Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
MENGABARKAN


Reno yang baru saja menelepo Aruni dibuat kaget karena pada saat dia membalikan badan nya sudah ada sosok Dhika tengah berdiri dihadapan nya sambil nyengir kuda.,


"Setan lu.!!" ucap Reno kaget sambil menepak kepala Dhika


"Awww...sakit!" pekik Dhika sambil memegangi kepala nya.


"Lagian lu ngagetin, ngapain lu disini?" tanya Reno kesal.


"Ish,galak amat sih bang.Gue kan cuma mau kasih surprise doang,malah gue ditabok." ucap Dhika dengan nada merengek.


"Maka nya kalau dateng tuh permisi masuk ruangan gue ucap salam.Bukan nya kaya hantu." Ucap Reno datar.


"Iya maaf.Eh ngomong-ngomong abis teleponan sama calon kakak ipar ya." ucap Dhika menggoda Reno.


"Kepo." ucap Reno sambil kembali duduk di kursi kerja nya.


Dhika yang mendengar ucapan Reno hanya menyebikkan bibir nya sambil manyun.


"Ngapain lu kesini?" tanya Reno penasaran.


"Kepo." ucap Dhika kesal.


PLEETAAKK..Suara sebuah benda yang mendarat diatas kepala Dhika.


"Aww...!" pekik Dhika kesakitan. "Kok, lu marah sih ? kesel kan denger jawaban kaya gitu.Dibales marah!" ucap Dhika gemas.


"Gue ga marah,gue cuma kesel karena lu ga kreatif,lu ikut-ikutan jawaban gue.Cuma itu!" ucap Reno berdalih.


"Kesel akh debat sama lu,gue ga pernah menang." ucap Dhika dengan suara manja. "Eh kakak pertama gue mau pinjem apartemen ya buat tiga hari aja." ucap Dhika


"Mau ngapain lu diapartemen gue?" tanya Reno penasaran.


"Gue lagi pengen nenangin diri." jawab Dhika jujur.


"Mau nenangin diri mah liburan,bukan nunpang di aprtemen gue." ucap Reno kesal.


"Ish,diapartemen lu aja udah cukup.Fasilitas apertemen lu itu kaya fasilitas hotel bintang lima luar negri.Jadi gue berasa lagi liburan di luar negri kalo nginep diapartemen lu." ucap Dhika panjang lebar dengan suara khas banci.


"Oke,kalau begitu.Tarif per malam nya delapan juta,bagai mana deal?" ucap Reno menawarkan.


"Yaampun kakak pertama, lu ama gue aja itungan banget sih." ucap Dhika yang kaget.


"Ya,gue sih terserah lu,kalau lu mau dengan harga segitu ya silahkan tapi kalau lu ga mau ya ga apa-apa gue ga maksa.Gue udah ganti password pintu apartemen gue ini." ucap Reno dengan enteng nya.


"Kakak pertama lu kok jadi perhitungan gini sih. Eh inget ya,barang siapa memudahkan urusan orang lain maka dia akan dipermudah juga urusan nya sama Tuhan." ucap Dhika menasehati.


"Yaelah bencong,lu pake ceramah lagi.Pokok nya gue ga mau lu nginep diapartemen gue.Titik." ucap Reno kesal.


"Pelit banget sih lu kakak pertama." ucap Dhika gemas.


" Terserah gue dong. Lagian lu jadi artis kere banget.Emang lu udah ga sanggup bayar sewa hotel?" tanya Reno.


"Gue lagi marahan sama si Vico sialan itu.Gara-gara gue kenalan sama cowok,masa dia jealous. Yaudah deh semua duit gue di sita sama dia." ucap Dhika menjelaskan.


"Lu kan artisnya,dia cuma manager lu doang. Ya lu lawan dong." jawab Reno kesal.


"Ga bisa,gue ga bisa ngelawan dia.Gue cinta sama dia jadi ga boleh nyakitin dia." ucap Dhika pelan.


"Aish..dasar h**o!Oke gue kasih lu duit aja lu nginep lah dimana pun terserah lu.Tapi jangan bikin masalah baru. Nih, lima puluh juta cukup ya." ucap Reno sambil memberikan selembar cek pada Dhika.


"Lepasin gue ga?! atau cek nya gue ambil lagi ni?!" ucap Reno sambil berontak.


"Iya..maaf ya kakak pertama.Kalau gitu gue pamit ya.Dadahh.." ucap Dhika sambil melambaikan tangan nya dan berjalan keluar ruamgan


"Dasar banci kaleng." ucap Reno sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.


...


