
Lona berjalan turun dengan sudah terlihat segar, dia melihat Biyanka yang masih menyiapkan malam malam di meja.
" Mam " Ucap Lona berdiri di samping Biyanka
" Hai Honey "
" Ade bantu ya Mam "
Biyanka menatap Lona dan tersenyum,,
" No Honey, Biar Mama saja ya Ade duduk di kursi "
" Tapi Mam,, Masa Semua Mama yang kerjakan "
" Gak Papa Sayang,, Inget tadi pesan Dokter kalau Ade gak boleh kecapekan ada nyawa di dalam perut Ade "
Lona tersenyum dan dia menurut duduk di kursi sambil menatap Biyanka yang tengah sibuk menyiapkan makan malam untuk mereka.
*****
Sementara Di Yogya,,
Zicko merasa sangat bosan dan juga lapar dia berjalan keluar Hotel berencana mencari udara segar.
Namun baru keluar pintu dia melihat Sandi yang juga keluar kamarnya.
" Loe mau kemana Ko " Sapa Sandi
" Bosen gue,, kita cari makan sekalian yuk"
" Oke bentar, gue ambil Jaket "
Zicko mengangguk dan berdiri di depan pintu, terlihat Zicko mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada seseorang.
" Yuk " Ucap Sandi dan Zicko mengangguk
Mereka berjalan keluar menuju Lobi Hotel, rencananya mereka akan makan di restoran Hotel namun Zicko melihat di sana sangat ramai dan memutuskan untuk mencari makan di luar.
" Oya Ko, Besok kita bisa pulang deh kayaknya "
" Semua udah selesai "
" Gue udah cek semua dan semua sudah beres, kita bisa pantau dari Jakarta juga "
Zicko mengangguk, dia merasa tidak sabar untuk segera kembali ke Jakarta.
Rasanya sangat rindu dengan Istri cantiknya, dia pun berencana untuk memberi kejutan kepada Lona.
" Oya San,, Anis udah tau besok kita kembali ke Jakarta "
" Tadi gue telponan dan gue kasih tau,, kenapa memangnya "
" Loe bilang Anisa deh jangan sampai Lona tau besok kita balik "
" Loh kenapa gitu, Bukan nya Loe kangen banget sama Lona "
" Justru itu, gue pengin buat kejutan ke Lona"
Sandi mengangguk,,
" Oke,, gue nanti Chat Anisa "
Zicko terdiam dan kembali menatap lurus,,
Kini mereka sudah berada di sebuah Cafe, tidak begitu ramai dan tempatnya sangat nyaman.
Zicko dan Sandi duduk di salah satu kursi dengan sudah ada beberapa makanan juga minuman di meja.
Mereka ngobrol sambil menikmati makanannya, sesekali mereka membicarakan soal Hotel dan Cafe.
Sudah beberapa cabang Bisnis mereka dan semua mereka rintis dari bawah hingga kini berkembang dengan sangat baik.
Malam ini antara Zicko dan Sandi memakai pakaian santai, dan menambah nilai ketampanan mereka pantas saja hampir semua pengunjung di sana menatap mereka tanpa berkedip,,
Baik Zicko atau pun sandi sama sekali tidak menghiraukan mereka, bagi keduanya hanya Lona dan Anisa yang akan dan selalu ada di dalam hati mereka.
Sampai tiba tiba terlihat dua orang wanita dengan pakaian terbuka berjalan ke meja mereka.
" Hai,, Kita boleh gabung " Ucap salah satu dari mereka
Zicko sama sekali tidak menggubris, dia masih terus menikmati makanannya,,
" Sorry kita lagi membicarakan hal serius " Ucap Sandi
Namun kedua wanita itu tampak tidak menghiraukan ucapan Sandi dan mereka langsung duduk di antara mereka.
Sandi membulatkan matanya, begitu juga Zicko yang terlihat kesal.
" Kami lihat kalian hanya berdua, jadi biarkan kami menemani kalian "
Zicko menatap wanita di sampingnya yang tengah tersenyum,,
" Sorry gue sangat mencintai Istri gue " Ucap Zicko dengan menunjukan cincin pada jarinya
Mereka terlihat kaget karena baik Zicko dan Sandi ternyata memakai cincin di jarinya.
Tapi mereka sama sekali tidak menyerah bahkan mereka malah bergelayutan pada lengan Zicko dan Sandi membuat keduanya risih.
" Lepas atau gue, , " Ancam Zicko namun langsung di potong salah satu wanita itu
" Istri kalian berada di rumah bukan dan mereka tidak akan tau tentang hal ini "
Zicko dan Sandi semakin risih, mereka langsung melepas kasar tangan keduanya..
" Kalian pergi atau gue panggil sekuriti " Ancam Zicko
" Kalian gak denger,, Sekuriti " teriak Sandi
Terlihat kedua wanita tersebut langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
" Cafe apa sih Nih " Ucap Zicko kesal
" Gue juga gak paham,, "
" Kita cabut, gak nafsu lagi gue "
Zicko berjalan keluar dan Sandi mengikutinya, mereka menuju mobil dan dengan cepat Sandi melajukan mobilnya..
Sementara di tempat lain, kedua wanita tadi terus menatap mereka dan terlihat mereka masuk ke dalam taxi dan meminta untuk mengikuti mobil Sandi.