
Tian langsung berlari masuk, dia terus mencari keberadaan Lona.
Tian khawatir dengan kondisi Lona karena di telpon Lona terdengar menangis.
" Honey. " Ucap Tian langsung berlari menghampiri Lona yang duduk dengan masih menangis
" Papa " Ucap Lona berdiri dan langsung memeluknya erat
" Kamu tenang ya, Ada Papa di sini "
" Pa, Kak Zicko " Ucap Lona terisak
" Zicko pasti akan baik baik saja Sayang, Kita berdoa yang terbaik untuk Zicko ya "
Lona mengangguk, dan mereka duduk di sana Tian terus menggenggam tangan putrinya yang terlihat sangat khawatir, air matanya kembali menetes di wajahnya.
Tian menariknya dan kembali memeluknya,,
Sekian lama mereka menunggu Dokter yang masih terus di dalam ruangan, dan kini Biyanka juga Mia sudah berada di rumah sakit, tidak hanya Lona namun kedua wanita itu pun terlihat khawatir,,
Tidak lama Pintu terbuka dan terlihat Dokter dan Suster keluar.
" Pa " Ucap Lona mendongak
Biyanka segera mendekat Lona dan menggenggam tangannya, memberikan kekuatan untuk putrinya..
Tian beranjak menghampiri Dokter yang masih menatap mereka,,
" Bagaimana keadaan Zicko Dok, dia baik baik saja Kan " Ucap Tian
Dokter menghela napas dan menatap mereka namun Dokter malah tersenyum membuat Tian heran,,
" Pasien sudah sadar, dan dia terus memanggil Nama Lona "
Lona langsung memeluk Biyanka, dia sangat bahagia mendengar kabar baik ini, begitu juga dengan Mia ..
" Syukur lah Dok,, " Ucap Tian tersenyum
" Maaf,, Pasien terus menanyakan Nona Lona"
Lona menatap Biyanka dan Mia bergantian dan mereka mengangguk,,
Lona pun beranjak mendekat,,
" Silahkan Non Lona bisa masuk ke dalam"
Lona mengangguk dan berjalan masuk,,
" Maaf Tuan, Pasien masih perlu istirahat jadi saya sarankan untuk satu satu jika akan masuk"
" Baik Dokter, terima kasih "
" Sama sama, Kalau begitu saja permisi "
" Silahkan Dokter "
Lona kembali menangis saat melihat Zicko yang sudah membuka matanya,,
Lona menoleh dan tersenyum saat melihat wanitanya berdiri di sana, dia pun langsung memanggilnya,,
" Sayang " Ucap Zicko lemah
Lona langsung menghampiri dan memeluk tubuh laki laki yang sangat di rindukannya,,
" Akhirnya Kak Zicko sadar " Ucap Lona terisak
Zicko tersenyum dan tangannya mengusap bahu kekasihnya yang juga sangat di rindukannya.
" Maaf aku sudah membuat kamu menangis" Ucap Zicko
Lona melepaskan pelukannya dan menatap wajah laki laki di depannya dan dia pun menggeleng sambil terus masih terisak..
Tangan Zicko mengusap air mata di wajah kekasihnya, sangat pilu melihatnya seperti ini sekarang..
" Maaf karena kamu pasti khawatir, Maaf aku sudah membuat kamu terus menangis, jangan kembali menangis, karena aku gak akan biarin itu "
Lona menggenggam tangan Zicko dan mengecupnya,,
" Jangan pernah meninggalkan aku sendiri Kak, aku gak bisa "
" Aku Janji Sayang "
" Luka Kamu,, " Lanjutnya menyentuh leher Lona,, Zicko teringat jika Lona terluka di lehernya karena sayatan pisau
" Aku gak papa, dan luka ini sudah sembuh "
" Maaf Aku gak bisa jaga kamu saat itu dan membuat kamu terluka "
" Sst,, Semua bukan salah Kak Zicko,, yang terpenting saat ini Kak Zicko baik baik saja " Ucap Lona dan Zicko tersenyum.
" Aku kangen banget sama Kak Zicko,, " Lanjut Lona menyendekan kepalanya pada bahu Zicko, dan Zicko mengusap rambutnya lembut
" Aku juga kangen banget sama Kamu Yang "
Lona mendongak dan tersenyum, dia kembali merebahkan kepalanya di sana rasanya sangat nyaman,,
" Kenapa Bangun " Ucap Zicko saat Lona mengangkat kepalanya
" Kak Zicko baru sembuh, dan pasti bekas luka masih sakit "
Zicko tersenyum dan mengusap wajah Lona.
Memang masih terasa sedikit nyeri namun Zicko sangat merindukan kekasihnya begitu juga Lona yang terlihat sangat rindu dengannya.
Rasa nyeri, rasa sakit semua hilang begitu saja saat melihat kembali wajah yang selalu muncul di setiap tidurnya saat dirinya masih Koma, dan suara Lona yang terus dia dengar..
Sebenarnya sudah sejak lama ingin rasanya dia membuka matanya, melihat dan memeluk kekasihnya namun saat itu benar benar sangat sulit bahkan dia pun hanya bisa meneteskan air matanya.