Sore hari nya di rumah tuan Baskara,semua anggota keluarga tuan Baskara,Reno dan juga Ali tengah berkumpul mereka sengaja dikumpukkan oleh Reno disana untuk membahas masalah yang menyangkut Ari.


"Jadi bagai mana nak Reno,apa yang mau nak Reno sampaikan pada kami semua?" tanya tuan Baskara ketika semua nya sudah berkumpul.


"Begini Ayah,ibu dan semua yang ada disini. Sebelum nya saya minta maaf karena tidak berdiskusi dulu dengan keluarga disini.Saya sebenar nya tidak mengenal Ari.Aruni pun tidak pernah menceritakan masalah Ari pada saya. Namun suatu waktu saya bertemu dengan dia dilapangan futsal.Dan disitu dia meminta saya untuk meninggalkan Aruni.Saya coba cari tau tentang dia.Sampai pada akhir nya saya mendapat kabar dia melakukan tindakan pelecehan dan juga pengancaman pada Aruni.Akhir nya saya membuat laporan kepolisian atas tindakan dia itu." ucap Reno menjelaskan.


"Astagfirllah aladzim." ucap Ayah " Maaf kan kami nak Reno karena tidak langsung menceritakan masalah ini pada nak Reno.Karena kami pikir kalau kami menceritakan ini pada nak Reno akan mengganggu pekerjaan nak Reno nanti nya." ucap Ayah dengan nada rendah.


"Iya,saya faham situasi nya yah,saya disini justru mau meminta maaf karena melibatkan Aruni pada kasus pelaporan saya pada Ari.Kemungkinan Aruni akan dimintai keterangan sebagai korban dari laporan yang saya buat." ucap Reno


"Maaf Ren,saya menyela.Tapi laporan ini kan harus ada bukti secara otentik,misalnya kaya bukti cctv atau bukti hasil visum.Semtara kita ga punya itu." ucap kak Putra dengan nada sedikit khawatir.


"Sebelum nya saya minta maaf kalau lancang. Saya meletaka cctv diteras rumah dan diatas pintu itu yang langsung menyorot keruang tamu ini.Saya memasang cctv pada saat hari lamaran.


Maaf bila saya lancang.Ini saya lakukan karena saya saat itu belum percaya sepenuh nya dengan Aruni.Saya hanya ingin tahu siapa yang datang berkunjung untuk menemui Aruni." ucap Reno penuh penyesalan.


"Luar biasa.Ayah kagum dengan ketelitian kamu Ren.Kamu memikirkan setiap detil kemungkinan yang terjadi.Untuk kasus ini ayah dan semua nya menyerahkan sepenuh nya sama kamu." ucap Ayah senang


"Baik yah.Saya pasti akan melakukan yang terbaik untuk semua nya." jawab Reno


Kemudian mereka semua pun mengakhiri obrolan ini.Dan kemudian mereka melakukan kewajiban mereka sebagai seorang muslim yaitu menunaikan shalat maghrib.


Mereka para laki-laki melakukan nya dimasjid dekat rumah tuan Baskara.Sementara mereka yang wanita melakukan nya di rumah tuan Baskara.


...


Sementara ditempat lain Ari yang tengah mendapat kunjungan dari Seno terlihat sangat marah.


"Buat apa lu kemari?" tanya Ari kesal.


"Gue cuma mau liat keadaan lu doang." ucap Seno pelan.


"Puas lu sekarang?!" ucap Ari dingin. "Puas kan lu ngeliat gue di penjara?!!" ucap Ari lagi dengan penuh emosi.


"Gue ga nyangka ternyata kasus lu sebesar ini. Gue pikir Reno hanya akan membuat lu jadi gembel.Ternyata dia membongkar semua kejahatan yang udah lu perbuat selama ini." ucap Seno dingin


"Ga usah sok lu sekarang.Hanya karna gue dipenjara,lu pasti berpikir gue ga bisa apa-apa. Heheheh..lu salah besar! Gue masih bisa melakukan apa pun yang gue mau.Termasuk BALAS DENDAM." Ucap Ari penuh penekanan.


Seno yang mendengar itu hanya bisa terdiam.Dia mengenal baik sosok didepan nya itu.Ari memang seseorang yang bisa dibilang ambisius.Dia akan mengahalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia ingin kan.


"Sekarang gue minta lu pergi.Satu lagi bilang sama temen h**o lu itu,gue ga akan pernah biarin dia hudup tenang!!" ucap Ari yang kemudian berlalu meninggalkan Seno sendiri.


next bab ya..


maapkeun author ya klo up date nya sedikit-sedikit..


jangan lupa vote,like,tambah ke favorite dan juga tinggalkan komen ya..author sayang kalian