
Tepat hari jumat Aruni dan Reno mengadakan syukuran untuk merayakan kepulangan Aruni kerumah dalam keadaan selamat.
Aruni terlihat sangat sibuk mempersiapkan acara syukuran yang akan diselenggarakan tepat pukul empat sore nanti.
Padahal acara hari itu sudah di handle oleh IO yang ditunjuk oleh nyonya Herlambang.Namun tetap saja Aruni merasa harus ikut turun tanggan walaupun hanya sekedar menata letak bunga-bunga yang ada.
"Run,kamu ga usah terlalu sibuk.Kan sudah ada IO yang menangani." ucap mama mertua nya.
"Iya ma,aku cuma mau memastikan saja semua berjalan dengan sempurna." jawab Aruni sambil tersenyum.
"Iya nak,kamu jangan capek-capek dulu kan baru pulih." ucap ibu Aruni kali ini.
"Iya bu." ucap Aruni sambil tersenyum
...
Sementara diperusahaan Reno sedang memimpin rapat untuk membahas pencurian data dan juga penggelapan dana perusahaan yang dilakukan oleh karyawan nya.Tentunya dengan campur tangan Alan sebelum nya.
Reno beberapakali terlihat sangat marah,karena dari hasil investigasi team nya banyak uang perusahaan yang digelapkan untuk dicuri.
Beberapa kali terlihat Reno mengusap wajah nya dengan kasar.
"Ali,saya minta semua yang terlibat disini kamu urus,baik mereka yang dibawah tekanan atau memang murni kejahatan mereka sendiri.Saya tidak ingin kejadian ini terulang kembali." ucap Reno tegas.
"Baik tuan." jawab Ali patuh.
"Baik saya rasa cukup sampai disini pertemuan kita kali ini,dan selamat siang." ucap Reno sambil meninggalkan ruangan rapat.
Dan itu membuat semua peserta rapat ternganga karena arti nya mereka memiliki tugas lebih banyak lagi tentu nya.
Reno pun tak kembali keruangan nya melainkan menuju lobby untuk pulang kerumah.Da dia sudah meminta Ali untuk menghandle pekerjaan nya,karena hari ini dia akan pulang lebih awal untuk melakukan syukuran dirumah nya.
Reno menuju lobby utama kantor nya,disana mobil sudah disiapkan oleh supir kantor.
"Terimakasih Fik."ucap Reno kepada supir kantor yang sudah menyiapkan mobil untuk nya.
Reno pun mengemudikan mobil nya sendiri kali ini.Dia memacu kendaraan nya dengan kecepatan sedang.
Jalanan terpantau ramai lancar,karena memang bukan jam sibuk saat itu.
...
Sementara dirumah Reno dan Aruni suasana terlihat sudah ramai.Keluarga dan sahabat terdekat sudah mulai hadir satu persatu.
Reno pun sudah sampai dirumah nya,dan langsung disambut oleh istri tercinta nya.
"Mas,kamu mandi dulu ya?air nya sudah aku siapin." ucap Aruni ketika sudah didalam kamar.
"Iya sayang,terimakasih ya." jawab Reno sambil mengecup b*b*r istri nya sekilas lalu masuk kedalam kamar mandi
Aruni pun haya menggelengkan kepala sambil tersenyum.Dia kemudian menyiapkan pakaian yang akan digunakana oleh suami nya.Pakaian yang senada dengan yang ia pakai.
"Masyaallah,mas kamu ganteng banget deh."puji Aruni pada sang suami yang tengah bercermin sambil mengancingkan kengan baju nya.
"Alhamdulillah,terimakasih ya sayang." ucap Reno sambil meraih pinggang istri nya.Dan kemuadiab mendarat kan satu kecupan mesra pada b*b*r istri nya.
Reno menyesap b*b*r mungil istri nya dengan lembut sambil terus menahan tengkuk leher istri nya.
Aruni yang memang sudah siap mendapatkan serangan itu,dapat mengimbangi nya dengan sangat mudah.Karen sang suami melakukan nya dengan sangat kembut.
"Sayang,terimakasih banyak."
"Iya mas."
