Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 17


Tian kembali mendapat telpon dari orang suruhannya di Bandung..


" Apa,, kalian terus ikuti Lio dan pastikan dia baik baik saja.. Ucap Tian langsung menutup ponselnya..


Biyanka mengerjakan matanya mendengar Tian yang sedang berbicara..


" Mas,, Kamu bicara sapa siapa Ucap Biyanka


Tian tersenyum dan berjalan mendekati istri cantiknya,,


" Bukan siapa siapa sayang,, Kita tidur lagi ya.. Masih sangat pagi.. Ucap Tian berbaring di sebelah Biyanka


Biyanka mengangguk dan langsung memeluk tubuh suaminya yang kekar,, dia pun kembali tertidur dalam dekapan Tian..


Tian mengecup kening Biyanka dan mengusap lembut wajahnya..


Apa pun akan dia lakukan untuk melindungi istri juga anak anaknya..


*******


Sementara di tempat lain,,


Zicko sudah terbangun, dia pun berjalan turun dan melihat Mamanya sedang berada di dapur..


" Pagi Ma,, Ucap Zicko


" Pagi Nak,, Tumben kamu udah bangun


" Hem,, Zicko ada urusan di Cafe Ma..


" Memangnya kenapa,, Ada masalah di Cafe..


" Engga Ma,, Cuma rencana Zicko mau mengecek laporan Cafe..


" Oh,, Mama kira ada masalah..


" Mama masak apa,,


" Nasi goreng kesukaan kamu,,


" Hem,, harum Ma.. Zicko jadi laper..


" Ya Sudah,, bentar Mama siapin dulu..


Zicko mengangguk dan duduk menunggunya..


" Ini kamu sarapan dulu,,


" Makasih Ma,, Ucap Zicko dan langsung menikmati nasi gorengnya..


Mama Mia menatapnya dan tersenyum,, Zicko anak laki laki nya sudah beranjak dewasa dan dia sangat bangga karena di usianya yang masih sangat muda Zicko bis mempunyai usaha sendiri..


*******


Lona yang baru bangun segera keluar kamarnya,, namun terlihat masih sepi dan hanya ada beberapa pelayan di rumahnya..


" Bik,, Mama sama Papa belum bangun Ucap Lona


" Belum Non,,


" Tumben mereka belum pada bangun,,


" Non Lona mau Bibi siapin sarapan dulu..


" Engga Bik,, Nanti biar bareng Papa mama saja..


" Kalo gitu Bibi buatkan susu hangat ya Non,,


" Boleh Bik,,


" Sebentar Non,,


Lona mengangguk, dia pun duduk di ruang tengah sambil memainkan ponselnya..


Tiba tiba ponselnya berdering dan terlihat meylan yang menelponnya..


Lona menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya..


" Iya Mey,,


" Lona,, Loe udah bangun.. Gue kira masih Mimpi..


" Hahaha,, Oya Lon, hari ini Loe di rumah gak


" Di rumah,, kenapa..


" Gue boleh main ke rumah Loe gak,,


" Astaga,, main aja ke rumah Mey,, Gue kan udah pernah kasih tau Loe alamatnya..


" Oke Oke,, jam 10an deh gue ke sana Ya..


" Iya,, gue tunggu..


" Ya Udah bye,,


" Bye..


" Maaf Non,, ini susunya..


" Oya Bik makasih,,


Lona meletakan ponselnya dan meminum susu hangatnya..


Tidak lama terlihat Tian berjalan menuruni tangga, dia pun tersenyum menatap putrinya tengah duduk sendiri di ruang tengah..


" Pagi Honey,, sapa Tian mengecup kening Lona


" Pagi Pa,, Mama belum bangun Pa..


" Belum,, biarin kan biasanya Mama yang bangun pagi..


" Iya kasihan Mama pasti capek selalu bangun pagi dan ngurusin kita..


" Oya,, Papa mau teh.. Ade buatin ya..


" Iya sayang,, makasih ya..


Lona tersenyum dan langsung berjalan masuk ke dalam dapur,,


Tidak lama Lona kembali dengan membawa secangkir teh di tangannya..


" Silahkan Pa,,


" Makasih Honey,,


Tian menikmatinya,, dan mereka berada di sana sambil bercerita..


Membiarkan Biyanka tidur dan tidak mengganggunya..


" Oya,, sepetinya Zicko banyak mengerti tentang Bisnis.. Apa orang tuanya pembisnis.. Ucap Tian


" Papa,, Mana Ade tau..


" Hei,, Papa lihat kalian cukup dekat..


" Pa,, Kita cuma temen kampus dan gak ada hubungan apa apa..


" Honey,, Papa gak bilang kalian ada hubungan loh,, Ucap Tian


Lona langsung memalingkan wajahnya,, dia merutuki dirinya kenapa malah bicara seperti itu..


" Tapi,, Papa setuju aja kalo kalian pacaran.. Zicko anak yang baik,, dan sepertinya dia juga laki laki bertanggung jawab..


" Papa apaan si,, Kenapa malah bilang sampai situ,,


" Hei,, Siapa tau kalian pacaran dan berjodoh nantinya..


" Papa,, Ade masih kecil ya dan mau fokus kuliah Ucap Lona kesal..


Tian terkekeh melihat putrinya kesal, Lona masih saja putri kecilnya yang sangat manja dan selalu menggemaskan..


" Oke.. Oke.. Papa minta maaf.. Ucap Tian sambil melihatkan jari kelingkingnya..


Lona menoleh dan tersenyum, di pun melilitkan jari kelingkingnya..


Tian memeluk putri kecilnya yang kini sudah beranjak dewasa..


Tidak terasa jika kedua anaknya kini sudah tumbuh dewasa dan dia masih ingat saat mereka masih kecil dulu..


Lona yang memang sangat manja dengan Tian pun memeluk erat tubuh papanya,, dia merasakan kasih sayang yang lebih dari kedua krang tuanya,, dia sangat bersyukur bisa berada di tengah tengah keluarga seperti mereka, keluarga yang saling menyayangi dan harmonis..