
Anisa masih terus berpikir, dia bingung harus memberitahu Sandi atau tidak.
Sudah pasti Sandi akan mencegahnya dan tidak mengijinkannya namun jika dia tidak kerja akan makan apa mereka nantinya.
" Nis,, kamu kenapa sih dari tadi Ibu lihat kamu mondar mandir terus " Ucap Bu Widya
" Gak kok Bu "
" Gak usah bohong Ibu tau kamu lagi memikirkan sesuatu, cerita sama Ibu Nis "
" Anisa bingung Bu, tabungan kita semakin menipis sedangkan kita butuh makan "
" Maafin Ibu Anisa, semua ini karena Ibu yang sakit harusnya Ibu bisa bekerja dan kamu fokus kuliah "
" Ibu,, Ibu,, semua bukan salah Ibu,,
Ibu gak usah pikirin ya, biar Anisa akan cari kerja "
" Tapi Nis "
" Bu,, Anisa cuma punya Ibu dan Anisa gak mau terjadi sesuatu dengan Ibu "
Bu Widya langsung memeluk putrinya, selama ini Anisa memang menjadi tulang punggung keluarganya.
" Anisa keluar dulu ya Bu, Ibu jangan lupa makan juga minum obatnya "
" Kamu mau kemana Nis "
" Sebentar Kok Bu, Anisa pergi dulu "
" Hati hati Nis " Ucap Bu Widya dan Anisa mengangguk
Anisa berjalan keluar dan sudah ada ojek online yang menunggunya di luar.
Anisa juga mengirimkan pesan kepada Sandj untuk bertemu di taman tempat mereka biasa bertemu.
-
Anis sudah sampai di taman namun Sandi belum terlihat di sana, mungkin karena Sandi kena Macet.
Anisa pun menunggu di salah satu kursi taman, dia sudah memikirkan jika akan memberitahu Sandi.
Anisa tidak mau Sandi marah atau salah paham dan sebagai calon istrinya dia sudah seharusnya terbuka dengan Sandi.
Sandi yang baru saja sampai langsung tersenyum melihat wanitanya sudah menunggu, dia langsung berjalan menghampiri.
" Maaf Sayang,, jalanan macet banget " Ucap Sandi sambil mengecup kening Anisa
" Gak papa Mas, Aku juga baru sampai "
" Oya tumben kamu minta ketemu, kamu kangen ya "
" Iya Mas, Tapi sebenarnya ada yang mau aku ceritain sama Mas Sandi "
" Soal apa Yang "
" Mas tapi janji jangan marah "
" Janji dulu Mas "
" Oke Oke,, Aku janji gak bakal marah sekarang kamu cerita sama aku ya "
" Aku mau kerja Mas "
" Apa,, Kerja..
Engga deh Nis, kamu kuliah dan ngurus Ibu di rumah masa masih mau kerja nanti kamu kecapekan Aku gak setuju "
" Tapi Mas aku harus kerja "
" Buat apa sih Nis,, Aku gak mau kamu maah kecapekan dan nanti malah sakit "
" Kamu tau kan Mas aku kuliah, Ibu juga harus berobat dan tabungan aku semakin menitip,, Aku harus kerja buat mencukupi semuanya Mas "
" Aku bisa biayai semua itu Nis, Asal kamu gak kerja "
" Mas Sandi,, Kita belum menikah dan kamu gak harus bertanggung jawab dengan semua itu,, Ini semua sudah menjadi tanggung jawab aku Mas "
" Kamu calon istri aku Nis, dan sudah sepantasnya aku tanggung jawab "
" Mas, Aku gak mau membebani kamu, kamu udah kerja selama ini dan semua kamu berikan ke aku,, engga Mas.. "
" Aku kerja juga buat kebutuhan kamu,, Kamu calon istri aku Anisa "
" Aku gak mau ngerepoti kamu Mas, selama ini kamu udah baik sama Aku, selama ini Lona juga udah bantu Kuliah dan pengobatan Ibu, Aku kerja juga buat makan aku sama Ibu please Mas,, kamu ijinin ya "
" Tapi Nis "
" Mas Please.. "
Sandi mengusap wajahnya kasar, sebenarnya dia sangat tidak setuju dengan keinginan Anisa yang akan kembali kerja.
kuliah dan mengurus Ibu Widya sudah membuat Anisa lelah apalagi di tambah harus bekerja, Pasti Anisa akan sangat kelelahan dan Sakit.
Namun melihat Anisa yang memohon seperti ini membuatnya tidak tega untuk menolaknya.
Sandi menatap Anisa, dia pun hanya bisa mengangguk.
" Mas serius ijinin aku kerja lagi " Ucap Anisa
" Iya "
" Makasih Mas "
Anisa langsung memeluk tubuh lelaki di depannya, Lelaki yang sudah membuatnya bahagia dan kembali tersenyum.
" Tapi kamu janji jangan kelelahan apa lagi sampai kamu sakit "
" Iya Mas aku janji "
Anisa semakin mempererat pelukannya dan Sandi membalasnya dengan sesekali mengecup kepala Anisa.