
Bu Widya menghela napasnya dan menatap Anisa yang masih terus menangis, dia pun merasa sedih melihat putrinya seperti ini.
Sandi yang juga berada di sana pun tidak jauh Beda dengan Anisa, wajahnya nampak sedih.
" Ibu Minta maaf,
Anisa bukan maksud Ibu membuat kamu sedih Seperti ini tapi semua ada alasannya, dan Nak Sandi, Tante minta maaf tante tau Nak Sandi laki laki yang baik dan bertanggung jawab "
" Terus kenapa Ibu tidak mengijinkan Anisa dekat dengan Mas Sandi Bu, Ibu bilang sayang Anisa dan Anisa bahagia bersama Mas Sandi, Anisa cinta Mas Sandi Bu "
" Tante, Saya sangat mencintai Anisa dan Saya serius menjalin hubungan dengan Anisa, Tante tolong bisa restui kami"
" Anisa,, Ibu hanya takut kamu akan bernasib sama seperti Ibu sayang dan Ibu gak mau kamu sedih dan menderita, selama ini kamu sudah menderita"
" Maksud Ibu "
" Dulu,, Ibu dekat dengan seorang laki laki..
Dia laki laki yang sangat tampan, baik perhatian dan dia adalah anak orang kaya,
Kita menjalin hubungan dan dia melamar Ibu saat itu, hingga akhirnya kita menikah namun hingga Ibu mengandung kamu, Ibu sama sekali tidak di kenalkan dengan keluarganya dengan alasan jika keluarganya berada di luar negeri.
Ibu sangat percaya dengannya, Namun masalah hadir di saat Ibu melahirkan kamu.
Dia entah pergi kemana bahkan di saat Ibu melahirkan kamu dia sama sekali tidak berada di sana.
Setelah Ibu mencarinya, ternyata di sudah menikah dengan seorang wanita yang dijodohkan oleh orang tuanya, dia pun sama sekali tidak mengakui Ibu juga kamu."
Bu Widya menghentikan ceritanya, rasanya dadanya sangat sesak untuk kembali menceritakan semuanya.
Luka lama yang sudah dia kubur bertahun tahun harus kembali dia ingat.
" Bu,, " Ucap Anisa menggenggam ke dua tangan Bu Widya
" Jadi semua itu alasan Ibu kenapa Ibu selalu meminta Anisa menjauhi Mas Sandi "
" Ibu hanya gak mau kamu bernasib seperti Ibu Sayang,, cukup Ibu saja yang merasakan luka ini "
Anisa langsung memeluk Bu Widya, mereka saling menumpahkan rasa kesedihan mereka bersama.
Sandi mengusap wajahnya, dia tidak menyangka jika selama ini Anisa sudah hidup sangat susah bahkan dari dia lahir dia sama sekali tidak merasakan kasih sayang seorang Ayah.
" Gue Janji Nis, Gue gak akan pernah nyakiti Loe, Gue bakal jaga Loe, menyayangi Loe, dan mencintai Loe sepenuh hati gue. "
*****
Hari sudah malam,,
Sandi berada di kamarnya, dia terus teringat kejadian pagi tadi.
Beban Anisa sangat besar, bahkan entah dirinya bisa melewati atau tidak jika berada di posisinya.
Dulu di saat dirinya tau jika ternyata bukan anak kandung kedua orang tuanya saja dia sangat terpukul apa lagi Anisa.
Anisa wanita yang sangat kuat dia bisa melewati semua nya.
Tok,, Tok,, tok,,
Terdengar suara ketukan pintu kamarnya,,
" Kak,, Ini Mami,
Apa Mami boleh masuk " terdengar suara dari luar
" Masuk aja Mam "
Pintu terbuka dan terlihat seorang wanita cantik tersenyum berjalan masuk.
" Mam " Ucap Sandi tersenyum
Dia adalah Santi, orang tua yang sudah mengangkat Sandi menjadi anaknya.
" Mami boleh bicara Sayang "
" Mami mau bicara apa "
" Mami lihat kamu sedang adan masalah terus dari pulang kuliah kamu juga terlihat sedih, ada apa? Apa mau cerita sama Mami "
Sandi terdiam,,
" Kakak anak Mami dan Mami bisa merasakan apa yang sedang Kakak rasakan, cerita sama Mami "
" Mam,, Lusa Mami sama Papi mau temani Aku "
" Kemana"
" Sebenarnya selama ini Aku sedang dekat dengan seorang wanita Mam, dan aku sangat menyayanginya "
" Terus "
" Aku mau Mami sama Papi ketemu dengan nya"
" Ngelamar maksud Kakak "
" Seenggaknya bisa ketemu dulu Mam sama mereka "
" Oke nanti Mami bilang sama Papi "
" Tapi Mam "
" Kenapa, "
" Dia gadis biasa Mam dan sudah tidak memiliki Ayah, apa Mami tetap akan merestui kami "
Santi tersenyum dan mengusap bahu putranya, ,
" Mami dan Papi akan selalu mendukung semua keputusan anak anaknya " Ucap Mami Santi tersenyum
" Makasih ya Mam " Ucap Sandi langsung memeluk nya.
Sandi tau jika Maminya akan merestui hubungannya dengan Anisa, karena dia tau bagaimana sifat kedua orang tuanya yang sama sekali tidak pernah membandingkan seseorang dari status.
" Ya Sudah,, kakak istirahat Ya.. "
" Mami juga,, Oya Mam, Papi sama Ade "
" Papi sudah pulang dan Adik kamu mungkin dia sudah tidur "
Sandi tersenyum dan mengangguk.
" Mami keluar ya, Kakak istirahat "
" Ya Mam,, Good Night Mam "
" Good Night Sayang "
Sandi merebahkan tubuhnya, dia bersyukur dan dia akan membuktikan jika dirinya tidak seperti Ayah Anisa yang tidak bertanggung jawab.