Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
MISI PENYELAMATAN


Malam ini tepat pukul dua belas tengah malam. Reno,om Hans,Dennis,Seno dan puluhan orang anak buah om Hans,serta kak Putra(Kakak ipar Reno),yang memimpin pasukan kepolisian.Kak Putra membawa hampir dua ratus personiel gabungan polisi.Mereka terdiri dari polisi angkatan darat,laut,dan udara.


Sebelum nya Reno memang sudah membuat laporan tentang penculikan Aruni.Dan kak Putra lah yang bertugas menjadi pemimpin pasukan penyelamatan dari kepolisian.


Tepat pukul dua belas tengah malam,pasukan polisis pun berangkat menuju pulau W.Mereka dibagi menjadi tiga jalur bagian,darat,laut dan udara.Kak Putra sendiri berangkat menggunakan jalur udara.Kak Putra mengendari pesawat tempur jenis sukhoi super jet.


Sementara Reno dan yang lain nya menggunakan helycopter.Hampir 20 helicopter diterbangkan menuju pulau W.


...


Sementara itu Aruni yang sedang terlelap dikagetkan dengan sebuah suara dari luar jendela.


Aruni pun langsung bangun dari tidur nya,dia langsung membuka tirai jendela nya dan betapa terkejut nya dia saat melihat ada drone yang menghampiri nya.


Aruni langsung membuka jendela kamar nya,dan membiarkan drone itu masuk kamar nya.


Dan ternyata drone yang mengetuk pintu kamar nya itu adalah milik Dhika. Terbukti dari sebuah surat yang menempel diatas drone itu.


'Hai kakak pertama ambil besi ini dan juga earphone wireles ini juga,dan kamu nanti meluncur dengan tali yang sudah disiapkan untuk mu.Aku akan beri arahan melalui earphone ini.' kira-kira seperti itu isi surat nya.


Aruni pun melipat surat itu dan memasukan nya kedalam saku celana nya.Kemudia dia mencopot sebuah besi berbentuk huruf V yang di ikatkan pada drone tersebut,serta tak lupa earphone nya.Aruni langsung memasukan earphone itu kedalam kerudung nya dan memakainya pada telinga nya.


"Hallo kakak ipar bisa dengar suara aku?" tanya Dhika sambil berbisik melalui sambungan earphone itu.


"Iya Dhik,aku denger suara kamu."jawab Aruni sambil berbisik pula.


"Oke,ikutin araha aku ya." ucap Dhika lagi sambil tetap berbisik.


"Iya." ucap Aruni yang berbisik juga.


Akhir nya Aruni mulai mengikuti arahan dari Dhika,mulai dari merubah posisi bantal yang seperti orang sedang tidur.Dan ditutup selimut dengan rapi.Kemudian Aruni menuju jendela sebelah utara untuk melihat tali yang terpasang disana.


Sedikit cerita,Dhika dan Alvin serta beberapa orang anak buah om Hans,sudah tiba di pulau W pagi tadi.Selama hampir dua belas jam mereka menyusun rencana,mulai dari melumpuhkan orang-orang Alan,mereka juga menyabotase cctv disana.Dhika dan Alan juga mengamati Aruni dari kejauhan.Maka nya mereka hafal kapan Ari datang kekamar Aruni.


Mereka juga mengirim sniper untuk menembakkan tali yang sudah dikaitkan pada sebuah paku dan ditembakkan pada atap rumah Alan.Sehingga menjadi jembatan tali yang nantinya akan dijadikan tempat meluncur nya Aruni.


Kembali lagi pada Aruni,Aruni masih mengikuti arahan dari Dhika.Sekarang saat nya Aruni meluncur.


Aruni lun mengaitkan besi yang sama seperti huruf V dan dia memegang kedua ujung besi itu dengan kedua tangan nya.


Aruni pun mulai meluncur dengan kecepatan penuh.Sebenarnya Aruni sangat ketakutan tapi dia berusaha untuk tetap tenang.Aruni pun melewati beberapa penjaga yang sedang bertugas di bawah nya.


Aruni menutup mata nya karena ia takut kalau para penjaga itu akan melihat nya.


Kira-kira dua ratus meteran lagi Aruni sampai didarat.Namun tiba-tiba Ari dan Alan datang kekamar Aruni dan melihat Aruni sedang meluncur.


"Aruni...!" panggil Ari sambil mencoba menggunting tali tempat Aruni meluncur.


"Yaallah,lindungilah aku." ucap Aruni saat mendengar terikan Ari sambil terus memejamkan mata nya.


Akhir nya tali pun terputus dan Aruni yang sedang meluncur pun hampir jatuh.Untung Alvin dan Dhika berhasil menangkap nya.


"Kakak ipar ayo lari."ucap Dhika sambil menarik tangan Aruni.


Dhika,Alvin,Aruni dan beberapa orang pengawal pun berlari menuju tempat yang lebih aman. Tempat yang sudah ditentukan oleh mereka saat menyusun rencana ini.


Aruni pun berlari sekuat tenaga mengimbangi para laki-laki bertubuh atletis itu.


Sementara Alan yang mengetahui Aruni berhasil lolos pun murka dibuat nya.Dia membanting barang-barang yang ada di kamar yang ditempati Aruni.


"B**ng**k.!"teriak Alan sambil memecahkan vas bunga yang ada diatas nakas.


Sementara Ari hanya menangis meraung-raung meratapi kepergian Aruni.


"B*d*h!" ucap Alan sambil memukul wajah Ari.


"Kenapa lu malah mukul gue!" teriak Ari kepada Alan.


