
Pagi hari nya Aruni sedang memasak sarapan untuk suami dan dirinya.Aruni tampak sangat lincah saat menggunakan peralatan dapur.
Selesai masak untuk sarapan Aruni langsung menatanya di atas meja makan.Kemudian setelah menata makanan di atas meja makan Aruni langsung bergegas menuju kamarnya untuk memanggil suaminya agar sarapan bersama.
" Mas,sarapan dulu yuk." ucap Aruni sambil menghampiri suaminya yang tengah memakai dasi, dan langsung mengambil alih dasi yang sedang dipegang oleh suaminya.
" Memangnya pagi ini kamu masak apa sayang?" tanya Reno sambil menarik pinggang Aruni ke dalam pelukannya.
" Aku masak nasi goreng seafood kesukaan kamu." jawab Aruni sambil merapikan kerah baju suaminya yang sudah memakai dasi.
"Emm.. tampaknya enak."jawab Reno sambil kemudian mencium b*b*r istri nya.Dan pungutan itu pun disambut baik oleh Aruni.
Dan membuat pasangan suami istri itu saling menyesap dan mengulum.Cukup lama mereka melakukan itu hingga akhir nya Reno melepaskan pungutan nya.
"Jangan dilanjutin, nanti bisa sampai siang."ucap Reno sambil mengusap b*b*r Aruni dengan ibu jarinya.
"Kenapa memang nya,takut ya?" ucap Aruni sambil tetap menggantungkan kedua tangan nya dileher sang suami.
"Yah nantangin,kamu sudah mulai nakal ya?" ucap Reno sambil narik lebih dekat lagi tubuh istri nya,sementara Aruni hanya tersenyum penuh arti. "Ntar malam aja ya,pagi ini saya ada meetimg dengan clien." ucap Reno lagi yang kemudian mengecup b*b*r istri nya sekilas.
"Aku tunggu ya." jawab Aruni dengan nada suara yang menggoda.
"Yaallah,astagfirllah aladzim.Sayang kamu menyiksa saya." ucap Reno yang lalu menciumi wajah istri nya secara bertubi-tubi.Sementara Aruni hanya tertawa dengan tingkah suami nya.
"Udah mas,kata nya mau ada meeting." ucap Aruni sambil mendorong dada bidang suami nya.
"Kamu bener-bener ya.Kalau saja meeting ini gak penting banget,kamu sudah saya makan sampai habis sekarang juga." jawab Reno sambil menangkup kedua pipi istri nya.
"Pokok nya aku tunggu nanti malam ya." ucap Aruni sambil berlari keluar kamar.
"Ish,awas ya kamu." ucap Reno pelan sambil melangkah mengikuti istri nya.
...
Siang hari nya Reno baru saja selesai meeting, dia keluar dari ruangan meeting bersama Ali.
Reno pun hendak memasuki ruanngan nya namun tiba-tiba langkah nya terheti saat seseorang berteriak memanggil nama nya.
Dan seketika itu Reno pun membalikan tubuh nya.
Dan saat Reno membalikan tubuh nya ternyata seseorang yang memanggil nya tadi adalah Dennis.
"Mau apa lu kesini siang-siang,bukan nya kerja.Mau gue pecat lu?" ucap Reno dengan tatapan dingin kearah Dennis.
"Yaelah galak amat si bos ku." ucap Dennis sambil merangkul pundak Reno. "Masuk dulu yuk kedalam,ada yang mau gue omongin." ajak Dennis sambil terus meramgkul pundak Reno dan kemudian membuka handle pintu ruangan Reno.
Dennis,Reno dan Ali sudah berada didalam ruangan kerja Reno.
"Ish udah lepasin,mau apa lu kesini?" tanya Reno dengan mode ketus.
Dennis tak langsung menjawab,dia malah membuka tas dan mengeluarkan dua buah kartu yang akan dia berikan kepada Reno dan Ali.
