Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
Aneh


Sudah seminggu ini Tian selalu pulang larut malam bahkan dia selalu berangkat pagi dan pulang jam 10 malam,,


Tian sama sekali tidak pernah bermain dengan kedua anaknya bahkan setiap pulang Lio dan Luna sudah tertidur dan belum terbangun saat dirinya akan berangkat ke kantor..


Bahkan Biyanka pun terkadang sudah tertidur dan tidak melihat jam berapa Tian pulang..


-


Biyanka menatap jam yang sudah menunjukan pukul 11 malam dan Tian sama sekali belum pulang,, dia hanya mengirim pesan jika dirinya akan pulang malam dan meminta Biyanka agar tidak menunggunya..


" Astaga Mas Tian,, sudah jam 11 kamu belum pulang,, sebenarnya kamu tuh ngapain aja si Mas.. Apa sesibuk ini sampai seminggu kamu pulang larut". Batin Biyanka


Biyanka berjalan dan mengambil ponselnya,, dia mencoba menghubungi Tian namun ponselnya tidak aktif.


Rasa khawatir mulai menyelimuti pikiran Biyanka bahkan pikiran pikiran aneh pun mulai bermunculan di otaknya..


" Biyanka stop,, Buang jauh jauh semua pikiran kotor itu,, Mas Tian tidak seperti itu.. Kamu sudah mengenalnya lama "


Biyanka kembali mencoba menghubunginya namun sama saja tidak aktif,,


Biyanka pun duduk di sofa dan menatap jam,, detik demi detik,, dan berganti menit bahkan jam hingga akhirnya Biyanka tertidur di sofa..


Tian yang baru saja sampai di depan rumahnya segera berjalan masuk, terlihat rumah yang sudah sepi dan gelap menandakan semua orang dirumah sudah tertidur..


Tian berjalan menuju kamarnya, dan membuka pintu kamarnya..


Tian mengernyitkan keningnya karen lampu yang masih menyala, dia pun bejalan masuk..


Pandanganya tertuju pada Biyanka yang tertidur di atas sofa sambil tangannya yang memegang ponselnya..


Tian pun berjalan menghampirinya,, dia berjongkok di depan Biyanka dan memandang wajah Biyanka yang sudah terlelap..


Tian membenarkan rambut yang menutupi wajah cantik istrinya,,


Setelah cukup lama memandang,, Tian membopong tubuhnya dan membawa menuju ranjang di turunkannya dengan hati hati agar tidak membangunkannya..


Tian menyelimuti tubuh Biyanka, dia menatap jam di tangannya yang ternyata sudah pukul 1malam, dia segera membuka jasnya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya..


-


Tian sudah berada dia atas ranjang,, dia meregangkan otot tangannya dan berbaring di samping Biyanka yang sudah berdamai dalam tidurnya..


Keesokan Harinya,,


Biyanka mengerjabkan matanya karena mendengar suara percikan dari dalam kamar mandi,, dia pun menatap jam yang masih pukul 6 pagi dia pun beranjak duduk..


Terlihat Tian yang sudah selesai mandi berjalan keluar dan mengambil pakaiannya..


" Mas,, kamu udah mau berangkat lagi Ucap Biyanka


Tian menoleh dan tersenyum,,


" Iya sayang,, Ucap Tian singkat


Biyanka turun dan menghampiri Tian, dia berdiri di sampingnya sambil menatapnya..


" Mas,, ada yang mau aku bicarakan


" Maaf Sayang,, Mas sudah kesiangan.. Nanti saja Oke,, Mas berangkat dulu..


Cup,,


Tian mengecup kening Biyanka,, dan berjalan keluar tanpa memperdulikan Biyanka yang masih berdiri memandangnya..


" Sebenarnya kamu kenapa si Mas,, kamu seperti gak ada waktu lagi untukku, untuk anak anak,, bahkan aku gak tau setiap kamu pulang, jam berapa kamu pulang"


-


Kini hanya ada Biyanka dan kedua anaknya di meja makan, mereka menikmati sarapan tanpa adanya Tian di sana..


" Ma,, apa Papa sudah berangkat kerja lagi Ucap Lona


" Kenapa sekarang Papa sangat sibuk, Papa udah gak pernah lagi main sama kita,,


Biyanka menatap kedua anaknya,, dia tersenyum ..


" Sayang,, Papa lagi banyak kerjaan di kantor dan belum bisa main dengan kalian..


kalian maafin papa ya,,


" Iya Ma,,


Kita cuma kangen sama Papa,, papa selalu berangkat pagi dan pulang larut kita gak pernah ketemu..


" Mama janji,, nanti mama bakal bilang sama Papa ya Nak,, sekarang kalian makan ya nanti kalian telat..


" Iya Ma,,


Biyanka menatap mereka,


Sebenarnya bukan hanya mereka yang kangen namun dirinya pun sama..


Biyanka sangat kangen dengan suaminya,, biasanya setiap pagi mereka selalu sarapan bersama, bercerita, bermain dan bercanda namun entah apa yang sedang Tian kerjakan sekarang sampai membuat dirinya juga kedua anaknya kangen dan kesepian..