
Aruni yang masih merasa takut hanya biasa terduduk lemas di atas ranjang nya.Dia masih memikirkan setiap kata-kata yang Ari ucapkan untuk nya.Dia merasa diri nya tidak aman sekarang.Dia takut kalau Ari akan berbuat nekat.
Saat Aruni sedang melamun tiba-tiba ponsel nya berdering.Dan itu membuat Aruni terperanjat kaget.Aruni perlahan-lahan melihat kearah ponsel nya untuk mengetahui siapa yang menghubungi nya.Ketika yang dia liat adalah nomer telepon luar negri aruni merasa sedikit lega.Ternyata yang menelpon nya adalah Reno.
"Assalamualaiku." ucap Reno terlebih dahulu dari sebrang telepon.
"Waalaikumsalam." jawab Aruni.
"Lagi ngapain?" tanya Reno pelan.
"Ga lagi ngapa-ngapain.Lagi rebahan aja." jawab Aruni lemas.
"Sudah makan?" tanya Reno lembut.
"Belum,baru habis mandi." ucap Aruni pelan.
"Kenapa?kok kaya habis nangis gitu suara nya." tanya Reno yang mulai panik. " Saya video call ya." ucap Reno yang kemudian panggilan telepon nya telah beralih ke video call.
"Tuh kan bener habis nangis ya?" tanya Reno lagi.
"Engga kok,aku baru habis mandi maka nya matanya masih berair." jawab Aruni berbohong.
"Jangan bohong sama saya." ucap Reno dingin.
"Kamu lagi ngapain?memang nya lagi ga sibuk?" tanya Aruni mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Jangan mengalihkan pembicaraan." ucap Reno tegas. "Apa yang membuat kamu menangis?" tanya Reno lagi.
"Ga ada mas,aku beneran ga habis nangis kok." ucap Aruni sambil tersenyum.
"Aruni Pratiwi,denger saya ya.Saya paling ga suka dibohongi dan saya ga suka ada rahasia." ucap Reno secara maraton.
"Iya mas." jawab Aruni patuh.
"Kalau pun kamu ga kasih tau saya,saya akan tetap tahu dengan cara saya sendiri." ucap Reno dan Aruni hanya menganggukan kepala nya. " Masih ga mau cerita sama saya?" tanya Reno.
"Nanti aja ya kalau ketemu baru cerita.Aku ga mau nanti malah buat mas Reno kepikiran." jawab Aruni sambil tersenyum.
"Janji ya,kalau ketemu saya harus cerita." ucap Reno.
"Iya." jawab Aruni sambil menganggukan kepala.
"Ya sudah,jangan lupa makan ya." ucap Reno.
"Iya,mas Reno juga ya,jangan cape-cape kerja nya." ucap Aruni penuh perhatian.
"Iya,Salam buat ayah sama ibu ya.Assalamualaikum."
"Iya,Waalaikumsalam." jawab Aruni yang kemudian langsung membenamkan wajah nya di bantal.
'Aku,ga mungkin cerita sama mas Reno,soal Ari. Aku ga mau buat mas Reno jadi salah paham lagi.' ucap Aruni dalam hati.
...
Di tempat lain Reno yang baru selesai menghubungi Aruni,masih merasa tak percaya dengan apa yang di ucapkan Aruni.Dia merasa bahwa Aruni sedang ada masalah.
"Ali,apa ada laporan dari orang kamu yang saya minta untuk mengawasi Aruni?" tanya Reno pada Ali.Reno memang memerintahkan Ali untuk memakai bodiguard agar bisa menjaga Aruni.
"Iya tuan.Saya baru mendapat laporan,bahwa semalam mantan pacar nona Aruni datang kerumah sakit.Dan membuat nona Aruni merasa takut." ucap Ali menjelaskan.
"Lalu?" tanya Reno penasaran.
"Saya juga mau melaporkan ini tuan." ucap Ali sambil meletakan ponsel nya dihadapan Reno. Dan memperdengarkan rekaman suara percakapan Antara Aruni dan Ari.Ali memang telah memerintahkan kepada anak buah nya untuk meretas ponsel Aruni,sehingga bisa di sadap.
"B****s**.!!" ucap Reno sambil menggebrak meja.
"Berani-berani nya dia membuat Aruni ketakutan.Ali,saya mau percepat semua urusan kita disini.Saya mau segera kembali dan menyelesaikan masalah ini." ucap Reno tegas.
"Baik tuan.Kita hanya tinggal bertemu dengan Mr.Han untuk menjalin kerja sama ini tuan. Kemudian setelah itu kita bisa langsung kembali." ucap Ali menjelaskan.
