Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
HONEYMOON#Part 3


Pagi ini Reno dan Aruni sudah berada dalam perjalanan.Mereka akan menuju rumah teman lama Reno yang memiliki perkebunan anggur di prancis.


"Perjalanan ini akan memakan waktu yang cukup lama,sebaik nya kamu tidur dulu ya."ucap Reno saat melihat istrinya sudah mulai bosan didalam mobil.


"Memang nya berapa lama lagi mas?" tanya Aruni sambil menyandarkan kepala nya di bahu suami nya.


"Emm..kira-kira masih sekitar tiga jam lag,kita baru sampai." jawab Reno sambil memeluk tubuh istri nya.


"Ternyata jauh banget ya mas."


"Iya,tapi seimbang kok sama apa yang akan kita dapat nanti disana."


"Mudah-mudahan aja ya mas."


"Kok ngomong nya ga yakin gitu,kenapa?"


"Ga apa-apa mas,aku cuma merasa kaya ada sesuatu yang akan membuat aku menangis nanti. Soal nya mata ku kedutan terus dari tadi.Kata orang itu bertanda kalau akan menangis."


"Akh,itu cuma mitos.Udah sekarang tidur dulu ya.Nanti kalau sudah sampai saya bangunin."


"Iya mas."


Aruni pun mulai memejamkan mata nya didalam pelukan suami nya.Sementara Reno tetap terjaga untuk menemani sang supir mengobrol, agar sang supir tetap fokus menyetir.


Kurang lebih 3 jam Reno menempuh perjalanan untuk sampai ke tempat tujuan nya.


"Monsieur est-ce sa maison(Tuan apakah ini rumah nya)?"tanya sang supir saat tiba di tempat tujuan.


"Oui,c'est sa maison(Benar,ini rumah nya)." jawab Reno.


"Sayang." ucap Reno sambil mengusap lembut pipi istri nya.


"Emmh,udah sampe ya mas." ucap Aruni sambil mendongakkan kepala nya.


"Iya,kita sudah sampai."jawab Reno lembut.


Reno dan Aruni pun turun dari mobil.Mereka berjalan bersamaan menuju rumah teman lama Reno itu.


"Mas,rumah nya bagus banger ya." ucap Aruni saat melihat rumah dengan design klasik eropa.


"Iya,saya juga suka banget rumah seperti ini." jawab Reno sambil tersenyum.


"Reno mon ami(Reno sahabat ku)." ucap Fredric yang menyambut Reno di depan halaman nya.


"Frédéric mon vieil ami(Fredric teman lama ku)." ucap Reno sambil memeluk Fredric yang sudah menyambut nya.


"Qui est-ce(siapa ini)?" tanya Fredric saat melihat Aruni.


"Elle est ma femme,son nom est Aruni(Dia istri ku,Aruni nama nya)." jawab Reno sambil merangkul pinggang istri nya.


"Bonjour mademoiselle bienvenue dans cette maison simple(Hallo nona selamat datang di rumah sederhana ini)." ucap Fredric sambil mengulurkan tangan nya.


Aruni hanya tersenyum sambil membalas jabat tangan Fredric.


"Ne penses-tu jamais à le provoquer (Kau jangan pernah berfikir untuk memprovokasi dia)" ucap Reno sambil tertawa.


"Tout dépend de comment tu vas t'occuper de lui (Tergantung bagai mana kau akan menjaga dia)." jawab Fredric sambil tertawa pula.


"Frédéric qu'est-ce que tu fais,


Pourquoi n'envoyez-vous pas des invités( Fredric apa yang sedang kamu lakukan,Mengapa kau tidak menyuruh masuk tamu nya)?" ucap seseorang dari dalam rumah Fredric.


"D'accord, je les ramènerai bientôt(Baiklah mereka akan segera saya bawa masuk)." jawab Fredric


"Entrons M. Reno et Mlle Aruni(Mari masuk tuan Reno dan nona Aruni)." ajak Fredric pada Reno dan Aruni.


