
Zicko sampai di depan Kediaman rumah Cristian dan dia berjalan masuk,,
" Tante,, " Sapa Zicko saat melihat Biyanka
" Zicko kamu udah dateng Nak "
" Iya Tan, tadi dari kampus langsung ke sini, Lona dimana Tante"
" Lona ada tuh di Samping, katanya bosen di kamar terus "
" Ya Udah aku ke sana dulu Tan " Ucap Zicko dan Biyanka mengambil
Zicko berjalan menuju taman samping rumah, di sana memang ada ayunan dan Lona selalu suka duduk di sana.
Zicko tersenyum saat melihat Lona di sana, dia pun berjalan menghampiri.
" Kenapa gak istirahat Hem " Ucap Zicko
Lona menoleh dan tersenyum,,
" Kak Zicko " Ucap Lona dan Zicko duduk di sampingnya
" Kenapa malah disini, kan baru sembuh Yang"
" Bosen Kak tiduran terus"
" Gimana badan kamu, apa ada yang masih sakit " Ucap Zicko dan Lona menggeleng
Lona menyenderkan kepalanya pada bahu Zicko dan tangannya memeluk lengan kekar kekasihnya itu, entah mengapa dia sedang sangat ingin manja dengannya.
" Kenapa Kok jadi manja gini " Ucap Zicko mengusap pipi Lona
" Aku mau kayak gini "
Zicko tersenyum dan membiarkan kekasihnya itu seperti ini dan dia memang sangat senang jika Lona manja kepadanya.
" Kamu udah makan Yang, Minum obat "
" Udah semua Kak"
Zicko mengangguk dan menggenggam tangan Lona, mengecupnya..
-
Hari sudah malam namun Zicko masih saja tidak di ijinkan Lona pulang.
" Sayang,, Aku pulang ya besok janji ke sini lagi Oke " Ucap Zicko menangkup wajah Lona
" Janji besok ke sini lagi "
" Iya Janji, Kamu istirahat makan juga minum obatnya ya, gak usah mikirin macem macem"
Lona mengangguk dan memeluk Zicko,,
" Aku sayang Kak Zicko " Ucap Lona dala pelukan Zicko
" Aku lebih sayang kamu "
Zicko melepaskan pelukannya dan mengecup kening Lona.
" Aku pulang ya "
" Iya Kakak Hati hati "
Zicko tersenyum dan berjalan menuju mobilnya.
Lona masuk ke dalam rumahnya dan berjalan menuju kamarnya..
*******
Jam terus berputar dan kini sudah menunjukan pukul 9 malam namun Lona masih belum bisa tertidur,,
Tok,, tok,, tok,,
" Pa, Ma,, ini Ade " Ucap Lona di balik pintu
" Masuk Honey "
Lona membuka pintu dan terlihat Biyanka yang sudah berada di atas ranjang sedangkan Tian masih berada di sofa sedang membuka laptopnya.
" Ma,, Ade pengin tidur sama Mama "
Biyanka mengernyitkan keningnya, namun dia tersenyum dan menepuk sampingnya
" Sini Sayang "
Lona tersenyum dan langsung naik ke atas ranjang,,
" Anak Mama lagi kenapa ini, tumben sekali pengin tidur sama Mama " Ucap Biyanka mengusap kepala Lona
" Ade kangen sama Mama " Ucap Lona memeluk Biyanka
" Aduh,, lagi Manja ini ceritanya "
Biyanka membiarkan putrinya seperti ini dan mengusap lembut kepala Lona yang masih memeluknya..
" Loh ada apa ini " Ucap Tian yang baru sadar jika ada Lona di sana
" Lagi manja ini Mas anak kamu " Ucap Biyanka
Tian duduk di tepi ranjang dan mengusap tangan Lona.
" Pa,, Ade mau tidur di sini ya "
" Loh Loh,, Ade udah besar Loh kok masih mau tidur di sini hem "
" Ma,, " Ucap Lona memandang Biyanka
" Iya Sayang boleh " Ucap Biyanka dan Lona tersenyum.
" Baiklah,, Papa tidur di sofa kalo gitu "
" Pa,, " Ucap Lona menggeser tubuhnya dan menepuk sampingnya
" Papa juga tidur di sini temani Ade "
Tian menggeleng dan berbaring di samping putrinya.
Untung saja ranjang mereka berukuran besar jadi untuk bertiga masih muat.
Biyanka dan Tian menghadap Lona, memeluknya dan terlihat Lona langsung terlelap di antara orang tuanya.
" Good Night Honey " Ucap Tian sambil mengecup kening Lona
" Good Night My Wife " Ucap Tian mengecup singkat bibir Biyanka
" Good Night Mas " Balas Biyanka tersenyum
Tian memandang wajah kedua wanita yang sangat di cintai juga di sayangi nya,
Mereka merupakan segalanya baginya, Untuk kebahagiaan mereka apa pun akan dia lakukan.
Tian pun tetap bersikap posesif terhadap Putranya Fillio walaupun dia tidak bersama dengannya namun Tian tetap terus mengawasi Lona dan hampi semua kegiatan Lio Tian akan selalu tau.
Hari semakin larut,,
Tian membenarkan selimut istri dan Putrinya, dan dia berjalan menuju sofa.
Tian akan tidur di sana karena dia tidak mau mengganggu mereka tidur, dia tidak mau mereka merasa tidak nyaman dengan tidurnya karena sempit.
Tian membaringkan tubuhnya diatas sofa, dan mencoba memejamkan matanya walaupun cukup susah karena tubuhnya yang sakit namun akhirnya dia pun terlelap di sana.