Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 142


Sandi masuk ke dalam kelasnya dan langsung menghampiri Zicko yang sudah bersama Reno,,


" Ko,, Loe udah berangkat emang udah sembuh " Ucap Sandi


" Udah,, Loe tumben baru sampai San "


Sandi terdiam dan duduk di kursinya, dia mengingat saat dalam perjalanan Anisa yang terus menangis dan sampai saat ini Sandi belum tau kenapa Anisa menangis.


" San, Loe kenapa " Ucap Reno


" Kepo,, " Ucap Sandi meletakan tasnya


Namun berbeda dengan Zicko yang taku jika Sandi sedang memikirkan sesuatu dan yang pasti itu merupakan suatu masalah.


*******


Berbeda dengan ketiga gadis cantik, Lona Meylan juga Anisa yang saat ini berada di kantin menikmati cemilan juga jus,, sebenarnya mereka ada kelas namun karena dosen ijin mereka akhirnya pergi ke Kantin..


Tidak berbeda jauh dari Sandi, Anisa pun tidak banyak bicara, dia hanya mendengarkannya Lona dan Meylan yang terus bercerita.


" Gue ke Toilet bentar ya " Ucap Anisa


Lona menatap Anisa dan ikut beranjak,,


" Nis,, tunggu gue juga pengin ke toilet " Ucap Lona dan Anisa mengangguk


" Buruan ya jangan lama lama" Teriak Meylan dan Lona hanya mengajungkan jari jempolnya


Lona menatap Anisa yang masih diam, dia pun ingin menanyakan namun dia merasa tidak enak dan takut dibilang ikut campur..


Namun, Anisa sekarang sahabatnya dan Lona merasa khawatir dengannya..


" Em,, Nis, Loe lagi ada masalah ya" Ucap Lona


" Eng-Engga Kok Lon "


" Loe gak usah bohong sama gue, gue tau Loe lagi sembunyikan sesuatu, Nis, Loe bisa kok cerita sama gue,, siapa tau gue bisa bantu "


" Lon, gue bingung " Ucap Anisa menunduk


" Kita duduk di sana " Ucap Lona menggandeng tangan Anisa dan mereka duduk di sebuah bangku dekat toilet


" Sekarang Loe cerita sama gue kenapa Oke "


" Gue bingung harus gimana sekarang Lon, gue sayang Mas Sandi tapi Ibu nyuruh gue buat jauhin Mas Sandi "


" Loh kenapa Nis, Kak Sandi baik kok lagian gue liat Kak Sandi juga sayang banget sama Loe "


" Gue gak tau Lon, tapi gue gak mau putusin Mas Sandi, Gue sayang sama dia Lon " Ucap Anisa dengan kembali meneteskan air matanya,,


Lona langsung memeluk Anisa, dia mencoba untuk menenangkannya,,


Ternyata Anisa mengalami masalah yang cukup berat.


" Gue bingung harus gimana Lon, gue sayang Mas Sandi tapi gue juga gak mau Ibu sakit lagi karena gue "


" Loe tenang ya Nis,, terus apa Kak Sandi udah tau masalah ini "


Anisa melepaskan pelukannya dan menggeleng,,


" Nis, mending Loe cerita deh sama Kak Sandi jadi kalian bisa cari jalan keluarnya bersama "


" Tapi gue takut Lon,, "


" Takut kenapa"


" Gue takut Mas Sandi malah jauhin gue dan gue gak mau itu terjadi "


" Gue yakin Kak Sandi gak bakal lakuin itu, gue tau gimana Kak Sandi, dia bertanggung jawab Nis,, jadi mending Loe cerita ya sama Kak Sandi " Ucap Lona dan Anisa mengangguk


" Dan satu lagi,, Kalau Loe ada masalah Loe bis cerita sama gue Nis, dan jangan pernah dipendam sendiri Oke,, "


" Thanks ya Lon, Loe bener bener temen gue,, gue bersyukur bisa ketemu dan kenal sama Loe"


" Sama sama,,


Ya Udah, kita balik ke Kantin Yuk,, Kasihan Meylan sendirian "


Anisa mengusap air matanya dan mengangguk,,


" Udah jangan nangis lagi " Ucap Lona menggandeng tangan Anisa.


Mereka kembali berjalan menuju Kantin, namun ternyata di sana sudah ada tiga cowok tampan yang menunggu mereka..


" Lama banget Yang ke toiletnya "


" Biasa lah Kak, kan cewek " Ucap Lona dan Zicko mengacak gemas rambut kekasihnya itu


Sedangkan Anisa, dia duduk di samping Sandi dan masih diam,, Sandi menatapnya,,


" Kamu habis nangis " Bisik Sandi


Anis menoleh dan menggeleng,,


" Tapi mata kamu sembab "


" Aku gak papa Mas "


Sandi mengangguk dia kembali menikmati minumannya, namun dia tetap berpikir dengan sikap Anisa.


" Kak,, Nanti anterin aku cari buku ya " Ucap Lona


" Iya Sayang "


Lona tersenyum dan kembali memakan somai yang sudah di pesannya..


-


Kini Lona dan Zicko sudah berada di sebuah toko buku, Zicko menemani Lona mencari beberapa buku di sana.


" Udah,, " Ucap Zicko


" Udah Kak, Aku cuma cari beberapa buku ini aja" Ucap Lona


" Ya Udah kita bayar dulu "


Zicko mengambil buku dari tangan Lona dan membawanya ke kasir, dia pun mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan untuk membayar semuanya..


" Yuk,, " Ucap Zicko mengandeng tangan Lona dan tangan satunya membawa belanjaan Lona


" Kak,, aku mau tanya sesuatu dong "


Zicko menghentikan langkahnya dan menatap Lona,,


" Tanya apa hem"


" Sebenarnya Kak Sandi serius sama Anisa gak "


" Loh Kok tanya itu, kenapa sih Yang "


" Menurut Kak Zicko serius engga, jawab Kak"


Zicko menghela napasnya dan menatap Lona yang masih menunggu jawaban nya..


" Selama Aku kenal Sandi, dia selalu sayang dan cinta dengan satu wanita, dan Sandi akan serius dengan nya,, kenapa memangnya sih Yang "


" Aku cuma kasihan sama Anis Kak, tadi di kampus Anisa cerita kalau Tante Widia gak merestui hubungan mereka "


" Alasannya,, "


" Engga tau,, Anisa bilang Kalau Tante Widia gak pernah mau jawab kenapa "


" Mungkin ada sesuatu Yang, ya Udah kita gak usah ikut campur ya,, " Ucap Zicko kembali menggandeng tangan Lona namun Lona menahannya,,


" Tapi Anisa kasihan Kak "


" Tapi itu hubungan mereka sayang, dan kita gak bisa ikut campur Oke "


" Kak Zicko,, "


" Oke,, nanti Aku coba tanya ke Sandi ya..


Sekarang kamu gak usah pikirin semua,, "


Lona tersenyum dan langsung memeluk lengan Zicko,,


" Makasih Kak Zicko " Ucap Lona tersenyum manja


" Kamu tuh ya,, selalu bikin gemes " Ucap Zicko menarik hidung Lona


Mereka kembali berjalan keluar menuju parkiran Mobil dengan Lona yang terus memeluk lengan kekar Zicko.


Sudah lama mereka tidak jalan bersama dan rasanya sangat bahagia dan romantis.