Kemudian Reno dan Aruni pun masuk kedalam rumah Fredric.Rumah yang sangat nyaman dengan dekorasi serba kuno,dan disegn rumah yang klasik.


Didalam rumah Reno dan Aruni bertemu dengan Rebbeca istri dari Fredric dan Clara anak Fredric yang baru berusia dua tahun.


Mereka semu berbincang-bincang sambil bersenda gurau.Aruni yang tak bisa berbicara dalam bahasa perancis lebih banyak diam.Tetapi Reno tetap membantu nya berkomunikasi dengan yang lain.Aruni lebih asyik bermain dengan Clara anak dari tuan Fredric dan Nyona Rebbeca.


"Reno ressemble à votre femme veut déjà avoir des enfants(Reno seperti nya istri mu sudah ingin memiliki anak)." ucap Rebbeca sambil melihat kearah Aruni.


"On ne tarde vraiment pas à avoir des enfants,alors priez simplement(Kami memang tidak menunda untuk memiliki anak,jadi doakan saja ya)." jawab Reno sambil tersenyum.


"Oui, j'espère que tu auras des enfants bientôt ( Iya,semoga kalian cepat mendapat anak)." ucap Rebbeca sambil ternyenyum ramah.


"Je suis à la maison(Aku pulang)." tiba-tiba terdengar suara seorang wanita dari luar.


"Oui, c'est ce beau jeune maître(Ya,dia adalah si tuan muda tampan itu)." jawab Rebbeca sambil tertawa.


"Bonjour comment allez-vous beau jeune maître (Hallo apa kabar si tuan muda tampan)." ucap Clarissa sambil mengulurkan tangan nya.


"Bonne nouvelle mademoiselle(Kabar baik nona)." jawab Reno sambil membalas jabat tangan Clarissa. "Oh oui, présente ma femme, elle s'appelle Aruni(Oh iya,perkenalkan ini istri saya nama nya Aruni)." ucap Reno lagi sambil memeluk pinggang istri nya.


"Oh." ucap Clarissa singkat sambil berkacak pinggang. "Je suis allé à l'intérieur pour changer de vêtements(Saya kedalam dulu ingin berganti pakaian)." ucap Calrissa sambil berlalu meninggalkan Reno dan yang lain nya.


"Cet enfant est comme ça, alors pardonne-lui (Anak itu memang begitu,maafkanlah dia )." ucap Fredric yang merasa tidak enak hati.


"N'a pas d'importance(Tidak masalah)." jawab Reno sambil tersenyum.


Waktu makan siangpun tiba.Keluarga Fredric mengaja Reno dan Aruni untuk makan siang bersama.Mereka melakukan makan siang di pekarangan belakang rumah.Dimana banyak terdapat pepohonan hijau disana.Sehingga suasana pun terasa sangat sejuk.


Keluarga Fredric menjamu Reno dan Aruni dengan sangat baik.Mereka menyediakan makanan halal,karena mereka berbeda Agama.


Ditengah-tengan acara makan siang bersama Clarissa selalu saja berusaha untuk mendekati Reno.Mulai dari duduk dekat dengan Reno,berusaha mengambilkan makan siang untuk Reno,mengajak nya ngobrol dan bercanda dalam bahasa perancis dan sesekali mencoba untuk mencium Reno.


Namun Reno yang memang hanya mengaanggap Clarissa sebagai adik nya,berusaha untuk menahan segala perlakuan Clarissa terhadap nya. Reno juga berusaha menjaga perasaan istrinya.


Reno yang memang tahu Clarie panggilan akrab Clarissa.Memang menyukainya dari dulu, mencoba untuk menjaga jarak dari Clarissa. Reno hanya menganggap Clarie sebagai adik saja. Namun berbeda dengan Reno,Clarie menganggap setiap perlakuan manis yang dia terima dari Reno adalah bentuk cinta dari Reno untuk diri nya.