"°B*d*h..kenapa lu malah nangis,sekarang lu kejar dia!" teriak Alan pada Ari.


"Kemana?"


"Iiis,b*d*h!" seru Alan sambil berjalan keluar kamar disusul oleh Ari.


Alan kemudian mengerahkan seluruh pengawal nya untuk mencari keberadaan Aruni.Alan meminta seleruh anak buah nya mencari Aruni dan hanya menyisakan beberapa orang di markas.


"Tuan,berlarilah kearah timur untuk kembali ketitik awal." ucap salah seorang pengawal kepada Alvin melalui sambungan earphone wireles yang bertugas mengintai markas Alan.


"Apa semua sudah Aman?" tanya Alvin


"Semua sudah aman tuan."


"Baiklah." ucap Alvin dan kemudian mengajak semua nya untuk kembali lagi kemarkas Alan.


Sebelum nya rencana ini memang sudah dirancang sangat matang.Ada yang bertugas menghitung jumlah anggota Alan.Ada juga yang bertugas sebagai mata-mata.


Alan pun menyusuri hutan dengan menggunakan mobil nya bersama dengan Ari dan hampir seluruh anggota nya.


Tiba- tiba Alan mendengar ada sebuah suara bising.Dan ternyata itu adalah suara pesawat jet jenis sukhoi.Alan yang menyadari bahwa itu adalah pesawat tempur milik negara langsung memutuskan untuk kembali kemarkas.


Dan saat ditengah perjalanan Alan mendengar lagi suara bising,kali ini suara Hellykopter.


Hellocopter yang ditumpangi Reno dan anggota nya yang lain telah tiba di atas pulau W.


Alan semakin merasa terpojok ia mulai panik dan meminta supir yang membawa mobil itu agar menambah laju kecepatan nya.


Namun saat Alan dan rombongan terdngar suara deru mobil pasukan tentara dari dalam hutan.Alan semakin panik dibuat nya,dia meminta agar laju kendaraan nya dipercepat lagi.


Sementara itu Aruni dan yang lain nya sudah sampai di gerbang markas Alan.


"Dhika,kenapa kita balik lagi kesini?!" tanya Aruni sambil terengah-engah menghentikan langkahanya.


"Kakak ipar hanya disini tempat paling amana." ucap Dhika sambil terengah-engah pula karena habis lari.


"Tapi ini tempat aku di culik." ucap Aruni lagi.


"Dhika,Runi cepat." panggil Alfin dengan kencang.


"Udah deh kakak ipar ikutin aja dulu.Nanti di ceritain kalau benar-benar sudah aman,oke?" ucap Dhika sambil menarik tangan Aruni untuk menuju kedalam.


Alvin,Dhika,Aruni dan para pengawal memasuki markas Alan setelah melumpuhkan sebagian pasukan Alan terlebih dahulu.


Masih ada pasukan Alan yang masih berjaga-jaga.Namun mereka bisa melewatinny walaupun harus dengan bertarung.


Akhir nya Alvin Cs tiba di diruang utama markas itu.Ruangan yang dipakai untuk mengontrol pergerakan Alan.Mulai dari memantau cctv sampai membobol akses perusahaan Reno.


Merekapun memasuki ruangan itu dengan cara Dhika membobol password nya terlebih dahulu.Dan kini kunci pintu ruangan itu sudah diganti oleh Dhika,sehingga Alan dam para pengikut nya tidak akan bisa masuk kedalam. Ruangan itu memang sangat aman,tidak bisa di tembus dengan peluru sekali pun.


Dhika pun mulai mengotak-ngatik komputer yang ada disana untuk memblokir akses masuk ke perusahaan Reno.


"Alfin,kenapa kita harus sembunyi disini?" tanya Aruni dengan wajah panik nya.


"Tenang ya Runi,hanya disini tepat paling aman.Kalau kita terus berlari sampai kehutan, itu lebih berbahaya.Karena apa?Karena di dalam hutan itu banyak sekali binatang buas dan juga serangga mematikan.Karena hutan itu belum sama sekali terjamah oleh manusia.Jadi kemungkinan kita selamat didalam hutan itu sangat kecil." jawab Alfin menjelaskan.


"Tapi ini adalah tempat musuh,hanya orang yang.....akh lupakan.!" ucap Aruni sambil mengusap wajah nya.


"Hanya orang b*d*h yang masuk masuk lagi ke kandang lawan setelah berhasil lolos?iya gitu kan maksud nya?" tanya Alvin sambil memberikan kursi pada Aruni.


"Run tenang ya,ini semua adalah bagian dari rencana,kita ga akan seenak nya masuk kesini lagi kalau tidak diperhitungkan dengan matang. Semua nya sudah diperhitungkan dengan matang."ucap Alvin berunsaha menenangkan Aruni.


"Dan ini bukti nya." ucap Alvin lagi sambil memberikan ponsel nya kepada Aruni.


"M..ma..mas Reno." ucap Aruni terbata sambil meneteskan air mata saat melihat wajah suami nya melalui sambungan video call


"Iya Run ini saya,kamu baik-baik saja kan?" tanya Reno dalam sambungan video call itu.


"Iya mas,aku baik-baik saja."


"Yasudah ikuti semua yang dikatakan Alvin dan Dhika.Serta tunggu saya sebentar lagi untuk menjemput kamu."


"Iya mas."


"Jangan menangis ya.I love you."


"I love you too mas." ucap Aruni sambil menyerahkan kembali ponsel Alvin.


"Bagai mana sudah lebih tenang sekarang?" tanya Alvin pelan pada Aruni.Dan Aruni pun hanya menganggukan kepala nya.


next bab ya ...