Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 90


Mereka sudah berkumpul di Brians Cafe, mereka duduk di salah satu kursi taman dimana terlihat kolam ikan juga air mancur buatan di sana,,


" Sayang,, aku ke ruangan bentar ya" Ucap Zicko dan Lona mengangguk


" Guys,, gue ke dalam bentar" lanjutnya dan Reno mengacungkan jempolnya


Zicko mengusap kepala Lona dan dia berjalan masuk, mereka semua tau jika Zicko akan memeriksa laporan Cafe sedangkan hanya Anisa yang merasa bingung karena dia memang belum tau jika Zicko pemilik Brians Cafe.


" Gue seneng banget Loe bisa kuliah di Jakarta Nis, " Ucap Meylan


" Gue juga senang banget,, apa lagi bisa kuliah bersama kalian,, dan semua ini karena Lona,, Lon,, thanks banget Loe udah cantik juga baik" Ucap Anisa menggenggam tangan Lona


" Udah dong bilang makasih nya, Ini karena gue tau Loe pengin banget kuliah Nis,, " Ucap Lona


" Tapi,, Ibu Loe gimana " Ucap Sandi


Anisa tersenyum dan masih menatap Lona,,


" Karena Lona juga, Ibu gue mendapatkan perawatan baik bahkan Lona mengijinkan gue juga Ibu gue tinggal di salah satu rumahnya" Ucap Anisa


" Lon,, gue gak tau harus berterima kasih seperti apa, Loe bener bener udah baik banget sama gue juga Ibu gue,, thanks Lon gue gak bakal melupakan semua ini"


Lona tersenyum dan langsung memeluk Anisa yang sudah meneteskan air matanya, Anisa merasa sangat beruntung bisa bertemu juga kenal dengan mereka, mereka memang anak orang Kaya tapi mereka berhasil membuktikan jika semua orang kaya tidak bersikap sombong dan memamerkan kekayaan orang tuanya.


Meylan pun ikut mendekat dan memeluk mereka, suasana menjadi sendu dengan mereka yang saling berpelukan bahkan Sandi sendiri menatap Anisa,,


" Udah dong melau nya,, gue jadi ikutan sedih ini " Ucap Reno dan berhasil membuat ketiga gadis cantik itu tertawa.


Anisa pun kini bisa tertawa bahkan setelah menangis pun wajahnya masih terlihat cantik dan Sandi sama sekali tidak berpaling dan terus menatapnya.


-


Zicko kembali bergabung, dia kembali duduk di samping Lona yang sedang menikmati cemilannya.


" Kenapa gak makan Yang,, " Ucap Zicko menatap Lona


" Nunggu Kak Zicko" Ucap Lona tersenyum cantik


Zicko tersenyum dan mengacak rambut Lona, dia tau yang Lona maksud, dan dia pun menarik piring di depan Lona dan mulai menyuapi nya.


Lona tersenyum dan dia mulai memakan makanannya.


Anisa melihat Lona dan tersenyum,,


" Loe mesti kaget liat mereka kan, mulai sekarang di biasain" Bisik Sandi


Mereka menikmatinya di sana hingga hampir sore dan mereka memutuskan untuk pulang.


Zicko mengantar Lona, Reno mengantar Meylan dan Sandi mulai sekarang dia akan mengantar Anisa.


*****


Anisa memandang keluar jendela, suasana sore dengan langit berwarna Orange hingga akhirnya mobil Sandi berhenti di depan sebuah rumah,,


Anisa menoleh dan tersenyum,,


" Thanks ya Loe udah anterin gue" Ucap Anisa


" Santai aja Kali Nis,,


Btw Loe kapan datang ke Jakarta "


" Semalem gue baru sampai dan paginya langsung kuliah" Ucap Anisa dan Sandi mengangguk


" Loe mau masuk dulu" lanjutnya


" Next time deh,, gue ada janji sama Mami gue " Ucap Sandi


" Ya udah,, Gue turun ya"


" Oya Nis, besok gue jemput Loe ke kampus"


" Udah gak papa, lagian rumah kita searah Kok" Ucap Sandi dan Anisa mengangguk dan tersenyum


Anisa masuk ke dalam rumahnya dan Sandi melajukan kembali mobilnya.


✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨


Lona keluar kamarnya setelah sore tadi Zicko mengantarnya pulang.


" Mam,, Papa dimana" Ucap Lona


" Papa di ruang kerja Sayang" Ucap Biyanka dan Lona mengangguk.


Tok,, tok,, tok,,


" Pa,, Ade masuk ya " Ucap Lona membuka pintu


" Iya Honey" Ucap Tian dari dalam


Lona berjalan menghampiri Tian yang terlihat duduk menatap Laptopnya.


" Papa Sibuk"


" No Honey,, kenapa hem " Ucap Tian menutup Laptopnya dan menatap putrinya dengan senyuman


" Makasih Papa udah bantu Anisa juga Ibunya, Ade gak tau harus bilang gimana sama Papa"


" Honey,, sini Sayang"


" Ade gak perlu bilang terima kasih sama Papa, Papa malah bangga karena Ade mau membantu teman Ade dan Papa pasti akan mendukung semua sayang"


Lona langsung memeluk Tian,,


Dia senang karena memiliki orang tua yang juga peduli dengan orang lain bahkan selama ini baik Tian ataupun Biyanka memang tidak pernah mengajarkan ke dua anaknya untuk sombong.


" Thanks Pa, I Love you so Muach" Ucap Lona dalam pelukan Tian


" I Love you too Honey"


" Apa pun yang Ade minta pasti akan papa berikan Honey, Ade, Mama juga Abang adalah harta berharga Papa dan Papa wajib menjaga kalian juga memberikan semua untuk kalian " Batin Tian


Sementara di Pintu,


Biyanka tersenyum melihat anak perempuannya yang tumbuh menjadi gadis baik, dia pun bisa peduli dengan orang walaupun itu Hal kecil,


Lona tumbuh menjadi gadis cantik, berhati baik juga tidak menyombongkan diri dengan kekayaan yang dimiliki orang tuanya,,


" Honey, Mama bangga Ade bisa berbagi juga mau membantu orang"


Biyanka berjalan masuk dan menghampiri mereka..


" Loh ada apa ini " Ucap Biyanka


" Mama,, " Ucap Lona menghampiri Biyanka dan mengecup pipinya


Cup


" Love you Mam" Ucap Biyanka tersenyum manis


Biyanka menatap Tian dan mengangkat bahunya seraya tersenyum tampan.


" Ade ke kamar dulu Pa, Ma" Ucap Lona


" Yes Honey " Ucap Tian berjalan menghampiri Biyanka dan memeluk pinggangnya.


" Kita juga ke kamar yuk " Bisik Tian dengan mengandeng tangan Biyanka.


Biyanka tersenyum namun dia juga mengikuti langkah Tian menuju kamarnya.