian pemasaran saya minta laporan mingguan mereka." ucap Reno sambil terus menatap layar laptop nya.


"Baik tuan."jawab Ali.


Aruni yang melihat itu hanya tersenyum,dia tidak menyangka jika suami nya sangat fokus dalam bekerja.Aruni sengaja tidak bersuara,karena ingin memberi kejutan kepada.


"Saya permisi tuan." ucap Ali sambil melangkah kan kaki.


"Tunggu Al,kamu kesini mau...nga..pain?" tanya Reno terbata saat melihat Aruni dihadapan nya.


Ali dan Aruni yang melihat itu hanya dapat tersenyum.


"Sayang kamu kesini kok ga bilang-bilang?" tanya Reno sambil menghampiri istri nya.


"Iya,kejutan." ucap Aruni sambil tersenyum senang.


"Sini-sini duduk,kamu sudah lama berdiri disitu?" tanya Reno sambil menarik tangan istri nya.


"Emm..lumayan liat kamu sibuk." jawab Aruni.


"Yaallah,kenapa ga panggil aja.Ali kamu kenapa ga bilang dari tadi?!"


"Maaf tuan saya hanya menjalani perintah."


"Mas,udah ah.Ali ga salah kok,aku yang minta dia buat rahasiain dulu."


"Oke Al,trimakasih bantuan nya.Kamu boleh keluar." ucap Reno sambil menatap Ali.


"Mas,jangan gitu ah." ucap Aruni pelan. "Ali,terimakasih ya sudah bantu saya,oh iya ini buat kamu." ucap Aruni sambil memberikan sebuah goodybag untuk Ali.


"Terimakasih nona,saya permisi." ucap Ali sambil melangkah keluar.


"Sayang,apa yang membuat kamu kesini?" tanya Reno sambil membelai pipi istri nya.


"Happy tiga bulan pernikahan ya mas." ucap Aruni sambil mengecup pipi suami nya.


"Yaallah,hari ini tanggal pernikahan kita ya.Maaf ya saya lupa." ucap Reno sambil membelai tangan Aruni.


"Iya mas,oh iya.Ini udah jam makan siang lho mas. Kamu makan dulu ya,ni aku dah masakin makan spesial buat kamu." ucap Aruni sambil membuka kotak makan yang ia bawa.


Reno dan Aruni pun makan siang bersama,dengan bekal yang dibawa oleh Aruni.Mereka terlihat sangat romantis,saling menyuapi satu sama lain. Reno terlihat sangat menikmati makanan yang di buat istri nya.


next bab ya..