"Kapan schedule nya kita bertemu dengan Mr.Han?" tanya Reno dingin.
"Sore ini tepat pukul empat sore." ucap Ali
"Bagus,lakukan sebaik mungkin agar tidak ada kendala lagi untuk kita kembali lebih cepat." ucap Reno yang sudah mulai tidak sabar.
"Baik tuan." ucap Ali patuh.
Reno masih terlihat marah,dia tidak habis pikir ada laki-laki yang sangat terobsesi pada wanita nya.Reno benar-benar merasa frustasi memikirkan masalah itu.Pasal nya Reno sama sekali belum pernah berurusan masalah perebutan perenpuan dengan siapa pun.Dia merasa kali ini adalah pertaruhan harga diri.Karena dia memang tidak ingin kehilangan Aruni.Reno sudah merasa sangat jatuh cinta pada Aruni.Dia akan melakukan apapun untuk menjaga Aruni.Tetapi ada yang membuat Reno sedikir merasa tenang.Pasal nya Aruni sama sekali sudah tak ingin kembali pada mantan pacar nya itu.Dan ada ucapan Aruni yang membuat hati Reno sedikit bisa bernafas.Aruni mengakui nya sebagai calon suami. Reno merasa kalau dia tidak berjuang sendiri.Aruni ternyata juga melakukan hal yang sama. Dari ucapan Aruni juga terdengar kalau Aruni juga sudah mulai menaruh hati pada nya.
...
Di tempat berbeda Aruni sedang menceritakan apa yang dia alami kepada ibu,kakak dan kakak ipar nya.Karena menurut Aruni,dia seperti sudah tidak aman.Dia merasa kalau ini bukan masalah sepele.
"Emang ya si Ari tuh ga waras.Kan dari awal kakak dah pernah bilang,tuh cowo keliatan ga bener.Kamu maksa mau pacaran sama dia.Sekarang ke bukti kan kalo dia tuh ga waras." ucap kak Arini kesal setelah mendengar cerita Aruni soal Ari.
"Iya,aku tau aku salah.Tapi kan itu masa lalu ka." jawab Aruni pelan.
"Udah dong mah,Aruni juga kan ga tau kalau akhir nya akan seperti ini." ucap kakak ipar Aruni menenangkan.
"Iya,Rin.Kamu ga boleh menghakimi adik mu seperti itu.Anggap saja ini cobaan adik mu menjelang pernikahan." ucap Ibu menasihati.
"Tapi kan pa,bu.Si Ari tuh keliatan anak nya nekat.Bukti nya dia berani melecehkan Aruni dirumah kita." ucap kak Arini masih dengan emosi.
"Iya ma,ngerti.Tapi kan itu bukan salah nya Aruni. Sekarang yang kita pikirin tuh keselamatan nya Aruni." ucap kakak ipar Aruni.
"Reno udah tau masalah ini?" tanya kak Rini ketus.Dan Aruni hanya menggeleng pelan.
"Ish,kamu tuh ya de masalah besar kaya gini bukannya cerita sama Reno. Siapa tau dia kan bisa bantu." ucap Kak Arini ketus.
"Aku ga mau ganggu kerjaan dia kak.Diakan lagi ga disini." jawab Aruni pelan.
"Aruni bener ma,jangan sampe nanti nya masalah ini jadi beban buat Reno.Karena Reno kan juga belum jadi suami Aruni.Ga semesti nya kita ngelibatin dia dalam hal ini." ucap suami kak Rini.
"Iya,bener kata suami mu Rin.Jangan asal cerita pada Reno.Kalau dia merasa di bebani bagai mana." ucap ibu.
"Oke,sekarang harus bagai mana dong?" tanya kak Rini.
"Kamu mau ga dikawal aja sama polisi,Run?" tanya kakak ipar nya.Yang memang seorang anggota kepolisian.
"Apa ga berlebihan ka,kalau sampai di kawal?" tanya Aruni ragu-ragu.
"Ya kalau demi keselamatan mah,kakak rasa ga berlebihan." jawab kakak ipar Aruni.
"Bagai mana kalau kita tanya pendapat ayah dulu." ucap ibu mengusulkan.
"Iya bener.Tunggu ayah aja dulu,siapa tau ayah bisa kasih solusi." Jawab kakak ipar Aruni.
Kemudian keluarga itu pun kembali berbincang-bincang.Mereka berbincang sambil memakan camilan yang ada.
Sampai pada akhir nya.Aruni yang sudah merasa mengantuk pamit untuk tidur.
next bab ya kesayangan..