Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 10


Zicko sudah kembali ke kampus, dia pun segera kembali ke Aula karena dia masih harus mengurus Ospek hari ini dan karena hati ini merupakan Ospek terakhir di kampusnya..


" Ko,, Lo habis dari mana.. Ucap Dena saat Zicko kembali bergabung


Zicko tidak menjawab dan langsung menuju menghampiri Sandi..


" Loe udah balik,, gimana Lona Ucap Sandi..


" Masih di Rumah sakit,, orang tuanya udah datang..


Sandi mengangguk dan kembali menatap selembaran di tangannya..


Dena terus menatap Zicko kesal bahkan dia sampai menghentakan kakinya saat Zicko mengabaikannya..


Mereka pun kembali dengan kegiatan Ospeknya, terlihat Dena terus berusaha agar bisa dekat dengan Zicko namun Zicko terlihat cuek juga biasa saja..


*****


Sementara di Rumah Sakit,,


Jangan di tanya bagaimana Tian dan Biyanka, mereka langsung panik saat mendapatkan kabar dari Kampusnya jika Lona di bawa ke Rumah Sakit..


" Mam,, Ade gak papa.. Ucap Lona yang terus melihat Biyanka sangat khawatir..


" No Sayang,, Kamu udah kama gak mimisan dan sekarang kamu Mimisan lagi..


Pokoknya Mama mau kamu harus di periksa semua,,


" Iya Honey,, yang Mama Bilang itu benar dan Papa akan melakukan semua itu,,


Lona hanya menghela napasnya,, selalu saja begini kedua orang tuanya..


Mereka sangat menyayanginya juga Menyayangi Abang Lio..


Dan Lona hanya bisa pasrah dengan semuanya..


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Keesokan Harinya,,,,


Lona sudah diijinkan pulang karena memang kondisinya baik dan sudah tidak kembali keluar darah dari hidungnya..


Biyanka dan Lona berada di kamar, sedangkan Tian masih mengurus Admistrasi juga Obat putrinya..


Ceklek,,


Pintu terbuka, dan menampilkan Tian yang tersenyum berjalan menghampiri mereka..


" Sudah Mas,, Ucap Biyanka


" Sudah,, Yuk kita pulang..


Biyanka menggenggam tangan Putrinya dan berjalan keluar,, Tian menggelengkan kepalanya karena selalu saja dia di abaikan istrinya jika menyangkut anak mereka namun Tian mengerti karena Biyanka memang sangat menyayangi anak anak mereka dan itulah yang membuat Tian semakin mencintai istrinya..


-


Mereka sudah berada di parkiran tepatnya di depan mobil Tian,,


" Loh kenapa pada duduk di belakang,, Sayang.. Ucap Tian menatap Biyanka yang malah duduk di kursi belakang bersama putrinya..


" Mas,, Putri kita sedang sakit dan aku harus menemaninya..


" Baiklah,, Kalian para Bidadari duduk yang manis Oke.. Ucap Tian masuk ke dalam mobilnya..


Lona hanya tersenyum melihat tingkah orang tuanya, dia merasa bahagia bisa di lahirkan di keluarga ini..


Tian pun melajukan mobilnya keluar parkiran Rumah Sakit..


*********


Setelah sekitar 30menit, mereka sampai di Rumah..


Biyanka membantu Lona masuk ke dalam Rumah dan kembali meninggalkan suaminya..


Tian menggeleng dan mengikuti mereka masuk ke dalam Rumah..


" Sayang,, kamu istirahat ya..


Mama buatkan makan buat kamu,, Ucap Biyanka


" Mam,, Ade baik baik saja,,


" No,, Kamu harus istirahat.. Mama siapin makan dulu.. Ucap Biyanka mengecup kening putrinya dan berjalan keluar..


-


Biyanka menyiapkan makanan untuk makan siang mereka..


Dia tidak pernah berubah dari dulu bahkan Biyanka semakin dewasa sekarang..


Semua kebutuhan putri juga suaminya selalu dia yang menyiapkan dan dulu saat Lio di rumah pun Biyanka menyiapkannya..


Tian sudah berganti pakaian santai, dia masuk ke dalam kamar putrinya dan melihat Lona sedang duduk di atas ranjang sambil bermain ponselnya..


" Kenapa gak istirahat hem,, Ucap Tian duduk di samping Lona


" Ade bosan Pa,, dari kemarin cuma tiduran terus..


" Hem,, gimana kalau kita telpon Abang..


" Tapi Pa,, Abang pasti masih kuliah..


" Kita coba dulu,,


Lona pun mengangguk dan Tian segera menghubungi Putranya untuk Vidio Call..


Tidak lama muncul lah wajah tampan Lio dan langsung tersenyum menatap mereka..


" Papa,, Ade,, Ucap Lio tersenyum..


" Gimana kabar Abang di sana,, gimana juga kuliah Abang,, Ucap Tian


" Abang baik baik saja Pa,, dan kuliah juga lancar..


Lio menatap Lona yang cemberut dan terlihat wajahnya yang masih sedikit pucat..


" Ade,, Kenapa cemberut gitu..


" Ade kangen Abang,,


Lio tersenyum,, Adiknya memang selalu manja dengannya dan dia sangat menyayanginya..


" Abang juga kangen Ade,, Mama juga Papa.. Abang janji week end Abang bakal pulang, Ade jangan sedih oke..


" Bener Bang,, Ucap Lio senang..


" Yes Honey,,


Tapi bentar,, Ini masih siang dan kenapa Papa di rumah, terus Ade kenapa gak kuliah dan wajah Ade kenapa pucat.. Apa Ade sakit Ucap Lio khawatir


Baik Biyanka maupun Tian tidak memberi tahu Lio jika Lona masuk Rumah Sakit karena mereka tidak mau Lio khawatir di Bandung..


Lona menatap Tian,,


" Engga Kok Bang,, Ade cuma kelelahan aja mungkin karena Ospek kemarin Ucap Lona bohong,,,


" Iya Bang,, Abang kan tau gimana manjanya Ade.. Dan Papa di rumah buat temani Ade..


" Kalian gak lagi bohong kan,, Ade gak kembali mimisan kan..


" Eng- Engga Abang,,


" Baiklah,, terus dimana Mama..


" Mama sedang masak,, di bawah


" Abang kangen dengan masakan Mama,,


" Berarti gak kangen sama Mama Hem, Ucap Biyanka yang ternyata berdiri di belakang mereka ..


Lona dan Tian menoleh,,


Dan Biyanka langsung duduk diantara mereka, dia tersenyum menatap wajah tampan putranya..


" Mam,, Abang kangen Mama..


" Mama juga kangen,, kangen banget sama Abang,, Abang jaga kesehatan, jangan lupa makan dan jangan keluar malam Oke..


" Abang selalu ingat pesan Mama,,


" Ya Sudah,, Abang kembali kuliah dulu..


Bye Mam,, Pap,, Ade.. Love you


" Love you Soon,, Ucap Tian