"Ni buat lu dan Aruni,kalau ini buat lu Al dan..siapa lah terserah lu." ucap Dennis sambil memberikan kartu yang tak lain ada kartu undangan pernikahan.
"Lu mau kawin?" tanya Reno tak percaya.
"Nikah Ren,kalo kawin gue udah,hahahahaha." ucap Dennis sambil tertawa.
"Gila lu." ucap Reno datar. "Lu mau kawin sama Vero?" tanya Reno ketika ia menbuka kartu undangan berwarna merah dengan kombinasi gold.
"Nikah Ren,iya gue mau nikah sama Veronica Afandie.Kalo kawin gue bukan sama dia,dia mah gue jagain supaya gue jadi yang pertama." ucap Dennis sambil menebarkan senyum merekah nya.
"Bagus,gue pikir lu udah ngerusak anak orang, maka nya lu mau nikahin dia."jawab Reno dengan mode ketus nya.
"Ya enggalah,gue kan gak mau ngerusak masa depan gue Ren." ucap Dennis dengan sungguh-sungguh.
"Bagus kalau lu masih punya otak untuk berfikir begitu." jawab Reno dingin.
"Ya iya dong,kan gue belajar dari lu wahai beringin tua.Kata lu kan kita harus mencintai masa depan kita agar kita bisa mendapat kan masa depan itu dengan bahagia.Nah Vero itu masa depan gue jadi gue harus jagain dengan cinta,supaya gue bisa dapat bahagia di malam pertama." ucap Dennis panjang lebar.
"Yah,terserah lu lah.Ngomong-ngomong kapan acara pernikahan lu?"tanya Reno sambil membuka kancing jas nya.
"Yaampun,males banget baca si lu.Dibaca dong undangan nya,lu kan gue kasih undangan tuh guna nya buat dibaca bukan buat diliatin doang." jawab Dennis dengan kesal.
"Ali baca kapan acara nya." ucap Reno datar.
"Yaampun bener-bener males banget si beringin tua ini.Udah Al gue aja yang kasih tau." ucap Dennis yang mengurungkan niat Ali saat sudah membuka mulut nya untuk membaca surat undangan itu. "Ni ya gue kasih tahu,acara pemberkatan gue sama Vero lusa,dan itu hanya di hadiri keluarga inti.Tapi gue bikin acara super mewah di kapal pesiar,kita akan berpesta di tengah laut selama 2 hari 1 malam week end ini." ucap Dennis dengan bangga nya.
mmmmmm
"Cih,pamer."ucap Reno ketus.
"Biarin aja yang penting gue udah bisa mewujudkan satu mimpi nya Vero." ucap Dennis sambil mengangkat kedua alis nya naik turun.
"Gue akan datang kalau semua akomodasi lu yang nanggung." ucap Reno sambil menyandarkan punggung nya di kursi kebesaran nya.
"Tenang semua yang gw undang cukup datang dan bawa amplop..selebih nya gue yang tanggung."ucap Dennis sambil tersenyum bangga.
"Cih,lu bisa nyewa kapal pesiar.Tapi lu masih ngarepin amplop dari tamu undangan.?!" ucap Reno dengan nada mengejek.
"Ya kan semua nya pake modal bos,jadi gue juga harus memperhitungkan untuk bisa balik modal." jawab Dennis sambil menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal.
"Masih mikirin balik modal,kalau ga mampu ga usah maksain." ucap Reno dingin.
"Yaampun Reno lu kok kaya nya mempersulit gue banget.Udah ah,kalau lu mau deteng ya datang gak juga gak apa-apa ." ucap Dennis sambil keluar dari ruangan Reno.
"Heh,kena dia." ucap Reno sambil tersenyum.
"Al tolong kirim karangan bunga untuk pemberkatan pernikahan Dennis dan Vero.Terus nanti tolong buat sebuah buket uang yang besar senilai lima ratus juta untuk hadiah pernikahan Dennis dan Vero."ucap Reno lagi.
"Baik tuan." jawab Ali patuh.
Ali pun kemudian keluar dari ruangan Reno.
next bab ya.