"Kita kebawah sekarang?acara nya sudah mau dimulai."
"Iya mas,ayo."
Sepasang suami istri itu pun berjalan bersamaan sambil mergandengan mesra menuju ruang tengah yang sudah disulap bak ballroom hotel.
Aruni dan Reno pun mengikuti setiap rangkaian acara pada hari itu.Mulai dari Reno yang memberikan sambutan,pembacaan ayat suci oleh Reno,dan pembacaan doa yang dipimpin oleh seorang ulama besar yang mereka undang.Dan tentu nya acara puncak yaitu santunan anak yatim yang memang sebagai acara utama nya.
Reno dan Aruni pun memberikan sebuah amplop putih yang berisi beberapa lembar uang pecahan seratus ribu.Sambil menyalami satu persatu anak-anak yatim yang sudah datang kerumah mereka.
Reno dan Aruni pun merasa sangat bahagia ketika bisa berbagi dengan anak-anak yatim itu.Mereka bersyukur karena dapat berbagi dengan yang lebih menbutuhkan.
...
Malam pun tiba,Reno dan Aruni sudah berada di kamar mereka.Rasa lelah seharian dengan berbagai kegiatan pun kini mereka rasa kan.
"Alhamdulillah ya mas,acara hari ini berjalan lamcar." ucap Aruni yang kini sudah berada dalam pelukan suami nya sambil berbaring.
"Iya sayang." jawab Reno sambil mengecup pucuk kepala sang istri.
"Mas besok kita ngehadirin akad nikah nya Ines ya mas?" ucap Aruni pelan.
"Iya sayang,apa si yang engga buat kamu." jawab Reno sambil mengeratkan pelukan nya pada istri tercinta nya.
"Aaah,mas Reno.Terimakasih ya." ucap Aruni sambil tersenyum
...
Sementara di rumah sakit tempat Natasya dirawat.Ali sedang menjenguk Natasya,di duduk disamping Natasya yang masih terbaring karena koma.
"Hai Nat,apa kabar?" tanya Ali pelan,dan Natasya merespon nya dengan menggerakkan jari nya.
"Tadi saya dari rumah Aruni,disana habis diadakan syukuran.Mereka juga tidak lupa memanjatkan doa demi kesembuhan kamu." ucap Ali menjelaskan dan lagi-lagi Natasya merespon nya dengan menggerakakan jari nya.
"Kamu tahu ga,Aruni dan Reno sama sekali tidak marah sama kamu.Mereka malah mendoakan kesembuhan kamu,sebegitu baik hati nya mereka lho.Jadi kamu tahu kan kalau selama ini kamu hanya di peralat oleh b*j****n itu kan." ucap Ali yang tampak geram.Dan kali ini Natasya tak hanya menggerakkan jari nya untuk merespon tapi juga meneteskan air mata nya.
"Oh iya,tadi saya keruangan bay kamu.Dia tampak lebih sehat sekarang,bilirubin nya sudah normal.Jadi warna tubuh nya sudah tidak kuning lagi.Dan sekarang selang-selang yang menempel di tubuh nya sudah di lepas sebagian.Hanya tinggal selang oksigen dan selang infus untuk memberikan cairan kepada nya." ucap Ali menjelaskan,kali ini Natasya merespon nya hanya dengan deraian air mata.
Air mata nya mengalir sangat deras.
"Hei,jangan menangis.Bayi mu sudah baik-baik saja sekarang.Dia menunggu kamu untuk menggendong nya.Kamu berjuang lebih keras lagi ya untuk cepat bagun." ucap Ali menyemangati Natasya sambil mengusap Air mata Natasya.
Natasya pun merespon dengan menggerakan jari tangan dan kaki nya.
"Sekarang saya pamit dulu ya,sudah terlalu malam untuk jam berkunjung.Kamu istirahat,karena besok saya akan kesini lagi." ucap Ali pamit sambil mengecup kening Natasya yang terbalut perban.
Ali kemudian keluar dari ruangan Natasya.
next bab ya..
Terimakasih banyak untuk kalian yang sudah baya sampai bab ini..
jangan lupa like dan komen ya...terimakasih.