Selesai makan siang,Reno meminta ijin untuk menggunakan salah satu ruangan dirumah Fredric.Karena dia dan Aruni akan shalat.


Fredric pun menyiapkan sebuah ruangan yang memang dikhusus kan bagi tamu-tamu muslim nya untuk beribadah.


Reno dan Aruni melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim.


"Clary, regarde-les, on dirait que tu n'as aucun espoir(Clarie coba kau lihat mereka,seperti nya kau tidak ada harapan)." ucap Rebbeca pada Clarissa.


"Nous verrons plus tard(Kita lihat saja nanti)." jawab Clarissa sinis.


"De quoi parlez-vous, ne soyez pas stupide, Reno a déjà une femme(Kalian bicara apa,Jangan konyol Reno sudah memiliki istri)." ucap Fredric tegas.


"Mais j'aime Reno d'abord(Tapi Aku mencintai Reno terlebih dahulu)."Jawab Clarissa sinis.


"Mais il ne t'a jamais aimé depuis le début(Tapi dia tidak pernah mencintai kamu dari dulu)." jawab Fredric tegas.


"Pourquoi es-tu si ennuyeux(Kenapa kau begitu menyebalkan sekali)." ucap Clarrisa sambil beranjak meninggalkan Fredric dan Rebbeca yang sedang duduk diruang tamu.


Selesai shalat Reno dan Aruni memutuskan untuk pamit pulang.


"Merci pour le dîner, nous nous sommes dit au revoir(Terimakasih atas jamuan nya,kami pamit pulang)." ucap Reno sambil berjalan menuju pintu.


"N'hésitez pas à revenir ici(Jangan sungkan untuk berkunjung lagi kemari ya)." ucap Fredric sambil merangkul pundak Reno.


"bien sûr(Tentu)." jawab Reno sambil memeluk Fredric.


Reno dan Auni pun pamit pulang.Namun tiba-tiba, dari dalam rumah Clarissa berlari dan berteriak memanggil nama Reno.


"Reno reste ici(Reno menginaplah disini)." ucap Clarissa sambil mengalungkan keduatangan nya pada leher Reno.


Reno yang mendapat perlakuan itu berusaha melepaskan nya.


"Hé toi, tu es fou(Hey kau,Sudah gila ya)?" tanya Fredric sambil menarik Clarissa.


" Reno lui pardonne (Reno maafkanlah dia)." ucap Fredric yang merasa tidak enak hati.


Sementara Reno hanya tersenyum,dan kemudian menggandeng tangan istrinya lalu kemudian masuk kedalam mobil.Dan pergi meninggalkan rumah Fredric.


"Espèce de fille stupide, ne sais-tu jamais comment être gentille(Dasar gadis bodoh,apa kau tidak pernah tahu cara bersikap baik)?" tanya Fredric tegas.


"C'est toi le stupide(Kau yang bodoh)." jawab Clarissa sambil berlalu meninggalkan Fredric.


Dalam perjalanan Reno sudah menangkap sinyak kemarahan dari Aruni.Karena Aruni dari tadi hanya diam tak bersuara.Wajah nya pun tampak masam,seperti menahan kesal.


Reno tak berbuat apa-apa,dia ingin menyelesaikan nya di kamar hotel saja pikir nya. Karena kalau dijalan seperti ini akan tidak baik pasti nya.


"Sayang kamu ngantuk?Tidur aja dulu,nanti saya bangunin." ucap Reno pelan.


Aruni tak menjawab pertanyaan suami nya.Dia hanya diam dan menyandarkan kepala nya pada sisi jendela.Reno yang melihat itu hanya diam. Dia tak ingin istrinya semakin marah.


Jadilah mereka berdua hanya terdiam dalam perjalan itu.Aruni yang memang sudah merasakan kantuk dari tadi,langsung tertidur.Dan tanpa sadar Aruni menyandarkan kepala nya pada bahu Reno.Sehingga membuat Reno tersenyum senang.


Next bab ya..