
Hari sudah siang, matahari pun sudah menyinari namun terlihat Lona yang masih betah berada di dalam selimut, memeluk bonekanya,,
Memang hari ini Week End dan wajar juga jika Lona masih belum beranjak dari ranjangnya.
Sementara di luar,
Baik Tian juga Biyanka sudah bangun dan mereka sudah duduk santai di ruang tengah, mereka membiarkan anak gadisnya yang masih belum bangun karena memang hampir setiap hari Lona selalu bangun pagi dan mumpung libur, makan mereka membiarkannya.
" Pa,, Ma,, "
Terdengar suara dari depan,,
Biyanka dan Tian saling pandang namun mereka segera beranjak karena tau jika itu suara anak laki lakinya..
" Sayang,, Kami di sini Nak " Ucap Biyanka
" Papa,, Mama,, " Ucap Lio langsung menghampiri mereka
Biyanka langsung memeluk putranya erat, rasanya sangat rindu dengan nya..
" Mama kangen banget Bang "
" Abang juga Kangen Ma,, Mam baik baik aja kan"
" Pasti,, Abang gimana di sana baik baik saja Kan, Abang selalu makan juga gak pergi malam kan "
" No Mam,, Abang selalu ingat pesan Mama"
" Pa,, Papa apa kabar " Ucap Lio saat melihat Tian
" Papa Baik,, Abang sendiri gimana "
" Abang juga baik Pa,, Em dimana Ade Kok dia gak kelihatan "
" Ade kamu masih betah di kamar Bang"
" Astaga,, belum bangun dia, Abang ke kamar Ade dulu Ma Pa "
" Jangan diganggu Ade nya Bang,, "
" No Mam " Ucap Lio berjalan menuju kamar Lona
Lio sampai di depan kamar Lona, dia pun membuka pintunya yang tidak terkunci,,
Lona memang tidak pernah mengunci kamarnya karena dia selalu takut jika tidur sendiri.
" Astaga,, masih tidur ternyata,,
Anak gadis kok bangun siang,, rejeki di patok ayang De ". gumam Lio sambil menggeleng kepalanya..
Lio berjalan mendekat,
Dia tersenyum, Masih saja sama Lona dulu dan sekarang selalu tidur memeluk Boneka padahal dia sudah dewasa sekarang,,
Lio tersenyum dan duduk di tepi ranjang sambil menatap wajah cantik Adiknya, tidak terasa jika mereka sudah dewasa sekarang dan Lona sudah bisa hidup mandiri tanpa bantuannya..
Lio tersenyum licik dan berencana untuk mengganggu Lona,,
Dia pun menarik selimutnya,, dan benar saja Lona langsung meringkuk kedinginan bahkan dia kembali menarik selimutnya namun lagi lagi Lio menariknya.
Bukannya terbangun, Lona malah semakin nyenyak dengan memeluk bonekanya,,
Lio menggeleng namun dia kembali tersenyum untuk membangunkan Adiknya itu,
Lio menarik hidung mancung Lona,,
" Mama,, Ade masih ngantuk "
" Ehem,, ehem,, Anak perempuan kok udah siang belum bangun "
" Abang " Ucap Lona bangun dan akan memeluknya
" Stop " Ucap Lio langsung beranjak
" Ade belum mandi, Gak Liat Abang udah tampan seperti ini " Lanjutnya
" Abang,,, " rengek Lona
" Mandi,, gosok gigi baru boleh peluk Oke "
" Abang tunggu di luar "
Lona memajukan bibirnya namun dia segera beranjak menuju Kamar mandi.
-
Lio kembali menghampiri orang tuanya, dan duduk bersama mereka,,
" Gimana Bang,, Apa Ade bangun " Ucap Tian
" Abang bangunin Pa, "
" Terus dimana Ade, kok belum turun "
" Masih mandi Ma"
" Oya,, pasti Abang belum sarapan kan, Mama siapin sarapan ya "
" Em,, boleh Mam,, Abang pengin makan nasi goreng buatan Mama deh "
" Ya Udah Mama buatin dulu ya,,
Mas Aku ke dapur dulu ya '"
" Iya Sayang " Ucap Tian tersenyum
Biyanka berjalan menuju dapur, sedangkan Tian dan Lio masih berada di sana dan Terlihat mengobrol.
Lona yang sudah cantik dan segar pun berjalan turun, dia tersenyum saat melihat dua laki laki tampan yang sedang mengobrol di sana,, Lona pun berjalan menghampiri..
" Pagi Pa " Sapa Lona tersenyum
" Ya kali Pagi,, Siang Ade " Ucap Lio
" Masih jam 10 Abang. Berarti masih pagi. Iya kan Pa "
" Iya Honey "
Lona menatap Lio yang tengah duduk menatapnya sambil tersenyum,,
" Oke Oke ,, Gak kangen apa sama Abang "
" Kangen,, " Ucap Lona langsung memeluk Lio,,
" Abang juga kangen banget sama Ade,, Ade baik baik saja Kan "
Lona mengangguk dalam pelukan Lio,
Tian tersenyum melihat interaksi kedua anaknya yang masih saja sama seperti dulu saling menyayangi,,
Bahkan walaupun mereka sudah Tidak lagi bersama, mereka masih sangat dekat dan Tian bangga dengan Lio yang selalu sayang dengan Lona.