
Zicko dan Lona sampai di rumah, mereka langsung menuju kamar untuk mengganti baju mereka.
" Aku ganti baju dulu Kak " Ucap Lona dan Zicko mengangguk
Lona berjalan masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Zicko dia duduk di sofa, memijat pelipisnya yang sedikit pusing.
" Kak Zicko kenapa " Ucap Lona menghampiri dengan sudah memakai pakaian santainya
" Gak papa Yang cuma sedikit pusing " Ucap Zicko mengusap wajah Lona menenangkan
" Aku buatin teh ya "
" Iya Sayang, Makasih ya "
Lona tersenyum dan berjalan keluar, Zicko berjalan dan mengganti bajunya.
Entah kenapa kepalanya pusing mungkin karena dia lelah kuliah dan harus bekerja.
Tidak lama Lona kembali dengan membawa secangkir teh hangat dan berjalan menghampiri Zicko yang sudah duduk di atas ranjang memainkan ponselnya.
" Ini teh Kak, diminum ya mumpung masih hangat "
" Iya Sayang, Makasih ya "
Zicko meminumnya,,
" Pasti Kakak capek kan, gak usah main Ponsel dulu gak usah kerja dulu pokoknya harus istirahat "
Zicko tersenyum mendengar ucapan yang keluar dari mulut istrinya, dia merasa senang karena berarti Lona sayang dan khawatir kepadanya.
" Sayang, aku gak papa " Ucap Zicko menusap wajah cantik Lona
" Pokoknya Sekarang Kakak dengerin aku, Kakak istirahat Oke "
" Iya Sayang, Kamu juga istirahat sini " Ucap Zicko menepuk sampingnya
" Aku ada tugas Kak,, Aku kerjain tugas dulu ya Kakak istirahat "
" Ya Udah Aku temenin "
" Kakak istirahat, Lagian juga dikit kok tugasnya "
" Beneran Yang "
" Huum Kak,, Kakak istirahat Oke "
" Ya Udah, Aku tidur dulu ya "
Zicko mengecup pipi Lona dan berbaring, Lona membantunya.
Setelah Zicko memejamkan matanya dia berjalan menuju sofa dan membuka Laptopnya untuk mengerjakan tugas kuliahnya.
******
Sementara Reno,
Dia sudah berganti pakaiannya dengan setelah jas berwarna hitam menampilkan ketampanannya.
Dia akan ke Kantor namun terlihat berbeda dengan wajahnya yang selalu tersenyum bagaimana tidak, hari ini dia akan bekerja dengan di temani kekasihnya.
Reno tidak mengantarkan Meylan pulang ke rumah melainkan dia mengajak ke kantornya karena memang Meylan yang memintanya, dan Reno pun berniat mengenalkan Rina supaya Meylan tidak salah paham lagi.
Mereka berjalan masuk, beberapa karyawan menatap mereka .
" Kak " Ucap Meylan risih dengan beberapa pandangan di sana
" Kenapa "
Meylan menggeleng dan tersenyum hingga mereka masuk ke dalam Lift.
" Kamu kenapa sih "
" Mereka liatin kita Kak "
" Pasti lah, Mereka pasti kagum dengan kecantikan kamu Sweety,, dan merek juga pasti iri karena aku bisa pacaran dengan wanita secantik kamu "
" Dih,, sejak kapan kamu bisa gombal Hah"
" Sejak sekarang "
" Garing " Ucap Meylan berjalan keluar karena pintu Lift terbuka
Meylan menghentikan langkahnya saat melihat seorang wanita cantik yang berjalan kearahnya.
" Selamat siang Pak " Sapa Rina
" Siang Rin "
Meylan menatap Rina, dia baru ingat jika wanita yang di depannya merupakan wanita yang bersama Reno di restoran waktu itu.
Rina yang mendapatkan tatapan dari Meylan hanya tersenyum dan mengangguk.
" Sayang,, Ini Rina asisten Aku yang aku ceritain sama kamu "
" Halo Mba, Saya Rina asisten Pak Reno "
" Meylan "
" Kalau begitu saya Permisi Pak, Mari Mba"
Meylan tersenyum,,
" Yuk Sayang " Ucap Reno menggandeng tangan Meylan menuju sebuah ruangan yang bertuliskan Ruang CEO
Reno membuka pintu dan Meyln masuk ke dalam, ruangan yang sangat luas bahkan terlihat sebuah jendela kaca dengan tirai putih namun tetap bisa terlihat pemandangan dari luar.
Sebuah Kursi kebesaran dengan meja dan Laptop diatasnya,
" Sweety,, Aku kerja dulu ya " Ucap Reno dan Meylan mengangguk
Reno menuju kursi dan Meylan duduk di sofa dengan Reno,
Dia masih menatap sekeliling, sangat rapi kata yang keluar dari mulut Meylan.
Pandangan Meylan tertuju kepada Reno yang sudah mulai dengan pekerjaannya, dia tampak semakin tampan sekarang, gagah dengan setelan jasnya juga membuat Meylan semakin menyayanginya.
Di balik sifat Reno yang sama gesrek dengannya namun ternyata Reno pekerja keras bahkan dia melakukan semua itu demi dirinya, Reno tidak mau jika nantinya Meylan akan menderita.
Tanpa di sadari senyuman terlihat dari wajah cantik Meylan.
Dia merasa bangga dengan kekasihnya ini dan dia merasa bersalah karena telah salah paham dengannya.